NovelToon NovelToon
Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun pacaran, Nisa yang menunggu dilamar di hari anniversary, justru merima kenyataan pahit jika ia diputuskan oleh Sandi dengan alasan tak setara.

Tapi takdir seperti sedang mengajak bercanda, sebulan kemudian Sandi datang ke rumahnya untuk melamar. Namun bukan ia yang dilamar, melainkan Naina, sang adik yang lulusan S1 dan bekerja sebagai teler di salah satu bank swasta.

Disaat ia terpuruk, ada sosok yang tak sengaja hadir dalam kehidupannya. Sosok yang begitu baik dan humoris, tapi kadang menyebalkan. Dia adalah Januar, seoarang driver ojol.

"Kalau jodoh memang harus setara, kamu nikah sama aku aja, Mbak." Ajakan nikah Januar alias Ojan, hanya disenyumin saja oleh Nisa.

Tapi Ojan, pantang menyerah, ia terus mendekati Nisa, hingga akhirnya wanita itu luluh. Tapi satu kenyataan pahit, membuat Nisa kembali terpuruk. Ternyata selain seorang ojol, Ojan juga merupakan mahasiswa S2. Apakah sekali lagi, ia harus patah hati karena alasan kesetaraan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Sandi mondar-mandir di kamarnya, berkali-kali matanya menatap jam warna putih yang bertengger di dinding. Hatinya gelisah, takut dengan respon orang tua Naina nantinya. Langsung diterima dengan baik, rasanya tidak mungkin. Ia bergeser ke ranjang, duduk di tepiannya. Di atas nakas, ada fotonya dan Naina yang diambil tatkala mereka liburan di pantai dua bulan lalu bersama teman-teman satu kantor Naina.

Ia teringat pertama kali mereka keluar berdua kurang lebih 5 bulan yang lalu. Awal dari sebuah pengkhianatannya.

Flashback

"Mas, nunggu lama ya? Maaf," ujar Naina yang baru masuk ke mobilnya. Ia menunggu gadis itu di depan gang, sesuai permintaan Naina.

"Enggak kok, Nai." Sandi menatap Naina yang begitu cantik hari itu. Gadis itu memakai gaun selutut yang pas sekali dengan tubuhnya. Naina pandai berdandan, pakaian dan aksesoris lainnya yang dipakai, juga terlihat mahal, memberi kesan elegan.

Mobil Sandi melesat meninggalkan depan gang, masuk ke jalan raya besar, menuju sebuah restoran mahal.

"Mas, gimana kalau Mbak Nisa tahu. Aku takut." Naina menatap Sandi sambil meremat handle shoulder bag nya.

"Nisa kan kerja, dia lembur hari ini." Sandi menoleh sambil tersenyum.

Beberapa hari yang lalu, meski agak ragu-ragu, Sandi mengutarakan niatnya, mengajak Naina ke acara reuni teman kampus. Bukan reuni besar satu angkatan, hanya reuni eksklusif beberapa teman se tongkrongan. Ia berani melakukan itu karena sering kali saat main ke rumah Nisa, Naina caper padanya.

Awalnya Naina minta diajari ngerjain tugas kuliah, lama-lama minta nomor telepon, lalu beberapa kali chat untuk hal yang tak penting, menanyakan sedang apa misalnya? Sampai ia merasa, jika Naina memang menyukainya. Dan dugaannya sepertinya benar, Naina menyukainya. Buktinya gadis itu langsung mau saat ia minta menemani reuni.

"Mas, Ayah sering banget nanya ke Mbak Nisa, kapan kamu akan melamarnya? Emang kamu mau segera nikah sama Mbak Nisa ya?"

Sandi membuang nafas kasar, tatapanya tetap lurus ke depan, fokus pada jalan yang lumayan padat.

"Kok diem sih, Mas? Kamu mau nikah sama Mbak Nisa ya?"

"Aku bingung, Nai." Sandi menoleh sekilas pada Naina. "Orang tuaku, kayak kurang sreg dengan Nisa."

"Kenapa?" Naina terkejut. Sejauh yang ia tahu, Nisa cerita kalau beberapa kali diajak main ke rumah Sandi. Namun selain ekspresi terkejut, ada seperti binar kebahagiaan di matanya. Ia memang sudah lama diam-diam menyukai Sandi.

"Karena latar belakang pendidikan dan pekerjaan Nisa. Semua kakakku menikah dengan wanita karier, lulusan sarjana. Orang tuaku ingin, aku juga begitu. Ayahku kepala sekolah, katanya malu kalau dapat menantu OG."

"Lha kamu sendiri gimana? Yang nikahkan kamu."

"Aku..."

"Jangan-jangan, kamu juga malu, Mas. Mbak Nisa kerja, hanya alasan kamu aja buat ngajak aku ke reuni, aslinya sebab utamanya bukan itu, tapi kamu malu ngajak dia."

Sandi tersenyum kecut, tak bisa berbohong lagi. "Maaf Nai, bukan maksudnya meremehkan Mbak kamu, tapi..." Ia membuang nafas kasar. "Aku memang cinta sama Nisa. Awalnya aku tak mempermasalahkan pendidikan dan pekerjaannya, namun saat aku mulai kerja sekantor dengan dia. Melihat dia setiap hari dengan seragam OG, disuruh ini itu sama staff, ya bisa di bilang seperti pembantu. Aku mulai merasa malu," menoleh pada Naina. "Teman-teman kantor, pacarnya pada selevel. Keluargaku, pasangan mereka juga selevel. Dan hari ini, mau ngajak Nisa ke reuni, kok rasanya malu. Temen-temenku, pacarnya pasti wah-wah, pekerjaan dan pendidikannya, minimal sarjanalah."

"Aku faham apa yang kamu rasakan, Mas."

Sandi reflek menoleh, terkejut Naina malah seperti mendukungnya. Padahal tadi ia sempat mikir Naina bakalan marah. "Makasih ya, Nai, kamu gak ngejudge aku buruk."

Naina tersenyum. "Enggaklah, aku faham kok. Dulu aja pas masih kuliah, aku putus sama pacar SMA ku, ya gitu alasannya, malu. Dia gak lanjut kuliah, kerja di pabrik. Malu lah. Dan lama-lama, ngobrol juga gak nyambung."

Setelah hampir 1 jam perjalanan, mereka tiba di restoran tempat reuni. Hanya 10 orang yang mengikuti acara ini, hanya teman-teman dekat saja. Memasuki VIP room, ternyata sudah ramai, hampir semua sudah datang dengan pasangan masing-masing. Mereka bersalaman, sedang para cewek cipika-cipiki.

"San, yang dulu apa ini ya? Siapa dulu namanya?" Cakra pernah kenalan dengan Nisa dulu.

"Udah putus, sekarang yang ini. Kenalin, namanya Naina." Sandi tersenyum pada Naina.

"Eh, kayak familiar dengan mukanya." Dafa mengerutkan kening, mengingat-ingat dimana pernah bertemu Naina.

"Di bank mungkin," celetuk Naina sambil tersenyum.

"Ah iya." Dafa tersenyum lebar. "Kamu teller ya."

Naina mengangguk.

"Pantas, kayak sering lihat. Aku sering ke bank tempat kamu kerja, tapi mungkin kamu gak ingat wajahku, ya customer banyak setiap harinya kan."

"Dia ingatnya wajah Sandi doang," celetuk Mikha, dan langsung disambut tawa semua orang.

Sepanjang reuni, berkali-kali Sandi menatap Naina. Gadis itu pandai sekali membawa diri, pandai bergaul. Naina langsung cocok dan nyambung dengan teman-temannya. Kalau diperhatikan, Naina cantik juga, mirip dengan Nisa. Naina punya pendidikan dan karier bagus, kenapa dia tidak dengan Naina saja, toh Naina sepertinya juga suka padanya. Orang tua dan kakak-kakaknya, pasti akan lebih setuju jika ia dengan Naina.

Setelah hari itu, keduanya makin dekat. Chat bukan kalau ada yang penting saja, melainkan hal-hal remeh juga. Saat Naina tak bawa motor, ia akan menjemputnya. Kadang kalau malam minggu, mereka juga keluar untuk sekedar makan atau nonton. Sampai akhirnya, Naina menuntut kepastian.

"Sebenarnya hubungan kita ini gimana sih, Mas? Masa mau main kucing-kucingan terus sama Mbak Nisa. Aku capek, Mas. Aku gak mau kayak Mbak Nisa, digantung bertahun-tahun. Gini aja, kamu pilih aku atau Mbak Nisa. Kalau pilih aku, segera putusin Mbak Nisa."

Sandi menghela nafas panjang sambil mengusap tengkuk. Memutuskan Nisa bukan hal yang mudah, selain Nisa terlalu baik dan gak punya salah, ia juga masih mencintainya. "Beri aku waktu, Nai."

"Sampai kapan?" Naina meradang. "Ada laki-laki yang naksir sama aku, Mas. Kalau kamu gak bisa ngambil keputusan, kita udahan aja. Aku bukan Mbak Nisa, yang mau digantung bertahun-tahun."

"Satu bulan. Beri aku waktu satu bulan. Aku akan mutusin Nisa."

1
Tamirah
Tuh adik yg gak tahu diri dia bisa kuliah karena kakak nya yg biayai , dia ada diposisi enak krn kakaknya, sedang-kan kakaknya bekerja hanya sebagai OB kasihan kakakmu yg dizolimi.
Tamirah
Masa adiknya gak tahu kalau Sandi itu pacar kakak nya jelas tahu krn mrk pacaran sdh 8 tahun.tapi cerita kayak gini di dunia nyata memang banyak terjadi sang adik ngrebut pacar kakak nya menyedihkan. very akan semakin seru kalau ojol yg naksir kakak nya adalah calon CEO dimana Sandi bekerja.
WHATEA SALA
Ojan habis kecelakaan nabrak orang tua Dinda kali ya..?
namii
hemm sama rasa minder Krena kesetaraan terjadi pda beberapa org
Tamirah
Sandi malu pacaran sama Office girl tapi mau uangnya untuk cicilan mobil .Kasihan pacar dimaafkan. !
Kale Ganindra Awan
ojan mah gitu😂
Kale Ganindra Awan
Din,,,bagi satu buat aku👏👏😂
Tamirah
Pacaran sampai 8 tahun gak ada kejelasan tiba-tiba putus kasep hanya karena gak setara.Tapi memang lebih baik putus daripada Pernikahan itu terjadi yg nnt ujung ujung bercerai karena orang tua gk setuju' apa lagi Kalau jadi nikah punya Anak kasihan banget hidup nya.
Kale Ganindra Awan
bukan gk enak badan,,tp malu,,
Kale Ganindra Awan
borong semua ojan,,😂
Kale Ganindra Awan
jiiaaaa,,,gaplok aja si ojan🤣🤣
Kale Ganindra Awan
ngeres banget ojan,,,😂
Kale Ganindra Awan
bibir pakai gincu nis,,jngn merah",,ntar dikira habis mkn ayam mentah😂
ayu cantik
bagus
WHATEA SALA
Nisa..sebelum kata sah atas ijab kabul sandi dan naina,bilang sama sandi, pulangin dulu uang untuk DP mobil,,biar sekalian malu sandi dan keluarganya dan jangan nangis terus,tetap bersyukur di putusin dalan keadaan belum di nikahin.
WHATEA SALA
Bakar aja mobilnya kan ada uang Nisa juga,semoga Nisa kuat dan tetap bersyukur karna terbuka sudah siapa sandi sebenarnya,untung belum nikah.jangan kan masih pacaran yang sudah nikah puluhan tahun saja bisa putus,semangat Nisa putus dari sandi bukan akhir dari segalanya💪💪💪👍👍
Kale Ganindra Awan
cie, cieeee,,pak yapto ,but dewi ikut salting nih😂
Kale Ganindra Awan
Bisa kmu Nis,,aku percaya kemampuanmu,,
Kale Ganindra Awan
ojan hayooo bikin nangis nisa tuh,,,
Kale Ganindra Awan
si ojan sangat absurd ngocehnya,,,kawin lari pula😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!