NovelToon NovelToon
Perjodohan Licik

Perjodohan Licik

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Contest / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: San san 💕

Seharusnya Sofia bahagia di hari pernikahan ini, tetapi ternyata dihari yang sama suami yang baru di nikahinya sore tadi melemparkan surat cerai ke wajahnya. " Bukankah kamu memang berambisi menikah denganku? Tanda tangani kita impas." Akankah Sofia menandatangani surat cerai itu? Pria yang di cintainya sejak kecil ternyata memendam kemarahan. Wiliiam menikahinya hanya untuk merampas hartanya. Bagaimana cerita selanjutnya. Jangan lupa Like and Vote ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon San san 💕, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 Mengingatmu kembali

Duduk di tepi pantai Seminyak, angin yang berhembus sepoi sepoi, membuai mata dan fikiran Sofia. Cuaca yang begitu mendukung untuk tidur dan santai.

"Masih lama." Ucap Liam kepada Sofia.

Mereka berdua rebahan di atas kursi pantai berwarna biru, dengan payung putih berenda, sehingga wajah mereka terlindung dari sinar matahari sore.

"Apa kamu ikut menemui kakak ku?" Tanya Liam kembali.

"Tidak, aku di sini saja, pinggangku terasa sakit."

"Baiklah, kamu lihat bean bag di sebelah sana? Nanti aku duduk situ. Kamu menginginkan apa?"

"Aku kenyang." Ucap Sofia.

"Setidaknya kamu minum kelapa muda, baik untuk kulit bayimu, apalagi di dalam perutmu ada dua nyawa yang harus kamu kasih makan."

"Baiklah, tapi tolong pesankan pisang bakar juga kentang goreng." Ucap Sofia dengan wajah imutnya.

"Bukankah tadi kamu bilang kenyang? Sekarang malah memesan begitu banyak makanan, kamu membuat hidupku bangkrut." Ucap Liam dengan pura pura marah.

Mereka berdua tertawa bersama. Liam berdiri mencari seorang pelayan, Liam memesan tiga menu yang di minta oleh Sofia.

"Sebentar lagi sunset, aku di sini saja. Kamu bisa pergi sekarang. Aku tidak mau kamu mengambil jatah makanku."

"Dasar, aku pergi Ok, sepertinya kakakku sudah dekat. Bisa kau bantu menyimpan tasku? Aku malas membawa tas ini. Terlalu resmi." Ucap Liam, dia menitipkan tasnya kepada Sofia. Liam merasa tas kantor yang di bawanya kali ini tak sesuai dengan dirinya. Biasanya dia hanya memakai tas pinggang.

"Baiklah, pergilah. Aku bosan mendengar ocehan dokter."

Liam tersenyum meringis. Meninggalkan Sofia dengan senyum mengejek. Pelayan datang membawa pesanannya. Sofia memandang ke tengah pantai, Begitu banyak kenangan yang di tinggalkan.

William..... Kamu sangat mengecewakanku. Tapi aku tak pernah dendam padamu. Kamu sudah mendua sebelumnya. Sekarang aku tenang, aku tak akan marah padamu, aku tak akan memohon padamu untuk kembali. Karna bagiku, ini memang kemauanmu. Satu yang harus kamu ingat. Kamu tak akan mendapatkan kebahagiaan dengan wanita lain, hanya karena kamu sudah menghancurkan hatiku.

Sofia menekan dadanya. Air mata yang di tahannya selama ini akhirnya tumpah. Dia tak mau menangis di depan nenek ataupun Liam. Baginya rasa sakit hatinya cukup dia sendiri yang merasakannya. Mengusap lembut perutnya. Mencoba untuk iklas.

Sofia mengenakan gaun tanpa lengan berwarna pastel rambut yang tergerai di tutup dengan topi berwarna putih. Perutnya yang menyembul membesar, siapapun yang melihatnya akan merasa tertarik, ibu hamil yang sexi.

Sofia memejamkan matanya, menarik nafas panjang, menghembuskannya pelan pelan. Mengambil ponsel dan mengaktifkan layar kamera. Sofia mengabadikan suasana di tepi pantai itu. Di kamera ponsel Sofia, menangkap bayangan Liam yang melambaikan tangan padanya. Sofia tersenyum dengan membalas lambaian tangannya juga. Terlihat Liam duduk bersama dua orang, mereka tampak asik mengobrol.

Menahan rasa ingin buang air kecil benar benar mengganggu. Sofia berdiri meninggalkan kursi pantai, menuju toilet.

Dia seperti kerepotan karena harus membawa dua tas, satu miliknya dan satu milik Liam.

Orang yang melihatnya akan merasa kasihan dengan perutnya yang super besar dengan menenteng dua tas, Sofia wanita hamil tetapi cantik. Tubuhnya yang mungil, kulit putih dengan rambut hitam legam. Berjalan pelan di atas paving pijakan.

Tangan kanan menahan perutnya agar dia bisa berjalan lebih cepat.

Jarak toilet rumah makan dengan tempatnya lumayan jauh. Susah payah akhirnya Sofia sampai di toilet.

Beberapa meter memasuki toilet, Sofia di tahan oleh seorang laki laki berwajah tirus.

"Silakan anda mencari toilet yang lain." Ucap laki laki berwajah tirus, ternyata dia adalah dokter Pram. Lelaki itu tak mengenali Sofia.

"Bukankah itu toilet wanita!" Bentak Sofia.

"Tetapi anda tak di ijinkan memakai toilet ini."

"Mana bisa begitu, apa kamu tau bagaimana rasanya perempuan hamil menahan kencing. Apa kamu tau rasanya kandung kemih tertekan kepala bayi hah?" Sofia merasa kesal.

"Silahkan anda mencari toilet yang lain letaknya di balik dinding itu."

Sofia menahan marah, dokter Jhon dengan angkuhnya menutupi akses masuk ke toilet dengan badannya yang kurus menjulang.

"William kau lihat keluar, kenapa ada ribut ribut." Ucap Elsa yang kesakitan di dalam toilet. Tubuh Elsa tak bisa menahan udara pantai, dia pusing dan muntah. Wiliam mengusap punggung Elsa dengan lembut.

"Baik, aku akan melihat siapa yang berani membuat kekacauan di luar."

William membuka pintu dengan kasar.

"Pram, siapa yang berani membuat kekacauan?"

Suara William cukup keras, Sofia merasa tidak asing mendengar suara itu. Tersadar kalau itu adalah William, dengan cepat Sofia meninggalkan toilet itu. William tak mendapatkan siapa siapa, Pram menunjukkan siluet tubuh wanita yang tengah berlari. William sangat mengenali wanita itu, tetapi dia ragu.

Apa mungkin dia Sofia? Ah mana mungkin.

William tersadar setelah Elsa memanggilnya.

"Siapa?" Tanya Elsa setengah merintih.

"Bukan siapa siapa. Orang itu pergi sebelum aku keluar."

William memapah Elsa menuju tepian pantai dimana Liam masih setia menunggu.

Sementara Sofia berlari ketakutan. Bersembunyi di balik pot besar. Dengan mata kepala sendiri dia melihat William memapah Elsa keluar dari toilet. Tetapi William tidak bersama asisten Jim.

Kemana Jim, padahal aku membutuhkan informasi tentang keberadaan ayahku.

Sofia tak mungkin kembali ke tempat semula, dia takut berjumpa William.

Sofia masih merasa kesal, kenapa William bisa berada di sini. Sofia berfikir kenapa dia bisa jatuh cinta dengan lelaki sebrengsek William.

William sudah sampai di tempatnya semula, lelaki itu sungguh perhatian dengan Elsa.

"Kakak ipar, kamu begitu pucat. Apa sebaiknya kakak ipar istirahat di fila saja. Biar kak William bersama Liam. Liam masih kangen. Bagaimana?"

Ternyata yang di maksud saudara oleh Liam adalah William.

"William, biar aku yang menemani Sofia. Kamu di sini saja bersama sepupumu, kamu jangan kuwatir." Ucap dokter Pram, sekarang dia diangkat menjadi dokter pribadi Elsa.

"Baiklah. Sayang... kamu ke fila bersama pram ya." Ucap William, matanya sendu menatap Elsa.

Elsa pergi di papah oleh dokter Pram. William sangat percaya kepada Pram, karena menurut Elsa, Pram adalah saudara yang hidup bersama di panti.

Liam adalah sodara dari pihak ayah William. Dulu keluarga Liam sangat serakah dan tamak. Tetapi sekarang tidak lagi, karena pengaruh Roni, yang sudah membiayai kehidupan keluarga Liam hingga mencapai kesuksesan. Tak terasa obrolan mereka sudah cukup lama. Liam tersadar kalau sudah meninggalkan Sofia sendirian.

"Kakak, aku lupa kalau kemari bersama teman. Aku akan mengenalkanmu dengannya. Tetapi sepertinya temanku sudah tidak ada di tempat. Kalau begitu kita sudahin aja pertemuan kita, kapan kapan kita ketemu lagi."

"Kamu bisa menelepon temanmu kan, kenapa buru buru?"

"Masalahnya ponselku di dalam tas, dan dia membawa tasku."

"Kamu dari dulu tidak berubah. Ayo biar aku antar."

Sofia menganggukkan kepalanya. Berdua berjalan ke tempat di mana mobil Liam di parkirkan.

Eng ing eng. Semoga Sofia tidak bertemu William. Supaya Novelnya gak cepat selesai. Penulis maunya panjang ceritanya. Jangan lupa Like and komen ya.😘😘Trimakasih

1
Anim
akhirnya ketemu
lama banget aku cari mau baca ulang
Khanza Safira
seru seru seru
Yus Nita
apa Sofia otak ny berul2 tak berfungsi y...
Yus Nita
manis x lambesi Evantio...
padahal dia sendiri tak betah pada satu wanita.
dasar bandit srlamgkamgan
Yus Nita
malang betul nasib bayi Davian.
Yus Nita
apakah sang Eseckutor adlah William yg sdh berganti wajah, karena kebakaran itu...
Yus Nita
Sultan mah bebas...
kapal pesiar dan apartemen mah kecil... 😁😁😁
Yus Nita
nyarik mati di pra
si pram juga korban cinta buta, yg merasa UAS dengan layanan panas ny Elsa
n
Yus Nita
emang g kau pantas dapat kan
Yus Nita
itu balasan bagi orang yg cerewet dan tak ada titik komany klu bicara
Yus Nita
itu balasan bagi orang yg cerewet dan tak ada titik komany klu bicara
Yus Nita
msmpus lo jalang akhir ny kedok mu kebongkar juga asal ny sampah, kembali lagi jadi slah
syukurin...
Yus Nita
ternyata yg di bilang darah lbh kental dari pada air adalah fakta ada ny 😁😁😁
Yus Nita
sembunyi kan alamat I mu Joe
srblomonster William menemu kan mu 😁😁😁
Joe terlalu teledor, hingga alamat IP ny dpt di ketahui oleh willian
Yus Nita
lah.. kenapa si Jim hrs skt hati.
bkn kah tuan ny yg telah menggores luka yg terdalam pada Sofia.
ngaca lu Jim 😁😁😁
Yus Nita
kurang seru klu balasan yg lbh menyakit kj an tdk menimpa William.
Yus Nita
dasar biadabnya si William..
kapan lah saat hsnjaran ny dia.
Yus Nita
sampai sekarang msh bisa di percaya sama Elsa. dasar suami bodoh dan pecundang. msh saja bodoh .
Yus Nita
erlahan tapi pasti sakit akan menerpa mu
dan kebakaran perlahan 2 juga akan terungka
Yus Nita
dasar William bodoh, mata hati ny tlh tetutup cinta bita.
sehingga percaya saja dengan omongan 2 orang pecundang itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!