NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

JUARA 2 YAAW PERIODE 1 TAHUN 2026.

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

.

"Lima... lima miliar?” Raditya terkejut mendengar jumlah yang disebutkan itu, matanya membelalak lebar. “Itu jumlah yang sangat besar, Pak. Apa tidak bisa dikurangi. Tolong pertimbangkan lagi, kita sudah bermitra sejak perusahaan kami berdiri sepuluh tahun lalu?” pinta Raditya dengan wajah memelas nya.

“Justru karena saya memikirkan hubungan baik kita, Pak Radit. Jika tidak, saya akan memiliki langsung pindah ke perusahaan lain. Karena kesalahan perusahaan Anda saat ini perusahaan saya menanggung kerugian besar” hardik Pak Haryanto.

Radit terdiam ragu, jumlah uang yang harus dikeluarkan sangat besar, sementara keuangan perusahaan sedang tidak stabil.

“Hah… “ Pak Haryanto menghela nafas panjang. “ Tapi sepertinya Anda tidak bisa menerima itikad baik saya. Percuma juga kita bicara sejak tadi. Jadi, Bu Anin… “ pak Haryanto menatap ke arah Anindya. “Dengan sangat terpaksa, saya minta maaf karena tidak bisa melanjutkan kerjasama ini lagi. Silakan kalian keluar!”

“Tunggu, Pak,” Anin berpura-pura tidak enak. “Berikan kami waktu untuk berdiskusi sebentar.” ucapnya dengan raut bersalah.

Pak Haryanto tidak menjawab, pria itu memalingkan wajahnya seolah benar-benar kesal.

Anindya menarik tangan Radit dan berbisik di telinga pria itu. "Kamu bikin aku malu saja. Itu hanya uang lima milyar untuk kelangsungan perusahaan dan kamu harus pikir panjang? Sia-sia aku susah payah minta janji bertemu dengan pak Haryanto.”

“Tapi kondisi keuangan kita sedang tidak stabil. Kalau harus diambil sebanyak itu… *

“Lalu mau kamu bagaimana?” Anin memotong cepat ucapan Raditya. *Kalau kamu tidak mau membayar ganti rugi, kita akan kehilangan satu klien besar, dan nama baik perusahaan akan rusak di mata semua pengusaha dan mitra bisnis lain. Kamu tahu akibatnya? Tidak ada orang yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita lagi.”

“Tapi ya terserah kamu. Bukan aku sendiri yang rugi. Ya sudah, ayo kita pulang! Lain kali jangan minta aku untuk membantu kamu menyelesaikan masalah!”

Mendengar kata-kata Anindya, Raditya sadar bahwa tidak ada jalan lain. Ia mengangguk pelan dengan wajah yang muram dan tidak bersemangat.

"Baiklah, Pak. Kami terima syarat itu." ucap Raditya terdengar tegas. “Semoga kedepannya kita tetap bisa bekerjasama. Kami berjanji kesalahan seperti ini tidak akan terjadi lagi.”

Setelah semua kesepakatan selesai, mereka berdua berpamitan dan meninggalkan ruangan kerja Pak Haryanto.

Begitu keluar dari gedung itu, Raditya menoleh ke arah Anindya. “Terima kasih banyak, Sayang. Entah apa jadinya jika tidak ada kamu. Aku benar-benar beruntung memiliki istri sepertimu," ucap Raditya lalu bergerak mendekat dengan maksud memeluk wanita itu.

Namun, sebelum tangannya sempat menyentuh tubuh Anindya, wanita itu mundur dengan cepat. Kedua tangannya terangkat di depan dada, menahan jarak agar Radit berhenti.

"Urusan sudah selesai. Aku mau pulang," ucap Anindya datar, lalu berbalik dan melenggang pergi.

Raditya hanya bisa berdiri diam menatap punggung wanita itu dengan pandangan yang kosong. Ia pikir setelah membantu menghadapi masalah hubungannya dengan Anin akan kembali membaik. Ternyata tidak. Sikap Anin tetap dingin.

“Huh… “ Radit mendengus kesal. “Perempuan sok jual mahal. Dia pasti sedang main tarik ulur, buktinya dia masih mau membantuku,” ucapnya lalu berjalan ke tempat mobilnya terparkir.

*

Di dalam mobil yang melaju santai, Anindya duduk dengan wajah ceria sambil berdendang mengikuti suara penyanyi dari radio yang ia putar pelan.

Sesaat kemudian ponselnya berdenting. Tanpa melihat pun ia tahu. Itu notifikasi khusus jika ada transfer mbanking-nya. Seketika senyum penuh kemenangan dan kepuasan terukir di bibirnya.

“Radit… kamu pikir sudah berhasil mengatasi krisis, ya? Tapi kamu salah. Ini adalah awal dari kebangkrutan kamu. Dan ini baru permulaan, sesuatu yang lebih seru sudah enunggumu di depan!”

Namun, suara notifikasi pesan yang terdengar sedetik kemudian mau tak mau membuatnya mengambil ponselnya.

“Setelah ini rekan-rekan pengusaha dari perusahaan lain juga akan mendatang Pak Radit. Saya sudah memberi pengertian pada mereka dan mereka setuju.”

Bunyi pesan dari Pak Haryanto.

Mata Anin terbeliak, mulutnya terbuka lebar tak percaya. Membayangkan berapa banyak saldo yang akan masuk ke dalam rekeningnya nanti.

“AKU KAYA… !” teriaknya girang. “Ah… semudah itu ternyata mengambil uang dari Radit,” ucapnya terkekeh.

*

Mobil yang dikendarai oleh Radit baru saja berhenti di depan lobi, dan Radit baru saja melempar kunci mobilnya pada petugas yang akan memarkirkan di tempat parkir khusus direktur. Tiba-tiba ada panggilan masuk dari Darius.

“Ada apa lagi? Aku baru sampai di depan, apa kamu tidak bisa membiarkan aku bernafas sebentar saja?” teriak radit benar-benar marah. Baru selesai satu masalah, tapi sepertinya yang akan disampaikan oleh darius juga bukan kabar baik.

“Syukurlah Anda sudah datang,” ucap Darius yang sepertinya sedang bernafas lega.

“Katakan ada apa!” bentar Radit sambil berjalan cepat menuju lift khusus presdir.

“Perwakilan dari lima perusahaan mitra, saat ini sedang menunggu di ruangan Anda,” jawab Darius membuat Radit mengerutkan kening.

“Apa? Apa maksudmu mereka menunggu? Bukankah tidak ada agenda pertemuan atau lainnya hari ini?” Radit dengan tergesa-gesa menekan tombol angka pada lift yang akan menuju ke lantai atas di mana ruangannya berada.

“Mereka… “ Darius menghentikan ucapannya merasa ragu.

“Mereka apa?” teriak Radit tidak sabar.

“Mereka datang untuk membatalkan kerjasama.”

DUAR!!!

Bagai petir menyambar di atas kepala Radit. Pria itu bahkan terhuyung dan nyaris terjatuh jika tidak ada dinding lift di belakangnya untuk bersandar.

“Masalah apa lagi ini?” gumamnya dengan bibir bergetar. Ponsel di tangannya nyaris terjatuh.

Pintu lift terbuka, membawa kesadaran Radit kembali. Pria itu mencoba mengatur nafasnya sebelum kemudian berjalan cepat menuju ruangannya.

“Selamat siang,” ucap Radit begitu dia masuk ke dalam ruangannya. Lima pasang mata yang sedang duduk menunggu di sofa serentak menoleh. Hanya satu orang yang menjawab dengan sapaan yang sama, sedang yang lainnya hanya mengangguk singkat. Radit menggaruk tengkuknya canggung. Dia seperti tamu di rumahnya sendiri.

“Maaf, saya baru saja dari perusahaan Tuan Haryanto,” ucap Radit lalu duduk di sebuah sofa single yang memang khusus untuk tuan rumah, diikuti oleh Darius yang berdiri di belakangnya.

“Jadi, apa yang membawa Anda semua datang hari ini?” tanya Radit membuka percakapan.

Salah satu dari mereka melempar sebuah map hitam di meja tepat di hadapan Radit. “Silakan periksa! Itu adalah rincian total kerugian perusahaan kami karena kelalaian perusahaan Anda!”

GLEK!

Radit menelan ludahnya kasar. Tangannya perlahan terulur untuk mengambil map tersebut. Huruf demi huruf dibaca, angka demi angka diteliti, semua begitu jelas. Semua begitu nyata. Dan kesemuanya memaksa tangannya bergerak menyeka keringat.

“Ini… “

Belum sempat dia memberikan penjelasan atau meminta maaf…

Bruk! Bruk! Bruk!

Map-map lain menyusul mendarat di atas meja tepat di hadapannya.

“Karena semua kerugian itu, maka kami… “

1
Ari Subekti
🥺🥺🥺
Nur Liana
emang nya zaskia belum.punya anak jg ya thor
Virlytha
benar, emang itu anaknya😄 tapi bagus si cerintanya
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Dirgan
seperti perusahaan tmpt Aq kerja. bangkrut dn di Ambil Alih kurator sampai sekarang sekitar 8000 karyawan blm dpt pesangon dmpk PHK masal. udh hmpir 2 th 😭
Siti Saonah
mau lamaran yah kak Rian....💪💪😍😍
Nolis Karmini
masih kurang
Nolis Karmini
ah keluarga amburadul akhlaknya.. ga ad yg beres
Nolis Karmini
ga ad penyesalan yg tulus sedikit pun ah dasar mokondo level dewa
Siti Saonah
akhirnya tobat juga...syukurlah...perbaiki hidup klrgamu bu Anita...
Ummi Adzkia
bukan nya cuma ngasih bbrp lembar uang merah? ternyata 2 juta. setebal apa dompet nya Radit.
Ummi Adzkia
Mereka ini udah usia matang loh. 45 tahun. menjelang setengah abad. gaya bicara nya rasanya kaya baru usia 25an.
Ummi Adzkia
bukan nya mereka lagi duduk? gimana cara liat dari kepala sampai ujung kaki?
Ummi Adzkia
jangan2 partner kerja suami kamu zas.
Siti Saonah
gitu dong, sadar dan berubah...
Punkpunk 234
dua duanya mental bejjadd 😡😡
Ummi Adzkia
Radit antar Sofia periksa pake motor kah? kuda besi?
Ummi Adzkia
bagaimana dengan karyawan mu nin?
Ummi Adzkia
iya teriak teriak di koridor, Anin gak dengar Tah?
Ummi Adzkia
semangat kakak.... 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!