NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Nova mulai terkenal?

Malam perlahan kembali menyelimuti Kota Yunfeng. Cahaya dari ribuan lampu kristal yang dipasang di sepanjang jalan utama mulai menyala satu per satu, memancarkan sinar keemasan yang membuat seluruh kota tampak lebih megah dibanding saat siang hari.

Para kultivator masih lalu-lalang memenuhi jalanan, sebagian menuju rumah lelang, sebagian memasuki restoran dan paviliun hiburan, sementara para pedagang justru semakin ramai menawarkan berbagai harta kultivasi yang hanya muncul ketika malam tiba. Kota Yunfeng benar-benar tidak pernah tidur. Selama energi spiritual masih mengalir di langit Galastos, kehidupan di kota ini akan terus berjalan tanpa henti.

Nova berdiri beberapa saat di depan jendela kamarnya sambil memandangi pemandangan tersebut. Semakin lama ia berada di dunia ini, semakin ia menyadari bahwa segala sesuatu di Planet Galastos jauh melampaui bayangannya.

Di Bumi, seseorang mungkin menghabiskan puluhan tahun untuk membangun sebuah kota modern menggunakan teknologi. Namun di tempat ini, para kultivator menggunakan formasi, rune kuno, dan energi spiritual untuk menciptakan sebuah peradaban yang terlihat kuno, tetapi memiliki tingkat kemajuan yang sama sekali berbeda.

Tangannya masih memegang kartu giok yang beberapa saat lalu diberikan oleh pelayan wanita dari paviliun di seberang penginapan. Permukaan kartu itu terasa hangat, sesekali memancarkan cahaya lembut yang menandakan adanya formasi komunikasi sederhana di dalamnya.

Nova memperhatikan lambang bunga teratai berlapis sembilan yang terukir rapi di bagian tengah kartu tersebut.

"Lambang ini..." gumamnya lirih.

"Apa kau mengenalnya, Kakek tua?"

Di dalam lautan jiwa, Tian Long perlahan membuka kedua matanya. Tatapannya tertuju pada kartu giok yang berada di tangan Nova, kemudian naga suci itu menggeleng pelan.

"Aku pernah melihat lambang yang mirip ribuan tahun lalu."

"Tetapi aku tidak bisa memastikan apakah berasal dari keluarga yang sama."

"Terlalu banyak waktu telah berlalu sejak Perang Primordial."

Nova menganggukkan kepala pelan sebelum menyimpan kembali kartu tersebut ke dalam gelang penyimpanannya.

Baginya, pertemuan dengan gadis bangsawan itu bukanlah sesuatu yang harus terlalu dipikirkan. Dunia yang sedang ia hadapi jauh lebih besar daripada sekadar hubungan dengan satu orang.

Saat ini, masih banyak hal yang jauh lebih penting.

Mencari keberadaan Zira, memahami peta kekuatan Planet Galastos. Meningkatkan kultivasi secepat mungkin.

Dan yang paling penting...

Mencari tahu alasan mengapa Warisan Batara Agung mampu menarik perhatian begitu banyak keberadaan kuat sejak dirinya tiba di dunia ini.

Tepat ketika Nova masih tenggelam dalam pikirannya, terdengar ketukan pelan dari balik pintu kamar.

Tok... tok... tok...

"Nova."

Suara lembut Lin Xue terdengar dari luar.

Nova segera membuka pintu.

Di hadapannya telah berdiri Lin Xue bersama Yan Mei, Luo Bing, Qin Yu, Gu Shen, serta anggota rombongan lainnya.

"Kami tidak mengganggumu, bukan?" tanya Lin Xue.

Nova menggeleng sambil mempersilakan mereka masuk.

"Tidak sama sekali."

Yan Mei langsung menjatuhkan dirinya ke salah satu kursi sambil mengembuskan napas panjang.

"Hari ini benar-benar melelahkan."

"Awalnya hanya ingin mengantar seorang pendatang baru ke kota."

"Siapa sangka malah bertemu monster roh."

Gu Shen tertawa pelan.

"Lebih tepatnya..."

"Siapa sangka pendatang baru itu justru yang menyelesaikan semuanya."

Ucapan tersebut membuat suasana kamar dipenuhi tawa ringan.

Lin Xue yang sejak tadi berdiri akhirnya duduk berhadapan dengan Nova. Wajahnya kembali berubah serius, namun kali ini bukan karena rasa curiga, melainkan karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.

"Nova."

"Aku ingin memberitahumu sesuatu."

Nova menganggukkan kepala.

"Silakan."

Lin Xue menarik napas perlahan sebelum melanjutkan.

"Besok pagi, kami akan menuju Pasar Kultivator Langit Selatan."

"Selain menjual berbagai sumber daya kultivasi, di sana juga terdapat Aula Informasi terbesar di Kota Yunfeng."

"Mungkin kau bisa mendapatkan informasi yang kau butuhkan mengenai rekanmu."

Mata Nova sedikit berbinar. "Itu kabar yang sangat baik."

Lin Xue kembali menganggukkan kepala.

"Namun..."

"Tempat itu juga merupakan lokasi berkumpulnya berbagai sekte, keluarga besar, organisasi bayaran, hingga para pemburu hadiah."

"Banyak orang kuat keluar masuk setiap hari."

"Jadi sebaiknya kau berhati-hati."

Nova tersenyum tipis. "Aku mengerti."

Yan Mei yang sedari tadi diam tiba-tiba menyela sambil menyeringai.

"Dan jangan asal mengeluarkan batu roh tingkat menengah lagi."

"Kalau terus begitu, orang-orang bisa mengira kau adalah tuan muda dari keluarga super besar."

Nova tertawa kecil. "Aku akan mengingatnya."

Namun di dalam hati... Ia justru teringat isi gelang penyimpanannya.

Batu roh tingkat menengah yang dianggap sangat berharga di Kota Yunfeng hanyalah sebagian kecil dari kekayaan yang diwariskan Batara Agung kepadanya.

Masih ada tumpukan Kristal Energi Primordial, batu roh tingkat tinggi, batu roh tingkat puncak, berbagai logam surgawi, tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun, hingga artefak kuno yang bahkan belum pernah ia keluarkan.

Jika semua itu diketahui oleh orang lain... bukan hanya Kota Yunfeng. Bahkan sekte-sekte besar di seluruh Planet Galastos mungkin akan bergerak untuk memburunya.

Memikirkan hal itu, Nova tanpa sadar tersenyum tipis.

"Sepertinya..."

"Aku memang harus lebih berhati-hati mulai sekarang."

Di dalam lautan jiwa, Tian Long tertawa pelan.

"Itu baru keputusan yang benar."

"Dunia ini tidak kekurangan orang baik."

"Tetapi orang yang rela membunuh demi memperoleh satu kesempatan untuk menjadi lebih kuat... jumlahnya jauh lebih banyak."

Nova menganggukkan kepala dalam hati. Ia sadar bahwa perjalanan di Planet Galastos baru saja dimulai.

Dan mulai besok...

Langkah pertamanya untuk memahami dunia kultivasi Semesta Orion akan benar-benar dimulai di Pasar Kultivator Langit Selatan, tempat berkumpulnya para ahli, pedagang, pemburu harta, serta berbagai kekuatan yang mungkin akan mengubah jalan hidupnya untuk selamanya.

***

Sementara itu, di lantai tertinggi Paviliun Keluarga Bai, Bai Qingxue masih berdiri di balik jendela yang terbuka. Angin sore berembus lembut, memainkan helaian rambut hitamnya yang panjang hingga menari perlahan di udara. Tatapannya belum juga beralih dari jalan utama Kota Yunfeng, meskipun sosok Nova bersama rombongan Lin Xue telah lama menghilang di antara keramaian para kultivator yang berlalu-lalang.

Entah mengapa, bayangan pemuda itu terus muncul di benaknya.

Bukan karena ketampanannya, bukan pula karena keberaniannya mengalahkan Monster Bayangan Bertulang Besi di hadapan banyak orang. Sebagai putri dari keluarga bangsawan, Bai Qingxue telah melihat terlalu banyak jenius. Banyak pemuda dari sekte besar maupun keluarga kuno datang membawa berbagai prestasi demi menarik perhatiannya. Namun mereka semua memiliki satu kesamaan.

Mereka selalu berusaha menonjolkan diri, sebaliknya, Nova justru terlihat seolah ingin menghindari sorotan. Setelah mengalahkan monster roh itu, ia sama sekali tidak menunjukkan kesombongan.

Bahkan ketika Tetua Xu menawarkan hadiah yang mampu membuat para kultivator berebut, pemuda itu justru menolaknya dengan tenang. Sikap seperti itulah yang membuat Bai Qingxue merasa penasaran.

Di belakangnya, seorang wanita paruh baya yang mengenakan pakaian pelayan perlahan melangkah mendekat.

"Nona."

Bai Qingxue tidak menoleh. "Ada apa, Bibi Lan?"

"Aku sudah meminta orang menyelidiki identitas pemuda itu."

Baru kali ini Bai Qingxue sedikit menoleh.

"Secepat itu?"

Wanita paruh baya itu tersenyum tipis.

"Keluarga Bai memiliki jaringan informasi yang cukup luas di Kota Yunfeng."

"Lalu?"

"Sayangnya..." Bibi Lan menggeleng pelan. "Tidak ada informasi apa pun."

"Tidak ada?"

"Benar."

"Seolah-olah pemuda itu muncul begitu saja dari luar kota."

"Tidak tercatat berasal dari sekte mana, tidak pula berasal dari keluarga mana."

"Yang diketahui hanya satu."

"Apa?"

"Ia memasuki Kota Yunfeng bersama rombongan pengembara yang dipimpin Lin Xue."

Bai Qingxue kembali terdiam. Semakin sedikit informasi yang ia peroleh, justru semakin besar rasa ingin tahunya.

Sementara itu, di Penginapan Awan Abadi, suasana kembali ramai setelah ancaman monster roh berhasil diatasi. Banyak kultivator yang semula berlarian kini kembali memenuhi ruang makan di lantai dasar. Topik pembicaraan mereka hanya satu.

Pemuda bernama Nova.

"Katanya dia hanya berada di Ranah Mortal Langit Bintang Satu."

"Itu tidak mungkin."

"Kalau benar begitu, bagaimana dia bisa membunuh monster yang bahkan membutuhkan kerja sama puluhan kultivator?"

"Jangan-jangan dia menyembunyikan kultivasinya."

"Tidak."

Seorang kultivator tua menggeleng pelan.

"Tetua Xu sendiri memeriksanya."

"Kalau Tetua Xu tidak mengatakan apa-apa, berarti memang seperti itulah kultivasinya."

Percakapan demi percakapan mulai menyebar ke seluruh penjuru penginapan. Nama Nova yang sebelumnya tidak dikenal kini perlahan mulai memasuki telinga para kultivator Kota Yunfeng.

Di lantai dua, Nova sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya telah menjadi bahan pembicaraan banyak orang.

Ia hanya duduk santai bersama Lin Xue dan rombongannya sambil menikmati semangkuk mie instan yang kembali ia masak.

Yan Mei meniup kuah panas sebelum menyeruputnya perlahan.

"Ah... rasanya tetap luar biasa."

Gu Shen mengangguk puas.

"Aku benar-benar tidak mengerti bagaimana dunia asalmu bisa menciptakan makanan seperti ini."

Nova hanya tertawa kecil. "Kalau nanti ada kesempatan, mungkin akan kuperlihatkan makanan lain."

Mata Yan Mei langsung berbinar.

"Masih ada?"

"Tentu."

"Ada banyak."

Mendengar jawaban itu, seluruh anggota rombongan saling berpandangan. Di mata mereka, Nova semakin misterius. Pemuda itu seolah selalu mengeluarkan sesuatu yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Di dalam lautan jiwa, Tian Long hanya terkekeh pelan.

"Kalau mereka tahu kau masih menyimpan begitu banyak benda dari duniamu, mungkin mereka akan semakin terkejut."

Nova hanya tersenyum dalam hati. Namun jauh di luar dugaan semua orang, sejak hari itu bukan hanya para kultivator biasa yang mulai memperhatikan dirinya.

Di sebuah aula megah yang berada di pusat Kota Yunfeng, beberapa tokoh berpengaruh juga mulai menerima laporan mengenai seorang pemuda asing yang mampu melompati beberapa tingkat kultivasi untuk mengalahkan monster roh.

Tanpa disadari Nova...

Gelombang kecil yang ia ciptakan sejak menginjakkan kaki di Planet Galastos perlahan mulai berubah menjadi riak yang semakin luas.

Dan tidak lama lagi, riak itu akan berkembang menjadi badai yang mengguncang seluruh Kota Yunfeng.

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!