NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

𝐇𝐈𝐀𝐓𝐔𝐒‼️‼️‼️‼️‼️‼️‼️


Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampann namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.

Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.

Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.

Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.

Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !

Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.

bac

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Rania yang Panik

...Rania melangkah menuju ruang kerja Arkan dengan nampan di tangan....

... Di atasnya terdapat segelas kopi hitam panas yang baru saja ia buat sesuai permintaan bosnya lewat interkom....

... Pagi itu kantor terasa jauh lebih sibuk, namun Rania hanya fokus pada satu hal, memberikan kopi itu tanpa melakukan kesalahan sedikit pun. ...

...Ia sudah bertekad untuk menjadi sekretaris yang tidak mencolok, menghindari tatapan Arkan, dan berharap pria itu melupakan kejadian malam di kafe....

...Saat ia sudah sampai tepat di depan pintu kayu jati besar ruang kerja Arkan, telinganya menangkap suara pembicaraan dari dalam....

... Pintu itu sedikit terbuka, mungkin tidak tertutup sempurna oleh orang terakhir yang keluar. ...

...Rania hendak mengetuk, namun langkahnya terhenti seketika saat mendengar namanya sendiri atau lebih tepatnya, nama samaran yang ia gunakan setiap malam....

..."Jadi, sejauh mana penyelidikan tentang Milky, Bram?" suara Arkan terdengar berat dan sangat serius....

...Rania membeku....

... Jantungnya serasa berhenti berdetak. Ia menarik napas tertahan, tubuhnya kaku seperti patung....

..."Tim sudah mulai bergerak, Pak," jawab suara lain yang Rania kenali sebagai Bram, asisten pribadi Arkan....

... "Kami sedang melacak jejaknya di kafe, mencari tahu alamat tinggalnya, dan memeriksa data kependudukan yang relevan. Kami akan mengawasi setiap pergerakannya mulai hari ini."...

..."Bagus," sahut Arkan dingin....

... "Pastikan mereka tidak luput dari satu detail pun. Saya ingin tahu siapa sebenarnya gadis itu. Jika dia memiliki hubungan dengan orang lain, atau kalau dia menyembunyikan identitas asli, saya harus tahu secepatnya."...

...Nampan di tangan Rania mulai berguncang. ...

...Suara denting cangkir kopi yang beradu dengan tatakan nampan terdengar samar. ...

...Rania berusaha sekuat tenaga untuk menguasai dirinya, namun lututnya terasa lemas. Penyelidikan? Mereka melacak Milky?...

..."Apa ada kecurigaan bahwa dia menggunakan identitas palsu, Pak?" tanya Bram lagi....

..."Saya punya perasaan yang kuat bahwa dia menyembunyikan sesuatu, Bram. Dia terlalu pintar untuk sekadar menjadi pelayan kafe. Dan setiap kali saya menatapnya, saya merasa dia sedang berakting," jawab Arkan dengan nada yang penuh obsesi....

...Rania merasa seolah dunianya runtuh saat itu juga. Ia tidak bisa lagi berdiri di sana....

... Dengan gerakan yang sangat pelan dan gemetar, ia menarik dirinya menjauh dari pintu. Namun, saat ia berbalik, kakinya menyenggol pot bunga besar di dekat pintu....

...Tak!...

...Suara benturan itu cukup keras....

... Rania memejamkan mata rapat-rapat. Ia benar-benar ceroboh! Detik berikutnya, pintu ruang kerja Arkan terbuka lebar. ...

...Arkan berdiri di sana, menatap Rania dengan tatapan tajam dan penuh tanya. Di belakangnya, Bram tampak bersiap-siap....

..."Rania? Apa yang kamu lakukan di sana?" tanya Arkan, suaranya naik satu oktaf....

...Rania menundukkan kepala, mencoba menyembunyikan wajahnya yang pucat pasi di balik poninya....

...Ia mengatur napasnya agar tidak terdengar sesenggukan....

... "Maaf, Pak. Saya... saya tadi mau mengantar kopi. Pintunya sedikit terbuka, jadi saya bingung harus mengetuk atau tidak."...

...Arkan menatap Rania lekat-lekat, lalu beralih ke nampan di tangannya yang masih bergetar hebat. ...

..."Kenapa tanganmu gemetar? Kamu takut?"...

..."Saya... saya hanya kaget karena tidak sengaja menyenggol pot bunga tadi, Pak," jawab Rania, berusaha sekuat tenaga agar suaranya tidak pecah....

...Arkan berjalan mendekat, memperpendek jarak di antara mereka....

... Ia menatap mata Rania di balik kacamata tebalnya. Rania menahan napas, takut sekali jika tatapan Arkan bisa menembus segala kebohongannya....

..."Kamu dengar apa saja?" tanya Arkan, suaranya kini terdengar mengancam....

...Rania menelan ludah dengan susah payah. Berpikir, Rania! Berpikir!...

... "Saya... saya hanya mendengar Bapak menyebutkan nama seseorang. Saya tidak mendengar detailnya, Pak. Saya permisi."...

...Tanpa menunggu jawaban, Rania meletakkan kopi itu di meja kecil dekat pintu dengan gerakan cepat, lalu berbalik dan berjalan pergi dengan langkah lebar. ...

...Ia tidak peduli jika ia terlihat tidak sopan. Ia hanya ingin menjauh....

...Begitu ia sampai di ruang kerjanya sendiri, ia segera mengunci pintu dan menyandarkan punggungnya di pintu....

... Napasnya terengah-engah seperti orang yang baru saja lari maraton. Keringat dingin mengalir di pelipisnya....

...Mereka melacak Milky. Mereka mencari tahu alamatku. Mereka menyelidiki masa laluku....

...Otaknya berputar dengan kecepatan tinggi. Jika mereka menemukan alamat kosnya, maka tamatlah riwayatnya....

... Mereka akan tahu bahwa dia adalah orang yang sama. Mereka akan tahu bahwa Milky dan Rania adalah satu jiwa dalam dua tubuh yang berbeda....

..."Aku harus pindah," bisik Rania pada dirinya sendiri dengan suara gemetar. ...

..."Atau setidaknya, aku harus mengacaukan pelacakan mereka."...

...Rania membuka tasnya dan mengeluarkan ponsel. Ia harus menghubungi pemilik kafe untuk memintanya menyembunyikan data pribadinya, tapi ia sadar itu tidak mungkin....

... Pemilik kafe butuh data karyawan yang sah untuk pajak dan asuransi....

...Rania berjalan mondar-mandir di ruang kerjanya yang sempit. Ia benar-benar terdesak. ...

...Jika Arkan tahu, bukan hanya pekerjaannya di kantor yang hilang, tapi harga dirinya akan hancur lebur....

... Ia akan dikenal sebagai pembohong, penipu, dan gadis aneh yang menjalani kehidupan ganda....

...Apakah aku harus berhenti bekerja di kafe?...

...Tapi itu juga tidak mungkin. Ibunya butuh biaya rumah sakit minggu depan. ...

...Biaya itu hanya bisa tertutup jika ia tetap bekerja sebagai Milky....

...Rania merasa terjepit di antara dua dinding yang semakin menyempit....

... Di satu sisi adalah Arkan yang posesif dan curiga, di sisi lain adalah tanggung jawabnya untuk keluarga....

...Ia duduk di kursi, memegang kepalanya yang terasa sakit. Ia harus membuat rencana cadangan. ...

...Jika mereka mulai melacak alamat, ia harus menyediakan alamat palsu atau setidaknya tempat persembunyian yang tidak bisa dilacak oleh tim investigasi Arkan....

...Tunggu, Bram....

...Rania ingat wajah Bram. ...

...Pria itu adalah tangan kanan Arkan. Jika ia bisa membuat Bram salah arah, mungkin ia punya peluang untuk selamat....

... Tapi bagaimana caranya?...

... Membuat Bram percaya bahwa Milky adalah orang yang berbeda? Itu hampir mustahil....

...Rania mulai mengetik sesuatu di laptopnya. Ia mencoba mencari cara untuk menghapus jejak digitalnya. ...

...Ia mengganti semua kata sandi akun media sosialnya, mengaktifkan pengaturan privasi yang paling ketat, dan mencoba menghilangkan foto-foto lama yang mungkin bisa menghubungkan dirinya dengan kafe itu....

...Setiap ketukan jarinya di papan ketik terasa seperti detak jam yang menghitung waktu mundur menuju kehancurannya....

...Tiba-tiba, interkom di mejanya berbunyi. Suara Arkan menggema di ruangannya....

..."Rania, masuk ke ruangan saya. Sekarang."...

...Rania tersentak....

... Ia berdiri, merapikan bajunya, dan menatap pantulan dirinya di layar laptop yang gelap. Ia harus terlihat tenang. ...

...Ia harus terlihat seperti Rania yang culun dan tidak tahu apa-apa....

...Ia berjalan menuju pintu, memegang gagang pintu dengan tangan yang masih sedikit gemetar. ...

...Ia harus menutupi kebohongannya lebih rapat lagi. Ini bukan lagi soal parfum murah atau kesalahan laporan....

... Ini soal pertahanan hidup....

...Ia membuka pintu dan melangkah masuk. Arkan sudah duduk di kursinya, menatapnya dengan tatapan yang sangat intens....

..."Duduk," perintah Arkan singkat....

...Rania duduk di depan pria itu....

... Ia menunduk, tidak berani menatap mata Arkan....

..."Tadi kamu bilang kamu tidak mendengar apa-apa?" tanya Arkan, suaranya tenang tapi menyimpan curiga....

..."Iya, Pak. Saya benar-benar tidak mendengar apa pun yang penting," jawab Rania pelan....

...Arkan terdiam lama. ...

...Ia menatap Rania dari ujung kepala hingga ujung kaki....

... "Kamu tahu, Rania... saya tidak suka dibohongi. Terutama oleh orang yang bekerja di bawah pengawasan saya langsung."...

...Rania merasakan dingin yang menusuk tulang....

... "Iya, Pak. Saya mengerti."...

..."Kalau sampai saya tahu kamu berbohong, kamu tahu konsekuensinya, bukan?"...

...Rania mengangguk pelan....

... "Iya, Pak."...

...Arkan menatapnya beberapa detik lagi sebelum akhirnya mengalihkan perhatiannya kembali ke dokumen di mejanya....

... "Ya sudah. Kerjakan tugasmu. Dan jangan pernah berada di dekat pintu ruangan saya lagi jika tidak ada urusan penting."...

...Rania keluar dari ruangan itu dengan perasaan yang jauh lebih buruk daripada sebelumnya. ...

...Ia sadar, Arkan sudah mulai menetapkan target padanya. Ia kini tidak hanya diawasi sebagai sekretaris, tapi juga diintai sebagai Milky....

...Sesampainya di meja, Rania mencoba fokus pada pekerjaannya, namun pikirannya terus melayang....

... Bagaimana ia harus menghadapi malam ini di kafe? Apakah ia harus muncul sebagai Milky? Atau apakah ia harus berpura-pura sakit dan tidak masuk kerja?...

...Jika ia tidak masuk kerja, Arkan akan semakin curiga. Jika ia masuk kerja, ia akan berhadapan dengan bahaya dilacak....

...Rania menggigit bibirnya sampai terasa perih. Ia tidak punya pilihan lain....

... Ia harus maju. Ia harus tetap menjadi Milky, tapi dengan kewaspadaan yang seribu kali lipat lebih tinggi....

...Ia harus mengacaukan penyelidikan Arkan. Ia harus menjadi pelayan yang paling biasa, yang paling membosankan, yang paling tidak menarik perhatian di kafe, sehingga tim investigasi Arkan akan menyimpulkan bahwa Milky tidak ada hubungannya dengan sekretaris magang bernama Rania....

...Malam nanti akan menjadi malam yang sangat panjang. Dan Rania tahu, ini adalah awal dari pertarungan sesungguhnya. ...

...Ia harus lebih pintar dari Arkan, lebih cepat dari Bram, dan lebih lihai dari tim investigasi yang disewa oleh bosnya itu....

...Rania menarik napas panjang. Ia mengambil buku catatan kecilnya, mulai menulis daftar rencana darurat untuk melindungi rahasianya....

...Satu, Jangan pernah lepas kewaspadaan. Dua, Hindari interaksi yang terlalu pribadi dengan Arkan di kafe. Tiga, Cari teman di kafe yang bisa membantu memberikan alibi palsu....

...Rania menutup buku catatannya. Ia tidak akan membiarkan Arkan menang....

... Tidak hari ini, tidak besok, tidak akan pernah. Ia adalah Rania, dan ia akan bertahan sampai akhir....

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
yang banyak update nya 😉😉😉
Tya
bagusssssss bgttt
Tya
crazy up dong authorrrrrr😭🙏 gbisa bgt cerita sebagus ini ditunda2 buat dibaca😭
Watini Salma
kalau sekarang MLM Minggu berarti besok kantor libur dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!