NovelToon NovelToon
Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Pelayanku Sang Primadona Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Mulai sekarang, setiap satu jam sekali, kamu harus mencium bibirku! Aku tidak akan menerima penolakan," tegas Nathan lagi. "Kamu wajib menciumku di mana pun kita berada, bahkan di dalam kelas atau di tempat umum."

Jenny mulai merasa panik, "Tu - tuan, tapi itu sungguh tidak masuk akal!"

"Jenny, jika ingin ibumu selamat dan semua alat medis tetap terpasang di tubuhnya yang lemah itu, turutilah apa mauku!" ujar Nathan dengan nada mengancam. Ancaman tersebut membuat lamunan Jenny terhenti seketika.

****

Jenny terkejut saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Nathan, tuan muda culun yang menjadi murid terbodoh di antara 450 siswa di SMA Taruna. "Jadi, jika kamu ingin aku sembuh dari semua luka trauma yang ditimbulkan oleh ayahmu, mulai sekarang kamu harus menciumku setiap satu jam sekali," ucap Nathan tegas.
****
Jenny adalah seorang perempuan yang sedari kecil hidup penuh kebahagiaan, bahkan hidupnya nyaris sempurna.

Ia terlahir dengan paras yang cantik, hidup penuh kebahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.

Di saat yang kesakitan melanda Jenny, dari kejauhan ada seorang murid yang melihat aksi yang di lakukan oleh Tiara dan juga Kamila.

Melihat Jenny yang kesakitan dan kepanasan, seorang murid perempuan yang tadi ada di dalam bilik sekolah pun buru buru keluar dari area kamar mandi sekolah itu.

Ia ingin mencari bala bantuan, karena sekarang kulit Jenny terlihat mulai memerah di area wajah dan juga tangannya.

Sementara Jenny hanya bisa menangis dan juga menjerit kesakitan di dalam area kamar mandi yang luas itu sendirian.

"Ya Allah, kenapa hidupku berbuah drastis seperti ini? Bahkan sejak SMP banyak murid perempuan yang mendekati ku dan juga baik pada ku. Kenapa sekarang semuanya berubah 180 derajat seperti ini. Bukankah di sekolah ini Kamila dan Tiara adalah orang yang paling dekat dengan ku? Kenapa mereka tega?" gumam Jenny dalam hatinya, ia nampak bertanya tanya pada takdir yang sekarang ini menimpa dirinya.

Jenny tampak menatap ke arah pintu, ia tampak melihat punggung Kamila dan juga Tiara yang sudah hilang dari balik pintu dengan tatapan penuh kekecewaan.

Sementara murid perempuan itu terlihat keluar dari kamar mandi untuk menemukan Galen, ia terlihat berjalan ke arah kantin sekolah dengan wajah yang terlihat malu malu, ia terus berjalan ke arah sebuah meja yang ada di kantin.

"Boss, bukankah perempuan itu yang seminggu lalu kirim surat ke boss?" tegur salah satu teman Galen.

Galen nampak termenung seraya berpikir keras.

"Boss itu pasti lupa! Orang murid perempuan yang kirim surat untuknya di sekolah ini banyak sekali!" timpal Richard dari kejauhan.

"Ya udah kalau begitu cewek itu buat mainan kita kita saja ya boss, sepertinya cewek itu tipikal wanita yang tidak mudah menyerah!"

Perempuan itu nampak terus berjalan ke arah Galen dengan wajah takut, walaupun saat ini dirinya menjadi pusat perhatian di seluruh kantin. Bahkan sepuluh teman laki laki Galen yang duduk tak jauh darinya juga nampak memperhatikan perempuan itu.

"Stop, mau kemana? Boss Galen sedang makan, dia sedang sibuk sekarang ini! Ayo lebih baik ikut Abang ke gudang! Karena Abang sekarang ini tidak sedang makan." Tiba tiba salah satu teman Galen terlihat menghentikan langkah kaki murid perempuan itu.

"A - ada yang perlu gue katakan sama Galen!" Perempuan itu nampak berbicara dengan nada suara yang terdengar terbata bata.

"Bicara sama gue aja yuk! Kita bisa bicara empat mata di gudang, soalnya sekarang gue itu nganggur nih!" Richard nampak mendekati perempuan berseragam itu, lalu dengan kurang ajarnya Ricard merangkul perempuan itu.

"Ini soal Jenny! Dia sekarang ini sedang kesakitan di dalam kamar mandi! Karena dia di siram dengan air bubuk cabe yang lumayan banyak oleh kamila dan juga Tiara!" Perempuan itu berusaha untuk memberanikan diri, berbicara dengan suara yang terdengar keras.

"APA?" Suara berat Galen terdengar begitu menggelegar di kantin itu.

Dengan wajah yang terlihat begitu kaget, Galen pun terlihat berdiri lalu menghampiri murid perempuan itu.

"Dimana Jenny?" tanya Galen dengan wajah khawatir.

"Di - dia berada di dalam kamar mandi perempuan," sahut perempuan itu.

Galen terlihat langsung berlari meninggalkan perempuan itu, tanpa memperdulikan makan siangnya yang sekarang ini belum habis.

"Gue sebenarnya ingin menolongnya tapi, gue tidak kuat kalau harus menggendongnya," imbuhnya. Akhirnya perempuan itu berdiri di dekat meja Galen sendirian dan menjadi pusat perhatian para murid penghuni kantin.

Perempuan itu terlihat menyunggingkan seulas senyuman manis, sembari menatap punggung Galen yang sudah menjauh.

"Ha ha ha, kalau begini saingan gue bisa berkurang. Pastinya Galen itu akan sangat membenci Kamila dan juga Tiara, dan dia tidak akan mempercayai semua yang di katakan oleh Tiara maupun Kamila perihal Jenny.

Untuk Jenny, dia sekarang sudah menjadi tawanan sepupu gue yang aneh itu. Pasti Jenny tidak akan bisa lepas dari Nathan begitu saja, dan gue bisa menyingkirkan orang yang menyukai Galen satu persatu. Apalagi menyingkirkan perempuan model Kamila dan Tiara yang urakan itu bukanlah hal yang mudah. Tapi sekarang keduanya sudah masuk daftar hitam Galen. Dan gue bisa segera mendapatkan Galen dengan bantuan Nathan pastinya, orang Nathan itu gak sebodoh dan juga seidiot yang di kira orang orang." gumam perempuan itu dalam hatinya dengan sebuah senyuman miring yang tercetak jelas dari ke dua sudut bibirnya.

Karena para murid laki laki yang tadi mengerubungi Galen tampak menyusul bossnya.

Galen sendiri langsung pergi ke dalam kamar mandi perempuan, bahkan di sana ia terlihat langsung menyelonong masuk untuk menolong Jenny yang kesakitan.

"Jenny, bukankah lo itu dekat dengan Tiara dan juga Kamila? Kenapa mereka berdua itu tega melakukan ini sama lo! Gue akan bikin perhitungan sama Kamila dan juga Tiara." gumam Galen dalam hatinya.

Dengan wajah yang terlihat begitu panik, Galen langsung menggendong tubuh Jenny ala bridal style dan membawanya ke UKS.

Wajah Jenny terlihat memerah seperti kepiting rebus, bahkan muncul beberapa bintik merah di area wajah dan juga tangannya.

"Jenny gue akan membawa mu ke Unit Kesehatan Sekolah, tolong bersabar ya!" Suara berat milik Galen nampak menenangkan Jenny.

Jenny yang sedari tadi merintih sembari menutup ke dua kelopak matanya, lambat laun membuka ke dua kelopak matanya itu.

"Galen, hiks. Sakit, perih!" rintihan Jenny.

"Sebentar lagi kita akan sampai di Unit Kesehatan Sekolah!"

Air mata terlihat terus luruh dari ke dua kelopak mata Jenny. Apalagi sekarang ini, ia malah membayangkan amarah Vina saat dirinya tidak bisa bekerja dengan baik dalam kondisi seperti ini.

Karena dirinya itu sadar diri, baru sehari ia bekerja menjadi pelayan, tidak mungkin kan langsung libur.

****

Di dalam ruangan kepala sekolah, Zionathan Vector tampak menunggu pelayannya, Jenny, dengan sangat gusar.

Sudah 20 menit Jenny meninggalkan ruangannya, dan rasa cemas semakin menyelimuti pikirannya. Nathan berjalan ke sana kemari, lalu duduk kembali sembari menyantap makanan yang dibelikan ibunya.

Kenapa ia tidak kembali-kembali? Apakah ia mengalami masalah? Atau... seseorang menahan dia di luar sana? Semakin aku berpikir tentang hal itu, semakin cemas aku menjadi. "Tunggu sepuluh menitan lagi, Nathan! Kalau sampai Jenny tidak kembali ke ruangan ini, kau harus mencarinya dan memberikan hukuman padanya!"

Nathan menggelengkan kepala, mencoba mengusir pikiran buruk yang bergejolak di dalam dirinya. Dia tak ingin berlarut dalam kekhawatiran yang berlebihan, tetapi kegelisahan di hatinya tidak bisa terbendung.

Aku tahu, Jenny adalah pelayan yang baik, dan tak pernah memperlakukan pekerjaannya dengan seenaknya. Tapi, mengapa tadi aku merasa ada yang tidak beres dengan keadaannya?

Ketakutan dan kecurigaan menggerogoti pikiran Nathan, tetapi dia tetap berusaha menenangkan diri dan berpikir positif. Dia mulai berbicara pada dirinya sendiri dengan raut wajah yang kesal, "tenang Nathan, kau hanya perlu bersabar menunggu. Tunggu sepuluh menitan lagi."

Walaupun demikian, kata-kata itu seolah tak mampu meredakan kegelisahan yang merayap di benaknya. Nathan kemudian memutuskan bahwa ia harus menyiapkan langkah berikutnya jika memang Jenny tak kunjung kembali. Dia tidak akan membiarkan apa pun terjadi pada pelayannya itu.

"Pokoknya jika sampai kau itu tidak kembali dalam 10 menit lagi! Aku pasti akan memberikan hukuman padamu!" gumam Nathan dengan wajah penuh kebencian.

1
Alia Chans
Hadir thor, cerita nya seru like+ bunga🌹😉




kalo berkenan mampir juga ya😉
Fitria Callista: terimakasih banyak kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!