NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Malam Pembantaian (Bagian 1)

​Suara gemuruh dari arah gerbang depan klan semakin mengguncang fondasi bangunan paviliun kayu. Ratusan obor yang dibawa oleh pasukan gabungan menerangi langit malam yang pekat.

​BRAAKK!

​Pintu gerbang kayu besi setinggi lima meter itu hancur berantakan menjadi serpihan kecil. Puluhan prajurit elit Klan Zhao merangsek masuk dengan senjata terhunus tajam.

​Para penjaga malam Klan Lin yang tidak tahu apa-apa langsung panik luar biasa. Mereka mencoba menahan serangan namun langsung roboh dalam genangan darah segar.

​Lin Tian mengawasi pembantaian awal tersebut dari atas atap paviliun yang gelap. Tangannya mencengkeram erat gagang Pedang Berat Hitam tanpa mengeluarkan fluktuasi energi sedikit-pun.

​'Biarkan anjing-anjing itu saling menggigit untuk sementara waktu,' batin Lin Tian dingin.

​Dia menoleh ke arah Su-er yang berdiri di belakang pilar batu dekat koridor rahasia. Jari telunjuknya diletakkan di depan bibir untuk memberi isyarat agar gadis itu tetap diam.

​Patriark Lin bersiap melangkah maju dengan tombak peraknya yang mulai memancarkan cahaya putih. Namun Lin Tian segera menahan lengan kekar kakeknya dengan gelengan kepala kuat.

​“Kakek, tetaplah di sini untuk menjaga keselamatan jalur evakuasi utama Su-er,” bisik Lin Tian sangat pelan. “Aku akan pergi ke halaman tengah untuk memanen beberapa nyawa musuh.”

​Lin Tian melompat turun dari atap menuju ke dalam semak-semak bayangan tanpa suara. Tubuhnya bergerak lincah laksana seekor kucing hitam yang sedang mengincar mangsa empuk.

​Tiga orang prajurit Klan Zhao berjalan perlahan menyusuri koridor samping dengan obor menyala. Mereka mencari keberadaan anggota keluarga inti untuk segera dieksekusi di tempat.

​Lin Tian muncul secara tiba-tiba dari balik pilar batu tepat di belakang prajurit terakhir. Tangan kirinya bergerak secepat kilat membekap mulut pria itu hingga tidak bisa bersuara.

​CRREEKK!

​Pisau belati kecil yang dilapisi racun ular langsung menembus tenggorokan prajurit tersebut dengan sangat presisi. Lin Tian menahan tubuh mati itu agar tidak jatuh menimbulkan suara benturan lantai.

​Dia dengan cepat merenggut cincin penyimpanan dari jari mayat itu sebelum membuangnya ke semak-semak. Sifatnya sama sekali tidak akan membiarkan harta rampasan terbuang sia-sia begitu saja.

​Dua prajurit di depannya menyadari hilangnya rekan mereka dan langsung memutar tubuh dengan waspada. Namun yang mereka lihat hanyalah bayangan hitam besar yang meluncur cepat ke arah wajah.

​BLAAMM!

​Sisi datar Pedang Berat Hitam menghantam dada prajurit pertama hingga tulang rusuknya hancur ke dalam. Tubuh pria itu terlempar menghantam dinding batu dan langsung tewas seketika.

​Prajurit tersisa mencoba membuka mulut untuk berteriak meminta bantuan pasukan utama. Lin Tian tidak memberikan kesempatan itu dan langsung menusukkan ujung tumpul pedangnya ke perut musuh.

​Jalur meridian prajurit itu hancur berantakan akibat luapan tenaga fisik murni yang sangat brutal. Dia ambruk ke atas lantai tanah dengan mata membelalak penuh rasa tidak percaya.

​Lin Tian mengambil obor yang terjatuh lalu melemparkannya ke atas atap jerami paviliun samping. Api dengan cepat menjalar dan menciptakan kobaran besar yang memicu kepanikan baru.

​WUSSHH!

​Kobaran api merah menerangi langit tengah klan dan mengacaukan pandangan taktis pasukan gabungan. Beberapa kelompok prajurit kota mulai berlarian tidak tentu arah untuk memadamkan api.

​'Kekacauan adalah tempat bermain yang paling sempurna untukku,' pikir Lin Tian sambil menyeringai licik.

​Dia menyusup kembali ke dalam kegelapan malam yang pekat di balik tembok pembatas. Target berikutnya adalah para pemanah faksi kota yang bersiap di atas dinding luar.

​Empat orang pemanah sedang membidikkan anak panah mereka ke arah dalam halaman paviliun utama. Mereka sangat fokus hingga tidak menyadari kehadiran sesosok pemuda di belakang mereka.

​Lin Tian mengayunkan Pedang Berat Hitam secara horizontal dengan putaran tubuh yang sangat bertenaga. Tebasan horizontal itu menciptakan tekanan angin yang sangat pekat di udara terbuka.

​STTTRRR!

​Empat kepala pemanah itu langsung terlepas dari leher mereka dalam satu gerakan tebasan tunggal. Darah segar menyembur keluar laksana air mancur kecil yang membasahi permukaan dinding bata.

​Lin Tian dengan cepat membersihkan sisa darah di senjatanya menggunakan kain pakaian korbannya. Dia mengambil beberapa kantong anak panah berujung peledak yang tersimpan di pinggang mereka.

​Dia memasang kantong peledak itu di sepanjang jalur koridor utama yang akan dilewati pasukan musuh. Tali sutra tipis dibentangkan beberapa inci di atas ubin sebagai pemicu jebakan mekanis.

​Dari kejauhan, terdengar suara tawa melengking dari Tuan Muda Kota Wang Teng yang sangat arogan. Dia berjalan dikawal oleh belasan prajurit elit ranah Pengumpulan Qi tingkat tinggi.

​“Bakar seluruh tempat ini dan jangan biarkan ada tikus klan Lin yang lolos hidup-hidup!” teriak Wang Teng lantang.

​Gu Tua berjalan di sampingnya dengan posisi melayang beberapa inci di atas permukaan tanah. Sepasang matanya yang cekung terus memindai setiap sudut bangunan menggunakan indra spiritualnya.

​Lin Tian menyipitkan matanya saat melihat pergerakan ahli ranah Pembentukan Inti tersebut dari kejauhan. Dia tahu bahwa jebakan biasa tidak akan bisa melukai monster tua bangka itu.

​Oleh karena itu, dia memilih untuk memutar arah gerakan gerilyanya menuju ke barisan belakang pasukan. Di sana terdapat rombongan logistik dan tabib medis dari faksi Klan Zhao.

​Seorang tetua Klan Zhao tingkat rendah sedang sibuk membagikan pil pemulihan qi kepada para prajurit. Lin Tian merayap di atas langit-langit kayu bangunan tepat di atas posisi tetua itu.

​Tangannya perlahan membuka botol kecil yang berisi bubuk racun pelumpuh saraf hasil ramuan Yue Chan. Bubuk halus tak berwarna itu dijatuhkannya perlahan mengikuti arah embusan angin malam.

​Tetua dan para prajurit di bawahnya tanpa sadar menghirup bubuk racun tersebut ke dalam paru-pari. Beberapa saat kemudian, lutut mereka mendadak lemas dan seluruh tubuh mereka kehilangan tenaga.

​“Kenapa tenaga spiritual di dalam dantianku tiba-tiba lenyap secara total?” keluh sang tetua panik.

​Lin Tian langsung melompat turun dari langit-langit dengan posisi pedang berat yang mengarah ke bawah. Berat tubuh fisiknya berpadu dengan momentum gravitasi bumi menciptakan daya hancur masif.

​BOOMM!

​Kepala tetua Klan Zhao itu hancur berantakan laksana buah semangka yang dijatuhi batu besar. Tiga prajurit di sekitarnya yang masih lemas langsung dieksekusi dengan tusukan cepat ke jantung.

​Lin Tian mengambil seluruh botol pil medis yang ada di atas meja logistik tanpa tersisa. Tindakan penjarahan diam-diam ini dilakukan dengan kecepatan tangan yang sangat luar biasa teruji.

​'Bocah, metode gerilya kotor milikmu ini benar-benar sangat efisien untuk menipiskan barisan musuh,' puji Yue Chan geli.

​'Ini bukan kotor, ini namanya taktik menghemat energi yang sangat rasional,' jawab Lin Tian di dalam batinnya.

​Suara teriakan kemarahan Zhao Feng terdengar bergaung keras dari arah halaman paviliun depan klan. Pemimpin Klan Zhao itu tampaknya telah menemukan mayat para tetua dan prajurit elitnya.

​“Siapa keparat yang berani melakukan pembunuhan pengecut dari balik bayangan ini!” raung Zhao Feng dengan sangat murka.

​Lin Tian hanya tersenyum sinis mendengar umpatan frustrasi dari pemimpin klan musuhnya tersebut. Dia terus bergerak berpindah posisi dari satu bayangan ke bayangan bangunan yang lain.

​Setiap kali dia bergerak, satu atau dua nyawa prajurit musuh dipastikan akan melayang secara tragis. Lantai koridor Klan Lin kini telah berubah menjadi jalur aliran darah yang sangat kental.

​Seorang kapten prajurit kota mencoba melarikan diri setelah melihat seluruh anggotanya tewas mengenaskan. Lin Tian mengejarnya dari belakang dan langsung menebas kedua kaki pria itu hingga putus.

​CRASSHH!

​Pria itu menjerit histeris sambil memegangi pangkal pahanya yang terus menyemburkan darah segar berbusa. Lin Tian menginjak wajah kapten itu dengan sangat keras hingga suara tulang hidungnya patah terdengar.

​“Di mana posisi penempatan pasukan cadangan kalian yang sebenarnya?” tanya Lin Tian dengan nada suara yang sangat dingin.

​Kapten yang ketakutan itu langsung menunjuk ke arah gerbang barat luar klan dengan jari gemetar. Lin Tian mengangguk pelan lalu mengayunkan pedangnya untuk memenggal kepala pria itu tanpa belas kasihan.

​Dia mengumpulkan seluruh tanda pengenal militer dari para korban sebagai bukti koleksi masa depannya. Tindakan dingin dan penuh perhitungan ini menunjukkan betapa berbahayanya Lin Tian saat berada dalam mode berburu.

​Kabut asap tebal akibat kebakaran paviliun kini mulai menyelimuti seluruh area pertempuran klan. Hal ini membuat jarak pandang para prajurit biasa menjadi semakin terbatas dan kacau balau.

​Lin Tian memanfaatkan situasi kabut asap ini untuk memasang jebakan sutra peledak terakhirnya di koridor utama. Dia tahu bahwa kelompok utama Wang Teng akan segera melewati jalur lintas ini.

​Dia kemudian melesat kembali ke arah tempat persembunyian Kakeknya dan Su-er di paviliun rahasia. Kondisi fisiknya masih sangat prima karena dia tidak pernah terlibat dalam benturan energi depan.

​“Kakek, Su-er, situasi di luar sudah cukup kacau akibat kebakaran dan jebakan racun yang kupasang,” ucap Lin Tian. “Kita harus segera bergerak menuju ke pintu masuk saluran air bawah tanah sekarang.”

​Su-er mengangguk cepat sambil mencengkeram erat sudut baju jubah musim dingin yang dikenakannya dengan gugup. Patriark Lin menatap cucunya dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa bangga sekaligus sedikit ngeri.

​Pria tua itu menyadari bahwa cucunya telah tumbuh menjadi sosok monster taktis yang sangat menakutkan bagi musuh. Mereka bertiga mulai melangkah masuk ke dalam terowongan gelap yang tersembunyi di bawah lantai kayu.

​Namun, tepat ketika Lin Tian hendak menutup pintu palka besi saluran bawah tanah tersebut, sebuah ledakan besar terdengar. Tekanan energi spiritual yang sangat masif menghancurkan seluruh dinding paviliun rahasia tempat mereka berada.

​BLAAMMM!

​Puing-puing batu giok dan balok kayu besar berhamburan ke segala arah akibat hantaman energi tersebut. Siluet tubuh kurus Gu Tua perlahan muncul dari balik kepulan debu dengan ekspresi wajah yang sangat dingin.

​“Tikus kecil, ternyata kamu bersembunyi di lubang bawah tanah ini bersama dengan sisa keluarga rongsokanmu,” ucap Gu Tua sinis.

​Di belakangnya, Zhao Feng dan Wang Teng juga melangkah maju dengan sepasang mata yang memancarkan kepuasan pembunuhan. Kepungan mutlak dari para petinggi musuh akhirnya berhasil mengunci posisi pelarian faksi Lin Tian malam itu.

​Lin Tian berdiri tegak di depan Su-er sembari memosisikan Pedang Berat Hitamnya dalam sikap bertahan penuh. Otaknya kembali berputar sangat cepat untuk mencari celah pelarian terkecil di tengah situasi hidup mati ini.

​Malam pembantaian bagian pertama ini telah berakhir dengan hancurnya benteng pertahanan terluar wilayah Klan Lin. Tirai pertempuran berdarah yang sesungguhnya kini telah resmi terbuka lebar di bawah kegelapan terowongan bawah tanah kota.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!