Lady suka uang.
Lady juga cinta uang!
But, jika Lady disuruh memilih antara Ace atau uang, maka jawabannya sudah pasti Ace, karena bagi Lady, Ace adalah sumber uangnya. Simple kan jawabannya..
Menikah dengan Ace adalah salah satu hal yang tak pernah terlintas di pikiran Lady. Menikah dengan cowok galak yang memiliki tingkat kesabaran setipis tisu. mungkin juga lebih tipis dari tisu, gak tau deh.
Andaikan saja cowok itu tidak kaya raya serta berwajah jelek, maka mustahil Lady mau menerima perjodohan paksa ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
"Ace kemana? Dia nggak masuk sekolah?" tanya Bu Mita. Saat ini, Bu Mita sedang mengajar di kelas XII IPS 3. Matanya menatap Leon dan kawan-kawan yang biasanya berlima, kini hanya berempat.
Leon menggelengkan kepalanya. "Nggak, Bu. Paling juga masih molor di kasurnya," jawab Leon yang kemudian lanjut menulis-nulis nama Yuna di belakang bukunya.
Bu Mita mendengus mendengar jawaban Leon barusan. "Kok kamu tau dia masih molor? Kalian semalam pasti keluyuran lagi, kan, sampai bisa telat bangun gitu?!" omelnya, mengingat Leon, Atan, dan juga Gaidan terlambat tadi pagi. Mereka datang ke sekolah jam setengah sembilan. Bayangkan, jam setengah sembilan!
Atan menghela nafasnya sambil memperhatikan Bu Mita yang kini sibuk menceramahi mereka berempat.
"Gabut banget gue hari ini. Udah ATM berjalan gue nggak datang, eh Neng Lady juga malah nggak datang," gumam Atan dengan penuh kesedihan yang mendalam.
Gaidan yang duduk di sebelah Atan lantas mengernyitkan dahinya. "Emang Lady nggak datang?"
Atan menggeleng. "Nggak. Tadi, gue liat mobilnya nggak ada di parkiran."
Atan kemudian menoleh, menatap sosok Leon yang duduk tepat di belakang bangkunya. "Yon, Neng Lady gue kenapa nggak datang? Telat bangun juga, ya?" tanya Atan.
Leon mengernyit bingung alisnya. Mana gue tau Lady telat bangun atau nggak? Kalau mau tau, tanya Ace aja sana. "Dia telat bangun," jawabnya yang diangguki oleh Atan.
Di bangku depan, Kellan terlihat fokus mendengarkan ocehan Bu Mita sambil sesekali memfokuskan telinganya mendengar ke belakang.
Sementara itu di belahan bumi lain...
"OH MY GOD, ACE! KITA TELAT!"
Ace yang tengah tertidur pulas tersebut lantas tersentak kaget saat mendengar suara teriakan Lady yang sangat keras sampai mungkin terdengar ke rumah tetangga.
"Apaan, sih?" gumam Ace sambil memijit kecil pelipisnya. Cowok itu bangun dan kemudian menyandarkan punggungnya ke headboard kasur.
"Kasian, padahal masih muda," gumam Ace menatap miris sosok Lady dan lanjut menutup matanya di atas kasur.
*
*
"Ya udah, Mom. Kalau gitu, kita berdua pamit pulang dulu, ya. Nanti kami berdua jengukin Mommy lagi," pamit Lady sambil mencium tangan maminya. Hal serupa juga dilakukan oleh Ace setelah Lady."
Netta menganggukkan kepalanya. Tangannya kemudian terulur dan mengusap lembut kepala Lady dan Ace.
"Kalian berdua hati-hati ya, Sayang. Dan kamu Ace, jangan ngebut, ya, kalau bawa kendaraannya. Biar pelan asal selamat," ujar Netta sambil menatap Ace yang berdiri di samping putrinya.
Ace menganggukkan kepalanya. "Iya, Mom."
Tak lupa, Lady dan Ace juga berpamitan kepada Mbok Yaya dan Pak Her yang berada di dalam ruang inap itu.
Lady menutup pintu kamar inap maminya sambil menggandeng tangan Ace.
Mereka kemudian berjalan ke arah parkiran khusus mobil setelah tadi menjenguk Anetta yang masih dirawat di rumah sakit. Sudah sejak tadi siang mereka berada di rumah sakit itu untuk menemani Netta.
"Menurut Mbok gimana?" tanya Netta kepada Mbok Yaya.
Mbok Yaya menganggukkan kepalanya. "Menurut saya, Nak Ace orangnya bisa diandalkan. Dia pasti bisa jagain Neng Lady. Nak Ace juga kelihatan orang yang bertanggung jawab," ucap Mbok Yaya dengan semangat setelah memperhatikan kedua pasutri muda tadi.
Netta menghela panjang nafasnya. Wanita itu nampak mengusap pelan air matanya sambil memandang bingkai foto almarhum suaminya yang berada di atas nakas. "Saya dan suami saya bisa tenang karena putri kami sudah berada di tangan yang tepat," ujarnya dengan lirih.
"Kita langsung pulang aja?" tanya Lady sambil memperhatikan Ace yang sedang menyetir mobil Aston Martin milik cowok itu.
Ace melirik Lady sejenak sebelum kembali fokus menatap jalanan.
"Ini kita langsung pulang aja, Ace?" tanya Lady sekali lagi.
Ace mengangkat acuh bahunya. "Mau lo? Emang lo mau ngelilingin Segitiga Bermuda dulu baru pulang?" Ace menaik turunkan alisnya sambil fokus menatap jalan.
"Nggak usah ke Segitiga Bermuda. Gimana kalau kita ke pantai aja?" tawar Lady, membuat Ace melirik sekilas kepadanya.
Ace kemudian menghentikan mobilnya saat lampu merah. "Mau ngapain di pantai?"
"Mau mukulin orang yang lewat."
"Gue serius nanya, Ladyanne." Ace menatap Lady dengan geram.
Lady cengesan. "Ya, jalan-jalan lah, Ace. Lagian Ini, kan, udah sore juga, nggak lama lagi udah mau Maghrib. Jadi, sekalian aja kita liat sunset."
Ace kembali mengemudikan mobilnya saat lampu hijau. Cowok itu tampak hanya diam mendengar permintaan Lady yang terus mengajaknya ke pantai sampai membuat telinganya panas.
"Ayo, dong, Ace ganteng. Gue bosan di rumah mulu. Lagian lo juga nggak pernah ngajakin gue jalan-jalan tuh selama kita nikah. Sekali-kali bawa gue ke pantai kek," oceh Lady panjang lebar.
Lady menghela panjang nafasnya saat Ace tidak meresponnya sama sekali. Mungkin mulut cowok itu ditutup dengan tangan setan makanya nggak ngomong dari tadi.
Lady menyandarkan punggungnya sambil menatap indahnya pemandangan jalan yang mereka lalui dari kaca jendela.
Lama memperhatikan jalanan, seketika Lady tersenyum lebar saat sadar bahwa jalan yang mereka lalui adalah jalan yang menuju pantai.
*
Pantai biru nya Jakarta.
Lady kemudian turun dari mobil saat Ace hendak memarkirkan mobilnya. Gadis itu langsung berlari ke arah pasir pantai tanpa menghiraukan Ace yang masih memarkirkan mobilnya.
Saat ingin turun dari mobil, Ace menggeleng melihat high heels Lady yang gadis itu tinggalkan di dalam mobil.
Lady menatap indahnya pantai di depannya itu. Sangat indah. Betul-betul sangat indah sampai membuat Lady takjub setelah sekian lama tidak ke pantai.
"Makasih suami gue yang paling wangi duit dan ganteng sedunia," ucap Lady sambil mencium lama pipi Ace ketika cowok itu sudah berdiri di sampingnya.
"Lebay amat lo," cibir Ace. Untung saja, pantai ini sedang tidak terlalu ramai. Jadi, tidak ada yang memperhatikan mereka.
Lady kemudian turun ke air. Ia membasahi kakinya sambil tersenyum manis.
"Aduh, gue takut jadi mermaid," ucap Lady yang kembali berlari kedaratan dan berdiri di samping Ace.
Ace melirik Lady di sampingnya. "Lo bukan jadi mermaid, tapi jadi dugong."
Seketika Ace langsung meringis saat Lady mencubit kecil lengannya.
"Jangan gitu, ih. Dugong jelek banget, gue nggak mau," rengek Lady, membuat Ace langsung terkekeh.
Ace mengelus kepala Lady saat melihat cewek itu yang cemberut.
"Lo beneran mirip dugong," ucap Ace yang sontak membuatnya kembali mendapat cubitan gemas dari Lady.
"Enak aja dibilang dugong. Gue cantik banget, woi! Kalau gue ikutan lomba cewek tercantik di dunia, udah pasti gue pemenangnya," celoteh Lady panjang lebar, membuat Ace menatapnya dengan malas.
Kepedean.
Lady menatap punggung tegap Ace saat cowok itu menariknya menuju ke area batu-batu. Dirinya hampir terjatuh saat berjalan di atas batu-batu itu, untung saja tangannya segera menarik kaos Ace untuk berpegangan.
Ace mendengus saat dirinya hampir terjatuh ke air karena tidak seimbang akibat ulah Lady.
"Lo mau jadi janda muda?" omel Ace, membuat Lady cengengesan.
Ace dan Lady kemudian duduk di atas batu-batu tersebut. Mereka menatap indahnya pemandangan pantai di sore hari. Sampai tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.
Lady tersenyum tipis saat melihat banyak pasangan yang sedang berjalan-jalan di pantai ini sambil beromantis-romantisan.
Ada yang sedang kejar-kejaran sambil membawa pisau, ada yang duduk di pinggir pantai sambil nyandar di bahu pasangannya, bahkan ada pula yang sedang bermain air sambil menenggelamkan kepala cowoknya ke air.
Lady tersenyum melihat semua keromantisan itu.
"Ace, fotoin gue, dong," pinta Lady dengan tersenyum lebar sambil menyodorkan handphonenya kepada Ace.
Ace menghela malas nafasnya. Cowok itu mengambil handphone Lady dan kemudian memotret gadis itu dari belakang.
Cekrek!