NovelToon NovelToon
Benih Sang Mafia

Benih Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Aksi / Drama
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Setelah ayahnya meninggal, Azalea hidup bagai pembantu di rumahnya sendiri di bawah kekejaman ibu dan kakak tirinya. Hingga suatu hari, Rosalinda menjual Azalea seharga miliaran rupiah kepada Daxon Ravenzo, penguasa mafia kejam.

Azalea diserahkan ke pria iblis itu bukan untuk menjadi istri, tapi hanya sebagai kandang pewaris. Daxon menginginkan tubuhnya hanya untuk melahirkan anak, tanpa cinta, tanpa belas kasihan.

"Kau kubeli untuk jadi BENIH keturunanku. Jangan bermimpi aku akan menyayangimu, karena bagiku... kau hanya alat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Malam hari pun tiba. Terlihat Azalea sibuk mencuci piring di dapur, sedangkan Bi Inah sedang membersihkan meja makan. Di ruang keluarga, Rosa dan Selvina duduk santai di sofa sambil menonton film. Bungkus bekas camilan yang dimakan Selvina dibuang sembarangan, bahkan sengaja dilempar ke lantai agar Azalea nanti yang membersihkannya.

Tiba-tiba, ponsel Rosa berdering keras. Ia meraihnya, lalu mengernyitkan dahi saat melihat nama yang tertera di layar: Darmawan Saputra — Manajer Keuangan sekaligus Direktur Operasional perusahaan peninggalan suaminya.

Rosa mengangkat telepon dengan nada malas. "Halo, ada apa menelpon malam-malam begini?" Tanya Rosa.

Suara dari seberang terdengar tegas dan penuh kekhawatiran. "Selamat malam, Nyonya Rosa. Saya Darmawan. Saya harus menyampaikan hal penting. Perusahaan mengalami kerugian besar. Salah satu karyawan bagian keuangan terbukti mengkorupsi uang kas perusahaan dalam jumlah yang cukup banyak. Kami baru menemukannya hari ini saat melakukan pemeriksaan laporan." Jawab Darmawan menjelaskan apa yang terjadi.

Wajah Rosa seketika berubah pucat. "Apa?! Berapa jumlahnya? Bagaimana bisa terjadi?!" bentaknya kaget.

"Jumlahnya mencapai dua ratus lima puluh juta rupiah, Nyonya. Karyawan bernama Rendra itu sudah memanipulasi laporan keuangan selama hampir setahun. Kami baru sadar setelah ada ketidaksesuaian data saat verifikasi akhir bulan." Jawab Darmawan.

Suara Rosa meninggi saat mendengar jawaban dari Darmawan, wajah memerah marah. "Dua ratus lima puluh juta?! Dasar tidak tahu diri! Bagaimana kalian bisa lengah begitu? Bukankah tugas kalian mengawasi uang perusahaan?!" Bentak Rosa.

"Saya sudah melakukan pemeriksaan mendalam, Nyonya. Kami juga sudah melaporkan hal ini ke pihak berwajib. Namun masalahnya, uang itu sudah habis digunakan dan asetnya tidak ada yang bisa disita. Perusahaan sekarang kekurangan modal untuk operasi bulan depan, bahkan untuk membayar gaji karyawan pun terancam bermasalah." Ucap Darmawan menjelaskan.

Rosa gemetar menahan emosi. "Apa maksudmu? Jadi perusahaan bisa bangkrut begitu saja? Ini kan perusahaan milik suamiku!" Tegas Rosa.

"Belum sampai tahap itu, Nyonya. Tapi kita butuh dana tambahan secepatnya untuk menutupi kekurangan. Kalau tidak, kontrak dengan klien besar kita bisa batal dan kerugiannya akan jauh lebih besar lagi." Jawab Darmawan.

Duduk lemas di sofa, matanya melirik ke arah Selvina anaknya sendiri. "Dana tambahan... mana aku bisa dapat uang sebanyak itu dalam waktu singkat..." Lirih Rosa.

Selvina yang menyadari tatapan ibunya, ia pun mendekati ibunya. "Ada apa, Bu? Kenapa wajah Ibu pucat begitu?" Tanya Selvina.

Rosa menutup telepon. "Perusahaan kita rugi besar, Nak. Uangnya dikorupsi karyawan. Kita butuh uang cepat, banyak..." Lirih Rosa berusaha mencari solusinya agar mendapatkan dana.

Rosa yang mengingat ada seorang mafia yang mencari seorang wanita, ia pun kembali menatap putrinya. "Rosa, kamu harus berbakti kepada ibu." Ucap Rosa.

Selvina menggerutukan dahinya. "Apa maksud ibu?" Tanya Selvina yang merasa curiga.

"Ibu harus menjualmu ke mafia yang bernama Daxon Ardhan Ravenzo, dengan cara itu. Perusahaan akan selamat dan jika keuangan perusahaan sudah stabil, ibu akan mengambilmu dari dia." Ucap Rosa.

Selvina yang mendengar ucapan ibunya, ia menggelengkan kepalanya dengan tegas.

"Aku tidak mau, Bu! Katanya Daxon Ardhan Ravenzo itu sudah tua, usianya sekitar 56 tahun! Pasti dia punya perut buncit, kulitnya keriput, dan penampilannya tidak terurus sama sekali! Masa aku yang muda dan cantik harus diserahkan ke pria setua itu? Aku menolak!" Tolak Selvina dengan wajah jijik.

Rosa mengernyitkan dahi, kesal karena rencananya ditolak. "Lalu bagaimana caranya, Nak? Kita butuh uang dua ratus lima puluh juta dalam waktu singkat! Tidak ada jalan lain yang lebih cepat selain ini. Dia bersedia membayar mahal hanya untuk mendapatkan seorang wanita muda." ucap Rosa.

Selvina terdiam sejenak, lalu matanya berbinar seolah mendapat ide. Ia menggeleng lagi, tapi kali ini dengan nada lebih tenang namun tetap menolak.

"Kalau begitu... kenapa bukan Azalea saja? Dia juga wanita muda, cantik, dan tidak berguna di rumah ini. Daripada aku yang harus hidup dengan pria tua menjijikkan itu, lebih baik dia saja yang menggantikanku. Lagipula dia bukan anak kandung Ibu, jadi tidak masalah jika dijual." usul Selvina tanpa rasa bersalah.

Rosa tertegun mendengar usulan itu, lalu perlahan senyum licik terukir di bibirnya. Benar juga pikirnya. Mengapa ia harus mengorbankan anak kandungnya, sedangkan ada Azalea yang selama ini hanya menjadi beban.

"Benar juga usulanmu, Nak. Kenapa aku tidak memikirkannya lebih dulu. Baiklah, ibu tidak perlu menjualmu. Azalea saja yang akan kita serahkan kepada Daxon Ardhan Ravenzo. Dengan begitu uangnya akan didapat, perusahaan selamat, dan kamu tetap bisa hidup nyaman di sini." ucap Rosa setuju.

Selvina tersenyum puas. "Baguslah. Aku tidak mau masa depanku dihabiskan bersama pria tua. Azalea yang polos itu pasti tidak akan menolak apa pun yang kita katakan." ucap Selvina.

Di dapur, Azalea tanpa sadar sedang menjadi bahan pembicaraan mereka, masih sibuk mencuci piring dengan hati yang tenang, tidak tahu bahwa nasib buruk sedang menantinya.

Setelah selesai mencuci piring, Azalea berjalan menuju kulkas untuk mengambil air es. Saat ia hendak membuka pintu kulkas, matanya melihat Bi Inah yang berjalan terhuyung-huyung sambil memegang kepalanya erat.

Melihat Bi Inah hampir terjatuh, Azalea segera berlari mendekat dan sigap memeluk tubuh wanita itu agar tidak jatuh.

"Bi Inah, kenapa?" tanya Azalea dengan nada khawatir.

"Bibi baik-baik saja, Non," jawab Bi Inah berusaha berdiri tegak, namun pandangannya terasa berputar sehingga ia sulit menjaga keseimbangan.

"Bi, ayo kita ke kamar dulu," ucap Azalea sambil membantu menopang tubuh Bi Inah berjalan menuju kamar pembantu.

Sesampainya di kamar, Bi Inah langsung duduk di tepi kasur. Azalea segera mencari kotak obat, lalu mengambil segelas air minum di dapur dan kembali bergegas masuk ke kamar.

"Bi, minum dulu obatnya," kata Azalea sambil menyerahkan obat dan segelas air putih.

Bi Inah memasukkan obat ke mulutnya dan meneguk air hingga habis. "Terima kasih, Non," ucapnya lirih.

"Bi Inah istirahat saja ya. Biar Azalea yang lanjutkan pekerjaan lainnya," ucap Azalea. Ia membantu Bi Inah berbaring, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

Azalea pun menutup pintu kamar, lalu berjalan kembali menuju ruang keluarga. Di sana, ia melihat banyak bungkus dan sisa camilan berserakan di lantai, sengaja dibiarkan begitu saja. Azalea hanya menghela napas panjang, lalu segera membungkuk dan membersihkan semuanya dengan teliti.

Beberapa menit kemudian, ruang keluarga itu sudah kembali bersih dan rapi. Hati Azalea terasa sedikit lega melihatnya. Ia pun berjalan menuju kamar barunya — kamar kecil yang berada tepat di samping kamar Bi Inah.

Setelah berada di kamarnya yang terlihat kecil, Azalea hanya tersenyum tipis lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia meraih ponselnya dan melihat ada banyak pesan masuk dari sahabatnya, Anindya Sari. Segera ia membalas pesan-pesan itu agar sahabatnya tidak terus merasa khawatir.

"Mungkin aku tidak akan lanjut masuk kuliah, sebab aku harus mengurus sesuatu dulu," tulis Azalea dalam pesannya.

Tak berapa lama, ponselnya berdering — Sari meneleponnya. Azalea segera mengangkat telepon, dan sambungan pun terhubung.

"Kamu punya masalah, ya? Kalau ada apa-apa, bilang saja. Aku pasti bantu sebisa mungkin," suara Sari terdengar penuh kekhawatiran dari seberang telepon.

"Haruskah aku jujur saja pada Sari? Haruskah aku ceritakan kalau perusahaan dan rumah warisan Ayahku kini sudah dikuasai sepenuhnya oleh ibu tiriku? " batin Azalea ragu.

"Aku... Aku hanya harus mengurus perusahaan ayahku yang ada di luar negeri, makanya aku tidak bisa melanjutkan kuliah. Aku akan sibuk mengurus semuanya," jawab Azalea dengan nada gugup.

"Jadi sekarang kamu sudah ada di luar negeri?" tanya Sari penasaran.

"Hem... Iya, aku... Aku sudah ada di luar negeri. Kalau begitu aku tutup teleponnya dulu ya. Bye, sampai jumpa," ucap Azalea tergesa-gesa, lalu segera memutus sambungan telepon.

"Maafkan aku, Sari... " lirih Azalea, suaranya terdengar penuh penyesalan. Ia pun memejamkan matanya rapat-rapat, mencoba menenangkan hatinya yang kacau.​

1
Mia Camelia
semoga azalea dan anak nya selamat yaa😔
tega banget si valeria mpe celakai azalea😔😔😔
Mia Camelia
iiihhh...dasar ulat bulu jahat valeria, awas klo sampe azalea kenapa2, daxon siap beraksi🤣
Mia Camelia
ya ampun daxon posesif juga yaa😄
Mia Camelia
ciee..daxon terpesonaa juga🥰🥰🥰
Mia Camelia
hahaaha semua takut syaiton🤣🤣🤣
aldric paling penakut iiih🤣
Mia Camelia
azalea ngidam nya manja2 gitu,
rasaiin kau daxon beli sate ayam sana🥰😂
Miu.Nuha
ahahaha betul
Miu.Nuha
nah loh, azalea sejujur itu apa nggak mengkeret itu ibu dn anak 😅
Miu.Nuha
ibu dn anak cantik dn modis juga ya 😅
Mia Camelia
daxon sweet banget sih🥰🥰🥰
lanjut thor😄
ɴs_sᴀᴘᴜᴛʀɪ✍︎: oke kak
total 1 replies
Risa Virgo Always Beau
Daxon mematung karena ulah berani kamu Azalea
Risa Virgo Always Beau
Daxon cemas banget memikirkan Azalea yang ada di rumah
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Azalea bohong ya bilang dia punya kekasih
Risa Virgo Always Beau
Sepertinya Azalea hamil ya sampai mual gitu
Risa Virgo Always Beau
Azalea kamu setelah melakukan hubungan badan dengan Daxon langsung mau beli cimol ngga istirahat dulu
Risa Virgo Always Beau
Daxon sepertinya cemburu setelah Azalea menyebut kata kekasih
Risa Virgo Always Beau
Daxon menyuruh Azalea supaya akting jadi suami istri sungguhan di depan mamanya Daxon
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon sudah menyuruh Azalea untuk bersandiwara menjadi suami istri sungguhan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Daxon menjadikan Azalea tameng buat hindari perjodohan
Risa Virgo Always Beau
Ternyata setelah Azalea hamil dan melahirkan Daxon akan membuang Azalea kejam banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!