NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

PERNIKAHAN 2 RAHASIA : Antara Ceo Dan Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:941
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Kinan dan Darwin bertemu pada malam hujan yang penuh bahaya. Untuk menghilang dari masa lalu mereka, keduanya pindah ke sebuah desa dan berpura-pura menjadi suami istri.

Di balik kehidupan sederhana sebagai guru TK dan petugas kebersihan puskesmas, mereka menemukan berbagai kejanggalan yang merugikan warga. Saat berusaha mengungkap kebenaran, perasaan yang awalnya hanya sandiwara mulai berubah menjadi nyata.

Namun tidak ada yang tahu bahwa Kinan adalah bos mafia yang ditakuti, dan Darwin adalah CEO yang sengaja menghilang dari dunia bisnis.

Ketika rahasia mereka terbongkar, mana yang lebih sulit dipertahankan: penyamaran, atau perasaan yang terlanjur tumbuh?

Pernikahan 2 Rahasia: Antara CEO dan Bos Mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Polisi Datang

Roni mengulurkan tangan. "Suratnya Linda."

Linda menatap Sasa yang terus menangis. Jemarinya perlahan membuka map cokelat itu, seolah benar-benar akan menyerahkannya.

Semua perhatian Roni tertuju pada lembaran surat di dalam map. "Kemarikan."

Linda melangkah satu langkah. Lalu berhenti.

"Aku ingin Sasa dilepaskan dulu."

Roni mendengus. "Masih berani menawar?"

"Aku hanya ingin memastikan dia bisa pulang bersamaku."

Roni melirik pria yang memegang bahu Sasa.

"Lepaskan ikatan tangannya." Pria itu tampak ragu. "Lakukan!"

Dengan enggan, pria itu mengeluarkan pisau lipat kecil dari sakunya. Tali plastik yang mengikat kedua tangan Sasa segera dipotong.

Sasa spontan hendak berlari ke arah ibunya. Namun sebelum sempat melangkah jauh, pria itu kembali mencengkeram kerah bajunya. "Jangan macam-macam," geramnya.

Di balik semak, mata Kinan menyipit. Itulah yang ditunggunya. Kini tangan Sasa sudah bebas. Kalau anak itu berhasil melepaskan diri, ia bisa berlari.

Kinan menggeser posisi perlahan. Ilalang yang tinggi menutupi tubuhnya. Jarak menuju pria yang memegang Sasa tinggal beberapa meter.

Ia mengambil sepotong kayu kering yang tergeletak di tanah.

Di depan, Linda kembali mengulur waktu. "Surat ini ada syaratnya."

Roni mengerutkan dahi. "Syarat?"

"Kau lepaskan Sasa. Setelah itu surat ini kuberikan."

Roni tertawa sinis. "Kamu pikir aku sebodoh itu?"

Perdebatan itu membuat perhatian semua orang tertuju kepada Linda.

Saat itulah Kinan bergerak. Dalam beberapa langkah cepat, ia sudah berada tepat di belakang pria yang memegang Sasa.

Kayu di tangannya menghantam keras lengan pria itu. "Aaargh!" Cengkeramannya langsung terlepas.

"Sasa!" teriak Kinan.

Anak itu menoleh kaget. "Bu Guru!"

"Lari ke Ibu! Sekarang!"

Tanpa berpikir panjang, Sasa berlari sekencang-kencangnya menuju Linda.

"Woi! Tangkap anak itu!" bentak Roni. Suasana seketika kacau.

Pria yang tadi terkena pukulan mencoba bangkit, sementara Roni berlari mengejar Sasa. Namun Kinan sudah lebih dulu menghadangnya. Ia menendang lutut Roni hingga langkah pria itu terhenti sesaat.

"Cepat pergi!" teriak Kinan kepada Linda. Linda langsung memeluk Sasa, lalu menggandengnya berlari menyusuri kebun tebu tanpa menoleh lagi.

Roni mengangkat wajah. Tatapannya dipenuhi amarah. "Bu guru..."

Sebutan itu meluncur pelan dari bibirnya. Akhirnya ia tahu siapa perempuan yang selama ini menghalangi setiap rencananya.

Roni mengusap sudut bibirnya. Tatapannya berubah tajam. "Berani juga kau."

Kinan tidak menjawab. Pandangannya tetap waspada, mengawasi setiap gerakan Roni dan anak buahnya.

Di kejauhan, Linda terus berlari sambil menggandeng Sasa. Sosok mereka perlahan menghilang di balik rimbunnya kebun tebu.

Roni hendak mengejar. Namun Kinan lebih dulu menghadang. "Pergi dari jalanku!" bentaknya.

"Kau tidak akan menyentuh mereka."

Roni mendengus. Tanpa aba-aba, ia mengayunkan tinjunya. Kinan menghindar. Tinju itu meleset. Dalam satu gerakan, telapak tangannya mendorong bahu Roni hingga pria itu kehilangan keseimbangan.

Anak buah Roni ikut menyerbu.

Kinan berputar menghindari serangan dari samping, lalu menendang kaki lawannya hingga terjatuh.

"Brengsek!" geram Roni.

Ia kembali maju. Kali ini keduanya terlibat baku hantam singkat di depan gudang. Debu beterbangan. Suara pukulan dan benturan memecah kesunyian kebun.

Saat Roni mulai terdesak, suara sirene tiba-tiba memecah udara.

Niiino... niiino...

Semua orang refleks menoleh ke arah jalan. Sebuah mobil patroli meluncur cepat, disusul kendaraan lain di belakangnya.

Raut wajah Roni langsung berubah. "Polisi?" gumamnya.

Beberapa anggota polisi turun dengan sigap.

"Jangan bergerak!" teriak salah seorang petugas sambil mengacungkan pistol. "Angkat tangan!"

Anak buah Roni saling berpandangan. "Bos... kita bagaimana?"

Roni mengatupkan rahangnya. "Sial..." Ia tidak pernah menyangka polisi bisa menemukan tempat itu secepat ini. "Berpencar!" bentaknya.

Dua anak buahnya langsung berlari ke arah belakang gudang untuk memecah perhatian petugas.

"Kejar mereka!" perintah seorang polisi. Sebagian petugas mengejar para pelaku, sementara dua polisi lainnya bergerak mendekati Roni.

Roni mundur beberapa langkah. Tatapannya sempat bertemu dengan Kinan. "Aku akan mengingatmu," ucapnya pelan. Tanpa menunggu lebih lama, ia berbalik dan menerobos rimbunnya kebun tebu.

"Dia kabur!" teriak seorang polisi. Beberapa petugas segera mengejar, tetapi Roni menghilang di antara batang-batang tebu yang tinggi.

Kinan mengembuskan napas pelan. Ketegangan yang sejak tadi menahan tubuhnya mulai mengendur.

Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di dekat gudang. Bu Ratna, kepala sekolah TK tempat Kinan mengajar, turun dengan wajah pucat. Begitu melihat Kinan masih berdiri, ia segera menghampiri.

"Bu Kinan!" serunya cemas. "Syukurlah Ibu tidak apa-apa."

Kinan menatapnya, sedikit terkejut. "Ibu yang menghubungi polisi?"

Bu Ratna mengangguk cepat. "Sejak pagi firasat saya tidak enak. Saya takut terjadi sesuatu. Akhirnya saya langsung menghubungi polisi dan menceritakan semua yang saya tahu."

Kinan mengangguk pelan. "Terima kasih, Bu."

Kalau saja Bu Ratna terlambat beberapa menit, keadaan bisa berubah jauh lebih buruk.

...****************...

Roni melangkah masuk ke ruang kerja dengan kepala tertunduk. Kemejanya penuh debu. Sudut bibirnya robek.

Di balik meja kayu, Tuan Sanjaya meletakkan cangkir kopinya perlahan. Ia tidak langsung bertanya. Tatapannya lebih dulu menyapu penampilan Roni dari ujung kepala hingga kaki.

"Hm..." gumamnya pelan. "Keadaanmu sudah cukup menjelaskan kalau pekerjaanmu tidak berjalan sesuai rencana."

Roni menelan ludah. "Maafkan saya, Tuan Sanjaya."

"Jadi?"

Roni menarik napas panjang. "Anak itu berhasil lepas."

Tatapan Tuan Sanjaya berubah dingin. "Lepas... atau kau yang ceroboh?"

Roni mengatupkan rahang. "Saya sudah hampir mendapatkan surat tanah itu. Linda juga datang sendirian seperti yang saya perintahkan."

"Lalu?"

"Tiba-tiba guru TK itu muncul."

Tuan Sanjaya mengernyit. "Guru TK?"

"Namanya Kinan."

"Apa yang dilakukan perempuan itu?"

"Dia menyerang anak buah saya dari belakang, lalu menyuruh Sasa kabur. Setelah itu dia menghadang saya supaya Linda dan anak itu bisa melarikan diri."

Tuan Sanjaya menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Jadi kau dikalahkan seorang guru TK?"

Roni buru-buru menggeleng. "Bukan begitu, Tuan. Perempuan itu bukan orang biasa."

"Oh?"

"Saya sudah sering berkelahi. Saya tahu mana orang yang hanya asal memukul dan mana yang pernah dilatih."

"Lanjutkan."

"Gerakannya cepat. Tepat. Dia tidak membuang tenaga sedikit pun. Setiap serangan yang saya lepaskan seperti sudah dia baca lebih dulu."

Tuan Sanjaya mulai tertarik. "Yakin kau tidak sedang mencari alasan atas kegagalanmu?"

"Saya berani mempertaruhkan nyawa saya untuk ucapan itu, Tuan." Roni melanjutkan dengan suara lebih pelan. "Kalau polisi tidak datang, saya masih ingin menguji kemampuan perempuan itu. Tapi sirene terdengar. Anak buah saya panik. Polisi hampir menangkap saya."

"Polisi datang ?"

"Iya Tuan. Saya tidak tahu siapa yang telah berani melapor."

Tuan Sanjaya mengetukkan jarinya di atas meja beberapa kali.

"Menarik."

Roni mengangkat wajah. "Tuan... menurut saya, Kinan menyembunyikan sesuatu."

"Maksudmu?"

"Tidak mungkin guru TK memiliki kemampuan bertarung seperti itu. Cara dia bergerak... seperti orang yang terbiasa menghadapi situasi hidup dan mati."

Tatapan Tuan Sanjaya semakin tajam. "Sudah berapa lama dia tinggal di desa itu?"

"Belum terlalu lama."

"Cari tahu semuanya tentang Kinan."

"Baik, Tuan."

"Mulai dari asal-usulnya, keluarganya, sampai alasan dia datang ke desa itu. Aku ingin seluruh laporan ada di mejaku secepatnya."

Roni mengangguk mantap. "Siap, Tuan."

Saat Roni berbalik meninggalkan ruangan, suara Tuan Sanjaya kembali terdengar. "Roni." Roni berhenti. "Jangan pernah meremehkan seseorang hanya karena penampilannya."

Roni menundukkan kepala. "Saya mengerti, Tuan."

1
Kayla Rane
tambah seruuu lihat aksi Kinan. kak indah mau masuk grup author gak. kalau mau chat japri yuk. tukeran no wa
Kayla Rane
lanjutt Thor tmbah seru
Kayla Rane
tuh kan bener. keukehh waeee... 🤨
Kayla Rane
huuuh dsr Roni rese. mau nyulik Sasa, ntar jd jaminan lagi nyuruh Linda kudu nandatangani surat lahan 😤
Kam1la: terimakasih kak...sudah berkomentar 👍👍
total 1 replies
Kayla Rane
Yee Kinan pahlawan wanita. gak nyangka ih Thor Kinan trnyata ahli bela diri /Joyful//Bye-Bye/
Kam1la: kan bos dia...😄
total 1 replies
Kayla Rane
Kinan ayo bantu Sasa! kasian ibunya
Kayla Rane
kesel si Roni, maksa pisan heuuh
Kayla Rane
bagus Linda lawan aja suamimu yg TDK tanggungjawab tapi sok tanggung jawab 😤
Kayla Rane
kasar ih s Roni, GK tau diri ga tau malu🤨
Kayla Rane
🥺 ya kasian linda
Kayla Rane
Andika siapa tiba2 Dateng, jahat apa baik ga ya orangnya /Scream/
Kayla Rane
yee keren banget kinan🤭💪
Kayla Rane
lanjut seru 🤭
Kayla Rane
haha lucuu/Joyful/ darwin
Kayla Rane
keren lanjutkan k😇
Kam1la: siap..
total 1 replies
SANG
Lanjut ya dek💪👍
Kayla Rane
lanjutkan k😍
Kayla Rane
😍🤭 Darwin kapan jatuh cinta sama Kinan nya?
Kayla Rane
yeey udah nikah juga 😍
SANG
Keren 💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!