NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Adik Ipar

Gairah Cinta Adik Ipar

Status: tamat
Genre:Badboy / Dikelilingi wanita cantik / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:44.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: DF_14

Ghea yang sudah menikah selama tiga tahun dengan suaminya, dia tidak pernah mendapatkan sentuhan lembut dari suaminya karena sang suami sibuk dengan kekasihnya, hingga akhirnya dia harus terlibat dengan seorang playboy yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.

Gairah keplayboyan Gibran seketika menghilang setelah bertemu Ghea, membuat dia ingin menjadikan Ghea sebagai miliknya.

Padahal sebelum menikah dengan Romi, Ghea lebih dulu dijodohkan dengan Gibran. Tapi Gibran menolak perjodohan itu tanpa ingin tau dulu siapa yang dijodohkan dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencintaimu Dari Dulu

Arumi dan Bram, sepasang kekasih yang sudah tidak diragukan lagi soal kesetiaannya, mereka menjalani hubungan ini sudah 4 tahun lamanya.

Arumi sangat berharap Bram secepatnya mengikatnya dalam sebuah ikatan pernikahan, namun harapan itu tak kunjung datang.

"Mau mampir dulu?" tanya Arumi sebelum turun dari mobil milik Bram.

"Sudah malam, lain kali saja ya sayang," Bram membelai rambut Arumi, lalu mengecup bibirnya.

Arumi hanya terdiam memejamkan mata menikmati kecupan itu.

"Semoga mimpi yang indah ya sayang,"

Arumi mengurungkan niatnya untuk keluar dari mobil, karena ada sesuatu yang ingin dia bicarakan, "Kita sudah empat tahun pacaran, apa kamu tidak ada niat sama sekali untuk melamarku?"

Bram terdiam tak langsung menjawab pertanyaan dari Arumi, dia menghela nafas sebentar, "Aku belum siap menikah, Arumi."

"Lalu sampai kapan aku harus menunggumu siap?"

Bram menggeleng, "Kita membicarakan hal ini lain kali saja,"

Arumi merasa kecewa dengan jawaban dari Bram, "Jawaban kamu selalu begitu setiap kali aku menanyakan soal keseriusanmu itu,"

"Arumi... "

Arumi tak ingin mendengarkan alasan apapun lagi dari Bram, dia segera keluar dari mobil itu dengan perasaan kecewa , lelah sekali menjalani sebuah hubungan yang tak tau akhirnya akan bagaimana.

Bram hanya terdiam menatap Arumi yang pergi. Ponsel Bram berdering... ternyata ada telepon dari seseorang.

"Ada apa Kia sayang?" tanya Bram kepada seseorang yang menelponnya itu.

"Aku sudah pulang dari Singapura, mulai sekarang aku akan tinggal disini ikut mengurus perusahaan papa aku, kamu tidak merindukanku?"

Bram tersenyum simpul, "Tentu saja, aku merindukanmu."

Ternyata Bram memiliki kekasih lagi selain Arumi, sebenarnya dia lebih dulu berpacaran dengan kekasihnya yang kuliah di Singapura itu dibanding dengan Arumi, namun dia tidak bercerita kepada kedua sahabatnya itu, Gibran dan Reno.

Sebelum pulang ke rumah, Arumi memilih duduk dulu di depan mini market untuk menenangkan hatinya.

"Arumi!"

Terdengar seseorang memanggil namanya, dia tau siapa pemilik suara itu, orang yang sudah lama bersahabatan dengannya bahkan mereka bertetangga.

"Hai Ren," Arumi menyapa sahabatnya itu.

Reno dan Arumi bukan dari kalangan orang berada, maka dari itu Reno bersyukur karena Gibran dan Bram mau menerimanya sebagian teman, begitu juga Arumi, dia berasa mimpi bisa mendapatkan Bram .

Bram pertama kali mengenal Arumi saat berkunjung ke rumah Reno, dia melihat Arumi sedang menjemur pakaian dan terlihat sangat cantik sekali, karena itu dia meminta Reno untuk mengenalkan Arumi padanya.

Sementara itu, Reno, sebenarnya Arumi adalah alasan mengapa sampai saat ini Reno terus melajang, karena dia sangat mencintai Arumi dari dulu, tapi dia lebih memilih memendam perasaannya itu.

"Si Bram kemana?"

"Dia sudah pulang," jawab Arumi dengan lesu.

"Lu kenapa, Mi? Muka lu kok kusut gitu? Apa Bram nyakitin lu?"

Arumi menggeleng, "Gak apa-apa kok," Arumi tidak ingin curhat masalahnya bersama Bram takut Reno dan Bram bertengkar gara-gara dia.

"Tunggu sebentar!" Reno masuk ke dalam mini market, dia membawa dua buah ice cream, yang satunya dia berikan pada Arumi.

"Nah ini ice cream coklat kesukaan lu," Reno memberikan ice cream coklat itu pada Arumi.

Arumi tersenyum menerima ice cream pemberian dari sahabatnya itu, "Makasih ya, ternyata lu masih ingat sama kesukaan gue,"

"Ya pasti gue selalu ingat semua kesukaan lu,"

"Terus gimana acara ngedate lu sama Paula? Kayaknya Paula suka sama lu!"

Reno menggeleng, "Gue gak tertarik, Mi."

"Terus mau sampai kapan lu mau melanjang terus? Mau ikut-ikutan bos gue, Pak Gibran?"

Reno jadi penasaran soal Gibran, "Gibran jadi Ceo disana ya? Pasti dia jadi Ceo yang sangat keren,"

Arumi mengangguk, "Keren sih!"

"Kadang gue gak pede kalau lagi kumpul sama Gibran dan Bram, mereka pada keren dan orang berada, sementara gue cuma pegawai mini market."

Mereka berbicara seperti itu sambil sebentar-sebentar memakan ice cream coklat itu.

"Jangan bilang begitu, gue rasa mereka tulus temenan sama lu."

Setelah Ice Cream itu habis, Arumi memutuskan untuk pulang, "Makasih ya ice creamnya, gue pulang duluan."

"Tunggu sebentar!"

Tiba-tiba Reno mendekatkan jaraknya ke Arumi membuat Arumi gugup, dia mengelap sisa ice cream di sudut bibir Arumi dengan jarinya.

"Jorok banget sih makan ice aja belepotan!"

Arumi jadi salah tingkah atas perlakuan Reno itu, "Oh.. i-iya, mmm...makasih No. Gue pulang ya."

Reno hanya mengangguk.

Reno menatap punggung Arumi yang jaraknya semakin jauh, "Andai lu tau, Mi. Dari dulu gue suka banget sama lu."

Reno mendengar suara klakson mobil, dia tau sekali siapa pemilik mobil itu, siapa lagi kalau bukan si playboy Gibran.

Gibran sengaja mendatangi Reno buat menawarkan pekerjaan yang layak untuknya "Gue mau nawarn lu kerja, No!"

"Wah serius lu? Tapi gue cuma lulusan SMA lho. Emang boleh gitu gue kerja disana?"

"Gak apa-apa, tenang aja kan gue bosnya!" Gibran menepak dada dengan perasaan bangga.

Siapa yang akan menolak jika ada yang memberikan pekerjaan di sebuah perusahaan yang menjanjikan itu, pastinya Reno akan langsung menerimanya "Kapan gue mulai kerja?"

"Besok, kita pergi ke luar kota, kita mau menyurvei lokasi syuting buat bikin iklan nanti, lu langsung aja ke rumah Gue, kita berangkat bertiga sama Ghea."

"Wah gue jadi nyamuk dong nanti!"

Gibran malah nyengir, "Gue sengaja bawa lu biar Ghea nyaman kalau kita berangkat bertiga,"

"Hmm ya sudah lah , itu berarti gue tinggal keluar dari pekerjaan gue yang sekarang ini."

Gibran hanya mengangguk, "Iya, No."

****************

Bram menemui kekasihnya, Kia, ke rumahnya, ternyata orang tua kekasihnya itu adalah Bu Fara dan Pak Herman, pemilik Perusahaan Adva.

Adva adalah singkatan dari Adzkia dan Vanya ( Nama kecilnya Ghea), Bu Fara yang menamai perusahaan itu. Sebenarnya Adva bukan hanya produk sepatu hiking saja, tetapi bercabang, memang sekarang ini lagi fokus mempromosikan produk barunya, sepatu hiking itu.

Ghea adalah anak Bu Fara dari suaminya yang dulu (sudah meninggal), sementara Adzkia adalah anaknya bersama Pak Herman.

Umur Adzkia lebih muda tiga tahun dari Bram.

"Bagaimana kabarmu, Bram?" tanya bu Fara.

"Baik, tante." jawab Bram dengan ramah.

"Padahal om berharap sekali kamu sering main kesini selama Kia masih kuliah di Singapura." kata Pak Herman sambil menikmati kopi panasnya .

"Kebetulan saya sangat sibuk om, ikut mengurus perusahaan papa,"

Bu Fara sangat kagum mendengarnya "Iya tidak apa-apa, jadi lelaki memang harus bekerja keras seperti itu."

Sementara Kia tidak bisa lepas memeluk lengan kekasih yang sangat dirindukannya itu dengan manja.

...****************...

...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...

...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat! ...

...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya. ...

...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya! ...

1
Ohara Onex
lanjut ceritanya,mantap
Jamayah Tambi
Betapa kali kau menikah Romi
Jamayah Tambi
Kelamaan jomblonya
Jamayah Tambi
Dah nikah ke dua orang cucu Adam ni.
Jamayah Tambi
Kia kena hati2 takut dikhianati lagi
Apa lagi kamu artis papan atas dan hensem pulak tu.Jadi rebutan para wanita.
Jamayah Tambi
Tudak salah langsung mereka menikah kerana Romi dan Gibran tidak punya hubungan darah langsung.Romi juga tidak pernah menyentuh Ghea
Jamayah Tambi
Banyak perempuan lain.Kenapa berebut
Jamayah Tambi
Reno jadilah lelaki bertanggungjawab.Dono adalah kekasihmu
Jamayah Tambi
Alhamdulillah dah jumpa ibu kandung
Jamayah Tambi
Kenapa banyak sangat teks yg sama
Jamayah Tambi
Jadi ievpergi hoheymoon
Jamayah Tambi
Dulu bukan kau yg tolak perjodohan itu.
Jamayah Tambi
Setuju ke Ghea.Jangan mau Ghea.Romi tuvsetiap hari nganu-nganu sama Dona.Dah bablnyak kali celup so Dona.Dah jd barang bekas.aah geli
Jamayah Tambi
Jangan jd tamak Romi Dona kau selingkuhi Ghea kau nak pertahankan.Pada hal kau tidak menanggapnya isteri
Jamayah Tambi
Ghea datang bulan
Jamayah Tambi
Jenapa Ghea bisa di hantar ke panti asuhan oleh kakek2.Siapa kakek itu.Adakah ayah kepada Pak Herman kerana tidak suka kepana anak tiri Herman
Jamayah Tambi
Kenapa ya anak2 muda sekarang tidak tau malu ya.Memekuk kekasih mereka di depan orang tua mereka.Malunya simpan di mana.Orang tua pula tidak menegurbulah anak.
Jamayah Tambi
Romi ini jenis yg setia tp tak boleh harap kaki selinguh
Arro Ganteng
apes banget kau Bram,,, wkwkwk
Arro Ganteng
gitu donkkk.... keren gibran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!