Rahim Bayaran Sang CEO
Clarisa, seorang gadis desa yang berhasil merubah hidupnya dengan menjadi sekertaris di perusahaan besar.
Interaksinya dengan sang pemilik perusahaan membuat butiran cinta mulai tumbuh dihatinya.
Rasa cintanya mengantarkannya ke sebuah kegilaan dengan menerima tawaran sang CEO untuk menjadi istri kontrak sekaligus rahim bayaran.
Mampukah Clarisa meluluhkan hati sang CEO?
Apakah rencana tersembunyi Clarisa akan berhasil?
yuk simak novel ini!
Nb: dilarang plagiat!! apabila ada kesamaan nama tokoh, mungkin hanya kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Lupakan Kesepakatan Itu
"Kak Dev sangat tega denganku. Kalau memang kak Dev masih punya wanita lain kenapa harus menikahiku"
"Kau jangan lupa tujuan pernikahan ini Risa!"
"Aku tidak akan pernah lupa kak! Tapi tak bisakah kau mengjargaiku sampai kesepakatan kita berakhir? Hargai aku sebagai istrimu"
Dev tersenyum sinis
"Jangan mentang mentang aku tidak kasar padamu membuatmu besar kepala. Ingat, pernikahan ini hanya bisnis. Jangan bersikap seolah kamu korban. Bukankah kau sendiri yang menyetujuinya"
"Tak bisakah memberi hatimu untukku kak?"
"Jangan serakah Risa, bukankah dari awal sudah ku katakan tidak akan ada yang namanya cinta diantara kita. Jangan pura pura lupa dengan kesepakatan kita"
Risa hanya diam
Wanita itu tak bisa mengelak semua ucapan Dev karna memang benar adanya.
Ialah yang bodoh disini. Ia terlalu gegabah mengambil keputusan. Hatinya terlalu serakah untuk bisa memiliki Dev seutuhnya.
Wanita itu berjalan memasuki kamarnya begitu saja.
Dalam hatinya ia marah dengan sikap Dev padanya.
Walaupun memang benar semua ini hanya kontrak. Tapi bagaimanapun Risa juga manusia yang punya hati.
Drttt
Drttt
Risa memandangi ponselnya yang berdering.
"Adik Dev?" Gumam Risa melihat nama Vina.
"Halo, dek"
"Halo kak, kak Risa lagi ngapain?"
"Nggak lagi ngapa ngapain"
"Oh, kak Dev mana?"
"Oh itu, kakakmu lagi diruang kerja" jawab Risa asal.
"Besok malem kak Risa sibuk nggak?"
"Enggak, kenapa emamgnya?"
"Besok ke mall yuk kak, Vina bosen dirumah"
"Boleh boleh"
"Ya udah, besok Vina ke apartemen ya kak"
"Oke oke, besok kabari lagi ya"
"Siap kak"
Tutt
Panggilan diakhiri
Risa membuka aplikasi rekeningnya.
"Astaga, aku hanya punya 2 juta" gumamnya dalam hati
Mana mungkin ia mentraktir adik iparnya dengan uang segitu.
"Masa bodoh lah, besok aku minta kak Dev aja" gumamnya lagi.
Ke esokan harinya,,
"Kak, nanti aku mau jalan ke mall sama Vina" Risa membuka pembicaraan.
"Hmm"
"Minta uang jajan dong kak, masak aku nggak pernah dikasih uang jajan sih" protesnya.
Dev hanya melirik istrinya sekilas
"Kakk" panggil Risa lagi karna suaminya tak kunjung mengeluarkan dompetnya.
"Layani aku dulu"
"Tapi kak.."
"Terserah kamu mau apa nggak"
Risa melirik jam tangannya
"Astaga, cuma sisa 1 jam lagi. Emang cukup?" Gumamnya.
"Bentar aja ya kak, takutnya nanti Vina dateng"
"Hmm"
Dev menarik istrinya itu ke kamarnya.
Sialnya Dev lupa tidak menutup pintu dengan rapat.
Tak terasa satu jam berlalu,
Vina, adik Dev sudah pegal memencet bel apartemen itu.
"Astaga, ini pada kemana sih" kesalnya karna daritadi Vina menelpon kakak dan juga kakak iparnya namun tak ada yang mengangkat.
Gadis itu lebih memilih menelpon mamanya
"Halo sayang, ada apa?"
"Ma, daritadi Vina mencet bel apartemennya kak Dev tapi nggak dibuka buka. Ditelpon juga nggak angkat"
"Ya buka dong pake pasword"
"Vina nggak tau paswordnya ma"
"Tanggal ulang tahun kakakmu"
"Oh oke ma, bye"
Vina segera memasukan pasword angka itu.
Ia berjalan pelan memasuki apartemen yang terasa sunyi padahal semua lampu menyala.
"Kak, Kak Dev" panggilnya.
"Kak Risa, Kak Dev, kalian dimana" teriaknya.
..
"Kak, itu Vina udah dateng" bisik Risa yang masih dibawah kungkungan suaminya itu.
"Biarin dia nggak bakal denger"
"Tapi kak"
"Udah, diem aja" titahnya membuat Risa mengangguk.
Pelan pelan Vina membuka satu persatu pintu ruangan kakaknya.
"Aish suara apa itu?" Batinnya saat berada didepan pintu kamar kakaknya.
"Kak Dev? Kak Risa?"
Vina semakin penasaran karna pintu kamar itu tak tertutup sempurna.
Ckittt
semangat KA..