NovelToon NovelToon
Diacuhkan Dokter Eh Dikejar Direktur Rumah Sakitnya

Diacuhkan Dokter Eh Dikejar Direktur Rumah Sakitnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Adera mencintai Ezra selama dua tahun, tapi cintanya diremehkan dan ditolak mentah-mentah. Saat hatinya mati dan ia memilih fokus pada diri sendiri, Ezra justru menyesal dan panik.

Namun terlambat, karena kini hadir Damar pria yang jauh lebih sempurna yang ternyata adalah calon suaminya.

Akankah Damar mampu menghidupkan kembali rasa cinta Adera yang bertekad untuk tidak jatuh cinta lagi?

Simak kisah cinta mereka bertiga, di novel ini akan disuguhi komedi yang lucu agar tidak terlalu mengantuk ketika membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Di sudut ruangan yang agak gelap, Stella berdiri mematung. Dia baru saja hendak beranjak pergi, namun langkah kakinya terhenti mendadak saat suara obrolan hangat dari keluarga Adera terdengar jelas sampai ke telinganya.

Telinganya menangkap jelas setiap kata yang diucapkan Denial, Papa, dan Mama Adera.

"Tidak sabar ingin menjadi kakak ipar dari Direktur RS Adisakti..."

"Lebih baik segera dinikahkan saja..."

Seolah ada palu godam yang menghantam kepalanya dengan keras, tubuh Stella langsung terasa lemas dan kaku. Matanya membelalak lebar tak percaya, mulutnya terbuka sedikit namun tak bisa mengeluarkan suara sedikitpun.

Darahnya seakan berhenti mengalir.

"Apa... apa yang barusan aku dengar?!" batin Stella berteriak histeris. "Dijodohkan? Adera dijodohkan dengan orang lain?! Bukankah dia mencintai Dokter Ezra?!"

Rasa bangga dan rasa menang yang baru saja ia rasakan karena berhasil mendekati Dokter Ezra kini terasa sia-sia saja.

"Jadi selama ini aku sibuk ngejar Ezra, sibuk pamer kalau aku yang dapet Ezra... tapi ternyata Adera malah dapat yang jauh-jauh lebih hebat dari Ezra?!" gumam Stella pelan.

Stella masih belum bisa menerima kenyataan itu sepenuhnya. Dia berusaha menenangkan diri, mencoba berpikir bahwa mungkin pria itu hanyalah orang biasa atau rekan kerja biasa saja.

Namun... ingatannya kembali melayang ke kejadian beberapa jam yang lalu.

Sosok pria yang datang begitu gagah, membuat seluruh ruangan hening, membuat semua wanita berdecak kagum, dan menjadi pusat perhatian seluruh undangan malam ini. Pria yang auranya begitu memancar, begitu tinggi statusnya, dan begitu tampan hingga membuatnya pun sempat terpana melihatnya.

"Pria itu... Apakah pria yang tadi menjadi pusat perhatian semua orang..." bisik hati Stella.

Stella menggenggam tangannya erat-erat sampai buku-buku jarinya memutih. Matanya terbelalak semakin lebar saat sebuah kesadaran menampar keras pikirannya.

"Damar adalah Direktur Utama Rumah Sakit Adisakti!!!" teriak hati Stella panik.

Wajah Stella pucat pasi. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

Stella tidak percaya jika dia akan kecolongan besar, ternyata calon suami sepupunya itu adalah direktur rumah sakit!

"Gila... gila banget!!!" gumam Stella pelan dengan suara bergetar, matanya menatap nanar ke arah Adera yang terlihat kaget namun bahagia.

Rasa iri, dengki, dan marah langsung membuncah hebat di dadanya.

Selama ini dia merasa menang karena bisa merebut Ezra dari Adera. Dia merasa sudah mengalahkan sepupunya itu. Tapi nyatanya... Adera bahkan tidak peduli lagi pada Ezra! Adera malah melangkah naik level, mendapatkan sosok yang seribu kali lebih hebat, lebih kaya, dan lebih berkuasa!

"Jadi... Adera bakal jadi Nyonya Direktur? Bakal jadi istri orang paling berpengaruh di RS?" tanya Stella pada dirinya sendiri dengan nada tak terima.

Dadanya sesak sekali. Rasanya ingin meledak! Usahanya selama ini terasa sia-sia dan kalah telak!

Meninggalkan area ruang tengah dengan langkah kaki gemetar, Stella masuk ke dalam kamarnya dan langsung mengunci pintu rapat-rapat.

Wajahnya yang biasanya terlihat manis dan lembut, kini berubah total. Matanya memancarkan aura kebencian yang sangat dalam, tatapannya tajam dan penuh dendam.

"Kenapa?! Kenapa selalu dia?!" geram Stella pelan namun penuh amarah, tangannya mengepal kuat hingga kuku-kukunya menancap dalam ke telapak tangan sendiri.

Dadanya sesak luar biasa mendengar kabar bahwa Adera akan menjadi istri dari Direktur Utama, menjadi wanita paling beruntung, dan memiliki segalanya.

Sementara dia... meski sudah berhasil mendapatkan Ezra, rasanya tetap kalah telak! Tetap tidak ada apa-apanya dibandingkan apa yang dimiliki Adera sekarang!

"Aku tidak akan membiarkan ini terjadi! Tidak akan pernah!" bisik Stella dengan nada dingin yang menusuk.

Matanya berkilat liar. Rasa iri dan dengki telah membutakan seluruh akal sehatnya. Harga diri, sopan santun, atau rasa kekerabatan... semuanya sudah dia buang jauh-jauh saat ini juga.

"Adera... kamu pikir kamu bakal bahagia selamanya? Kamu pikir kamu bisa dapat pria sehebat itu dan hidup tenang? Mimpi!"

Stella tersenyum miring, senyum yang sangat menyeramkan dan penuh niat buruk.

"Dengar baik-baik ya... mulai sekarang aku tidak akan tinggal diam. Aku tidak akan membiarkanmu menikah bahagia, tidak akan membiarkanmu memiliki semua kemewahan dan cinta itu!" gumam Stella.

Dia berjalan mondar-mandir di kamarnya, otaknya mulai bekerja memutar berbagai rencana jahat.

"Aku akan melakukan segala cara! Apa saja! Selama itu bisa membuatku menang, selama itu bisa membuatku merebut kebahagiaannya!" kata Stella tersenyum licik.

"Aku tidak peduli lagi dengan harga diriku! Aku tidak peduli orang akan bilang apa! Aku tidak peduli kalau harus jatuh rendah, kotor, atau melakukan hal gila sekalipun!" seru Stella dengan mata berbinar liar.

"Yang penting... Damar harus jadi milikku! Atau kalau tidak bisa jadi milikku... Maka salah satu dari kita tidak boleh memiliki Damar. Aku tidak akan membiarkan Adera bahagia selamanya di depanku!" kata Stella penuh dendam.

Api dendam di hati Stella sudah membara begitu besar, siap melahap siapa saja yang menghalangi jalannya.

Akibat iri hati, pikiran Stella menjadi gelap dan buta, padahal keluarga Adera sudah baik hati menampungnya hingga dia sukses seperti sekarang.

1
Perempuan
Alurnya bagus, gak menoton. Ada lucu²nya. Semangat update ya Thor biar pembaca tetap ingat alur ceritanya
Perempuan
lanjut Thor 👍👍
Alvi
bagus . semangat terus 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!