NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Tuan Mafia

Cinta Pertama Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sunshine_2

"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.

Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Masih lanjutan bab sebelumnya ya guys, jangan lupa yah kasih like, komen dan subscribe🥰👇.

Buah dan sayur yang dicuci lalu Sera masak bersama sosis dan jamur serta daging.

"Ini kita campur aja jadi satu, ala-ala masak aja. Tapi nanti pasti kujamin enak kok."

"Iya, apapun yang kamu masak pasti enak" jelas Altas.

Sembari menunggu masakan matang, Sera memotong dan mengupas buah-buahan yang di petiknya, ada strawberry, apel, mangga dan jeruk.

"Semua buah-buahan ini benar-benar manis, ayo coba ini" menyuapi Altas.

Kembali Sera bertanya pada Altas apakah semua sayur dan buah ini ia yang menanamnya. Sahut Altas mengatakan kalau semua itu bukanlah dia yang menanam, melainkan tukang kebun. Ia hanya senang melihat pemandangan hijau nan asri ini, apalagi saat ia sedang merasa tidak nyaman soal pekerjaan ataupun bosan ia memilih untuk duduk dan menikmati secangkir kopi di tempat itu.

"Emmh, kukira selain seorang mafia kau juga seorang tukang kebun hhe" canda Sera.

Suki buatan Sera pun matang, dan tidak sabarnya ia langsung mengambilkan semangkuk Suki untuknya dan Altas.

"Cobalah itu. Tapi tunggu dingin ya, jika tidak lidahmu mungkin akan terbakar."

Sambil makan dan berbincang-bincang mereka saling bertukar cerita, hari itu terasa indah dan penuh canda tawa.

"Enak sekali, aku tidak pernah makan-makanan seenak ini."

"Jangan berlebihan, kau hanya ingin menyenangkan aku saja, iyakan?"

"Sungguh, masakan ini benar-benar enak sayang. Kau sangat pandai dalam segala hal."

Sera dan Altas mengabadikan moment hari itu dengan kamera yang sudah disiapkan mereka mengambil foto bersama.

"Ayo tersenyum," ucap Sera.

Melihat bunga berwarna ungu yang indah, Altas mencoba sedikit romantis menyelipkan bunga ke rambut Sera. Senyum Sera sejenak menatap bertanya apakah itu indah untuknya.

"Sangat sempurna!"

Selain itu sebagai kado pernikahan mereka, Altas juga memberikan kalung berlian yang mewah dan terlihat begitu mahal, memakaikan ke leher Sera yang mana moment itu mereka abadikan dalam rekaman video.

"Terimakasih, ini cantik sekali. Ini benar untukku?"

"Apapun itu, ini belum seberapa sayang. Kamu berhak mendapatkan yang lebih dari ini, aku ada sesuatu lagi hadiah untukmu."

"Sesuatu, apa itu?" penasaran Sera.

"Kita akan tahu saat tiba di rumah."

Angguk Sera sedikit penasaran namun mencoba acuh. Tiba-tiba dering ponsel Altas berbunyi yang mana ada seseorang menelpon, berdiri mengangkat dan sedikit menjauh karena sesuatu hal penting.

"Tunggu sebentar."

Beberapa menit berlalu, cukup lama Altas menelepon karena sepertinya sedang membahas sesuatu yang cukup penting.

"Siapkan semuanya seperti yang saya minta, semua harus selesai hari ini. Saya tidak ingin menundanya lagi!" mematikan telepon.

Saat berbalik badan, Altas menoleh-noleh mencari Sera yang tidak ada di tempat sambil berteriak melihat sekitar kebun dengan raut wajah panik, manalagi Sera pergi tanpa membawa ponsel.

Sudah lama Sera pergi lebih dari 10 menit dan juga belum kembali, Altas tak hanya berdiam dan menunggu, ia mencari Sera kesana kemari dan berniat menelepon Corleo meminta bantuan untuk para penjaga mencari Sera.

Namun, Sera tiba-tiba datang dan langsung Altas menghampiri memeluknya. Ia pun bertanya-tanya pada istrinya itu kemana ia pergi dan tak izin dulu dengannya.

"Kau membuatku khawatir!"

"Tenanglah, aku baik-baik saja."

Sera memperlihatkan seekor kelinci yang ia bawa, ia mengatakan jika ia mengambil kelinci itu. Kelincinya berlari jauh sehingga terpaksa ia mengejarnya.

"Kelincinya sangat lucu, bukan?. Kau tadi sibuk menelepon, jadi aku tidak sempat memberitahu. Lagi pula aku tidak pergi begitu jauh, hanya sedikit saja."

"Lain kali jangan membuatku khawatir seperti itu!"

Sera meminta izin Altas untuk memelihara kelinci itu, dan tanpa banyak bicara Altas memberi izin sembari memberikan kandang untuk kelinci itu.

"Kamu masuk disini ya, aku akan merawatmu."

...

1
Sunshine_2
Hai guys bantu dukung karya pertama aku ya, dengan like, komen, subscribe dan boleh kasih tip juga ya, terimakasih 🥰.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!