NovelToon NovelToon
Hidden Lines

Hidden Lines

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Angst
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bebas dari tuduhan konspirasi penculikan yang dirancang mantan kekasihnya, Michaela Hokked (24) memilih mati demi melepaskan diri dari masa lalu yang busuk.

Namun, takdir memiliki selera humor yang kejam.

Pelariannya menuju Los Angeles hancur bersama taksi yang ia tumpangi dalam kecelakaan maut yang meremukkan wajahnya.

Enam bulan koma dan melewati enam
Kali operasi wajah, Michaela terbangun dengan rupa baru: wajah cantik milik Cecilia Lynch, wanita bermata teduh yang kecelakaan bersamanya.

Kini, Michaela terjebak sebagai 'Cecilia' di hadapan Killian Vale-Knight (28 th) pria berkuasa yang mengaku sebagai kekasih jarak jauh Cecilia.

Tanpa kecurigaan, keluarga miliarder itu menghujaninya dengan kasih sayang yang tak pernah ia miliki.

Namun, kenyataan pahit menghantam: Cecilia asli tewas dalam keadaan hamil, Mencuri identitas Cecilia adalah tiket kebebasannya, atau justru awal dari labirin misteri yang mematikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

022

Koridor apotek Rumah Sakit Pusat Los Angeles malam itu mulai lengang, meninggalkan gaung langkah kaki yang teratur dari beberapa petugas medis.

Killian Vale-Knight berjalan dengan langkah tegap setelah menyelesaikan administrasi dan menebus beberapa botol vitamin serta obat pereda nyeri yang diresepkan Dr. Helen untuk istrinya.

Di dalam benaknya, dia masih mengutuk kebodohan dan ketidaksabarannya sendiri semalaman penuh.

Dia berjanji akan menjaga wanita nya dengan lebih lembut setelah ini.

Namun, baru saja Killian membelok di koridor utama yang menghubungkan area apotek dengan bangsal perawatan VIP, sepasang mata elangnya menangkap sekelebat bayangan.

Seseorang berpakaian rumah sakit putih tipis tampak berlari kencang dari arah tangga darurat, melesat bagai diburu setan menuju pintu keluar samping.

Killian menajamkan pandangannya. Postur tubuh itu, tinggi badan itu, dan guratan siluet wajahnya dari samping—

Cecilia?

Jantung Killian berdegup kencang karena terkejut.

Pria itu bergumam dengan nada frustrasi sekaligus cemas yang luar biasa, "Oh Tuhan, Sayang... Kau benar-benar..."

Bagaimana bisa wanita yang lima belas menit lalu dinyatakan lelah ekstrem dan disuruh istirahat total oleh dokter, sekarang justru berlari seperti atlet lari cepat di koridor rumah sakit?

Apakah dia gila? Apakah dia mencoba kabur lagi darinya setelah semua pelukan hangat di dapur dan di dalam mobil tadi? Rasa curiga dan kepanikan yang sempat padam kini kembali menyala di dada Killian.

Tanpa membuang waktu, Killian mengejar bayangan itu dengan langkah-langkah lebarnya yang efisien.

Wanita itu tampak terengah-engah, bersembunyi di balik sebuah pilar beton besar dekat pintu keluar darurat, mencoba mengatur napasnya yang putus-putus.

Sebelum wanita itu sempat melangkah lebih jauh ke area luar yang gelap, Killian sudah berada di belakangnya.

Dengan gerakan secepat kilat dan tak terduga, Killian mencengkeram pinggang wanita itu, lalu mengangkat tubuhnya ke atas bahu kokohnya—memanggulnya dengan kasar namun bertenaga seperti membawa sekarung beras.

"Lepaskan! Lepaskan aku, Killian! Demi Tuhan, lepaskan aku! Aku minta maaf! Aku mohon ampuni aku!"

Pemberontakan itu terjadi seketika.

Wanita di atas bahunya memukul-mukul punggung Killian dengan kepalan tangan yang lemah, menjerit histeris dengan tubuh yang gemetar hebat karena ketakutan.

Killian mengernyitkan dahi tebalnya saat mendengar suara itu.

Suaranya... kenapa sedikit berbeda? Nada suaranya terdengar lebih melengking dan dipenuhi kepanikan yang teramat sangat, tidak seperti nada suara dingin atau lembut yang biasa dikeluarkan istrinya dalam dua hari ini.

Namun, ego dan amarah Killian yang mengira istrinya sedang mencoba mengelabuhinya lagi membuat pria itu mengabaikan instingnya.

Pemberontakan fisik itu sama sekali tidak menghentikan langkah lebar Killian yang membawa tubuh itu kembali menuju lorong kamar VIP.

"Aku tidak akan memaafkanmu! Aku akan menghukummu karena bertingkah gila seperti ini setelah dokter menyuruhmu istirahat!" ucap Killian dengan nada bariton yang rendah, dingin, dan mutlak.

Pintu kamar perawatan VIP nomor 402 dihentak terbuka oleh kaki Killian.

Pria itu melangkah masuk dengan aura dominan yang mengintimidasi, siap untuk menjatuhkan wanita ini ke atas ranjang dan menguncinya di sana.

Namun, wanita yang berada di dalam panggulannya bukanlah Istrinya.

Perempuan yang diculik kasar oleh Killian dari koridor itu adalah Cecilia Lynch yang asli.

Dia baru saja dilarikan ke rumah sakit yang sama beberapa jam lalu setelah pingsan akibat kelelahan luar biasa di sebuah hotel mewah.

Madam Margareth telah membohonginya; katanya dia hanya ditugaskan untuk menemui target baru untuk sesi mengobrol dan curhat emosional demi menguras informasi bisnis.

Namun nyatanya, Cecilia justru dijebak untuk melayani nafsu bejat pria hidung belang itu dalam sebuah sesi seharian suntuk yang brutal.

Cecilia yang hancur dan merasa dikhianati oleh organisasinya sendiri mencoba melarikan diri dari bangsal perawatan kelas tiga tempatnya ditempatkan, tanpa tahu bahwa takdir justru melemparkannya kembali ke pelukan pria yang paling dia takuti di dunia ini.

Cecilia asli memejamkan matanya, pasrah dan ketakutan setengah mati.

Dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Killian Vale-Knight—pria berkuasa yang hampir merenggut nyawanya dalam kecelakaan enam bulan lalu karena kasus penipuan Milliaran dolar yang dia lakukan.

...* * * *...

BRAK.

Pintu kamar VIP itu tertutup rapat, mengunci tiga manusia di dalam ruangan yang mendadak diselimuti oleh keheningan yang mencekam.

Atmosfer di dalam kamar itu seketika membeku, begitu padat hingga oksigen seolah lenyap dari udara.

Cecilia Lynch yang asli, yang tadinya terus memberontak dan menangis histeris, tiba-tiba menghentikan seluruh gerakannya.

Matanya yang sembap melebar sempurna, menatap lurus ke arah ranjang rumah sakit dengan pandangan tidak percaya.

Seluruh tubuhnya mendadak lemas bagai kehilangan tulang.

Di saat yang sama, Killian membeku di tempatnya berdiri.

Sepasang matanya yang tajam bergerak lambat, beralih dari wanita yang baru saja dia turunkan dari pundaknya ke arah sosok yang sedang duduk dengan tenang di atas ranjang perawatan.

Istrinya masih berada di sana. Dia mengenakan pakaian kasualnya, memegang segelas air putih hangat, dan sedang menatap ke arah pintu dengan ekspresi yang tak kalah terkejut.

Killian menurunkan Cecilia asli dari panggulan-nya dengan perlahan, namun pandangannya sama sekali tidak lepas dari istrinya yang berada di atas kasur.

Kepalanya mendadak terasa pening oleh hantaman realitas yang tidak masuk akal.

Jika istrinya sejak tadi berada di dalam kamar ini dan tidak pergi ke mana-mana...

Lalu siapa gadis yang baru saja dia panggul dari koridor luar ini?

Mengapa mereka memiliki struktur wajah, tinggi tubuh, dan siluet yang hampir serupa dari kejauhan? Apakah wanita di hadapannya ini adalah kembaran istrinya yang sengaja disembunyikan?

Di atas ranjang, Michaela merasa tenggorokannya mendadak kering kerontang.

Air liurnya bahkan tidak bisa dia gunakan untuk mendorong rasa tercekat yang menghimpit jalur napasnya.

Jantungnya bergemuruh hebat, menciptakan dengungan bising di telinganya.

Gadis yang berdiri di dekat pintu itu... Michaela sangat mengenalnya.

Wajah kecil yang sempurna, rambut pirang asli yang berantakan, dan trauma yang terpancar dari matanya.

Itu adalah Cecilia Lynch.

Cecilia Lynch yang asli, wanita yang identitasnya dia pinjam selama ini, ternyata masih hidup dan berdiri tegak di dalam ruangan yang sama dengannya.

"Kau... siapa?"

Suara bariton yang berat dan sarat akan tuntutan mutlak memecah keheningan yang menyiksa itu.

Suara itu keluar dari bibir Killian.

Pria itu melangkah maju, dengan gerakan protektif yang posesif, dia langsung merangkul pinggang Michaela yang duduk di tepi ranjang, menarik tubuh istrinya ke dalam dekapannya seolah menegaskan kepemilikannya.

Cecilia asli, yang lehernya dipenuhi dengan tanda kemerahan yang jauh lebih banyak, lebih gelap, dan lebih kasar daripada milik Michaela—serta sudut bibirnya yang pecah akibat penganiayaan pelanggannya tadi pagi—menatap tangan Killian yang memeluk pinggang Michaela.

Dengan suara bergetar dan air mata yang kembali menetes, dia menjawab, "A-Aku... Aku Cecilia Lynch."

Deg.

Killian terdiam seribu bahasa.

Rahangnya mengeras sempurna hingga urat-urat di lehernya menonjol.

Dia bisa merasakan bagaimana tubuh wanita di dalam pelukannya—istrinya yang dia ketahui bernama Cecilia selama ini—mendadak bergetar hebat.

Mata Michaela tampak memerah dan mulai berkaca-kaca, menunduk dalam-dalam menolak untuk menatap lurus ke depan.

Killian kembali melayangkan pandangan tajamnya pada Cecilia yang asli. "Cecilia Lynch? Kau bilang kau Cecilia?"

Cecilia asli mengangguk pelan.

Rasa takutnya perlahan menyusut saat melihat ekspresi Killian.

Pria itu tidak tampak seperti monster yang ingin membunuhnya seperti yang selalu digambarkan oleh Madam Margareth selama enam bulan ini.

Tatapan Killian padanya saat ini bukanlah tatapan dendam seorang pembunuh, melainkan tatapan bingung seorang pria yang sedang dikelabui.

Apakah kecelakaan enam bulan lalu itu memang benar-benar murni kecelakaan, atau justru itu adalah manipulasi sang Madam untuk menipuku agar aku tetap bersembunyi dan patuh? Pikiran itu mendadak melintas di kepala Cecilia asli.

~~

Killian Vale-Knight bukanlah pria bodoh yang bisa ditipu dua kali dengan trik yang sama.

Otaknya yang brilian, yang terbiasa memimpin gurita bisnis keluarga Knight, bergerak dengan kecepatan penuh untuk mencerna teka-teki visual di depannya.

Dia memperhatikan wanita yang berdiri di dekat pintu.

Wanita itu memiliki rambut pirang terang alami yang identik dengan pasfoto dan visual yang selalu terpampang di layar ponselnya selama berbulan-bulan komunikasi mereka di masa lalu.

Wajah kecilnya yang porselen adalah wajah yang sama yang dia lacak sebagai salah satu anak Madam's Roses bernama Cecilia Lynch.

Lalu, Killian menurunkan pandangannya pada wanita yang sedang dia peluk erat di pinggangnya.

Istrinya.

Wanita yang dirawatnya Selama Berbulan-bulan, wanita yang menyerahkan kesuciannya semalam dengan noda darah di sprei, wanita yang tadi pagi berlari kesana-kemari memburu diskon dan buah ceri di mall.

Wanita ini memiliki rambut berwarna pirang madu—sebuah warna yang baru dia sadari adalah hasil pewarnaan buatan yang mulai memudar di bagian akarnya—dan sepasang mata berwarna Abu yang tajam, sangat berbeda dengan mata coklat redup milik Cecilia yang asli.

Killian tersadar sepenuhnya.

Sebuah rahasia besar yang teramat masif telah melanda konspirasi pernikahan ini.

Wanita yang dia nikahi di altar Dua hari lalu, wanita yang dia sentuh dengan panggilan sayang, bukanlah penipu yang menguras hartanya di masa lalu.

Dia telah menikahi orang yang salah—atau mungkin, orang yang tepat dengan nama yang salah.

Meskipun tangannya bisa merasakan tubuh Michaela yang bergetar karena ketakutan rahasianya terbongkar, Killian tidak melepaskan pelukannya di pinggang wanita itu.

Dia justru semakin mempererat rengkuhannya, menempelkan tubuh Michaela ke dadanya yang bidang seolah memberikan perlindungan mutlak.

Killian memutar tubuhnya sedikit, menatap lurus ke depan, namun perkataan yang keluar dari bibirnya sengaja dia arahkan khusus untuk Cecilia yang asli yang berdiri membeku di dekat pintu.

"Rupanya... kau adalah Cecilia Lynch yang asli," ucap Killian dengan nada suara yang teramat dingin, dipenuhi senyuman sinis yang menyayat.

"Wanita yang menipuku berbulan-bulan, yang mengobral kata-kata cinta palsu lewat telepon demi menguras Miliaran dolar dari rekeningku. Kau selamat rupanya dalam kecelakaan taksi waktu itu?"

Saat mengucapkan kalimat-kalimat sarkas itu, mata Killian sama sekali tidak menatap ke arah Cecilia asli.

Pandangan matanya tetap terkunci sepenuhnya pada wajah Michaela yang berada di dalam dekapannya.

Pria itu mengulurkan tangan kanannya, dengan lembut menggunakan ibu jarinya untuk menghapus beberapa tetes air mata yang mulai mengalir membasahi pipi Michaela yang memerah.

Michaela menangis dalam keheningan, menggigit bibir bawahnya tanpa berani mengeluarkan sepatah kata pun, merasa bahwa akhir dari sandiwara ini akan menjebloskannya kembali ke neraka.

Cecilia asli yang mendengar ucapan Killian tersentak.

"Aku... aku selamat karena aku berhasil melompat keluar dari taksi itu sesaat sebelum hantaman terjadi, Killian! Aku tidak bermaksud menipumu, aku bekerja! Dan kau..." Cecilia asli menunjuk ke arah Michaela dengan jari yang bergetar.

"Siapa kau? Mengapa kau berada di sini dan menggunakan wajahku?!"

Mendengar pertanyaan itu, Michaela tahu dia tidak bisa bersembunyi lagi di balik punggung Killian.

Kebenaran harus diungkapkan, apa pun risikonya. Dia bahkan Siap Jika harus berakhir Dipenjarakan.

Dia menarik napas dalam-dalam, menguatkan mental jalanannya yang sempat runtuh.

Michaela perlahan mengangkat kepalanya dari dada Killian.

Dia menghapus sisa air matanya, lalu memaksa seulas senyuman tipis muncul di wajahnya—sebuah senyuman tipis dari seorang gadis yang menolak untuk dijadikan korban atau pelaku kejahatan orang lain.

Dia menatap lurus ke arah Cecilia Lynch yang asli, lalu berkata dengan nada suara yang mendadak kembali menjadi tenang dan berani,

"Hey, Cecilia... Aku Michaela. Gadis malang yang berada di dalam satu mobil taksi denganmu malam itu di Pintu Gerbang Los Angeles... Apa kabarmu?"

Deg.

Killian tertegun di tempatnya.

Genggaman tangannya di pinggang Michaela mengetat seketika saat potongan-potongan teka-teki itu akhirnya jatuh di tempat yang semestinya.

Gadis di dalam pelukannya ini adalah korban selamat dari kecelakaan yang dia dalangi sendiri enam bulan lalu.

1
Mita Paramita
😍😍😍
nayla tsaqif
Ini badainya udah berlalu belom,,,?? gk ada badai madam roses kan,,?? Barang kali madam tua itu tantrum,, 😌
Bakul Lingerie
Millian ga hadir? jgn2 Cecilia hamil sama Millian😅.. eh
Rosdianah 🌷: hihihi Millian Lapak sebelah ada cerita nya sendiri ya kak, Judulnya "My Fake Knight" 🫶🏻
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: Author Up besok ya kak🫶
total 1 replies
Bakul Lingerie
aku liat sinopsisnya berasa lagi baca novel terjemahan.. menarik...lanjooot
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
sup ayam dan jus melon 🤔🤔🤔kombinasi sempurna tuh, jadi laper nih ngebayangiin nya🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Hahah kak reader bisa aja 😅
total 1 replies
Sarinah Quinn
ceritanya pasti akan lebih rumit lagi bagi Michaela 😢 karena kalau nanti killian sudah mencintai nya maka Cecilia asli akan muncul dan mengambil tempat Michaela lebih menyakitkan lagi killian tidak bisa membedakan keduanya Krn wajah yang sama. kasian Michaela thor kenapa sih dia tidak mengaku SJ sebagai Michaela bukan Cecilia.... pokoknya jangan buat Michaela menderita lagi thor 🙏🙏🙏
Rosdianah 🌷: author ikut maunya kak reader 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mita Paramita
udah jatoh ketiban tangga nih killian 😭😭😭 nyesek banget mesti melepas Mischa 🤣🤣🤣lagian jangan gengsi kalo suka sama istrinya kn sekarang situasi udah diujung tanduk nih 🤨🤨🤨
Rosdianah 🌷: ntar menyesal 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
killian panik kehilangan micha 🤣🤣🤣 gimana kalo kontrak nikah udh berakhir mungkin gak mau cerai nih 😈😈😈
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Yg paling sedih disini,, rahim micha memiliki masalah pasca kcelakaan hasil sabotasemu yin,, dan kau memperburuknya dg obat kontrasepsi,, kau hampir menghancurkan harta berharga seorang wanita,,mommy pasti kecewa luar biasa, putranya menjadi seorang monster😌kutuk aja mom,, kutuk yin jadi marcusuar,, 😌
Rosdianah 🌷: huhuhu 🥲
total 1 replies
Mia Camelia
ehmmm hamil gak yah🤔🤔🤔
Rosdianah 🌷: aman kak🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
hahaaha semua rencana killian ketauan semua🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: Mom memang paling peka🤭
total 1 replies
Mita Paramita
akhirnya micha bisa lepas dari killian berkat momy Suzy 🤣🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: mommy best🥳🤭
total 1 replies
Mita Paramita
killian gagal total rencana licik ny udah dibongkar orang tua ny 🤣🤣🤣 semoga micha cepet Hamidun 🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: hehehe iya kak
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 keren visual nya
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Good job daddy mommy,, 👏👏👏🥰
Rosdianah 🌷: yeee🥳
total 1 replies
Ainun Mahya
mana nih lanjutannya kak😄
Rosdianah 🌷: Nanti malam ya kak🤭🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor yang banyak 🤣🤣🤣
itu Mischa kenapa muntah? mungkin kah hamil 🤨🤨🤨
Rosdianah 🌷: author silent 🤭🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Kael, Pergi yg jauh sama kakakmu gaby !! Biar yin gila,,, 😌sebelum berpisah jujurlah ttg semuanya kpd mommy suzzy,, biar yin di hukum gantung sama mommy🤭
Rosdianah 🌷: wkwkw🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!