NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagaimana Jika Ia Hamil?

Hingga jam menunjukkan pukul tiga pagi, aktivitas di atas ranjang itu masih belum benar-benar berhenti.

Elvano seolah ingin menghabiskan seluruh tenaganya malam ini. Setiap inci tubuh Ashela telah ia jelajahi, setiap lekuk telah ia cumbui dengan penuh hasrat. Mereka berdua terperangkap dalam lingkaran setan yang diciptakan oleh obat dan ketidaksengajaan.

Di bawah selimut yang kini sudah berantakan, Ashela menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong di sela-sela guncangan tubuh Elvano. Ia tahu bahwa mulai besok, hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Kesucian yang ia jaga selama 22 tahun kini telah ia berikan pada pria asing yang sedang bergerak di atasnya. Namun, anehnya, tidak ada penyesalan yang ia rasakan saat ini. Yang ada hanyalah rasa lelah yang luar biasa dan sensasi panas yang terus mengalir di dalam dirinya seiring dengan setiap gerakan Elvano.

Malam yang panjang itu terus berlanjut dengan ritme yang konsisten yaitu ciuman, c*mbuan, dan gempuran yang seolah ingin merubuhkan pertahanan terakhir mereka.

Mereka adalah dua jiwa yang dipertemukan oleh nasib yang kejam di bawah naungan kemewahan hotel yang dingin.

Di luar sana, dunia mungkin masih tetap sama, namun di dalam kamar 1802, sebuah takdir baru sedang ditulis dengan tinta gairah dan air mata yang tersembunyi.

Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden sutra yang tidak tertutup sempurna, menciptakan garis emas yang tajam di atas hamparan sprei abu-abu yang kini tampak seperti medan perang.

Ashela Safira mengerjapkan matanya yang terasa sangat berat. Hal pertama yang ia rasakan adalah sakit kepala yang menghantam luar biasa, diikuti oleh aroma maskulin yang kuat yaitu perpaduan antara kayu cendana, keringat, dan sisa-sisa gairah semalam yang masih tertinggal di udara.

Ashela mencoba menggerakkan tubuhnya, namun ia langsung meringis kesakitan. Seluruh persendiannya terasa seperti dilepas paksa.

Pinggangnya kaku, dan ada rasa perih yang nyata di antara kedua pahanya adalah pengingat brutal bahwa ia baru saja kehilangan hal paling berharga dalam hidupnya.

Ia menoleh ke samping. Di sana, seorang pria tertidur dengan posisi tengkurap. Punggung lebar Elvano yang kokoh terpampang jelas, sebagian tertutup selimut yang melilit pinggangnya.

Dalam keadaan tidur pun, pria itu masih memancarkan aura dominasi yang kuat. Rambut hitamnya berantakan di atas bantal, dan napasnya terdengar teratur, sangat kontras dengan badai yang ia ciptakan beberapa jam lalu.

Ingatan-ingatan tentang malam tadi berputar seperti film di otak Ashela. Ciuman yang menuntut, bisikan parau yang memanggil namanya, hingga gempuran berkali-kali yang membuatnya tak berdaya. Ashela menutup wajahnya dengan kedua tangan, menahan isak tangis yang nyaris pecah.

"Apa yang sudah kulakukan?" bisiknya dengan suara serak.

Ketakutan mulai merayap di hatinya. Ia melihat jam digital di atas nakas: pukul 06.15 pagi. Ia harus pergi. Pria di sampingnya ini bukan orang sembarangan. Jas mahal yang tergeletak di lantai, jam tangan mewah yang diletakkan di nakas, dan luasnya kamar suite ini membuktikan bahwa mereka berasal dari dunia yang berbeda.

Jika pria ini bangun, apa yang akan dikatakannya? Apakah ia akan menghinanya? Atau lebih buruk lagi, apakah ia akan menganggap Ashela hanyalah pelayan murahan yang bisa dibeli?

Dengan sisa tenaga yang ada, Ashela menyeret tubuhnya turun dari ranjang.

Kakinya gemetar saat menyentuh lantai yang dingin. Ia hampir jatuh jika tidak berpegangan pada pinggiran tempat tidur.

Dengan gerakan secepat mungkin meski tubuhnya remuk, ia memungut satu per satu pakaiannya yang berserakan.

Kemeja putihnya sudah kusut, dan beberapa kancingnya hilang mungkin karena tarikan tangan Elvano yang tidak sabar semalam.

Ashela masuk ke kamar mandi hanya untuk membasuh wajahnya. Ia melihat pantulan dirinya di cermin besar yang mewah itu.

Leher dan dadanya dipenuhi bercak merah keunguan, jejak kepemilikan yang ditinggalkan Elvano. Air mata akhirnya luruh juga. Ia segera menghapusnya dengan kasar.

"Asha, bangun. Kamu harus pergi," perintahnya pada diri sendiri.

Ia mengenakan kembali seragam pelayannya, mencoba menata rambutnya sebisa mungkin meski hatinya hancur. Ia tidak berani mandi; ia hanya ingin keluar dari sana secepat mungkin.

Sebelum melangkah keluar, ia menatap Elvano untuk terakhir kalinya. Ada rasa sakit yang aneh di dadanya.

Pria itu telah mengambil segalanya darinya, namun pria itu bahkan tidak akan mengingat wajahnya karena pengaruh obat semalam.

Ashela keluar dari kamar 1802 dengan langkah yang sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara. Beruntung, lorong hotel masih sepi. Ia tidak menggunakan lift tamu, melainkan mencari tangga darurat atau lift staf untuk menghindari kamera pengawas dan kerumunan orang.

Perjalanan pulang terasa seperti mimpi buruk yang tidak ada habisnya. Ashela duduk di pojok angkutan umum yang mulai padat oleh pekerja pagi. Ia terus mengeratkan jaketnya ke leher, berusaha menyembunyikan tanda-tanda merah di kulitnya dari mata orang lain.

Setiap guncangan angkot membuat tubuhnya yang sakit menjerit, namun rasa sakit fisik itu tidak sebanding dengan kekosongan di jiwanya.

Sesampainya di kawasan pemukiman kumuh tempat ia tinggal, Ashela berjalan menunduk melewati gang-gang sempit yang becek. Ia tidak ingin menyapa tetangga. Ia hanya ingin masuk ke kamarnya dan mengunci pintu.

Begitu pintu kamar kosnya yang reyot tertutup, Ashela langsung merosot di balik pintu. Ia memeluk lututnya dan menangis sejadi-jadinya.

Di kamar sempit yang hanya berisi satu kasur tipis dan lemari kayu kecil ini, kenyataan pahit kembali menghujamnya.

Ia adalah Ashela, gadis miskin pemikul hutang, yang baru saja menyerahkan dirinya pada seorang asing karena sebuah kesalahan.

"Maafkan aku, Ibu... Ayah..." tangisnya pecah.

Ia merasa sangat kotor. Ia merasa pengorbanannya selama ini untuk menjaga diri demi pria yang ia cintai suatu hari nanti, kini hancur hanya dalam satu malam penuh nafsu. Ia segera bangkit dan menuju kamar mandi luar yang kecil. Ia menyalakan keran air, lalu dengan sabun batangan yang murah, ia menggosok kulitnya dengan kasar. Ia menggosok lehernya, dadanya, dan lengannya hingga memerah, seolah-olah ia bisa menghapus jejak tangan Elvano yang seolah masih terasa membakar di sana.

Namun, semakin ia menggosok, memori tentang malam itu justru semakin kuat. Ia masih bisa merasakan berat tubuh Elvano, hangat napasnya, dan bagaimana pria itu memandangnya dengan tatapan haus. C*iran putih yang mengering di pahanya menjadi saksi nyata betapa banyaknya benih yang ditanamkan pria itu di dalam rahimnya semalam. Sebuah pikiran mengerikan terlintas 'bagaimana jika ia hamil?'

Ashela menggelengkan kepalanya dengan kuat. "Tidak, tidak mungkin secepat itu. Hanya satu malam. Tuhan tidak akan sekejam itu padaku."

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Eliermswati
waduh gawat nih thor pasti bkl ketemu sm leo mama nya el😂😂smga jngn d ambil kshn nnti ashela, smngt thor up nya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
nah nah nenek biasanya jelie melihat kemiripan leo dan elvano.... duhh seruuu thorr
elief
lanjut thor, buat elvano menyadari keberadaan leo dan ashela. semoga mama elvano liat leo hehehe
erviana erastus
ikatan batin yg kuat antara anak dana ayah namun sang ayah belum sadar 😭
Fatmawati Qomaria
elvano apakah kamu tidak ada ikatan batin antara kamu leo dan asyilla?
karna biasanya perempuan menggunakan logika dari pada perasaan...
asyilla cobalah menggunakan hati mu untuk leo
🇧🇬
harus hepi ending ya 🌚🌚🌚 jangan lupa
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
Khansa Caca
ayolah cerita nya hanya disitu situ saja langsung ke pointnya Thor biar lebih seru 🤭🙏
Eliermswati
wah akhirnya leo bs ngobrol bareng ayahnya😍😍 smngt leo smg cpt smbh dan bs main lg😍😍 smngt thor up nya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
meleleh dehh leo ngobrol dg bapaknya.. bgmn perasaan ashilla ituuu.... whaaaa pasti terenyuh yaaa.... sukaaaaa semangat up thor😍💪🙏
elfanaya 💞
Sepertinya kamu belum sadar kalau itu anakmu el
Mita Paramita
seru banget 😁😁😁 lanjut Thor 🔥🔥🔥
Ari Atik
deg-segan banget,ikut tahan bafas...😊😊
semoga mereka bisa berkumpul bersama...
Ari Atik
sejauh ini,ceritanya menarik...

next...
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
huhu bayangin alat2 n riuhnya r operasi... seru kaa👍🙏
🇧🇬
al udah deg2an kurang darah dan ketahuan! 🦖
chiara azmi fauziah
buat asela bahagia thor please
Nurilbasyaroh
mudah mudahan cepet ketahuan klo leo itu anak y
NN
lanjuttt
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!