NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Menikah dengan Kerabat Mantan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:136.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Selama tiga tahun menjadi istri Arga Pratama, Rania selalu merasa tertekan karena dianggap gagal memberikan keturunan.
Arga mencintainya, tapi tak sanggup menahan tekanan ibunya yang mengancam akan mengakhiri hidup jika Arga tidak mau menikah lagi dan bercerai dengan Rania.

Akhirnya, Rania meninggalkan rumah tangganya dengan hati yang hancur.

Di sisi lain, Alvino Pratama, saudara sepupu Arga yang jauh lebih kaya dan berkuasa, ternyata sudah lama menyimpan perasaan pada Rania.

Rania pun menerima lamaran dari Alvino karena orang tua Alvino mengatakan Alvino juga tidak bisa memiliki keturunan. Rania berharap setidaknya ia bisa mendapatkan ketenangan karena tak lagi dikejar masalah anak.

Namun baru tiga bulan menikah, Rania dinyatakan hamil. Rania bahagia, tapi juga cemas. Bagaimana kalau kehamilannya dicurigai? Karena itu Rania menyembunyikan kehamilannya. Namun, tanpa sengaja Alvino mengetahui kehamilan Rania.

Lalu, apakah Alvino bisa menerima kehamilan Rania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03

.

Rania menghela nafas berat lalu berdiri tegak. Matanya menatap sekeliling ruangan yang pernah menjadi tempat kebahagiaannya. Mengingat kenangan demi kenangan yang tercipta antara dirinya dan Arga.

"Terima kasih pernah memberikan aku cinta yang tulus," ucapnya tenang. Air mata tak lagi mengalir di pipinya.

Arga menelan ludahnya yang tercekat di tenggorokan. Ucapan terima kasih itu layaknya belati yang mengoyak hatinya. Kenyataannya ia sama sekali tak bisa mempertahankan wanita itu di sisinya.

“Terima kasih juga akhirnya kamu melepaskan cinta ini. Mulai malam ini, aku tidak lagi memiliki hubungan apapun dengan keluarga Pratama."

Rania mengakhiri semuanya lalu melangkah menuju ke salah satu sisi ruangan dan mata Arga yang mengikuti setiap gerakannya seketika terbelalak kaget. Kenapa tadi dia tidak sadar kalau ada sebuah koper besar berdiri tak jauh dari sofa tempat mereka berada. Tubuhnya seketika menegang kaku.

"Kamu..." suaranya tercekat di tenggorokan. "Kamu akan pergi malam ini juga?"

"Tentu saja.” Rania menjawab sambil menarik handle koper itu tanpa ekspresi. "Aku sudah mendengar keputusan kalian sejak tadi sore. Jadi sudah ada cukup waktu untuk mempersiapkan diri."

Kalimat itu terasa seperti dipukulkan batu besar ke dada Arga. Jadi, bahkan sebelum ia pulang ke rumah dan kata talak itu terucap, Rania sudah mempersiapkan kepergiannya? Wanita itu benar-benar sudah menyerah sepenuhnya?

Arga segera melangkah tergesa mendekatinya. "Rania, jangan lakukan ini… Setidaknya tunggulah besok. Ini sudah malam, kamu mau ke mana."

Namun Rania segera menepis tangan Arga. Ucapan pria itu yang tampak begitu mengkhawatirkan dirinya sama sekali tak berguna. Wanita itu pun mulai berjalan menuju pintu utama. Namun, Baru beberapa langkah kakinya berjalan…

BRAK!

Pintu depan terbuka keras dari arah luar. Bu Ratih, ibunya Arga masuk dengan langkah tegas dan wajah yang dipenuhi amarah yang belum surut.

"Ibu?" seru Arga terkejut melihat kedatangan ibunya.

Nyonya Pratama tampaknya memang sengaja mengejar Arga karena tidak ingin putranya itu berubah pikiran begitu bertemu dengan Alma. Dan begitu matanya menangkap koper yang tergenggam di tangan Rania, raut wajahnya langsung berubah lega, namun juga menjadi tajam dan penuh kecurigaan.

"Baguslah, akhirnya kamu menceraikan wanita tak berguna ini juga," ucapnya sinis tanpa basa-basi.

Arga langsung menegang, berusaha mencegah agar suasana tidak semakin memanas. "Ibu, aku sudah menuruti kemauan Ibu. Tolong jangan mulai lagi."

Namun wanita itu sama sekali mengabaikan kata-kata putranya. Tatapannya tetap tertuju pada koper di tangan Rania seolah sedang mengawasi pencuri.

"Baru saja dicerai lalu buru-buru membawa barang-barang?" cibirnya dengan nada meremehkan. "Siapa tahu ada barang milik keluarga Pratama yang ikut dibawa diam-diam."

"Ibu!" bentak Arga dengan nada tinggi, tak tahan lagi mendengar ucapan yang menyakitkan itu.

Tapi Nyonya Pratama tidak peduli sedikit pun. "Lebih baik diperiksa saja dulu. Jangan sampai ada perhiasan atau barang berharga yang dibawa pergi begitu saja."

Kalimat itu membuat seluruh tubuh dan otak Rania terasa panas hingga tanpa sadar dua tangan wanita itu terkepal erat. Rania memejamkan matanya rapat-rapat, merasakan dadanya terasa sangat sesak hingga nyaris membuatnya sulit menarik napas. Bahkan setelah semuanya berakhir, dan ia kehilangan rumah tangganya, wanita itu masih memandangnya serendah itu.

Perlahan Rania membuka matanya kembali. Tatapannya kini terasa kosong, lelah, dan tak lagi memiliki emosi apa pun. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia mengangkat koper itu sedikit lebih tinggi.

Arga seolah langsung mengerti apa yang akan dilakukan istrinya. "Rania, jangan..."

Namun sudah terlambat.

BRAK!

Dengan satu gerakan keras, Rania membanting koper itu ke lantai. Kunci koper terbuka dan seluruh isinya berhamburan keluar, berserakan ke segala arah di atas lantai ruang tamu.

Pakaian sehari-hari, buku-buku bacaan, peralatan kerja sederhana, foto-foto kenangan lama, dan barang-barang pribadi lainnya tergeletak berantakan.

Keheningan seketika menyelimuti ruangan. Tidak ada satu pun barang mewah yang terlihat. Tidak ada satupun benda berharga, tidak ada emas, atau bahkan kartu kredit yang bisa diklaim milik keluarga Pratama. Bahkan cincin, gelang, maupun kalung yang pernah diberikan Arga selama masa pernikahan mereka pun tidak terlihat di antara tumpukan itu. Hanya ada barang-barang yang dibeli Rania sendiri dengan hasil keringatnya.

Nyonya Pratama langsung terdiam, namun tampaknya wanita itu sama sekali tidak merasa bersalah. Sementara Arga hanya menatap tumpukan barang itu dengan mata yang semakin memerah, dadanya terasa diremas kuat oleh rasa bersalah. Kini ia benar-benar mengerti maksud Rania. Wanita itu benar-benar ingin menghapus seluruh jejak keberadaannya dari keluarga ini.

Perlahan Rania melepaskan gagang koper yang sudah rusak itu. Ia menoleh menatap Arga untuk terakhir kalinya, tatapannya masih menyisakan kesedihan mendalam namun juga keteguhan yang tak bisa digoyahkan.

"Selamat tinggal, Arga," ucapnya dengan suara yang sangat pelan namun terdengar jelas menusuk hati. “Jangan lupa mengirim surat cerai padaku."

Kalimat itu cukup untuk menghancurkan sisa kekuatan dalam diri Arga. Ia segera melangkah maju ingin menahan.

"Rania, tunggu sebentar..."

Namun Rania hanya menggeleng lembut. "Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan di antara kita. Semua sudah selesai semenjak kata talak keluar dari mulutmu. Tapi, aku berdoa semoga kamu bahagia dengan istrimu nanti."

Air mata kembali menetes di pipinya, namun kali ini ia tidak berusaha menyekanya. Tanpa mengambil kembali barang-barang yang berserakan, ataupun kopernya yang sudah rusak, Rania berbalik dan melangkah keluar dari rumah itu. Meninggalkan semuanya. Rumah, kenangan, cinta, dan juga luka yang menyakitkan.

Arga hanya bisa berdiri mematung di tengah ruangan, menyaksikan wanita yang paling dicintainya perlahan menjauh dan menghilang dari hidupnya.

Pintu rumah tertutup perlahan dengan bunyi yang pelan namun terasa sangat berat. Dan pada saat itulah, Arga baru benar-benar merasakan pahitnya kehilangan yang sesungguhnya.

“Apa ibu sudah puas?" tanya Arga tanpa menatap ke arah wanita yang menghadirkannya ke dunia..

Bu Ratih, ibunya Arga mengerutkan kening mendengar pertanyaan putranya.

"Apa Ibu sudah puas bisa membuat aku berpisah dengan Rania?!”

Suara teriakan Arga terdengar oleh Rania yang baru berjalan sampai di halaman.

“Kamu itu ngapain sih?” Terdengar sahutan dari Bu Ratih. “Wanita itu bukan hanya Rania seorang! Pergi ya biar pergi, nanti juga Ibu Carikan kamu istri yang lebih cantik dari dia. Dan terutama berasal dari keluarga terhormat dan tidak mandul!"

“Aaa…!!!"

Prang!

Pyaar!

Suara teriakan Arga diikuti dengan suara benda yang dilempar keras dan pecah berhamburan juga terdengar di telinga Rania. Wanita itu tersenyum miris.

“Setidaknya kamu masih memiliki hati," gumamnya pelan. “Tapi apa gunanya pembelaan itu sekarang? Semua sudah terlambat. Kenapa tidak tadi sore sebelum talak kau ucap? Jika seperti itu setidaknya aku masih ada alasan untuk bertahan."

Rania menepuk dadanya yang terasa sesak. Bohong kalau dibilang dia tidak patah hati. Hidup bersama selama tiga tahun, ditambah dengan waktu pacaran selama dua tahun, tak mungkin tidak menyisakan kenangan manis, dan tak mungkin bisa terhapus begitu saja.

Namun, wanita itu kembali menegakkan langkahnya. Ia tidak boleh terpuruk hanya karena masalah perceraian. Hidup kedepannya masih panjang. Dan dia butuh mental kuat untuk menghadapi apa yang akan terjadi. Termasuk gosip yang pasti akan disebarluaskan oleh mantan Ibu mertua.

"Aku tidak takut! Aku pasti bisa menghadapi semuanya!”

1
Muft Smoker
sukses mu bukan hanya di pratama arga ,, kalo km memang punya kemampuan km hidup dmana pun pasti berhasil ,, jgn mau di setir trus ma org tua ,, yg katany buat kebaikan mu ,, ternyata hanya buat kebaikan dompet Dan Harga diri mereka ,, 😏😏😏😏
Muft Smoker
seneng yx liat bagas , rendy , Dan alvino akur ,, tdk terpengaruh dg perebutan pimpinan pratama ,,
jarang2 kn d Dunia ni yg seperti itu ,, kebanyakan pda saling menjatuh kan ,,

meski nanti pratama bukan alvino yg pegang ,, msh ad bagas Dan rendy yg memiliki kemampuan yg mumpuni ,,
Muft Smoker
udh abis ini bu ratih jualan nasi uduk aj ma gorengan ,,
😒😒😒😒😒😒
gx usah mikirin tahta pratama ,,
Aditya hp/ bunda Lia
siapa dulu dong Alvino di lawan ....
sunaryati jarum
Segera diketahui hasil tes DNA nya
sunaryati jarum
Nah kalian merasakan ikatan batin, semoga Rania putri Pak Bima dan Istri
Linda Ayu Tong-Tong
good job alvino...i love u 🥰🥰
biar ortu arga merasakan dampak dari perbuatannya..rasakan!!
partini
Arga merintis usaha sendiri aja nanti kalau udah ok
Patrick Khan
arga meratapi nasibnya..
Patrick Khan
bom waktu akan di mulai
Lucy
kapok kau Surya ciut nyalimu kan kau kira Alvino main2 dgn ucaoannya🤭🤣
vania larasati
lanjut
Uba Muhammad Al-varo
makanya Bu Ratih kalau mau harta , baik' kin lah orang2 yang bersangkutan dengan hartanya, jangan malah kamu mengusiknya jadilah sekarang kamu dilawannya karena kejahatan mulutmu
Iffanaya 😽
kasian arga dia sudah lelah dr dulu kehidupan nya disetir ortu nya krn keserakahan ortunya...
semangat Arga kamu gk harus ngikutin kemauan ortu mu lg
Linda Ayu Tong-Tong
ayo alvino go go go tunjukkan kekuasaanmu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
Anda*
Nar Sih
semoga grup pratama akan lebih baik lgi jika bergati pimpinan👍
Nar Sih
sbntr lgi mungkin pratama grup akan ganti pemimpin yg lebih baik ,apalagi klau yg jdi pemimpin nya alvino di jamin pasti lebih maju lgi💪
Ilfa Yarni
mpus kau surya dan Ratih singa bisnis dtg untuk merebut posisi Arga jg rasain kalian nanti klo alvino menang pasti akan dia kasih ke bagas tuh dan re ndy jadi wakil direturnya
juwita
ayo bangkit Arga jgn lemah tunjukin km bisa tanpa org tua mu. jgn mau di setir trs sm org tua mu. km harus pny pendirian sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!