NovelToon NovelToon
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah tiga tahun lulus kuliah, Aira merasa hidupnya hanya sebagai beban. Di saat teman-temannya sukses dengan pekerjaannya, Aira harus menerima kenyataan jika hidupnya sangat menyedihkan.

​Di tengah frustrasinya, teman kuliahnya yang paling cuek, tiba-tiba menelepon Aira. Berawal dari obrolan malam dan lamaran yang dikira candaan, teman prianya mendadak muncul di depan rumah Aira bersama keluarga besarnya untuk melamar Aira.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa Aira akan menerima lamaran tersebut? Mengapa pria itu tiba-tiba melamar Aira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jaga Istrimu Baik-baik

"Bagi saya, nominal itu bahkan tidak cukup untuk membayar biaya listrik rumah. Tapi, Pak Hilman... satu rupiah pun tidak akan keluar dari kantong kami jika uang itu ditujukan untuk membayar restu yang Anda paksakan," ucap Ayah Aldi.

​"Lho, Pak Aldi, jangan begitu. Biar bagaimanapun, Hilman ini Ayahnya Aira!" Pak De Karwo mencoba membela adiknya, matanya masih melirik dompet kulit tebal milik Ayah Aldi.

​Arsen perlahan bangkit berdiri, tubuhnya yang tinggi tegap membuat Pak De Karwo refleks melangkah mundur, Arsen menatap kedua pria paruh baya itu bergantian dengan pandangan menghina yang amat pekat.

​"Tadi Anda berdua mendesak saya untuk menikah hari ini juga karena alasan kehormatan dan agar Aira segera mendapat nafkah, tapi belum ada satu jam akad selesai, Anda sudah meminta uang dua puluh juta. Jadi, apa motif sebenarnya dari pernikahan kilat ini? Kehormatan keluarga atau keuntungan kalian agar bisa memanfaatkan saya dan keluarga saya?" suara bariton Arsen mengalun tenang namun sarat ancaman.

"Jangan pernah berpikir Anda bisa memperdagangkan Aira di depan saya, satu persen pun dari kekayaan keluarga kami tidak akan pernah menyentuh tangan orang-orang yang mengemis dengan cara merendahkan martabat anaknya sendiri," tambah Arsen, tatapannya begitu tajam hingga membuat Bapak Hilman mati kutu.

​Mendengar penegasan Arsen yang begitu mutlak dan dingin, wajah Bapak Hilman dan Pak De Karwo seketika berubah padam dan mereka menyadari bahwa gertakan mereka sama sekali tidak mempan untuk mengintimidasi kepribadian kuat pria muda di hadapan mereka.

Dengan perasaan kesal, dongkol dan malu yang bercampur jadi satu, kedua pria paruh baya itu akhirnya berbalik arah dan pergi meninggalkan rumah bambu tersebut tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, pintu depan berderit kasar saat mereka melangkah pergi dengan tangan hampa.

Setelah deru langkah kaki kedua pria itu menghilang di kejauhan, keheningan yang sunyi kembali merayap di dalam ruangan. Aira masih setia menunduk dalam-dalam, menyembunyikan wajahnya yang kini telah basah oleh air mata.

Dadanya terasa begitu sesak oleh rasa malu yang teramat besar, ia merasa sangat hina di depan keluarga Arsen yang begitu terhormat karena tabiat buruk ayah kandungnya sendiri. Lebih dari itu, hati Aira dilingkupi rasa bersalah dan ia merasa Arsen telah terpaksa menikahinya hari ini hanya demi menyelamatkannya dari ancaman sang Ayah.

​Arsen perlahan berlutut di hadapan Aira, tangan besarnya yang hangat bergerak lembut, menyentuh dagu Aira dan menuntun wajah wanita itu agar menatapnya.

Bukannya tatapan dingin atau penuh penyesalan, sepasang mata tajam Arsen justru memancarkan binar yang begitu teduh. Sebuah senyum lembut, senyuman tulus yang belum pernah Aira lihat selama masa kuliah mereka dulu, terukir di wajah tampan suaminya.

​"Kenapa nangis hem? Semuanya sudah selesai, mereka tidak akan mengganggu kamu lagi," bisik Arsen dengan suara baritonnya yang menenangkan, jemarinya mengusap sisa air mata di pipi Aira dengan sangat hati-hati.

​Arsen kemudian mengalihkan pandangannya, menoleh ke arah Ayah Aldi dan Ibu Mutia yang masih berdiri memperhatikan mereka dengan pandangan penuh pengertian.

​"Ayah, Ibu," panggil Arsen dengan sikap hormat namun penuh ketegasan yang matang.

"Terima kasih banyak sudah mendampingi Arsen hari ini dan membela Aira. Untuk selanjutnya, Arsen minta izin untuk tinggal di sini dulu, di rumah Aira, sampai seluruh urusan pendaftaran dan administrasi pernikahan kami di KUA selesai secara resmi oleh negara," ucap Arsen.

​Ayah Aldi dan Ibu Mutia saling berpandangan, lalu tersenyum tipis melihat kedewasaan putra mereka yang kini telah menjadi seorang suami seutuhnya.

​"Lalu bagaimana dengan jadwalmu di Surabaya dan Jakarta, Le?" tanya Ibu Mutia lembut.

​"Urusan galeri di Surabaya bisa Arsen pantau lewat tim legal dan manajer operasional secara daring untuk beberapa hari ini, Bu," jawab Arsen tanpa ragu sedikit pun.

"Yasudah kalau begitu," ucap Ibu Mutia.

"Ayah dan Ibu sebaiknya kembali ke Surabaya terlebih dahulu. Begitu semua urusan dokumen dan legalitas pernikahan di Lumajang ini selesai dengan bersih, Arsen yang akan membawa Aira langsung menyusul ke sana," ucap Arsen.

Ayah Aldi menepuk bahu tegap Arsen beberapa kali, sebuah gestur kebanggaan seorang ayah terhadap putranya yang kini telah menjelma menjadi pelindung bagi wanita pilihan hatinya.

​"Jaga istrimu baik-baik, Arsen. Selesaikan semua urusan administrasinya sampai tuntas. Ibu Astri, kami pamit kembali ke Surabaya riyen (dulu). Titip Arsen nggih, Bu, kalau anak ini cuek atau merepotkan, dijewer saja tidak apa-apa," ucap Ayah Aldi diiringi senyum hangat yang seketika mencairkan sisa-sisa ketegangan.

​Ibu Mutia memeluk Ibu Astri dan Aira sekali lagi, memberikan kecupan hangat di kening menantunya sebelum melangkah anggun menuju mobil mewah yang sejak tadi terparkir di halaman. Tak lama kemudian, deru mesin halus mobil itu terdengar menjauh, membelah kepulan debu jalanan desa dan menyisakan sunyi yang kini terasa jauh lebih damai di dalam rumah bambu tersebut.

​Aira masih berdiri mematung di ambang pintu, menatap lurus ke depan dengan pikiran yang masih linglung. Perlahan, ia menoleh ke samping dan mendapati Arsen sedang merapikan letak kemeja batik maroon-nya yang sedikit kusut.

​"Sen... kamu beneran mau tinggal di sini?" tanya Aira, suaranya cicit, dan hampir tenggelam oleh desau angin sore kaki Semeru.

"Kamu lihat sendiri, kan? Rumahku cuma kayak gini. Kamarnya sempit, kasurnya cuma kasur kapuk tipis, kamar mandinya di belakang pakai air sumur yang dingin banget. Kamu... kamu pasti nggak bakal betah," lanjutnya.

​Arsen menghentikan gerakannya, lalu memutar tubuh menghadap Aira sepenuhnya. Sepasang mata tajam yang dulu selalu membuat Aira canggung di perpustakaan kampus kini menatapnya dengan binar jenaka yang tipis.

​"Ra, kamu kan tahu, waktu kuliah dulu, aku sudah biasa tidur di barak proyek beralas terpal, mandi di sungai kalau lagi survei lapangan dan makan mie instan sebungkus dibagi dua sama Bram," sahut Arsen tenang, langkah kakinya maju satu tapak hingga aroma parfum maskulinnya yang mahal menguar dan berbaur dengan aroma kayu pinus pedesaan.

​Arsen mengulurkan tangan dan mengetuk pelan dahi Aira dengan ujung telunjuknya, "Jadi... Nyonya Arsenio, berhenti berpikir kalau suamimu ini manja. Sekarang, tunjukkan di mana kamar kita," ucap Arsen.

​Wajah Aira seketika memerah padam mendengar perkataan Arsen. Dengan langkah kaku dan jantung yang kembali berkejaran, Aira menuntun Arsen masuk ke dalam kamarnya yang berukuran tiga kali tiga meter. Di dalamnya hanya ada sebuah lemari pakaian kayu tua, sebuah meja kecil tempat ia menaruh ponsel dan sebuah kasur kapuk beralas seprai merah pudar yang bersih.

Arsen melangkah masuk, meletakkan tas kecil berisi dompet dan ponselnya yang ia ambil dari mobil tadi, pria itu mendudukkan dirinya di tepi kasur kapuk. Kasur itu langsung amblas mengikuti bobot tubuh tegap Arsen, mengeluarkan suara derit pelan dari dipan bambu di bawahnya.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
giliran mau minta uang baru ngakuin ank kandung hilman2 sakit jiwakau
Allfa Rizky
kok bisa ya Arsen sampe secinta itu sama Aira,, apa Arsen sudah jatuh cinta sama Aira pas masih kuliah ya
Allfa Rizky
sampai sekarang belum ada cerita bagaimana Arsen bisa langsung memilih Aira jadi istrinya
Aidil Kenzie Zie
ada-ada aja caranya Arsen agar bisa belah duren 🤣🤣🤣🤣gas lah Ra kasihan suamimu dianggurin 1bln lebih lo🤭🤭🥰🥰
Felycia Fernandez
ya kali blom malam pertama..
baru nikah di atas kertas donk namanya..
jangan di tunda lagi,mank malam pertama harus wow gtu keadaan dan tempatnya..
walaupun nikah dadakan tapi kan sudah saling Nerima...
salut aja udah sebulan 😆😆😆
Felycia Fernandez
bapak gila😡😡😡😡
mati aja sana...
udah nggak ada membantu anak,anak dapat suami kaya malah mau morotin...
Felycia Fernandez
good 👍
Felycia Fernandez
bawa gih Aira shopping ke mall Arsen
Felycia Fernandez
semoga nggak perselingkuhan ya kk Thor
Allfa Rizky
masih part gula-gula ya thor,, diabet aku🤭
Felycia Fernandez
dulu di buang suami,sekarang di muliakan menantu...💗
Aidil Kenzie Zie
penasaran Aira udah di unboxing belum ya🤔🤔🤔🤔
erviana erastus: jiwa kepoo meronta-ronta ya ka 🤭
total 1 replies
Allfa Rizky
manisnya Arsen kebangetan 🤭
Allfa Rizky
kisahnya bagus,, pahit d awal terus manis banget malah,, entah d tengah dan akhir cerita,, konfliknya jangan berat2,, apalagi d awal cerita siapa arsenio bagaimana masa lalunya belum ada cerita
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Allfa Rizky
manis banget🤭
Felycia Fernandez
gantian Bu,aku Yaang malah gugup ini,takut Aira tersakiti di jakarta...😞
Felycia Fernandez
Ntar jangan lupa renovasi rumah di kampung ini ya Arsen..
biar tambah panas hati para ibuk2 julidin🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
udah unboxing blom nih Aira 🤣🤣🤭
partini
orang kamu udah out ganti orang kota behhhh Lebih serem 10000x lipat
hati" buanykkkkkk ular kadut menggatal
erviana erastus
semoga didepan nnt nggak ada aral melintang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!