Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Pagi hari di istana dingin, Gu Nian terus menatap Pangeran Duan yang duduk berhadapan dengan, sejak dirinya di masukkan ke istana dingin beberapa bulan yang lalu, ini kali pertamanya Pangeran Duan menemaninya sarapan pagi.
''Kenapa kamu terus menatapku, ayo makan, bukannya ini semua makanan kesukaanmu'' ucap Pangeran Duan sembari meletakkan potongan daging sapi ke dalam mangkuk milik Gu Nian.
''Kenapa tiba tiba sarapan pagi di sini?, apa kamu sudah bosan dengan Permaisuri dan para selirmu itu'' ketus Gu Nian.
Pangeran Duan mengunyah daging sembari tersenyum. ''Kamu cemburu?''
''Cih, untuk apa aku cemburu'' decaknya.
''Ayo cepat di makan, apa kamu tidak lapar'' tukas Pangeran Duan.
Gu Nian tidak menyahut, dan memilih melahap makanan di dalam mangkuk, karna dirinya memang sudah agak lapar.
Beberapa saat kemudian usai Pangeran Duan dan Gu Nian menghabiskan sarapan paginya, pelayan Gu Nian segera membereskan semuanya dari atas meja.
''Ulang tahunku akan di adakan tiga hari lagi, saat itu aku akan mengeluarkanmu dari sini'' ucap Pangeran Duan menatap Gu Nian.
Gu Nian diam saja tidak menunjukkan reaksi apapun di wajahnya, membuat Pangeran Duan menghela nafasnya.
''Baiklah sepertinya kamu tidak suka melihatku terlalu lama di depanmu, kalau begitu aku kembali dulu'' tukas Pangeran Duan dan beranjak pergi meninggalkan istana dingin.
Pangeran Duan kembali ke istanya dan pergi ke ruang baca, dan saat melihat kedatangan Qin Yu tiba tiba teringat akan Qin Lu, sudah satu minggu dirinya tidak bertemu Qin Lu, kenapa tiba tiba ada rindu yang di rasakannya.
'' Pangeran, ini ada laporan beberapa murid unggul dari kepala sekolah'' ucap Qin Yu memberikan gulungan kertas ke pada Pangeran Duan.
Pangeran Duan membuka gulungan kertas itu dan melihatnya sejenak, lalu dia menggulungnya kembali dan di letakkan di atas meja begitu saja.
''Bagaimana kabar adikmu?'' tanya Pangeran Duan sembari meraih gulungan kertas kecil yang ada di rak buku di belakangnya.
Qin Yu terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawabnya. '' Kabar Lu Lu baik baik saja Pangeran''
Pangeran Duan mengangguk anggukkan kepalanya, lalu memberikan gulungan kertas kecil itu pada Qin Yu.
''Pulanglah, dan berikan undangan ini pada Lu Lu, aku harap dia berkenan hadir di pesta ulang tahunku'' perintah Pangeran Duan.
Qin Yu menerimanya dengan sopan. ''Baik Pangeran, saya akan segera memberikan undangan ini pada Lu Lu''
''Hem, pergilah''
Pangeran Duan menatap Qin Yu yang berlalu pergi meninggalkan ruang belajar sembari membawa undangan untuk Lu Lu, Pangeran Duan berharap Lu Lu bisa hadir di acara ulang tahunnya, pasalnya dirinya ingin sekali bertemu kembali dengan gadis cantik dan ceria itu.
Di halaman kediaman Qin seorang gadis cantik duduk di ayunan, dan saat melihat kedatangan sang kakak gadis itu langsung bangkit dan berlari kecil menghampirinya.
''Kakak pulang, sini ikut Lu Lu, ada yang ingin Lu Lu bicarakan sama Kakak'' tukas Lu Lu sembari menarik tangan Qin Yu ke tempat duduk yang berada di sudut halaman.
Qin Yu hanya tersenyum mengikuti Qin Lu.
''Lu Lu, memangnya apa yang mau kamu bicarakan sama Kaka?'' tanya Qin Yu saat duduk di kursi.
Qin Lu yang duduk berhadapan dengan Qin Yu tersenyum manis, sembari menyangga dagunya dengan kedua tangannya.
''Kak, aku ingin masuk di sekolah kerajaan'' ucap Qin Lu.
Qin Yu yang mendengar keinginan sang adik hampir tersedak ludahnya sendiri.
''Lu Lu, kamu tahu tidak, di sekolah kerajaan bukan hanya belajar membaca dan menulis saja, di sana semua murid di wajibkan belajar ilmu beladiri'' jelas Qin Yu.
''Hem, Lu Lu sudah tahu'' sahut Lu Lu.
Qin Yu langsung terdiam sembari memicingkan matanya.
''Kenapa kamu tiba tiba ingin masuk di sekolah kerajaan?'' tanya Qin Yu penasaran.
''Lu Lu ingin bisa menguasai ilmu beladiri, apa lagi saat melihat permaisuri dan selir yang beradu pedang waktu itu, uh terlihat sangat hebat'' jawab Lu Lu sembari membayangkan pertarungan antara Permaisuri dan selir ketiga malam itu.
Qin Yu terdiam untuk berfikir, mungkin tidak ada salahnya kalau Lu Lu belajar beladiri untuk melindunginya dari bahaya yang bisa menghampirinya kapan saja, karna dirinya tidak mungkin bisa selalu ada di samping Lu Lu.
''Baiklah, nanti Kakak akan mengurusnya dengan kepala sekolah kerjaan'' ucap Qin Yu akhirnya setuju.
Mendengar Kakaknya menyetujui keinginannya, Lu Lu reflek bangkit dan memeluk sang Kakak dengan sangat bahagia.
''Kakak terimakasih, Kakak memang yang terbaik'' ucapnya.
Tubuh Qin Yu langsung menegang, karna terkejut Qin Lu tiba tiba memeluknya dengan erat, bahkan wajah Qin Yu sampai memerah saat mencium aroma yang sangat wangi dari tubuh Qin Lu.
''Oh ya, ini masih siang, kok Kakak sudah pulang?'' tanya Qin Lu sembari melepaskan pelukannya dari Qin Yu.
Dan seketika kesadaran Qin Yu kembali, dia langsung menepuk dahinya, karna hampir saja melupakan apa yang di perintahkan oleh Pangeran Duan.
Qin Yu langsung mengambil gulungan kertas yang ia simpan di balik bajunya, lalu dia berikan pada Lu Lu.
''Ini apa Kak?'' tanya Lu Lu sembari membuka gulungan kertas yang di berikan oleh Qin Yu.
''Itu undangan dari Pangeran Duan untukmu'' jawab Qin Yu.
''Tiga hari lagi Pangeran Duan akan mengadakan pesata ulang tahun, dan Pangeran Duan mengundangmu untuk hadir di acaranya'' ucap Qin Yu.
Qin Lu mengulum senyum sembari menggelengkan kepalanya, saat membaca undangan dari Pangeran Duan.
"Ck, andaikan pesta ulang tahu di zaman kuno ini sama dengan abad dua satu pasti seru" batin Qin Lu.
"Baiklah Kak, Lu Lu akan usahakan untuk bisa hadir" ucap Qin Lu.
Tiga hari telah berlalu, menjelang sore Qin Yu kembali pulang ke kediaman Qin untuk menyusul sang adik, dan saat masuk ke dalam rumah Qin Yu melihat sang Ibu duduk di ruang tamu.
''Ibu, dimana Lu Lu?'' tanya Qin Yu sembari duduk di kursi berhadapan dengan sang Ibu.
''Lu Lu masi siap siap di kamarnya'' jawab Nyonya Qin.
''Yu,er, ingat kamu harus jaga adikmu, apa lagi di acara pesta seperti ini biasanya para pejabat akan berkumpul, Ibu takut adikmu kenapa napa'' pesan Nyonya Qin.
Qin Yu tersenyum pada sang Ibu. ''Ibu tenang saja, Yu,er akan menjaga Lu Lu dengan baik, Pangeran juga sudah berpesan, untuk malam ini selama di istana tugas Yu,er hanya menjaga Lu Lu''
Nyonya Qin mengerutkan dahinya mendengar perkataan Qin Yu, kenapa Pangeran sangat perhatian pada Lu Lu, mungkinkah Pangeran tertarik dengan Lu Lu pikirnya.
''Itu Lu Lu sudah selesai'' ucap Nyonya Qin, Qin Yu langsung menoleh kebelakang, dan seketika di buat terkesima dengan kecantikan Lu Lu, walaupun tidak terlalu banyak pernak pernik yang menghiasai di kepalanya, namun Lu Lu tetap terlihat sangat cantik, bahkan Qin Yu sampai tidak sadar membandingkan kecantikan Permaisuri dan para selir Pangeran yang tidak ada apa apanya jika di sandingkan dengan Lu Lu.
''Kaka, ayo berangkat''
Qin Yu seketika tersadar, dan langsung berdiri.
''Lu Lu, kamu cantik sekali'' puji Qin Yu.
''Tentu'' sahut Qin Lu dengan bangga.
''Sudah, sana kalian berangkat, jangan sampai telat'' tukas Nyonya Qin.
''Iya Ibu, kalau begitu kami berangkat dulu'' pamit Qin Lu.
''Ingat, kamu harus hati hati di sana'' pesan Nyonya Qin pada Lu Lu.
''Baik Ibu''
Nyonya Qin berdiri di ambang pintu, melihat kepergian putra dan putri angkatnya ke istana, dan entah kenapa tiba tiba Nyonya Qin merasakan hatinya gelisah.
''Semoga kalian baik baik saja di sana'' gumam Nyonya Qin.
suka mengejek lelaki giliran disindir telak langsung erosii
dulu saja sering nyindir nyindir karna merasa dekat dgn JendrAl rong
sekarang tau kan udah kena imbasnya
selain jendral rong
pengawal hanbin dan Xiao Fei harus bisa main senjata pintol juga🤔🤔