Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Pagi harinya, sinar matahari yang menembus celah gorden apartemen tidak mampu menghalau atmosfer dingin di dalam kamar Kinara. Di atas nakas, ponsel gadis itu terus bergetar tanpa henti. Layarnya menyala berkali-kali, menampilkan ratusan panggilan tak terjawab dan rentetan pesan teks yang masuk bagaikan air bah.
Semuanya berasal dari nomor yang sama: Surya Adijaya, Mika Adijaya, dan Seila Adijaya.
Kinara yang baru saja selesai mandi berjalan mendekati nakas dengan langkah santai. Ia melilitkan handuk kecil di rambutnya yang basah, lalu mengambil benda pipih itu. Melihat angka "147 Panggilan Tak Terjawab" di layarnya, sebuah senyuman puas dan dingin terukir di bibir cantiknya.
"Panik, ya?" gumam Kinara lirih pada keheningan kamar.
Ponselnya kembali bergetar untuk yang kesekian kalinya. Nama sang ayah, Surya Adijaya, berkedip di layar. Kali ini, Kinara memutuskan untuk menggeser tombol hijau. Ia menempelkan ponsel itu ke telinganya, namun tetap memilih bungkam, membiarkan keheningan di seberang sana tersulut lebih dulu.
"Kinara! Akhirnya kamu angkat juga! Anak kurang ajar, apa-apaan video yang viral di media sosial itu?! Hapus sekarang juga!" Suara Surya menggelegar dari seberang telepon, sarat akan kemarahan yang bercampur dengan kepanikan yang amat sangat. Di latar belakang, sayup-sayup terdengar suara Mika yang menangis histeris dan jeritan tidak terima dari Seila.
Kinara menjauhkan ponselnya beberapa senti, mendengus geli mendengar harga diri pria paruh baya itu yang mulai runtuh. Ia kemudian mendekatkan kembali ponselnya dan menjawab dengan nada suara yang teramat tenang, namun begitu menusuk.
"Kenapa, Tuan Surya? Baru segitu saja sudah panik?" tanya Kinara santai, mengabaikan status pria itu sebagai ayah kandungnya. "Kenapa? Masih mau berani bermain-main lagi denganku?"
"Kamu—! , Kinara! Gara-gara video anonim bajingan itu, saham perusahaan Adijaya Group anjlok tujuh persen dalam waktu tiga jam pagi ini! Rekan bisnis kita satu per satu membatalkan pertemuan! Reputasi keluarga kita hancur! Kamu mau menghancurkan jerih payah Ayah?!" bentak Surya, suaranya terdengar bergetar menahan frustrasi.
Kinara bersandar pada dinding kamar, menatap kuku-kukunya dengan pandangan malas. "Jerih payah Anda tidak ada hubungannya denganku. Bukankah itu hanya konsekuensi kecil dari perbuatan anak emas kalian? Kalian yang menyalakan apinya, jadi jangan menangis saat rumah kalian mulai terbakar."
"Hapus video itu sekarang, Kinara! Ayah perintahkan kamu untuk buat video klarifikasi dan bilang kalau itu cuma salah paham atau konten belaka! Kalau tidak, jangan harap kamu bisa mendapatkan sepeser pun harta warisan atau pengakuan dari keluarga ini!" Surya mulai menggunakan otoritasnya, mencoba menggertak seperti yang biasa ia lakukan di kehidupan lalu.
Mendengar ancaman klise itu, tawa Kinara pecah. Itu adalah tawa sinis yang sanggup membuat bulu kuduk siapa pun merinding.
"Harta warisan? Pengakuan?" Kinara menjeda kalimatnya, lalu mengubah intonasi suaranya menjadi sangat rendah, dingin, dan penuh dengan penekanan yang mutlak. "Dengarkan aku baik-baik, Surya Adijaya. Aku tidak butuh sepeser pun uang haram kalian, dan aku tidak sudi diakui oleh keluarga munafik seperti kalian."
Kinara menarik napas dalam-dalam, lalu melayangkan ancaman fatalnya secara detail.
"Video yang beredar tadi malam itu belum ada apa-apanya. Itu baru peringatan instan. Jika dalam waktu dua puluh empat jam ke depan kalian—terutama anak emas kesayanganmu, Seila—masih berani mengganggu ketenanganku, mencari keberadaanku, atau mencoba bermain trik kotor di belakangku, aku pastikan kehancuran yang sesungguhnya akan tiba."
"Aku memegang seluruh salinan dokumen manipulasi pajak Adijaya Group dari lima tahun lalu, lengkap dengan bukti transfer bawah meja untuk memenangkan tender proyek pemerintah di daerah Jawa Barat. Sekali saja aku menekan tombol send ke pihak Kejaksaan Agung dan media nasional, nama 'Adijaya' bukan cuma akan hancur di pasar saham, tapi kalian bertiga akan memakai baju tahanan oranye dan membusuk di dalam penjara."
Mendengar rentetan ancaman yang begitu mendetail dan akurat mengenai rahasia paling kelam perusahaannya, Surya di seberang telepon seketika bungkam seribu bahasa. Napas pria paruh baya itu terdengar memburu, tercekat di tenggorokan karena rasa syok yang teramat sangat. Ia tidak pernah menyangka anak yang dikiranya tidak tahu apa-apa bisa memegang kartu as mematikan miliknya.
"Jangan pernah uji batas kesabaranku lagi, Tuan Surya. Bersihkan kekacauan yang dibuat anak emasmu, atau kalian semua hancur bersamaku," ucap Kinara mutlak.
Tanpa menunggu jawaban atau makian lebih lanjut, Kinara langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Ia melempar ponselnya ke atas kasur dengan senyuman kemenangan, tahu betul bahwa setelah ini, keluarga Adijaya tidak akan pernah berani berkutik lagi di hadapannya.
Zergan udh ktmu pawangnya dogggg.....
udh tau msuhnya deket,tp mlah ceroboh....mau aja d kibulin sm tu siluman,akhrnya kna jebak....
kira2 nara bkln mau nolongin ga y??
Pntsn klkuannya ky gt,trnyta emng trunan dr sononya.....bpknya slingkuh,ga tau diri....emaknya jd pnghncur hdp wnita lain....ga heran kl anknya pun sma....🤮🤮🤮