NovelToon NovelToon
Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:282.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.

Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.

Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Walau dunia [tak] seindah surga

"Ivy?" gumam Panji melihat beberapa panggilan tak terjawab. Namun saat Panji menghubunginya balik, kini justru Ivy yang tak aktif.

Apakah sinyal?

Panji membiarkannya terlebih dahulu dan memilih kembali pada pekerjaan.

"Batalin proker Lo Vy, ubah haluan." Pinta Gabriel.

Ivy menggeleng, masih beradu tatap dengan Gabriel, "engga. Gue ngga akan mundur seinci pun buat ketemu anak anak itu disana."

"Bahaya Vy, Lo tau sendiri resikonya nyawa...Lo ngga liat tadi mereka ngga main-main, ruangan gedung sekolah yang rusak?! Pot jatoh, mereka bawa parang Vy, jangan macem-macem sama orang sini. Kesenggol dikit aja tuh parang yang bicara. Kita cuma KKN, bukan kerja, dapet apa sih, Vy...yang ada balik tinggal nama!"

"Lo ngga santuy, Gab. buktinya kita ngga kenapa-kenapa, guru guru disana oke, anak-anak...cuma Lo yang berlebihan."

Gabriel kembali menggeleng, Arsa menengahi bersama keadaan yang mendadak tegang sepulang jam proker.

"Udah Vy..." Raudhah menarik dan mencoba menenangkan Ivy. Sementara Tami menenangkan Gabriel, "apa Lo bilang, santuy Vy? Gimana bisa santuy... Lo ngga liat Gege sampe mewek, gemeteran...untung masih dikasih idup juga. Kalo Lo mau pergi sendirian silahkan, so-soan jadi pahlawan kesiangan....toh, nih...tanah timur dengan 3T ini terlalu berat dan kompleks untuk kita gapai, masalah mereka tuh akarnya aja udah ngga bisa tertolong susah ngasih pemahaman sama orang-orang primitif. Yang pasti-pasti aja lah sekarang mah udah paling bener di ibukota atau kota-kota besar lainnya, orang-orang nya open minded...."

Ivy yang merasa tersentil oleh ucapan Gabriel tak mau kalah, "apa Lo bilang, primitif? Jadi maksud Lo, Bu Santi, pak Lucas, Bu Nera, anak anak yang menurut gue pinter itu primitif?"

"Si alan Lo Gab!" Ivy mendorong dada Gabriel.

"Gab, posisikan diri Lo sekarang di posisi mereka?! Kalo Lo dianggap begitu enak ngga?! Yang primitif tuh pemikiran Lo apa mereka?"

Ivy menunjuk wajah Gabriel, "dan asal Lo tau ya Gab. Gue bukan mau so jadi pahlawan kesiangan, gue cuma masih punya hati nurani. Itu aja!"

"DIEM!" bentak Arsa membuat keduanya diam, Gege yang masih diam seribu bahasa sejak datang tadi hanya memalingkan wajah syoknya, Yap! Ia begitu syok dengan kejadian tadi, Imel sampai memberinya minum.

"Gab. Ini proker atas kemauan Ivy dan sudah disetujui semua anggota termasuk Lo. Kita hormati suaranya...dan Lo Vy, Gabriel cuma mau kita disini semua pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apapun."

"Bisa duduk bersama ngga?"

Ivy dan Gabriel sama-sama membuang muka.

Ivy masih duduk menatap langit senja di beranda saat mama Yani melintas, "ka'e Ivy..." sapanya.

"Mama...mau kemana?" tanya Ivy.

"Menyusul Filmi, tadi sedang bawa kambing mencari rumput di bukit."

Ivy mengangkat alisnya merasa tertarik, mengingat sejak awal datang ia belum pernah mengeksplore dusun Tanjung komodo.

"Boleh saya ikut?"

Mama Yani terlihat sedikit terkejut meski kemudian tersenyum excited, "boleh."

Ivy langsung beranjak dan memakai sandalnya, melihat Made ada di tengah rumah ia pamit, "Made, gue bareng mama Yani cari Filmi dulu ya, bentar."

Made mendongak dan, "oke. jangan jauh Vy."

Diokei Ivy.

Ayunan langkahnya mengikuti mama Yani yang ada di sampingnya, ada banyak rumah warga dengan jarak yang jauh dari kata dempet-dempetan. Meski setiap bangunannya itu bukan rumah mewah, tapi cukup banyak bangunan rumah layak huni.

Ada sebagian yang sudah berbentuk permanen ada pula yang masih kayu.

Lalu lalang warga menatapnya lebih lama dan menyapa, Ivy membalas dengan senyuman ramah.

Beberapa rumah memiliki ruangan lain di sampingnya ia lewati, mulai dari home industry rumput laut, sampai olahan ikan dan yeah tentu saja hampir sebagian rumah dilengkapi oleh jaring ikan yang menggantung di samping teras.

Cuaca sore disini nyaman, terkesan mulai sejuk. Angin berhembus cukup kencang terlebih di dekat daerah perbukitan. Benar, anak-anak disana berlarian bebas dengan teriakan lepas, candaan puas, gelak tawa tanpa beban.

"Kalau sore begini, memang ramai ka..."

Ivy mengangguk-angguk, jalanan memang berbatu dengan sebagiannya ditumbuhi rumput liar oh jangan lupakan menanjak. Semakin menanjak semakin kencang angin yang berhembus.

"Memang enak kalau sore, sudah tidak seterik siang, mama." Jawab Ivy diangguki mama Yani, dimana dalaman jilbab yang dipakainya, lalu rok payungnya kini tersapu angin yang menderu membuat cetakan tubuhnya plek.

Ivy dan mama Yani sampai di atas bukti kecil dekat dusun Tanjung komodo.

Lihatlah, bukan hanya ada kambing milik Filmi saja....baik anak-anak maupun hewan mereka berlarian.

"Filmiiii!" teriak mama Yani ke arah gerombolan anak dan hewan yang menyatu diantara Padang rumput yang seolah disiangi matahari senja.

Tak hanya sampai disana saja, langkah Ivy lantas terbawa angin dan keinginan manakala melihat apa yang ada di balik bukit, layar terkembang milik Nusantara, bibirnya tersungging lebar.

Langit sore dan lautan lepas dengan bukit mereka yang menjadi batasnya, bukan pantai melainkan benar benar lautan berbatas bukit tinggi yang dimiliki Tanjung Komodo, indah.....

"Ya ampun, indah banget..." lirihnya seketika berjalan lebih jauh lagi.

Ivy bahkan merentangkan kedua tangannya disana merasakan hembusan angin yang kencang menerpa badannya. Biarlah orang-orang disini mengatakan mereka apa, kampungan? Kotaan?

Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga....

Bersyukurlah pada Yang Kuasa....

Filmi, ia yang merasa namanya dipanggil menoleh, "Ma!" melambaikan tangan dengan ranting kayunya.

"Sudah, pulang!" teriak mama Yani.

Ada raut kecewa tapi tak lama, Ivy melihat itu, jelas....waktu dan ruang sebebas ini, secantik dan sesurga ini siapa pula yang ingin cepat-cepat menyudahinya.

Sampai rasanya, ia tak lagi memerlukan gadget, ia tak memerlukan berselancar di dunia maya tapi dunia nyata yang nyata indahnya ini.

Filmi terlihat menggiring 5 kambingnya untuk pulang dengan memukul-mukulkan ranting kayu ke tanah berumput.

Namun salah satu kambing miliknya cukup bandel dan sempat berlari ke arah Ivy, praktis saja Ivy berlari, "aaaaa!"

Ketakutan Ivy justru mengundang tawa anak-anak disana termasuk Filmi dan mama Yani.

"Kaget mama." ucap Ivy bersembunyi di balik mama Yani, mbekkkkk!

"Apa lo ngagetin gue!" omel Ivy pada si anak kambing, yang lagi-lagi dijawab, mbekkkk!

Kembali mereka tergelak dengan tingkah Ivy.

"Ka'e Ivy takut kambing," ujar Filmi sedikit membenarkan kerudungnya, dimana rambutnya sudah mencuat keluar.

"Kaget ya, ralat! Bukan takut."

Tapi kemudian Filmi dengan sengaja menepuk pan tat kambingnya itu membuatnya kembali maju ke arah Ivy, "ihhhh mama!" Ivy sampai mencengkram ujung baju mama Yani.

.

.

.

.

1
3@$2.
jaga omongan ditanah orang lain gab.. coba kamu yg diposisi orang timur yang kamu bilang primitif itu.. mereka juga pengen maju seperti warga lain
Visencia Alingga
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Visencia Alingga
ngebayanginnya aja jd mupeng gw, apalg kalo bisa liat beneran ❤❤❤❤
Visencia Alingga
orang2 ibukota????? mksdnya anggota DPR??mentri?? cung yg bisa sebutin....
setau gw dr dl smp skrg sebagian besar dr mreka justru biangnya, biang penyengsara rakyat, krn mreka ga prnah mikir berapa banyak masyarakt indo yg hancur n mati sia2 krn nafsu serakah mreka
Visencia Alingga
kembali lg pd pemerintah, pd mreka yg berkuasa di sana. contohnya film pesta babi. walaupun cerita ini fiksi tp pd prakteknya hal seperti nyata ada di negara kita 👍👍👍👍
Visencia Alingga
saking kayanya smp dirampok habis2an. bahkan yg di posisi atas pun hampir semua menutup mata n hati nurani mereka.
lestari saja💕
kadang jadi pandjie tuh ga gampang,satu sisi sesma warga tpi kok ya warganya bndel😅😅
lestari saja💕
ada yg bawa senjata api😯😯😯
lestari saja💕
😔😔😔😔😔😔
lestari saja💕
tangkapan banyak nih
lestari saja💕
semoga ga ada pengkhianat kayak kapten arjuna dulu...
lestari saja💕
emang maling tuh 11 12 ma dedemit,keluarnya malam😂😂😂😂
lestari saja💕
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
lestari saja💕
om njie...lapar bgt yaaa....ndungo klo mau makan
lestari saja💕
terhalang sinyal nih....
lestari saja💕
jadi ingat kelakuan mak fara yg maem ransum bis diculik ditengah hutan🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
nah nah kalau Hanoman dah mulai keluar bahaya
Shee_👚
duh apa ini pasir² yang ada di ibu kota jug hasil legal atau ilegal??

sekarang di kota bangun rumah pasirnya warna putih, beda banget sama jaman dulu pasir itu warna hitam karena ambil dari sungai. beda sama sekarang pasir putih karena dari laut
Shee_👚
panji yang lagi mau ngegerebek ko aku yang jedag jedug🤭
Shee_👚
gak tau harus percaya atau malah sojojon sama kapt samudra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!