NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Cadangan

Bukan Pengantin Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.

Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"

Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"

Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabur.

Aruni merasakan getaran kecil menjalar dari bibirnya ke seluruh tubuh. Hangat. Basah. Lembut seperti sutra. Matanya terpejam, dan dia membiarkan dirinya hanyut dalam belaian Sena.

Tapi Sena belum selesai.

Ciuman mereka lembut pada awalnya -seperti bulu yang jatuh, seperti pertanyaan yang belum terjawab. Aruni membeku, matanya masih terbuka. Tapi hanya sebentar, karena Sena semakin memperdalam lumat4nnya.

Ciuman itu berubah. Dari lembut menjadi mendesak. Dari bertanya menjadi menuntut. Tangan Sena yang satu menarik pinggang Aruni lebih dekat, sementara tangan yang lain mengangkat dagunya, menyesuaikan sudut ciuman agar lebih dalam, lebih sempurna.

Getaran yang menjalar dari bibir Aruni berubah, dari hangat menjadi panas, dan menggebu.

Sena menciumnya seolah-olah dia haus -seolah selama ini dia diam-diam mendambakan saat ini. Saat bibir mereka bertaut lembut dan saling mendamba. Lidahnya menyentuh bibir Aruni dengan lembut tapi penuh permintaan.

Aruni tidak menolak. Dia bahkan membalas -canggung, karena ini pertama kalinya bagi Aruni, tapi dia belajar. Jari-jarinya melingkari leher Sena dan mengusap leher kokoh itu, dan dia merasakan Sena mendesah kecil di antara ciuman mereka.

Mereka berciuman di bawah langit berbintang, di teras belakang rumah, di pangkuan Sena yang hangat.

Lalu seperti disambar petir, Sena sadar.

Matanya terbuka lebar. Dia melepaskan ciuman itu dengan gerakan tersentak. Tubuhnya menjauh, tangannya yang tadi memeluk Aruni sekarang terangkat di udara, seolah tidak tahu harus diletakkan di mana.

Aruni masih di pangkuannya, bibirnya basah, matanya setengah terpejam, napasnya tersengal.

Sena menatapnya. Lalu wajahnya berubah -merah. Bukan marah, tapi malu.

"Aku... maaf." Suaranya serak, tidak stabil. "Aku tidak seharusnya-"

Dia dengan cepat mendorong Aruni dengan lembut agar berdiri, lalu dia sendiri melompat berdiri. Langkahnya cepat, tidak teratur, seperti orang yang hendak kabur.

"Mas Sena!" panggil Aruni, masih bingung.

Tapi Sena tidak menoleh. Dia berjalan cepat ke dalam rumah, membanting pintu kamar dengan agak keras, lalu menghilang di dalam.

Aruni tetap berdiri di teras –bingung. Jari-jarinya menyentuh bibirnya sendiri -masih hangat, masih terasa bekas ciuman Sena.

Itu... Mas Sena membalas ciumanku. Dengan penuh hasrat. Seolah dia sudah menunggu lama.

Tapi kenapa dia langsung kabur?

Aruni menunduk, tersenyum kecil. Bukan senyum kecewa -tapi senyum bahagia.

Apakah dia malu?

Tapi aku merasakannya. Mas Sena... menyukaiku.Apakah ini artinya, perasaanku padanya selama ini terbalas?

.

Di dalam kamar, Sena berdiri diam. Pintu tertutup, punggungnya bersandar di kayu. Napasnya masih memburu, dadanya naik turun. Bibirnya masih terasa -bekas ciuman Aruni yang lembut, kaku tapi terasa manis.

Dia menutup matanya, mengutuk dirinya sendiri.

Kenapa aku melakukan itu?

Kenapa aku tidak bisa menahan diri?

Tapi di balik semua penyesalan itu, ada satu kebenaran yang tidak bisa dia pungkiri:

Dua tahun. Aku sudah mendambakannya selama dua tahun.

Perasaan yang aku acuhkan dan tak kucari tau apa itu Dan akhirnya aku menyadarinya.

Sena mengusap wajahnya dengan kasar. Senyum kecil muncul -meskipun dia mencoba menahannya.

"Aruni," bisiknya pelan ke langit-langit. "Apa yang kau lakukan padaku?

*

*

Pagi ini terasa seperti hari baru bagi Aruni. Senyum langsung mengembang di bibirnya begitu dia membuka mata. Cuitan burung pipit di luar kamarnya seperti melodi cinta yang membuatnya ingin menari dan melompat tinggi.

Aruni menatap langit-langit kamarnya, senyum masih mengembang dan dengan perlahan jemarinya mengusap lembut bibir yang masih terasa sedikit tebal –akibat perbuatan Sena semalam.

Pertama kalinya Aruni berciuman, dan dia langsung dibombardir begitu rupa, kasar tapi lembut, panas tapi manis, dan Aruni sangat menyukainya. Ciuman menuntut itu seolah-olah membuktikan jika Sena juga mendambakan dirinya tapi dia berhasil menyembunyikannya di lubuk hatinya yang paling dalam.

Aruni terkekeh, lalu berguling ke samping, membenamkan wajahnya ke bantal dan memekik girang.

Aruni menoleh, menatap pintu kamarnya yang masih tertutup rapat. “Apakah mulai hari ini kami resmi menjadi pasangan suami istri yang sebenarnya? Aku bisa mesra-mesraan dan manja sama Mas Sena?” Aruni membenamkan kembali wajahnya di bantal –mencegah teriakannya terdengar sampai keluar.

Tiba-tiba Aruni mengagkat kepalanya, menyangga tubuh bagian atasnya dnegan kedua sikunya. “Aku harus belajar memuaskan suami! Tapi belajar dimana ya? novel esek-esek? Atau.. VIVI!” pekiknya senang. Lalu dia berguling lagi hingga sampai tepi ranjang, mengambil ponselnya yang tergeletak dia atas nakas lalu kembali berguling ke tengah ranjang. Dengan cepat Aruni menekan nomer telpon sahabatnya itu.

“Halo… Runi.. ada apaan…” suara gumamam dari sebrang menandakan Vivi belum sepenuhnya bangun dari tidurnya.

“Vi! Ajari aku!”

“Ajari apa? Lu kan, mahasiswa paling pinter di kelas, memangnya mau minta diajari apa sama gue yang bodoh ini…” gerutu Vivi, nadanya sedikit sarkas mungkin karena kesal tidurnya diganggu.

“Ajari caranya memuaskan suami, hihihi…” pekik Aruni malu. Dia segera membenamkan lagi wajahnya di bantal.

Hening lama lalu terdengar helaan napas panjang dari sebrang, “Pagi-pagi mau bikin gue kesal, ya! lu mau pamer kemesraan sama suami lu yang macho itu! sorry gue nggak peduli!”

Aruni tergelak, “bukan begitu Vi, aku mau di ajarai cara-cara buat bikin suami makin cinta. Apa aja, ya kira-kira?”

“Lu pikir gue udah nikah! Kenapa tanya gue!” kesal Vivi lagi.

“Ya, kamu kan pengalaman pacarannya lebih banyak dari pada aku, Vi…”

“Halah! Ya udah goyangin bokong lu aja, udah psati klepek-kelepek itu jantan!” ucap Vivi asal.

“Caranya gimana?” tanya Aruni antusias.

Vivi medengus, “Itu insting, Run! Insting! Nanti juga gerak sendiri kalau udah waktunya!”

“Kapan waktunya?”

“Astaga! Cobaan apalagi ini Tuhanku!” pekik Vivi dari sebrang.

“Vi?”

“Mboh lah! Tanya aja ke suami tercintamu itu!”

Tut! Secara sepihak, Vivi mematikkan ponselnya dan membuat Aruni cemberut.

“Ni anak! Ditanyain bener-bener malah Canada mulu!” gumam Aruni.

Dia menatap jam digital yang ada di layar ponselnya lalu mendengus, “Jam enam pagi. Mas Sena pasti belum berangkat kan? Aku bikinin dia sarapan aja lah kalau begitu,” riang Aruni sambil bergegas menuju kamar mandi untuk cuci muka, lalu setelah itu dia turun ke lantai satu. Menatap pintu kamar Snea yang masih tertutup dan mengulum senyum.

Dengan bersenandung pelan, Aruni melangkah ringan menuju dapur, berniat membuat sarapan sederhana untuk sang suami tersayang. Aruni akan membuat nasi goreng dan telor ceplok. Berniat mengambil telor yang tersimpan di dalam kulkas, tangan Aruni berhenti diudara ketika membaca sebah catatan kecil yang ditempel di pintu kulas.

Aruni segera menariknya dan membacanya.

-Aku ada kerjaan di luar kota, satu minggu.

Kartu kredit yang aku berikan waktu itu masih kamu pegang, kan? Gunakan untuk kebutuhanmu setiap hari.

Dan satu lagi, jam sepuluh nanti ada motor yang akan dikirim dealer. Pakai motor itu untuk kuliah.

Sena.-

Aruni menghela panjang –lemas dan terduduk di kursi. “Dia pergi begitu saja setelah kejadian semalam? Apa beneran dia nggak ada rasa sama aku, ya?”

#gaes.. Jangan lupa pencet like nya ya.. Komen juga sebanyak2nya.. Yuk saling menyemangati.. ❤️‍🔥❤️‍🔥

1
falea sezi
perawan dpet bekass 🤣🤣kasian amat dpet bekas kakak sendiri klo q sih mual
Tamie: g papa kak, kan emang bukan kamu yg dapet... 🤭
total 1 replies
falea sezi
ya sena cowok bekass🤣🤣🤣🤣 males deh
Reni Anjarwani
lanjut
sryharty
ya salaaam 5 ronde gaeessss,,
lecet2 ga ya punya rumi,,😁😁
Tamie: jangan ditanya... 🤭🤣
total 1 replies
hiro_yoshi74
wk wk hebat juga run 5 x di bolak balik kayak tahu goreng dadakan ....🤭
hiro_yoshi74: mendadak 🤭🤣🤣
total 2 replies
hiro_yoshi74
nah to bikin treveloka kk tam .....
Tamie: 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭
total 1 replies
partini
nek sampe ping 4 pa 5 kue normal ping 1 pa 2 kue Ra normal
masa iya perdana kur Pindo 😂😂🤭🤭🤭 ya noo good lah
Tamie: weh.. suhune metu... 🤭🤣🤣
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut
Tamie: udah kak 🤭
total 1 replies
sryharty
kentang ka kentang,,bikin penisirin aja
selanjutnya mau apa mereka di kamar😁😁😁
Tamie: ngapain ya kira2... 🤭🤭😅
total 1 replies
partini
ya elah otak ku wis Travelling Thor 🤭😂😂
Tamie: 🤣🤣🤣 wes ngarep mesti kie... 🤣🤣🤣
total 1 replies
Hiro Yoshi
siap eksekusi run🤭🤣🤣
Hiro Yoshi: lanjut kk
total 2 replies
aku
buyar dah moment nya 😌😌🤣🤣🤣
Tamie: ambyar... 😅😅
total 1 replies
partini
welehhh endingnya di kokop tadi mode Curek budek gawe nek wkwkwkwkkkk
partini: he ahh ngerti Bae koh,,ga kokop sedina ora afdol 🤭🤭😂😂
total 2 replies
hiro_yoshi74
mau mau aje ly di umpani adit ren ren wirang kan 🤭🤣🤣🤣🤣🤣
Tamie: kasihan... 🤭🤭😅
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Hiro Yoshi
sadapp..... begitu Dateng langsung dapet samsak ........ jozzz
Hiro Yoshi: bobel up lah KK 🤭 plissss🙏
total 2 replies
partini
lah Thor part Sena cuma SE etttttwellll
partini: yesss ora ngapak ora kepenak 🤭
total 4 replies
hiro_yoshi74
wk🤣🤣🤣🤣 ngk nyangka juga vivi bakalan langsung tersepona sama adit 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
kak tam bukanya runi masih dapet ya ......
/ itu udah sembuh kan ngk lucu dah mancing bujang lapuk eh ngk bisa di exsekusi 🤭.......
hiro_yoshi74: ya sallam awass ajo kalo sampe di tunda ngk seru 🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
sryharty
jangan pengecut makanya kamu sen,,
ayo rum bikin seno cemburu marah berat,,😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!