Novel ini berkisahkan tentang pernikahan yang terjadi karena adanya perjodohan,
Namun pernikahan yang mulanya berjalan tanpa Cinta itu, dapat berubah. Dua insan yang mulanya tidak saling mengenal, kini saling tidak ingin meninggalkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANISA RANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
INFORMASI TENTANG ZAHRA
Dimalam setelah mendapatkan telfon dari Naya, Zahra selalu mendapati cerita kalau teman-temannya selalu dimintai informasi tentang dirinya oleh orang yang tak dikenal. Dan sudah genap empat hari Zahrapun selalu mendapati nomor Naya yang menelfonnya terus-menerus. Tetapi, Zahra tidak mau ambil pusing. Terlebih Besok adalah pernikahannya dengan Izzan
Dan hari ini, Zahra sedang menikmati waktu sorenya dibalkon depan kamarnya. Dia menghirup dalam-dalam udara sore itu, sambil melepaskan semua hal yang dirasa mengganggu fikirannya. Cukup lama Zahra duduk dibalkon itu, hingga dia merasa cuaca sore itu semakin dingin. Dan dia memutuskan untuk masuk kedalam kamar
"Haahhh.. aku sangat mengantuk, tapi hari sudah sore. Huufftt, rasanya membosankan sekali. Sudah 4 hari aku tidak boleh keluar rumah" (Gerutu Zahra seorang diri, sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang)
Dan ketika dia sedang memandangi langit-langit rumah, Sissy menelfonnya. Lalu, dengan cepat Zahra pun mengangkat telfon dari temannya itu
"Hallo Ssy, ada apa?" (Tanya Zahra pada Sissy)
"Hallo, Ra. Ga ada apa apa Ra. Aku cuma mau tanya, kenapa kamu ga pergi kesekolah sih udah 4 hari loh Ra" (Ucap Sissy berbalik tanya, membuat Zahra gugup)
"Eemm.. a-aku masih berlibur Ssy hehe, iyaa berlibur. Keluargaku mengajakku ke bali Ssy" (Jawab Zahra dengan gugup sambil terbangun dari tidurnya, dan terduduk)
"Kamu ga bohong kan Ra? soalnya kemarin tuh aku ditanyain sama orang yang ga dikenal gitu lahh, dia tanya-tanya soal kamu. Tuh orang kepo banget tau ga si Ra, kesel deehh" (Ucap Sissy yang berkata tanpa titik ataupun koma)
"Teruus, teruuss?" (Tanya Zahra penasaran)
"Yaaa teruuss, aku bilang deh kalau aku itu gatauu. Ya karena kamu ga ngabarin aku kan Ra, jadi ya aku jawab jujur aja deh" (Jawab Sissy yang membuat Zahra merasa aman. Namun, baru saja menghela nafas lega Sissy berkata lagi
"Tapi kok mereka bilang kalau kamu akan menikah gitu sih Ra? dan yang lebih parah ya, ternyata bukan cuma aku aja Ra yang ditanya-tanyain tentang kamu. Ternyata si Dian, Edo, dan temen-temen kita yang lain lah.." (Ucap Sissy yang membuat Zahra menjadi keheranan)
"Sebenarnya, siapa dia? apa maksudnya mencari tau tentangku? apa sebelumnya, dia memiliki hubungan dengan Izzan?" gumam Zahra dalam hati
"Hallo.. Ra?" (Panggil Sissy)
"I-iyaa Ssy?" (Jawab Zahra)
"Kamu gapapa kan?" (Tanya Sissy)
"Yeahh, i'm okayy" (Jawab Zahra singkat)
"Syukurlah, oyaa apa tanggapanmu soal apa yang aku bilang tadi Ra?" (Tanya Sissy lagi)
"Tanggapan gimana sih Ssy? aku ituu memang lagi berlibur aja kok.. Lagian ya Ssy, aku mana mungkin mau nikah muda sih. Kan kamu tau sendiri, kalau ambisi ku untuk pendidikan itu gimana" (Jawab Zahra berbohong)
"Iyaa sih Ra, aku percaya kalau soal itu. Tapi, yang aku ga habis pikir.. kenapa sampai ada banyak orang gitu yang nyari tau tentang kamu tuh, mana badannya besar-besar lagi dan oyaaa semuanya pakai pakaian warna hitam tau Ra. Hiii pokoknya ngeri deh, plus anehh!" (Ucap Sissy bercerita yang membuat Zahra menahan tawanya)
"Puffftt... Sissy, Sissy. Kamu tuh ada-ada aja sih. Sudahlah, gausah diladeni tuh orang-orang ga jelas. Yasudah, aku dipanggil tuh sama abah. Daa Sissy..." (Pamit Zahra berbohong)
"Ehh.. eehhh! main matikan saja si Zahra. Sebenarnya dia itu kenapa sih? apa ada yang dia sembunyikan dariku?" (Gerutu Sissy seorang diri sambil memandangi ponselnya yang dipegangnya)
☘☘☘
Malam pun tiba, Menampilkan indah dari banyaknya bintang dilangit malam. Lampu tamaram yang hidup diantara rumah-rumah pun menambah indahnya pemandangan malam itu
"Haaahh..." (Izzan menghela nafasnya panjang sembari merentangkan kedua tangannya)
"Rasanya.. seperti mimpi saja bagi seorang Abdul Izzan Mufallah ini menikah. Heemhh" (Ucapnya seorang diri, yang sekarang dia sudah memandangi foto Zahra yang ada digaleri ponselnya)
"Aku harap, aku bisa menjadi pemimpin yang baik untuk rumahtangga kita sayang. Dan aku juga sangat berharap, bahwa kamu merasa bahagia dengan pernikahan ini" (Lanjutnya lagi sembari mengelus foto Zahra)
Sementara, bagaimana dengan Zahra?
Kini, Zahra sedang termangu ditempat tidurnya. Dia takut ada hal yang buruk, yang akan merusak pernikahannya. Perasaannya menjadi gundah dan juga tidak tenang
"Ya Tuhan, aku mohon.. tolong lindungi aku, dan orang-orang tersayangku dari segala macam bahaya. Dan jika memang Izzan adalah jodohku, maka permudahkanlah sesuatu apapun yang berkaitan dengannya, aku, dan kita berdua" (Ucap Zahra seorang diri, sambil terus menatap kosong pada langit-langit rumah)
Dan, Zahra menyudahi lamunannya. Lalu, dia pun sudah mulai memejamkan matanya. Begitu juga dengan Izzan, Izzan memutuskan untuk masuk kedalam kamar lalu tertidur dengan pulasnya