Andre dan Indri kembali
Andrean Hadinata memiliki seorang adik angkat yg cantik dan baik hati yang bernama Indrian Hadinata. Tapi mereka terpaksa berpisah karena keluarga kandung Indri mengambilnya kembali.
Perpisahan mereka menjadi awal mula kesedihan dan penderitaan bagi Indri dan Andre.
Mereka berjanji untuk kembali bertemu ketika dewasa.
Apakah mereka bisa kembali hidup bahagia?
Lalu bagaimana dengan hubungan mereka? Apakah akan tetap menjadi kakak beradik yang saling menyayangi dan melindungi satu sama lain? Ataukah hubungan mereka akan berubah menjadi cinta yang tak dapat dipisahkan?
Ikuti kisahnya disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari penandatanganan kontrak
Hari penandatanganan kontrakpun akhirnya tiba, Riani telah menunggu Brian di ruang rapat perusahaan Wijaya. Tentunya Angga dan Agung Wijaya telah menunggu mereka. Namun Alexa belum tiba, karena kemarin dia ada pemotretan hingga larut malam, sehinnga dia bangun siang
" Maaf karena aku membuat kalian menunggu lama "
Kata Brian ketika dia memasuki ruang rapat bersama dengan sekertarisnya
" Tidak masalah pak Brian. Kami juga belum lama menunggu disini "
Sambut Agung yang langsung berdiri ketika Brian datang
" Ini surat kontrak yang telah kami persiapkan. Anda bisa membacanya terlebih dahulu! "
Sambung Agung dengan memberikan dokumen yang sebelumnya diberikan oleh sekertarisnya setelah mereka kembali duduk
Brian meraihnya dan mulai membacanya setiap butir dari perjanjian mereka
" Sepertinya semua sudah sesuai. Kurasa kita bisa menandatanganinya sekarang! "
Kata Brian setelah dia selesai membaca setiap butir dari perjanjian mereka
" Saya hanya sekedar mengingatkan tuan, jika tuan berani mempermainkan saya, hasilnya akan sangat fatal. Tuan tentu pernah mendengar nama saya sebelumnya kan? "
Kata Brian sambil menandatangani surat kontrsk ditangannya
" Tentu saja pak Brian. Saya tidak mungkin melakukan sesuatu yang dapat merugikan perusahaan saya sendiri "
Agung tersenyum berkata pada Brian
" KIta akan saling memegang copyan surat kontrak ini sebagai bukti kontrak kerja sama kita "
" tentu saya percaya pada pak Agung. Saya yakin kerja sama kita akan berjalan lancar dan saling menguntungkan"
Brian tersenyum menyeringai pada Agung
" Nona Riani mulai besok anda harus mulai sibuk untuk membantu saya dalam merancang pembangunan mall kita nanti! "
Brian beralih pada Riani yang sedari tadi hanya diam tanpa mengeluarkan suara, hingga membuat Riani terkejut
" Ach iya, tentu saja pak Brian, Besok saya akan ke perusahaan bapak untuk mulai merencanakan semuanya "
Jawab Riani yang sedikit ragu - ragu karena Agung menatapnya penuh ancaman
" Kalau begitu saya tunggu kehadiran anda besok! "
Brian hendak berdiri dari duduknya bersama sang sekertaris sebelum Agung menghentikannya
" Pak Brian, bisakah anda meluangkan waktu lebih lama untuk berbincang dengan ku? Aku ingin mengenalkanmu pada cucuku! "
Kata Agung menahan Brian sehingga dia duduk kembali duduk
" Tentu saja pak Agung "
Brian mengangguk kemudian dia beralih kepada sang sekertaris
" Kamu bisa kembali lebih dulu. Hendel pekerjaanku hingga aku kembali ke kantor! "
" Baik pak! "
Jawab sang sekertaris yang kemudian berjalan pergi meninggalkan ruangan
Tok tok tok
" Maaf karena saya datang terlambat "
Kata Alexa yang memasuki ruangan kemudian berjalan mendekati sang kakek
' Hai kakek, ayah, Riani "
Riani dan Angga hanya menganggukan kepala.
" Akhirnya kamu sampai juga sayang. Perkenalkan ini pak Brian, dia akan menjadi rekan bisnis kitayang baru, karena kakek baru saja menjalin kerja sama "
Agung memperkenalkan Alexa dengan penuh kebanggaan dan wajah yang ceria
" Hai tuan , nama saya Alexa, Alexa Wijaya "
Lexa mengulurkan tangannya pada Brian untuk mengajaknya berjabat
" Kamu,,, ALexa Wijaya? Model itu? "
Tampak wajah tak percaya terpancar dari wajah Brian
" Bagaimana bisa gadis ini Alexa? Kalau begitu, siapa yang waktu itu bertemu denganku? Aku yakin sekali kalau bukan gadis ini orang yang bertemu denganku. Jelas aku mengirimkan lamaran ke keluarga ini tanpa saling melihat wajah masing - masing. Siapa yang mereka kirim untuk menggantikan Alexa menemuiku? Aku harus tahu siapa gadis nakal itu! "
Brian terlihat kebingungan karena Alexa Wijaya yang bertemu dengannya di restoran bukanlah gadis ini hingga dia termenung tanpa menerima uluran tangan Lexa
" Pak Brian, pak Brian "
Lexa berkali - kali memanggil Brian berusaha menyadarkannya
" Oh, maaf karena anda begitu cantik sehingga membuat saya terpesona "
Brian dengan nada bicara dan senyum menggodanya berhasil membuat Lexa tersipu malu. Berbeda dengan Riani yang rasanya ingin muntah begitu mendengar gombalan mengenai Lexa. Seketika dia menyela pembicaraan Lexa dan Brian
" Maaf karena penandatanganan kontraknya sudah selesai, saya permisi kembali keruangan saya "
Riani bicara dengan sopan kemudian berdiri dan mulai melangkahkan kaki meninggalkan ruang rapat untuk kembali keruangannya
" Cih, bagaimana dia bisa begitu tenang setelah tahu kalau Lexa yang dia temui ketika di restoran berbeda dengan Lexa yang saat ini berada dihadapnnya? Dasar kucing garong, tidak bisa melihat ikan segar dihadapannya.Ach terserahlah, bukan urusanku "
Gerutu Riani sambil berjalan menuju ruangannya. Dia terlihat kesal namun kemudian dia menggelengkan kepala berkali - kali seakan menyadarkan dirinya sendiri
" Yang penting bagiku adalah menyiapkan keberangkatanku untuk pergi berlibur ke Belanda sebelum proyek pembangunan ini dimulai nantinya. Sebentar lagi hari valentin akan tiba, ku harap kakak mengingat janji kami sewaktu kecil, dan pergi ke Belanda untuk bertemu denganku"
Sambungnya sambil tertawa sendiri
\=\=\=\=\=\=\=\=
Brian sedang makan siang bersama dengan Alexa disebuah restoran ternama
" Pak Brian, apa tidak ada yang marah jika aku makan siang denganmu seperti sekarang ini? "
Lexa menunjukkan eksperi yang manis dengan nada yang dibuat manja
" Seharusnya aku yang bertanya seperti itu pada nona Lexa. Apa tidak ada yang marah jika anda makan siang bersama dengan saya? Anda adalah seorang model dan juga anak pengusaha terpandang, saya rasa banyak pria yang berbaris untuk meminang anda. Terlebih lagi anda pasti telah bertemu banyak pria yang lebih tampan dan mapan dibanding saya? "
Jawab Brian dengan nada bicara yang begitu tenang dan senyum tipis menggoda dengan tatapan yang sedikit mendelik sombong
" Hmn,, memang banyak pria yang telah melamarku, tapi tidak ada yang membuatku tertarik. Aku juga malas berurusan dengan mereka secara langsung, jadi aku tidak pernah bertemu pria yang lebih tampanapalgi lebih mapan dibanding pak Brian "
Bahu Lexa diangkat bersamaan seakan mengisyaratkan rasa tidak sukanya pada orang - orang yang telah berusaha menjadikannya sebagai istri
" Anda tidak menangani mereka langsung? "
Terlihat ekspresi tak percaya dari wajah Brian
" Pak Brian,, bisakah anda tidak bicara formal pada saya? Jadi saya juga bisa bicara non-formal kepada anda "
" Baiklah, Alexa "
" Nah dengan begitu kan lebih enak di dengar. Selama ini saya selalu meminata Riani yang menggantikan saya untuk menemui para pria yang berusa melamarku jadi aku tidak pernah tahu bagaimana wajah mereka "
Lexa menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Brian dengan yakin dan penuh percaya diri kalau Brian menyukainya
" Jika anda tidak menemui mereka,,, jadi siapa yang telah menemui mereka?"
Brian sedikit penasaran, namun dia berhasil menyembunyikan rasa ingin tahunya dan bertanya sambil mengesap kopi yang telah dia pesan
" Aku meminta Riani yang menemui dan menolak pinangan mereka "
" Riani? Gadis yang jadi penanggung jawab dalam kerja sama peusahaan kami? "
" Benar, Riani si gadis sialan itu "
Brian mengerutkan dahi hingga kedua alisnya hampir menyatu
" Sepertinya kamu tidak menyukainya sama sekali? "
Tanya Brian yang kembali meminum kopinya
" Tidak, karena dia hanyalah anak haram yang kakek ambil setelah dibuang ke panti asuhan demi kesembuhan tanteku. Tapi itu percuma saja. Karena, meskipum dia telah kembali dibawa pulang kerumah. Tetap saja nyawa tante tidak dapat diselamatkan "
jadi penasaran
sedih sekalii....aku smpe gk sdr klo air mata ku mengalir bgtu deras😭😭