Selama tiga tahun Keyra berkorban demi mendukung karier Arkan dari nol hingga sukses menjadi CEO. Namun setelah berada di puncak, Arkan justru mencampakkannya demi wanita kaya. Di tengah keterpurukannya, Keyra dipertemukan dengan Devan, konglomerat papan atas yang mengubahnya menjadi wanita bersinar tak tergapai. Saat Arkan menyadari berlian yang telah dibuangnya kini milik pria yang paling ditakutinya, penyesalan pun tiba. Apakah pintu maaf Keyra masih terbuka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Denara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggung Pembalasan
Pagi harinya, aula utama Alister Group telah disesaki oleh ratusan wartawan dari berbagai media cetak, televisi, dan portal berita daring nasional. Kamera-kamera dengan lensa panjang berjejer rapi, sementara kilatan lampu kilat saling menyambar di bawah pencahayaan aula yang megah. Desas-desus dan bisik-bisik spekulasi mengenai skandal Nona Keyra memenuhi ruangan, menciptakan atmosfer yang begitu riuh dan panas.
Tepat pukul sembilan, pintu samping aula terbuka. Suasana mendadak senyap seketika saat Devan Alister melangkah masuk dengan setelan jas hitam formal yang memancarkan wibawa absolut. Di sampingnya, Keyra berjalan dengan langkah yang sangat anggun dan tenang. Ia mengenakan gaun terusan formal berwarna putih gading, rambutnya disanggul rapi, memperlihatkan wajah cantiknya yang bersih tanpa riasan berlebih. Tidak ada guratan ketakutan atau rasa bersalah sedikit pun di wajah wanita itu.
Mereka berdua duduk di balik meja panjang yang telah dipenuhi puluhan mikrofon media. Di sisi kanan mereka, Leon bersama tim hukum terbaik Alister Group berdiri tegap dengan tumpukan map tebal di tangan.
Begitu Devan mempersilakan sesi tanya jawab dimulai, seorang wartawan senior langsung berdiri dan melayangkan pertanyaan yang sangat menyudutkan. "Tuan Devan, bagaimana tanggapan Anda mengenai video pengakuan dari mantan kekasih Nona Keyra yang menyebutkan bahwa Nona Keyra memiliki masa lalu yang kelam dan sengaja menjebak Anda demi harta? Apakah Alister Group akan membatalkan posisi Nona Keyra sebagai ikon kosmetik?"
Mendengar pertanyaan frontal itu, beberapa kerabat keluarga Wijaya yang sengaja menonton siaran langsung di televisi—termasuk Valerie Wijaya di hotel mewahnya—tersenyum puas, menanti kehancuran Keyra.
Namun, Devan Alister tidak langsung menjawab. Pria itu justru menyandarkan punggungnya, lalu menatap tajam wartawan tersebut dengan pandangan yang begitu dingin hingga membuat sang wartawan reflex menelan ludah dan salah tingkah.
"Menjebakku demi harta?" Devan mengulang kalimat itu dengan suara baritonnya yang berat, bergema melalui pengeras suara ke seluruh penjuru aula. "Mari kita luruskan satu fakta penting yang tampaknya gagal dicerna oleh otak kalian yang dangkal. Di dalam hubungan kami, akulah yang mengejar Keyra. Akulah yang memohon dan melakukan segala cara agar wanita terhormat ini bersedia berdiri di sampingku sebagai pendamping hidupku."
Pernyataan blak-blakan dari penguasa tertinggi Alister Group itu langsung memicu kasak-kusuk heboh di antara para pencari berita. Kilatan lampu kamera semakin menggila.
Devan kemudian melirik ke arah Leon, memberi kode dengan anggukan kecil. "Leon, tunjukkan pada mereka apa yang disebut dengan 'masa lalu yang kelam' itu."
Leon maju satu langkah dan membuka map tebalnya. "Berdasarkan investigasi resmi dan data perbankan yang telah kami sahkan secara hukum, pria bernama Arkan—yang mengaku sebagai korban—sebenarnya adalah seorang narapidana kasus penipuan korporat yang dibebaskan secara ilegal melalui manipulasi jaminan oleh pihak ketiga dua hari yang lalu."
Layar proyektor raksasa di belakang meja Devan menyala, menampilkan dokumen-dokumen bukti mutasi rekening, surat perjanjian palsu yang ditandatangani Arkan, hingga rekaman CCTV rutan yang memperlihatkan pertemuan rahasia antara Arkan dengan asisten pribadi Valerie Wijaya.
"Pria bernama Arkan itu telah menerima aliran dana segar sebesar lima miliar rupiah dari perwakilan Keluarga Wijaya untuk membuat video fitnah demi merusak reputasi Nona Keyra dan menjatuhkan saham Alister Group," lanjut Leon dengan suara yang tegas dan lantang. "Kami telah mendaftarkan gugatan pidana atas tindakan pencemaran nama baik, kesaksian palsu di bawah sumpah, serta konspirasi kejahatan korporasi terhadap Arkan dan saudari Valerie Wijaya pagi ini pukul delapan tepat."
Seluruh ruangan aula mendadak gempar. Plot twist yang dihadirkan oleh tim Alister Group benar-benar membalikkan keadaan dalam sekejap. Narasi yang awalnya menyudutkan Keyra kini berbalik menjadi skandal konspirasi busuk yang dilakukan oleh musuh bisnis Devan.
Keyra perlahan menarik mikrofon di hadapannya. Ia menatap ratusan kamera di depannya dengan pandangan mata yang jernih dan penuh keberanian.
"Masa lalu saya sebagai pelayan toko kue bukanlah sebuah aib yang harus saya sembunyikan," ucap Keyra, suaranya terdengar begitu lembut namun sarat akan ketegasan. "Saya bekerja dengan halal dan terhormat. Jika bekerja keras dari bawah dianggap sebagai sebuah kejahatan, maka dunia ini sudah benar-benar rusak. Saya tidak akan mundur selangkah pun dari posisi saya saat ini, karena kebenaran tidak akan pernah kalah oleh skenario murahan yang dibeli dengan uang."
Devan melirik Keyra dengan binar mata penuh kebanggaan, lalu kembali menatap para wartawan dengan ekspresi yang sangat kejam.
"Ini adalah peringatan terakhirku untuk siapa saja yang mencoba bermain api dengan harga diri wanitaku," tegas Devan, memukul mati semua spekulasi yang ada. "Mulai hari ini, media mana pun yang masih berani menayangkan atau menyebarkan video fitnah tersebut akan berhadapan langsung dengan seluruh kekuatan hukum dan finansial Alister Group. Konferensi pers selesai."
Devan berdiri dari kursinya, lalu dengan gerakan yang sangat protektif, ia menggandeng tangan Keyra dan menuntunnya keluar dari aula penyiaran, meninggalkan para wartawan yang masih sibuk mengetik berita gempar hari itu. Badai yang dikirimkan Valerie justru menjadi panggung yang mempertegas bahwa posisi Keyra di samping Devan tidak akan pernah bisa digoyahkan oleh siapa pun.