NovelToon NovelToon
MY MAFIA HUSBAND

MY MAFIA HUSBAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:786.2k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Ophelia Martin datang menggantikan kakak tirinya untuk menikahi seorang mafia, Bleiz Russo, karena hutang ayah tirinya.

Dia siap menghadapi monster yang dia pikir tua dan bengis itu.

Tapi ketika Ophelia memasuki kastil gelap dan dingin milik Bleiz Russo—dia tidak menemukan kakek-kakek keriput bertato dan tatapan menjijikkan itu.

Yang dia temui justru pria berusia tiga puluh tahunan dengan wajah mempesona, mata elang sedingin es, dan tubuh tegap yang terbalut jas berwarna gelap setara dengan auranya.

Pria itu ternyata menyodorkan kontrak sederhana, bukan sebuah pernikahan normal yang mungkin hanya akan berjalan sementara.

Ophelia hanya disuruh hamil darah dagingnya, dan itu membuat hutang ayah tirinya lunas. Tidak perlu ada cinta. Tidak perlu ada tuntutan. Bleiz hanya perlu wadah untuk pewarisnya.

Bleiz menyentuhnya seperti barang berharga, tapi menatapnya seperti debu tak berarti. Ophelia pernah menyaksikan sendiri bagaimana tangan kuat itu dengan tenang mematahkan tulang pengkhianatnya. Dia pikir dia akan mati ketakutan.

Tapi ternyata setiap kali jarak mereka hanya beberapa sentimeter, justru detak jantungnyalah yang paling berisik?

Ophelia harus mengingat satu aturan. Jangan pernah jatuh cinta pada iblis yang hanya menginginkan rahimmu.

Namun bagaimana caranya bertahan, ketika iblis itu mulai membelai perutnya yang mulai berisi, dengan tatapan yang untuk sekilas terlihat seperti ... ketakutan akan kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya Pulang

Mobil hitam itu masuk perlahan. Ophelia berhenti di tengah halaman, napasnya tersengal, matanya menatap tajam ke arah mobil. Ketika pintu terbuka, dan Bleiz keluar, Ophelia hampir pingsan karena lega.

Tapi lalu dia melihatnya. Bleiz berdiri di sana, tanpa jas hitam yang biasanya selalu dia pakai, dan rambutnya sedikit panjang dan tidak rapi.

Di keningnya, ada belasan jahitan yang sudah mengering, membentuk garis merah yang mencolok di kulitnya.

Dan ketika dia berjalan, Ophelia melihatnya, kaki kirinya sedikit pincang. Hampir tidak terlihat, tapi Ophelia tahu. Dia tahu karena dia selalu memperhatikan.

Dan Bleiz berjalan melewatinya tanpa berkata apa-apa. Tanpa menatapnya. Tanpa senyum. Tanpa ejekan. Dia berjalan lurus ke pintu kastil, melewati Ophelia seolah dia tidak ada di sana.

Ophelia terdiam beberapa detik, terpaku di tempatnya. Lalu kemarahan dan kekhawatiran mulai menguasainya.

"Bleiz!" teriaknya, berlari mengejar pria itu.

Bleiz tidak berhenti. Dia terus berjalan, kakinya menyeret sedikit, dan Ophelia melihat dia menahan rasa sakit di setiap langkahnya.

"Bleiz, berhenti! Aku bicara padamu!" Ophelia mengejarnya masuk ke dalam kastil.

Tapi Bleiz tidak menoleh. Dia berbelok ke lorong yang jarang dilalui, menuju tangga yang turun ke lantai bawah, bukan ke lantai dua tempat kamarnya berada. Ophelia tahu ada ruangan di sana, ruang kerja pribadi Bleiz yang tidak pernah dia masuki.

"Bleiz!" Ophelia mengejarnya menuruni tangga batu yang gelap. "Berhenti, kau dengar? Aku tidak suka diabaikan!"

Di ruang kerja bawah tanah yang redup, Bleiz akhirnya berhenti. Dia berbalik, dan Ophelia hampir mundur melihat tatapannya.

Matanya gelap, lelah, dan lebih dingin dari biasanya.

"Pergi, Ophelia," katanya, suaranya dalam dan serak. "Ini bukan tempatmu."

"Apa yang terjadi padamu?" Ophelia mendekat, tidak peduli dengan peringatan di matanya. "Keningmu ... kakimu ... kau terluka. Sudah setengah bulan, Bleiz! Kau bilang tiga hari, tapi kau pergi selama setengah bulan! Aku ..." Dia berhenti, menyadari dia hampir mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya.

Bleiz menatapnya lama, lalu tersenyum miring. Senyum yang sama yang biasa dia berikan.

"Kau khawatir?" tanyanya, nadanya setengah mengejek. "Bukankah kau bilang kau suka aku pergi? Bukankah kau berharap aku pergi cukup lama?"

Ophelia terpaku. Kata-katanya sendiri kembali padanya. ‘Ya, pergilah. Aku suka kau pergi karena merasa bebas di sini tanpa pengawasanmu. Kuharap cukup lama.’ Itulah yang dia katakan dulu.

Dia menunduk, rasa bersalah menggerogoti perasaannya. "Aku ... aku tidak bermaksud begitu. Aku hanya ..."

"Kau hanya membenciku," potong Bleiz, berbalik dan berjalan ke meja kerjanya. Dia mengambil sebotol wiski dan menuangkannya ke gelas, lalu meneguknya dalam satu tegukan. "Aku tahu, Ophelia. Kau tidak perlu mengingatkanku."

Ophelia menatap pria itu. Bleiz duduk di kursinya, bersandar dengan mata terpejam, gelas wiski di tangannya.

Luka di keningnya terlihat lebih mengerikan di bawah lampu ruangan itu. Dan Ophelia melihat kelemahan di wajah Bleiz. Pria yang selalu tampak kuat, tak terkalahkan, sekarang terlihat seperti manusia normal pada umumnya.

"Apa yang terjadi?" Ophelia mendekat, suaranya lebih lembut sekarang. Dia berdiri di samping meja, menatap Bleiz dengan tatapan khawatir yang tidak bisa dia sembunyikan. "Setengah bulan, Bleiz. Kau tidak memberi kabar. Aku ..."

Dia berhenti.

Bleiz membuka matanya. "Kau apa?" tanyanya, suaranya masih serak.

"Aku khawatir," bisik Ophelia, akhirnya mengaku. "Aku tahu seharusnya aku tidak peduli. Aku tahu aku membencimu karena kau selalu memaksaku. Tapi setiap malam, aku tidak bisa tidur memikirkan kau di suatu tempat, mungkin terluka, mungkin ..." Dia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

JANGAN LUPA KOMEN N LIKE KALO MAU CRAZY UP HARI INI…

1
Yunita Akmalia
kenapa sedikit banget Thor, boleh tambah up lagi, katanya harus to the point
Lina Cuang
berdua jalan kepantai lagi nanti ketahuan ev salah paham lagi
Lina Cuang
lanjut kak
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Ayna Adam
lanjut kak Zarin
HR_junior
aneh acara privat tp kok si Helena bisa datang mng siapa yg ngundang ya..aneh banget kan..Leon mng km hak tau kalo kakk km suka bikin drama apa ya..apa cuma Noah yg tau di antara lean evren ya.makame gak ada perteman yg bener antara perempuan n laki2.dah pisah ya gak Isa dong cipika cipiki dll .lean lean mantanmu bilangin itu
maret
q yg baca aja ikut cemburu.. ih...
jauhin aja tuh lean biar pusing sendiri...
isni afif
😘😘😻😻🫣😘😘😻
isni afif
lanjut kak....
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍👍👍👍💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍👍👍👍👍💪💪💪💪
Nonie Hlm
aduuuhhh kenapa ngomong cm B2 aja ....bawa sekalian Evre kenalin...ntar si Helena ngereog atau tantrum atau yg lebih parah pura² sedih nangis sesegukan minta di peluk lg .... ambyar bisa loe gak bakal dipercaya lagi ma Ev...jgn cari penyakit Lean 😅🫣
happy oktavia
biarin aja Ev... kamu liat aja si Leander gmn ngadepin helena.. kamu hrs percaya diri
happy oktavia
emang Helena diundang di acara itu? engga kan?? iiihh
happy oktavia
nyari2 Lean buat apa???
Dewi
Sorry tumben ceritamu agak belibet biasanya satset thor but lanjut terimakasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Shee_👚
nah kayanya helena punya rasa sma lean, bukan hanya sekedar rasanya nyaman tapi emang cinta
Farda monukliafari
ciri" ratu drama dan rumit deh nih mantan lead yg katane ndak mau sesuatu yg rumit hihi
kita pantau gimana sikap lead ke helen.
menurut aku jika kalau cwo lagi mendekati cwe incaran ( udah jadian masih sembunyi" ) tetep aja si cwo harus jaga perasaan cwe yg di dekatin dan harus tegas sama yg katanya temen baik itu gimanapun ( mau sampai cwe lain nangis atau gimana ).
because dr ini bisa tau, type cwo apakah sii lead ini wkwk
Farda monukliafari: betul nih kak, kita pantau drama yg bakal mantan lead lakukan dan sikap leadnya hihi
total 2 replies
V_eRiL
kau harus tegas dgn Helena deh Lean dan lebih baik tdk perlu berteman lagi dengannya..kalau kau masih berteman dengan Helena, dia akan selalu ada bahkan bisa jadi penghalang di dalam hubunganmu dgn Evren 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!