NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:159.2k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Keluarga Mitra Winata. Orang paling kaya di Asia dengan Perusahaan dan properti lainnya yang di jadikan satu dalam Group Lexus. Keluarga yang penuh aturan yang ketat.

Semua anak-anaknya sangat menghormati dan bisa di katakan takut pada ayah mereka sang pimpinan.

Kevin Alvino Winata yang menjadi salah satu putranya. Pria yang juga menjadi CEO di perusahaan utama. Pria dingin dan kaku.

Hidupnya berubah ketika bertemu wanita yang bertolak belakang dengannya. Mengubah seluruhnya membuatnya merasa lebih hidup dan layaknya seorang manusia biasa tanpa tekanan.

Takdir mempertemukan ke-2nya dan membuat mereka harus saling jatuh cinta ditengah semua perbedaan yang ada.

Konflik masalah kekuasaan. Materi, tahta, peraturan dan norma yang sudah di atur. apakah Kiara dan Kevin bisa menghadapinya. Apakah Kiara mampu menghadapinya saat dia juga jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 25 bertemu

Seperti biasa Kiara akan menunggu bus di halte bus. Kiara duduk di halte bis, dan di sampingnya ada seorang gadis remaja yang memakai seragam sekolah.

Gadis itu tertidur menunduk, dengan rambutnya yang di gerai menutupi sebagian wajahnya. Kiara melihat ponsel gadis remaja tersebut yang di letakkan di pahanya dengan sembarang. Kiara menyentuh pundak Gadis remaja itu, sehingga gadis itu tersentak kaget.

" Hah!" ucapnya kaget seperti linglung. Menoleh ke arah Kiara. Kiara tersenyum manis.

" Maaf mengagetkanmu, ponselmu hampir jatuh," ucap Kiara mengarahkan matanya pada ponsel gadis itu yang di letakkan di atas pahanya.

" Terimakasih," sahut gadis remaja itu yang memang melihat ponselnya hampir jatuh. Gadis remaja itu masih belum sadar dengan benar.

" Kau sangat mengantuk sampai ketiduran," ucap Kiara, mata Kiara melihat ke arah bad nama wanita itu.

" Alana," ucap Kiara menyebutkan namanya.

" Iya kak, aku memang sangat mengantuk," jawab Alana.

" Kamu sekolah di Lexus?" tanya Kiara yang mengenali seragam itu. Alana tersenyum mengangguk.

" Kaka bukannya kak Kiara? tebak Alana yang sepertinya mengenali Kiara.

" Kamu mengenaliku?" tanya Kiara heran. Sepertinya banyak orang yang mengenalinya belakangan ini.

" Hmmmm, aku sering membaca artikel tentang kakak. Aku juga membaca beberapa buku kakak. Dan aku senang bisa berbicara dengan kakak," jawab Alana. Kiara tersenyum dia baru menyadari jika dia cukup di kenal.

" Benarkah, aku sampai tidak percaya," sahut Alana tersenyum.

" Iya padahal kita tinggal depan-depanan. Tetapi baru pertama kali saling berbicara," ucap Alana membuat Kiara kaget.

" Tinggal... Kamu tinggal di depan rumahku?" tanya Kiara memastikan. Alana mengangguk

" Apa dia adik Clarissa dan Kevin. Apa ini gadis yang barusan di ceritakan kak Rachel," batin Kiara yang masih kaget.

" Aku anak bungsu dari Pak mitra Winata. kita tinggal bertetanggaan, rumah kita saling berhadapan," sahut Alana membenarkan.

" Jadi benar kata kak Rachel. Sistem keluarganya cukup mengerikan. Dia sampai ketiduran di bis, apa karena dia harus belajar mati-matian," batin Kiara menerka-nerka.

" Sangat berkesan bisa berbicara langsung dengan kakak," ucap Alana.

" Benarkah!" sahut Kiara yang hanya tersenyum.

" Dahi kakak kenapa?" tanya Alana menunjuk dengan jarinya.

" Oh ini tadi di perpustakaan tekena buku yang di jatuhkan sama Ke..." Kiara menghentikan pembicaraan tiba-tiba. Sementara Alana menunggu lanjutannya.

" Ya terkena ujung buku," lanjut Kiara yang merasa tidak penting harus mengatakan jika itu perbuatan Kevin kakak dari gadis yang bersamanya.

" Ohhh," jawab Alana.

" Kamu lagi nunggu bis?" tanya Kiara basa-basi.

" Aku menunggu jemputan, tadi aku habis dari perpustakaan. Tapi aku belum menelpon supir untuk menjemput," jelas Alana.

" Kenapa?" tanya Kiara. Alana tertawa kecil.

" Aku ingin tidur sebentar, makanya tidak menelpon supir," jawab Alana polos. Membuat Kiara heran.

" Kenapa tidur di sini, apa tidak lebih bagus tidur di rumah, lebih nyaman," ucap Kiara tidak mengerti.

" Belum waktunya tidur. Di rumah waktunya tidur jam 10 malam. Tapi aku mengantuknya sekarang jadi memilih untuk tidur sebentar. Karena sepertinya lebih nyaman di sini. jawab Alana dengan santai.

Kiara seakan mengerti maksud dari Alana. Apa lagi Alana meletakkan buku yang terbuka di pahanya dan tidur menunduk. Mungkin sebagian orang akan melihat Alana sedang membaca buku.

" Apa tidak bisa mengambil selang waktu sedikit untuk tidur," tanya Kiara merasa kasihan.

" Sudah seperti itu peraturannya," jawab Alana dengan tenang.

" Apa karena kamu harus belajar?" tanya Kiara memastikan. Alana tersenyum mempertanyakan iya.

" Apa Ziva juga belajar?" tanya Alana.

" Kamu mengenal Ziva juga?" tanya Kiara kembali bertanya.

" Pastilah Ziva kan teman 1 kelasku," jawab Alana.

" Dia juga pasti belajar," tebak Alana.

" Sama sekali tidak, aku juga heran kenapa anak itu bisa bertahan di Lexus dengan nilai tidak seberapa," batin Kiara yang melihat adiknya malas-malasan dalam belajar.

" Benarkan! apa lagi sebentar lagi kami akan menghadapi ujian," ucap Alana.

" Ujian,"

" Iya ujian tengah semester," jelas Alana.

" Ziva beruntung, punya kakak yang sangat pintar dan baik kepadanya. Pasti jika dia kesulitan dalam memahami pelajaran pasti kak Kiara akan membantunya," sahut Alana tiba-tiba menjadi lesuh.

" Bukannya katanya dia juga memiliki kakak yang pintar-pintar?" Kiara kebingungan di dalam hatinya. Menurut cerita yang sering di dengarnya anak-anak dari Mitra Winata itu pintar-pintar.

" Tidak seperti aku yang tidak bisa seakrab itu dengan kakakku," lanjut Alana yang menjadi sedih.

" Kenapa?" tanya Kiara penasaran.

" Mereka semua sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Aku sering memperhatikan Ziva dengan Zavier yang terus bertengkar itu sangat lucu," ucap Alana dengan tersenyum.

" Lucu katanya, aku saja pusing melihat Ziva dan Zavier," batin Kiara merasa aneh.

" Memang kamu tidak pernah bertengkar dengan kakak kamu. Bukannya kamu anak paling kecil pasti lebih sering di dominasi?" tebak Kiara.

" Mereka semua sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Bahkan sangat jutek dan tidak pernah berbicara sekalipun atau sekedar menanyakan ke adaan dan apa yang di pikirkan," keluh Alana merenungi nasibnya.

" Mungkin karena kami berbeda ibu. Jadi ikatan itu tidak ada," ucapnya menyimpulkan sendiri. Membuat Kiara hanya dia tanpa bisa menanggapi. Tetapi jujur dia sangat simpatik dengan keadaan itu.

" Apa mereka memang seperti itu. Tetapi kenapa aku merasa Kevin tidak seperti itu. Bahkan dia sangat humbel walau memang sedikit dingin," batin Kiara.

" Ahhhhh, sudahlah kenapa aku jadi curhat," sahut Alana.

" Tidak apa-apa, aku suka mendengarkan cerita," sahut Kiara yang tersenyum, Alana juga tersenyum.

" Hmmm, maaf ya," ucap Kiara tiba-tiba.

" Minta maaf soal apa?" tanya Alana bingung.

" Aku sudah mengganggu tidurmu," jawab Kiara merasa bersalah, " tetapi jika ingin tidur lagi. Maka tidurlah, aku akan menjagamu?" ucap Kiara merasa bersalah. Mungkin tidur sebentar hal yang berharga untuk gadis seperti Alana.

" Benarkah?" tanya Alana yang memang masih mengantuk. Kiara mengangguk.

" Masih, jam 4 sore. Aku rasa pulang jam 5 sore masih bisa," ucap Kiara. Alana tersenyum mengangguk.

" Iya, aku memang sangat mengantuk," sahut Alana.

" Sebentar," ucap Kiara membuka tasnya. Alana hanya melihat apa yang di ambil Kiara dari dalam tas itu. Yang ternyata Kiara mengambil headset

" Hidupkan lagu favorit mu!" Suruh Kiara.

Alana mengangguk. Setelah menyetel lagu itu. Kiara mencolokkan headset ke ponsel Alana.

" Pakai ini, supaya tidak terganggu," ucap Kiara sambil memakaikan headset ke telinga Alana. Alana mengangguk.

" Tidurlah," Kiara menepuk pahanya agar kepala Alana tidur di pahanya. Alana tersenyum dan langsung menurut.

Kiara membuka bleajernya dan menutupkan ke bagian rok Alana agar tertutup dan tidak terekspos.

Alana menyatukan telapak tangannya meletakkan di bawah pipinya dengan nyaman tertidur beralaskan bantal Ke-2 paha Kiara.

Alana benar-benar sangat mengantuk. Hanya 3 menit dia benar-benar tertidur.

" Apa memang seperti itu, peraturan dalam keluarga mereka. Belajar memang penting. Tetapi apa harus separah itu sampai tidak memiliki waktu untuk tidur. Bukan karena tidak bisa. Tetapi karena takut," batin Kiara sangat simpatik melihat Alana.

Ziva adiknya yang pernah menceritakan hal itu. Seketika menjadi simpatik kepada remaja seperti Alana. Tidak seperti adiknya yang memiliki kebebesan penuh dalam setiap hal.

" Kehidupan memang aneh apa yang di tampilkan belum tentu dengan apa yang di rasakan. Mungkin keluarga mereka sangat terkenal dan banyak yang ingin terlahir kembali menjadi bagian dari keluarga mereka. Tetapi tidak ada yang tau kesulitan apa yang di hadapi," batin Kiara harus bersyukur lahir dari keluarga biasa yang bisa merasa kebahagian.

Tidak terasa ternyata sudah hampir jam 5 sore. Kiara masih tetap menjaga Alana. Dia ingin membangunkan karena sudah sore. Tetapi tidak tega dan memilih membiarkan sampai jam 5 pas.

Clarissa yang menyetir mobilnya. Seketika memperhatikan kekirinya dan seperti melihat orang yang di kenalnya.

" Bukannya itu Kiara dan itu bukannya itu Alana," gumamnya melihat dari kejauhan. Karena penasaran dan ingin membenarkan akhirnya Clarissa memutarkan mobilnya.

Mobil Clarissa berhenti di depan halte. Setelah memastikan dengan benar Clarissa turun dari mobil.

" Kiara, Alana," ucap Clarissa.

" Shusttt," Kiara meletakkan jarinya di bibirnya pertanda menyuruh Clarissa jangan berisik.

" Kenapa Alana ada sama kamu?" tanya Clarissa.

" Ya ampun berisik banget sih," sahut Kiara kesal.

Karena agak ribut Alana pun terbangun membuka matanya perlahan dan kaget melihat kakanya yang sudah berdiri di depannya. Reflex Alana langsung duduk.

" Kak Clarissa," lirih Alana takut-takut.

" Tuh kan jadi bangun," sahut Kiara kesal.

" Kamu ngapain Alana tidur di sini, apa kamu tidak punya rumah," ucap Clarissa nada marah.

" Maaf kak, tadi Alana ketiduran," sahut Alana gugup.

" Sudah ayo pulang, kamu bisa tidur di rumah," ucap Clarissa.

" Dia harus menunggu sampai jam 10 malam. Dia ngantuk ya sekarang," sahut Kiara membuat Clarissa melihat ke arah Alana yang sekarang menunduk.

Clarissa bisa menebak jika adiknya sengaja tidur di jalan agar tidak di lihat papanya.

" Sudahlah ayo pulang!" Ajak Clarissa sekali lagi, " kamu juga!" ucap Clarissa pada Kiara.

" Aku," tunjuk Kiara pada dirinya.

" Iya buruan," sahut Clarissa memasuki mobilnya.

" Ayok kak! Kitakan 1 komplek, pulang sama saja," ajak Alana menarik tangan Kiara.

Kiara yang tanpa mengatakan iya pun di tarik Alan dan sudah memasuki mobil.

Alana dan Kiara duduk di belakang, sementara.

Clarissa menyetir. Beberapa kali Clarissa melirik dari kaca spion melihat kearah Kiara dan juga Alana.

" Kenapa Alana bisa sedekat itu dengan Kiara, sampai seakan -seakan Kiara mengetahui tentang Alana," batin Clarissa yang terus melihat dari kaca spion.

Bersambung

Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.

Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.

Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya

Terima kasih...

1
Hasanah
haha kok bisa smpai kliatan si Kevin botolx 🤣🤣
Dyah Oktina
seson 2 kpn realese thor..?
Dyah Oktina
iya dong thor... nunggu seson 2 nih.. masa gitu aja endingnya.. kan blm tahu istana baru kel danu juga sekolah kiara..apa d.lanjut
Dyah Oktina
kok winata?apa mau ngurus sekolah c kembar setelah d keluarkan.. danu kali thor..
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
ngak usah kepo saras...dah bikin anak yg rajin... biar cepat tumbuh d dalam rahimmu..🤭
Dyah Oktina
apa arya mata2 p mitra winata?
Dyah Oktina
karyamu bagus...aku suka.. cuma banyak typo kadang buat selfok.. tolong d baca dulu sebelum d share.. semangat terus ya.. ❤️
Dyah Oktina
waduh pak winata... anak2 anda d atur ngak ada yg bahagia.. kenapa sih ngak biarkan anak2mu bahagia dgn hidup mereka yg penting d awasi jgn sampai salah jalan & tahu aturan
Dyah Oktina
iya clarisa ngak usah mikirin haria.. masalahmu sendiri kamu ngak bisa atasi..
Dyah Oktina
tinggal temui. .. cerita masalah yg lagi d hadapi & pisah.. gitu aja kokd buat sulit sih thor
Dyah Oktina
ikut2an apa nih?????
Dyah Oktina
apa nnt saat singa(papa kevin) tahu kalian sdh jadian akan mengamuk.. & memutuskan hubungan kevin & kiara?
Dyah Oktina
d mana2 mengangguk itu kepala thor.. kla mata mengedip.. 🤭😁✌️
Dyah Oktina
kena batunya clarissa
Dyah Oktina
wah...kevin minta d pecat dari kk mitra winata ya... pasti esmosi tuh c papa tiri.. 🤭
Dyah Oktina
wah d peluk sm masa lalu.. nnt kiara lihat cemburu.. bubar sebelum ada kata suka kamu... 😢
Dyah Oktina
punya bapak rasa bapak tiri kejam ya gitu .. 😢
Dyah Oktina
lah emang taruh d mana ..bisa ngak kelihatan.. 🤭😁😁 ..mana barang bekas..
Dyah Oktina
ya ampun... anak sultan jd pemulung.. ngumpulin sampah dari orang yg d suka tp ngak mengakuinya...sampah pemberian..🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!