NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7

Hari yang dinanti sekaligus dicemaskan itu akhirnya tiba juga.

Pelataran depan kompleks asrama Universitas Los Angeles Pusat pagi ini dipadati oleh lautan manusia.

Bus-bus besar yang mengangkut ratusan mahasiswa baru dari berbagai penjuru daerah tampak berhenti bergantian, menurunkan gelombang remaja dengan koper-koper besar mereka.

Riuh rendah suara obrolan, derit roda koper di atas beton, dan instruksi dari pengeras suara panitia berbaur menjadi satu atmosfer yang mendebarkan.

Di salah satu sudut trotoar yang agak lengang, Scarlett Langford berdiri menghadap Cristine.

Tas ransel gunung yang baru dibelinya beberapa hari lalu tersemat kokoh di punggung semampainya.

Detik-detik perpisahan yang sesungguhnya kini berada tepat di depan mata.

Scarlett memeluk tubuh hangat ibu tirinya itu dengan sangat erat, menenggelamkan wajahnya sejenak di bahu wanita yang telah merawatnya dengan penuh keikhlasan.

Ia mendaratkan ciuman bertubi-tubi di kedua pipi Cristine, sebuah ritual perpisahan emosional yang biasa mereka lakukan.

“Aku akan usahakan pulang satu bulan sekali, Ibu,” bisik Scarlett, mengurai pelukannya namun tetap menggenggam erat kedua tangan Cristine.

Mata indahnya berkilat penuh tekad.

“Jadi, Ibu jangan pernah mengkhawatirkan aku di sini. Fokus saja pada kehidupan Ibu di rumah.”

Melihat mata anak tirinya yang berkaca-kaca namun berusaha tegap, Cristine tersenyum lembut.

Scarlett melepaskan genggaman tangannya dan mencoba mencairkan suasana haru yang mulai terasa menyesakkan dada mereka.

“Dan... jika Ibu nanti merasa terlalu kesepian di rumah yang kosong,” Scarlett menaikkan sebelah alisnya dengan tatapan jenaka, “Ibu boleh membawa salah satu brondong rekan kerja Ibu yang tampan itu ke rumah saat aku tidak ada. Aku tidak akan keberatan.”

Candaan spontan itu sukses membuat Cristine tertawa kecil, memukul pelan lengan Scarlett.

“Kau ini benar-benar ya, sempat-sempatnya menggoda ibumu sendiri.”

Cristine kemudian mengulurkan kedua tangannya, membetulkan tatanan rambut Scarlett.

Pagi ini, rambut panjang kecokelatan Scarlett dikepang dua dengan rapi, lalu diikat bersilang secara melingkar di atas kepala menggunakan pita satin hitam kecil—sebuah gaya tatanan rambut klasik yang anggun, membuatnya terlihat sangat mempesona bak nona-nona bangsawan Belanda zaman dahulu.

Tatanan rambut itu berpadu sempurna dengan struktur wajahnya yang tegas dan simetris.

“Sudah rapi sekarang. Masuklah ke dalam, Nona Cantik. Jangan sampai terlambat mengantre barisan,” ucap Cristine manis, mengusap pipi Scarlett untuk terakhir kalinya.

“Bye-bye, Mom... aku mencintaimu,” seru Scarlett, melambaikan tangannya sembari membalikkan badan, melangkah mantap memasuki gerbang besi asrama yang menjulang tinggi, tanpa pernah menduga badai besar apa yang sedang menantinya di dalam sana.

...ΩΩΩΩΩΩΩ...

Aula utama asrama mahasiswa baru terasa begitu megah sekaligus mengintimidasi.

Seluruh mahasiswa baru dari berbagai fakultas diinstruksikan untuk berbaris rapi sesuai kelompok mentorship mereka masing-masing.

Scarlett berdiri di barisan tengah kelompoknya, mencoba mengatur napas dan mengamati sekeliling.

Suasana yang tadinya bising mendadak senyap seketika ketika barisan mentor senior berjalan masuk dari pintu samping panggung utama.

Mereka mengenakan jaket seragam mentor berwarna biru tua yang terkesan sangat berwibawa dan gagah.

Scarlett awalnya bersikap acuh tak acuh, hingga pandangan matanya secara tidak sengaja menangkap siluet tinggi besar seorang pemuda yang berjalan di barisan paling depan para mentor.

Deg.

Jantung Scarlett seakan berhenti berdetak selama satu detik penuh.

Pupil matanya melebar sempurna. Fokus pandangannya terkunci pada wajah tampan berahang tegas, dan yang paling mengerikan... sepasang mata heterochromia ganjil yang berkilat dingin di bawah sorot lampu aula.

Pria itu... Ternyata pria songong sombong itu juga Berkuliah disini!! pekik Scarlett di dalam hatinya, seluruh tubuhnya mendadak kaku bak patung es.

Rasa dingin menjalar cepat dari ujung kaki hingga ke kepala Scarlett.

Detik berikutnya, ritual perkenalan para mentor senior pun dimulai satu per satu menggunakan pengeras suara.

Ketika giliran pria bermata aneh itu tiba, ia melangkah satu tapak maju, merebut mikrofon dengan gaya yang sangat arogan dan dominan.

“Selamat pagi, Mahasiswa Baru. Aku Millian Vale-Knight, mentor utama yang akan mengawasi jalannya kedisiplinan kalian selama tiga hari ke depan,” ucap suara berat nan bariton itu, menggema membelah keheningan aula.

Mendengar nama itu meluncur lurus dari mulut sang pemilik wajah, seluruh pertahanan diri Scarlett runtuh seketika.

Kepalanya mendadak berputar hebat. Millian... Vale-Knight? Berita itu menghantam otaknya layaknya godam besar.

Pria palsu yang ia maki habis-habisan, pria "yang mengaku-ngaku bernama Millian" yang ia permalukan dengan lembaran kue sisa pesta semalam... ternyata adalah Millian Vale-Knight yang asli!

Kekasih imajiner yang selama satu tahun ini ia agung-agungkan di sekolah menengahnya!

Demi Tuhan, Scarlett rasanya ingin menghilang dari muka bumi dan pindah ke planet Mars saat itu juga jika perlu.

Lututnya mendadak lemas tak bertulang, membuatnya terpaksa sedikit menduduki tumitnya dan memegangi sandaran kursi di dekatnya untuk menahan tubuhnya agar tidak jatuh pingsan akibat syok yang teramat sangat.

Ia ingin menangis sejadi-jadinya, merutuki bagaimana kesalahpahaman gila ini bisa terjadi karena kebodohannya yang selalu lupa mencari tahu rupa asli sang pangeran Bel Air.

Sementara itu, di atas panggung, pandangan mata tajam Millian Vale-Knight sedang menyapu lautan mahasiswa baru dengan bosan.

Namun, sapuan matanya terhenti mendadak ketika menangkap siluet seorang mahasiswi dengan tatanan rambut kepang dua mirip nona Belanda yang sedang tampak limbung di barisan tengah.

Millian menyipitkan mata ganjilnya, meneliti lebih dekat garis wajah gadis itu.

Dan ketika memori otaknya berhasil mencocokkan wajah menawan itu dengan sosok pelayan gila yang telah menodai bodi mobil sport mewahnya, sebuah kilat kepuasan yang kejam langsung terpancar dari matanya.

KENA KAU!!!!... batin Millian, sudut bibirnya ketarik membentuk seringai sinis yang sangat mengerikan.

Dunia ternyata sangat sempit, Nona Pelayan Gila. Kau masuk ke dalam kandangku sekarang. Kau akan kubuat menangis dan menyesal karena telah lahir ke dunia ini selama tiga hari ke depan.

Setelah sesi perkenalan mentor selesai, agenda dilanjutkan dengan verifikasi data dan asal daerah mahasiswa untuk pembagian nomor kamar asrama.

Satu per satu mahasiswa dipanggil ke depan panggung untuk memperkenalkan diri singkat dan menyerahkan berkas mereka.

“Selanjutnya, kelompok B-4, Scarlett Langford!” seru James dari atas panggung menggunakan mikrofon, membacakan lembar manifes di tangannya.

Mendengar namanya dipanggil, Scarlett memejamkan matanya rapat-rapat selama satu detik, mencoba mengumpulkan sisa-sisa harga diri dan keberanian Langford yang ia miliki.

Ia menegakkan punggungnya yang tinggi semampai, menolak untuk terlihat kalah meskipun di atas panggung sana Millian sedang menatapnya dengan pandangan menguliti seolah siap menerkamnya hidup-hidup.

Dengan langkah kaki yang anggun dan ritme yang tenang, Scarlett berjalan maju menuju area depan panggung.

Aura percaya diri yang kuat menguar dari tubuhnya, menutupi kepanikan batinnya dengan sangat sempurna.

“Selamat pagi semuanya. Nama saya Scarlett Langford,” ucap Scarlett dengan nada suara yang terdengar sangat tegas, jernih, dan tidak bergetar sedikit pun.

Ia mendongakkan kepalanya, menatap lurus ke arah barisan mentor. “Saya berasal dari San Marino, dan saya berada di sini sebagai salah satu mahasiswi jalur beasiswa penuh akademik untuk Fakultas Sastra.”

Begitu kata "San Marino" dan "beasiswa" meluncur dari bibir Scarlett, kasak-kusuk mendadak riuh di barisan mahasiswi dari kelompok lain.

Terutama mereka yang berasal dari kalangan sekolah elite Los Angeles.

Tatapan mereka yang semula takjub melihat keanggunan Scarlett, dalam sekejap berubah menjadi pandangan penuh penilaian dan cibiran judes.

“Oh, My God...jadi dia hanya anak beasiswa dari pinggiran kota?” bisik salah seorang mahasiswi berambut pirang dengan dandanan mahal, sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh sekitar.

“Lihat dandanannya,” timpal mahasiswi di sebelahnya, menjulid habis-habisan pakaian yang dikenakan Scarlett.

“Pakaiannya benar-benar terlihat sangat sempurna bak putri dari klan kelas atas. Potongan kemeja flanel dan paduan celana jinsnya terlihat sangat pas, bahkan tatanan rambut kepangnya itu... dia pikir dia sedang berada di peragaan busana Paris? Benar-benar pencitraan yang murahan untuk ukuran anak miskin penerima beasiswa!”

Cemoohan dan julidan itu berhamburan, menyerang penampilan fisik Scarlett yang dinilai terlalu classy dan anggun untuk status sosialnya yang rendah.

Mereka menganggap Scarlett sengaja memakai pakaian terbaiknya hanya untuk menarik perhatian para mentor kaya.

Namun, Scarlett tetap berdiri tegak di posisinya. Ia tidak mengoreksi atau membalas julidan tersebut.

Di balik riuh rendah suara cibiran dari para mahasiswi lain, sepasang mata heterochromia milik Millian Vale-Knight terus mengunci pergerakan Scarlett dari atas panggung dengan intensitas yang pekat, menandai awal dari perang dingin yang sesungguhnya di dalam dinding asrama tua itu.

1
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
Ayusha
tak kasih tau ya, bajing an itu hewan sejenis dg tupai 🤣🤣
Rosdianah 🌷: ya Ngakak 🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
Scarlett - millian gak bosen main peran sandiwara cinta gini🤣🤣🤣 mending pacaran beneran aja sih
Rosdianah 🌷: Besok ya kak🫶
total 3 replies
Mita Paramita
maksud sih millian mau bikin scarlet mupeng liat bibir ny mau dicium 🤣🤣🤣 blom tau kalo scarlet otak ny lurus 🤨
Rosdianah 🌷: ngakak loh aku kak🤣
total 1 replies
Mita Paramita
🤣🤣🤣udah berprasangka buruk aja nih scarlet
Rosdianah 🌷: maklumlah kak🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayusha
jilat apa hayoo😄😄
Rosdianah 🌷: Scarlett Ndak bagi mimpi kak🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!