NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Malam itu obrolan mereka berakhir tanpa solusi yang pasti. Tak ada jalan keluar, tak ada kesepakatan yang dicapai, hanya keheningan yang menyelimuti ruangan, memisahkan dua hati yang sama-sama belum siap membangun perasaan di atas pernikahan yang terjadi begitu tiba-tiba.

*

*

Pagi pun menyapa, membawa cahaya keemasan yang perlahan menyelinap masuk lewat celah tirai jendela. Udara pagi yang sejuk menyentuh wajah Sara, membuatnya perlahan membuka mata. Ia mengerjap beberapa kali, menyesuaikan penglihatannya dengan ruangan yang mulai terang, lalu menatap sekeliling dengan alis berkerut bingung.

"Kok aku bisa ada di atas kasur? Padahal tadi malam aku ingat tidur di sofa deh!" gumamnya pelan, mencoba meraba ingatannya yang terasa kabur. Tak ada bayangan jelas bagaimana ia bisa berpindah tempat.

Pandangannya kemudian beralih ke arah sofa, tempat terakhir kali ia ingat sebelum tertidur. Kini di sana, terlihat sosok Raven yang masih terlelap pulas dengan satu lengan menutupi matanya, seolah menahan cahaya matahari yang mulai mengganggu.

Jantung Sara berdegup kencang sejenak. "Jangan bilang... semalam dia diam-diam menggendongku ke sini saat aku sudah tertidur pulas?"

Belum sempat ia memikirkannya lebih jauh, matanya menangkap jarum jam di dinding. Tepat menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.

"Gawat! Aku kesiangan! Bisa telat aku ke sekolah!"

Dengan gerakan cepat, Sara melompat turun dari kasur tanpa mempedulikan suara langkah kakinya. Ia bergegas masuk ke kamar mandi, seolah melupakan jika kini ia sedang berbagi kamar dengan Raven.

Kurang dari sepuluh menit, Sara sudah keluar dengan seragam sekolah yang rapi, rambut diikat tinggi ke atas dan menyisakan beberapa helai untuk membingkai wajahnya. Begitu ia hendak mendekat untuk membangunkan Raven, ia tertegun kaget, sosok itu ternyata sudah duduk tegak di tepi sofa, menatapnya dengan pandangan yang entah mengapa terasa menuduh.

"Kenapa tidak membangunkanku?" tanya Raven singkat, namun jelas terdengar nada kesal yang ditahan.

Sara tersentak, lalu menyeringai canggung sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Hehehe... maaf ya! Aku sendiri baru bangun dan langsung panik melihat jam. Takut tambah telat kalau harus membangunkanmu dulu!"

Raven hanya mendengus pelan, tak membalas lagi. Ia segera beranjak dan masuk ke kamar mandi, menyisakan Sara yang masih berdiri terpaku sejenak.

"Dia marah ya?" gumamnya pelan. "Ah, biarin deh! Emang aku peduli!" batinnya mencoba menutup rasa bersalahnya.

Lima belas menit kemudian, keduanya sudah duduk berhadapan di meja makan. Di sana, Maria dan Devan sudah menunggu dengan senyum hangat yang tak pernah lepas dari wajah mereka.

"Wah, kalian sudah siap rupanya!" sapa Maria lembut sambil menatap Sara dengan tatapan menyelidik namun penuh kasih sayang. "Bagaimana tidurmu semalam, Sayang? Raven memperlakukanmu dengan baik, kan?"

Sara dan Raven saling berpandangan sekilas, lalu secepat kilat memalingkan wajah ke arah berbeda. Rasa canggung seketika menyelimuti udara di antara mereka.

"Nyenyak kok, Mom," jawab Sara pelan sambil tersenyum tipis. "Raven... juga sangat baik pada Sara."

Belum sempat Maria menanggapi, Devan sudah menyela dengan nada tenang namun tegas. "Sudahlah, Sayang. Jangan terus menginterogasi mereka. Mereka butuh waktu menyesuaikan diri, dan sekarang waktunya sarapan agar tidak terlambat ke sekolah."

"Benar kata Daddy," timpal Raven segera mengambil kesempatan. "Kami sudah kesiangan, Mom."

"Iya, iya! Ayo kita makan dulu," ajak Maria sambil menuangkan susu hangat ke gelas masing-masing.

Suasana meja makan berjalan hening sejenak, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Tak lama kemudian, Raven meletakkan alat makannya, lalu berdiri tegak.

"Mom, Dad, aku pamit berangkat duluan ya."

"Tunggu dulu!" seru Maria segera menghentikan langkahnya. "Kamu harus berangkat bareng Sara! Biar kalian makin akrab dan saling menjaga."

"Eh, tidak apa-apa kok Mom!" potong Sara cepat-cepat. "Sara bisa berangkat sendiri. Lagian nanti kalau kami berangkat bareng, teman-teman pada curiga kalau kami ada hubungan khusus. Kami belum ingin ada yang tahu soal pernikahan ini, Mom."

Raven mengangguk setuju. "Sara benar, Mom. Kami berdua memang ingin merahasiakan hal ini dulu."

Namun Maria justru menggeleng mantap, wajahnya berubah sedikit serius namun tetap lembut. "Tidak ada alasan untuk menolak! Mami setuju kalian merahasiakan pernikahan ini karena kalian masih sekolah, tapi bukan berarti kalian harus saling menjauh? Jika ada yang curiga bilang aja kalian lagi pacaran gampang kan? Dan kamu, Raven, kamu harus menjaga istrimu dengan sebaik-baiknya! Ingat ya, awas sampai Sara lecet atau membuatnya sedih, Mommy sendiri yang akan menghukummu!"

Raven memutar bola matanya malas dalam hati. Ia sudah hafal betul sifat ibunya: kalau sudah menyukai seseorang, ia akan membela dan memanjakannya bahkan melebihi anak kandungnya sendiri.

"Tapi Mom, Sara bukan anak kecil lagi!" protes Raven tak mau kalah. "Dia bisa menjaga dirinya sendiri."

"Raven!" tekan Maria dengan nada yang tak bisa dibantah.

Sara hanya diam menatap pemandangan itu, merasa semakin canggung dan tak enak hati. Akhirnya Raven menghela napas pasrah, lalu berjalan mendekat ke arah Sara dan menggenggam pergelangan tangan gadis itu dengan lembut namun tegas.

"Sudahlah, ayo ikut aku, tak ada gunanya berdebat sama Mommy!" ucapnya singkat.

Sara hanya menurut tanpa melawan, lalu menoleh ke arah Devan dan Maria sambil tersenyum canggung sebagai tanda pamit.

Sesampainya di halaman depan, setelah memastikan Sara duduk di boncengan Raven, Maria yang berdiri di ambang pintu melambaikan tangan dengan senyum penuh arti.

"Hati-hati di jalan ya! Jangan ngebut-ngebut, ingat ada istrimu di belakang!" serunya mengingatkan.

Raven hanya mengangguk sekilas, menyalakan mesin motor yang menderu pelan, lalu melajukan kendaraannya meninggalkan halaman mansion yang luas. Sara yang duduk di belakang hanya bisa pasrah, di bonceng Raven kesekolah.

Bersambung...

 

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!