NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Al. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Delapan Belas

Pagi itu, sinar matahari masuk melalui celah tirai apartemen kecil Chelsea. Cahaya hangat itu jatuh tepat di wajah gadis tersebut hingga membuat matanya perlahan terbuka.

Untuk beberapa detik, Chelsea hanya menatap langit-langit kamar. Semalam ia menangis cukup lama. Namun hari ini berbeda.

Hari ini adalah hari yang menentukan masa depannya. Chelsea segera bangkit dari tempat tidur. Ia mengusap wajahnya, lalu memandang pantulan dirinya di cermin.

"Kamu harus semangat," bisiknya pelan. "Ini awal hidupmu yang baru."

Ia mengenakan kemeja putih sederhana dipadukan dengan rok hitam selutut. Rambut panjangnya diikat rapi. Riasannya tipis, hanya agar wajahnya terlihat segar dan profesional.

Setelah memastikan semua dokumen sudah masuk ke dalam map, Chelsea mengambil tasnya. Sebelum keluar apartemen, ia sempat menoleh ke ruangan kecil itu.

"Doakan aku ya, Mommy ... Daddy ...," gumamnya lirih. Meski mereka tidak akan mendengarnya, Chelsea tetap tersenyum kecil menganggap keduanya ada di depan matanya.

Gedung perusahaan itu menjulang tinggi di tengah pusat kota. Chelsea berdiri beberapa saat di depannya sambil menarik napas panjang. "Inilah tempatnya ...."

Perusahaan yang banyak menjadi impian para pencari kerja. Semalam ia memang menerima email bahwa dirinya lolos seleksi administrasi dan diminta datang untuk tahap akhir berupa wawancara langsung.

Tangannya sedikit berkeringat. "Ayo, Chelsea. Kamu pasti bisa."

Ia melangkah masuk. Lobi perusahaan tampak mewah namun tetap nyaman. Beberapa pelamar lain juga sudah duduk menunggu giliran.

 

Akhirnya tiba giliran Chelsea. Ruangan wawancara terasa tenang. Di dalam sudah duduk dua orang dari tim HRD dan seorang wanita berusia sekitar empat puluh tahun yang tampak berwibawa.

"Silakan duduk."

"Terima kasih." Chelsea duduk dengan posisi tegak.

Wanita itu membuka berkas miliknya. "Chelsea."

"Iya, Bu."

"Kami sudah membaca CV dan hasil tes Anda."

Chelsea mengangguk sopan.

"Prestasi akademik Anda cukup bagus."

"Terima kasih."

"IPK hampir sempurna, aktif organisasi, kemampuan bahasa asing juga baik."

Chelsea hanya tersenyum tipis. Salah seorang pewawancara kemudian bertanya, "Apa alasan Anda ingin bekerja di perusahaan kami?"

Chelsea menjawab dengan tenang. "Saya ingin berkembang bersama perusahaan yang memiliki lingkungan profesional. Saya juga ingin belajar langsung dari orang-orang terbaik di bidang ini."

Jawaban itu membuat ketiganya saling berpandangan. Pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir. Chelsea menjawab semuanya dengan percaya diri tanpa terdengar menghafal.

Sekitar empat puluh menit kemudian, wanita yang sejak tadi lebih banyak memperhatikan akhirnya berbicara.

"Saya rasa cukup."

Chelsea mengangguk.

"Terima kasih atas waktunya."

Namun sebelum ia berdiri, wanita itu kembali berkata, "Ada satu hal lagi."

Chelsea kembali duduk.

"Kami sebenarnya membuka dua posisi."

Chelsea memperhatikan.

"Posisi pertama adalah staf administrasi."

Wanita itu berhenti sejenak. "Sedangkan posisi kedua ... adalah sekretaris pribadi Direktur Utama."

Chelsea sedikit terkejut. "Sekretaris pribadi?"

"Iya."

"Posisi itu membutuhkan seseorang yang mampu bekerja di bawah tekanan, menjaga kerahasiaan perusahaan, mengatur jadwal pimpinan, hingga mendampingi perjalanan dinas."

Chelsea mendengarkan dengan serius.

"Kami melihat hasil tes Anda cukup menonjol."

Jantung Chelsea kembali berdegup. "Apa ... saya memenuhi syarat?"

Wanita itu tersenyum tipis. "Itulah alasan kami menawarkan posisi ini."

Chelsea benar-benar tidak menyangka. Ia datang dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan. Namun kini justru ditawari posisi yang jauh lebih besar dari bayangannya.

"Bagaimana?"

Chelsea menarik napas. "Kalau perusahaan mempercayai saya ...."

Ia menatap mereka bergantian. "... saya bersedia."

Ketiga pewawancara tersenyum. "Bagus."

Pria dari HRD menutup mapnya. "Kalau begitu, selamat."

Chelsea mengernyit pelan. Masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Selamat bergabung dengan perusahaan kami."

Chelsea membeku. Beberapa detik ia bahkan seolah lupa bernapas.

"S-saya diterima?"

"Iya."

Air mata hampir saja keluar. Ia benar-benar diterima. Bahkan sebagai sekretaris pribadi pimpinan perusahaan.

"Terima kasih ...." Suaranya bergetar. "Terima kasih banyak atas kepercayaannya, Bu."

Wanita itu mengangguk. "Kami berharap Anda bisa bekerja dengan baik."

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin, Bu."

Setelah proses administrasi selesai, HRD kembali mengajak Chelsea berbicara di ruangan lain.

"Masih ada satu hal yang masih perlu kami sampaikan."

Chelsea mengangguk. "Silakan, Bu."

"Posisi sekretaris pribadi ini tersedia di dua kantor."

Chelsea memperhatikan dengan serius.

"Kantor pusat di kota ini." Wanita itu menunjuk satu berkas. "Dan kantor cabang utama di luar kota."

Chelsea terdiam. "Lalu ... saya boleh memilih?"

"Iya."

Chelsea tidak langsung menjawab. Pikirannya justru kembali pada rumah keluarganya. Kalau ia tetap berada di kota ini, cepat atau lambat ia akan sering bertemu mereka.

Luka yang sedang berusaha sembuh mungkin akan kembali terbuka. Chelsea menunduk pelan.

Ia sudah memilih pergi. Kalau begitu, ia harus benar-benar belajar melepaskan.

Chelsea mengangkat kepalanya. "Saya memilih penempatan di luar kota."

HRD tampak sedikit terkejut. "Yakin?"

Chelsea mengangguk mantap. "Iya."

"Baik."

Wanita itu mencatat pilihannya. "Kapan Anda bisa mulai bekerja?"

Chelsea berpikir sejenak. "Empat hari lagi saya akan wisuda." Ia tersenyum sopan. "Kalau memungkinkan ... saya ingin meminta waktu sekitar satu minggu setelah wisuda untuk menyelesaikan beberapa urusan pribadi."

HRD saling berpandangan..Tak lama kemudian wanita itu tersenyum. "Tidak masalah."

Chelsea mengembuskan napas lega. "Terima kasih banyak, Bu."

"Kami akan menjadwalkan keberangkatan Anda minggu depan."

"Baik, Bu."

"Selamat sekali lagi."

Chelsea berdiri lalu membungkukkan badan kecilnya. "Terima kasih, Bu."

Saat keluar dari gedung perusahaan, langkahnya terasa jauh lebih ringan. Ia mendongak melihat langit biru. Tanpa sadar kedua matanya mulai berkaca-kaca.

"Aku berhasil ...."

Suara itu nyaris tak terdengar. "Akhirnya aku berhasil ...."

Ia memeluk map berisi dokumen kontraknya. Kini ia tidak perlu lagi terlalu mengkhawatirkan biaya hidup.

Ia bisa menyewa apartemen. Membayar kebutuhan sehari-hari. Dan memulai semuanya dengan kemampuannya sendiri.

"Terima kasih, Tuhan..."

Dari perusahaan, Chelsea tidak langsung pulang. Ia justru meminta taksi menuju sebuah butik terkenal yang sudah lama direkomendasikan teman-teman kampusnya.

Empat hari lagi ia akan wisuda. Begitu masuk ke butik, seorang pegawai langsung menyambutnya.

"Selamat siang, Kak."

"Siang."

"Mau mencari kebaya untuk acara apa?"

"Wisuda."

"Oh, pas sekali. Koleksi terbaru kami baru datang."

Chelsea mengikuti pegawai itu. Deretan kebaya dengan berbagai warna langsung memenuhi pandangannya. Chelsea memperhatikan satu per satu. Sampai akhirnya matanya berhenti pada sebuah kebaya berwarna dusty pink dengan bordir bunga-bunga kecil yang elegan.

"Yang ini boleh saya coba?"

"Tentu."

Beberapa menit kemudian Chelsea keluar dari ruang ganti. Pegawai butik langsung tersenyum.

"Cantik sekali, Kak."

Chelsea menatap pantulan dirinya di cermin. Ia benar-benar tersenyum dari hati.

"Mungkin ini yang cocok."

"Iya. Warnanya juga lembut."

Chelsea mengangguk. "Saya ambil yang ini."

"Baik."

Setelah pembayaran selesai, pegawai butik menyerahkan kantong belanja kepadanya.

"Selamat wisuda ya, Kak."

Chelsea tersenyum hangat. "Terima kasih."

Keluar dari butik, Chelsea duduk di sebuah bangku taman yang berada tak jauh dari pusat perbelanjaan.

Angin siang bertiup pelan. Ia memandang kantong berisi kebaya di sampingnya.

Tangannya perlahan mengambil ponsel. Ia membuka kontak. Jarinya berhenti cukup lama di satu nama. Daddy.

Chelsea menggigit bibir bawahnya. Semalam ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menghubungi mereka.

Namun, Wisuda berbeda. Ia ingin mereka datang. Melihatnya mengenakan toga.

Chelsea akhirnya memberanikan diri menekan tombol panggil. Nada sambung terdengar.

Beberapa detik kemudian, "Halo?" Suara Arsaka terdengar dari seberang.

Hanya mendengar suara itu saja, mata Chelsea langsung memanas. "Daddy ...."

Arsaka yang sedang duduk di ruang kerjanya langsung berdiri. "Chelsea?"

"Iya, Dad."

"Kamu bagaimana? Kamu sehat?"

Chelsea tersenyum kecil. "Aku sehat, Dad."

"Syukurlah."

Beberapa detik keduanya sama-sama diam. Ada begitu banyak hal yang ingin diucapkan. Namun tidak ada yang tahu harus memulai dari mana.

Chelsea akhirnya berbicara lebih dulu. "Daddy ... Mommy ada?"

"Ada."

"Aku bisa bicara dengan Mommy, Dad?"

"Tentu."

Chelsea menarik napas. "Sebentar lagi aku wisuda, Dad."

"Iya, Nak."

"Empat hari lagi."

Arsaka mengangguk meski Chelsea tidak melihatnya.. "Daddy ingat."

Chelsea menggenggam ponselnya lebih erat. "Aku cuma mau mengingatkan, jangan sampai Daddy dan Mommy tak datang."

Ucapan sederhana itu membuat Arsaka memejamkan mata. Bagaimana mungkin ia melupakan hari bahagia sang putri. "Daddy pasti datang, Nak."

1
Manis
di sinopsis orang barunya Al,
tapi sama Noah jg gak papa🤭
Patrick Khan
celsi noah cie cie💃💃💃
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Farhan sial betul nasib lu dapet istri sama anak tiri modelan beginian ... emak nya chelsea gak gini amat bro /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kata keramat sudah di keluarkan siap siap langsung berubah pikiran
vj'z tri
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/ Daddy beraksi
vj'z tri
wokeh tangan kanan Dady beraksi /CoolGuy//CoolGuy/
Ida Nur Hidayati
ibu sama anak ternyata sama saja.
semoga Arsaka lebih ngek dengan tujuan mereka
ken darsihk
Yah ternyata mama sama anak sebelas dua belas sami mawon , sama 2 brengsekkkk 😠😠😠
guest1053527528
wadduuh mama dan anak sama Doong gawat ini Thor lanjut thor
Nandi Ni
oooohh..ternyata mama Dina seorang pemain rupanya,dia ngeh kalau ini sebuah jebakan.
Rarik Srihastuty
Farhan kenapa kamu selalu salah memilih istri setelah pisah dari Hana...
Enny Suhartini
Bagus Arsaka👍
Lela Angraini
peeehhh mau main" sama arsaka ya. ooohhh tidak bisa fulgosooooooooo,,kamu blm tahu saja si arsaka. sekali jentik habis kamu
Teh Yen
ank sama ibu sama" matre ternyata ,,kenapa.sih Farhan kurang beruntung yah dapet istri baik dulu kamu buang Hana yg tulus mencintaimu d sia sia kan,,.dapet Chika yg mencintaimu tanpa batas .... skrng malah dapet istri yah yg begitu huuh
Oma Gavin
dina kepedean banget rencananya berhasil sebelum saatnya tiba el sudah tau duluan kebohongan zoya dan berbalik membenci zoya
Patrick Khan
ow tidak bisa skenario bukan di emak km zoya..tp di tangan mam othor😏😏
Mama Reni: 🤣🤣🤣🫣🫣🫣
total 1 replies
Eka ELissa
gila ni anak emak sama 2 gak tau diri......
Eka ELissa
TPI jgn lupa kbusukn yg di simpan lama 2 juga bkln kbongkar juga .....🫣🫣🫣🫣
Eka ELissa
Farhan......kmu slalu pilih orang yang slah....udh ilang Hana ktmu Chika yg yaa... lumayan udh mau tobat kmu buang eh....nmu lagi gundik baru...yg sama GK bner juga ..🤣🤣🤣🤣ksian bgt kmu Farhan 🤣🤣🫣
Apriyanti
dasar emak SM anak SM nya,, lanjut thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!