NovelToon NovelToon
Jangan Pergi Dariku

Jangan Pergi Dariku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:167
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍

Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 SERENTAK MARAH!!!

    Sejujurnya Rajab tidak tega sentak Elisa sebagai laki-laki merasa bersalah atas ucapan pada seorang perempuan. Selama hidup Rajab tidak pernah menyentak pada siapapun, hanya pada Elisa, Rajab berani sentak dan marah di sertai emosi yang tidak bisa di kendalikan. Saking risih nya dan kesel sikap Elisa pada dirinya membuat emosi terpancing. ini lah sebab nya semakin di tekan semakin marah.

   Luna yang melihat Rajab marah hanya terdiam bingung.

"SINI!!. " Tarik tangan Elisa melangkah jalan dengan paksa menyeret dengan kasar di cengkram oleh Rajab.

"Aaauhhh!! sakit!! ". Elisa merasa kesakitan di bagian pergelangan tangan kirinya di cengkram kuat oleh Rajab.

   Luna bergegas mengikuti takut hal terjadi di luar kendali.

    Di luar Cafe tampaknya Vendra cukup terkejut melihat sikap Pria gagah itu terlihat marah dan menyeret dengan kasar. Vendra bergegas bersembunyi di balik mobil mengintip mereka yang sedang ribut

" SINI!! ". Sentak Rajab tarik dengan kasar hingga Elisa ketarik kedepan menghadap Rajab. " JANGAN PERNAH IKUT CAMPUR URUSAN KU! PERGI!! ". Tunjuk jari pada Elisa dengan menatap mata tajam di sertai emosi dan mengusir Elisa dengan tegas.

" Rajab!! jangan seperti itu. kamu harus tetap tenang! tolong tenang kan diri kamu!. " Ujar Luna di belakang punggung Rajab mencoba menasehati

   Rajab yang terus menatap tajam pada Elisa berlahan mereda, terlihat ekpresi nya mulai ringan tidak lagi tegang.

   Elisa yang cemburu buta dan tak Terima dengan keputusan Rajab yang akan menikah dengan Luna, ia langsung masuk kedalam mobil sambil emosi kesel. Mobil Elisa pun jalan pergi meninggalkan mereka.

   Rajab menghela nafas lega setelah Elisa pergi, ia berbalik melihat Luna.

"Saya, pergi dulu. nanti kita bicara lagi". Ucap Rajab pamit

" iya". Jawab Luna sembari menganggukkan kepala cepet pada Rajab.

   Rajab masuk kedalam mobil lalu pergi meninggalkan Luna.

   Terlihat Vendra yang mengintip bersembunyi di balik mobil, berlahan melangkah menghampiri Luna.

"sebenarnya apa yang telah terjadi? ". Tanya Vendra rasa ingin tahu.

" Hanya masalah pribadi. sudah... kita ke kantor!". Jawab Luna senyum melangkah jalan menghampiri mobil.

   Wajah cemberut terpang-pang bete, padahal Vendra sangat penasaran apa yang telah terjadi tadi. Vendra Melangkah mengikuti Luna.

****

****

****

     William yang berada di dalam ruang kantor, terlihat duduk di kursi depan leptop.

Bruk*

   Pintu langsung di buka tanpa di ketok terlebih dahulu, membuat William kaget saat dirinya fokus di layar leptop.

"Ayah... hiks... ". Elisa menangis melangkah cepat menghampiri sang ayah

   William bangkit terkejut melihat anak perempuan nya menangis.

" Hei.. ada apa? ". Tanya William memeluk anaknya dengan hangat di sertai rasa bingung.

   Elisa melepaskan pelukkan melihat wajah ayahnya.

" Rajab akan menikah!! dengan wanita model itu... hiks...ayah... aku tidak bisa hidup tanpa Rajab.. ". Elisa berkata sembari menangis di depan ayahnya, tangan kanan mengusap air mata di wajahnya.

" Jadi... mereka akan menikah? tenang anak ku. ayah tidak akan membiarkan mereka menikah. Ayah yang akan bereskan! ok!! jangan menangis lagi! ". Kata William sambil memeluk anak perempuan nya mencoba untuk menenangkan hati sangat anak.

   Terlihat ayah dan anak melangkah keluar gedung kantor sambil merangkul pinggang. William mengantarkan anak perempuan nya ke depan pintu.

" Apa pun itu. jangan khawatir, ayah akan membereskan! ok". Ucap William melangkah pelan.

"iya ayah! ". Jawab Elisa senyum

   Sesampainya di mobil yang terparkir depan pintu mereka berhenti melangkah. Elisa melihat ayah nya lalu memeluk dengan hangat.

" Aku pergi dulu ayah! ". Ucap Elisa pamit melepaskan pelukan nya.

" iya! ". jawab William.

    Elisa berbalik melangkah masuk ke dalam mobil, lalu pergi meninggalkan ayahnya di sertai gedung kantor.

   William terus memperhatikan mobil anak perempuan nya pergi. Setelah pergi jauh, William mengeluarkan ponsel dalam saku celana nya, menelepon seseorang menempel kan di telinga kirinya.

"Hallo.. kamu bereskan wanita model itu... kali ini jangan sampai gagal... lakukan sekarang juga! !! ". perintah William pada seseorang dalam ponsel nya. William langsung matikan ponsel berbalik melangkah jalan masuk.

****

****

****

    Mobil yang di tumbangi Rajab berlahan berhenti di parkiran dengan aman di sebuah gedung kantor nya. Rajab keluar dari dalam mobil lalu menutup pintu mobil melangkah jalan. sampai depan pintu ia melangkah jalan masuk ke dalam kantor. Di dalam kantor ia lanjut melangkah di lorong lobby.

"Rajab!! ". Panggil Zurich di lorong kanan

    Rajab berhenti melangkah saat namanya di panggil, ia menoleh ke kanan melihat Zurich yang melangkah mendekat.

" Tumben telat?! macet di jalan? ". Tanya Zurich

" Tidak! tadi ada sesuatu masalah! jadi sedikit menghambat! ". Jawabnya melangkah jalan bersama Zurich

" Menghambat?? tidak biasanya! Oh iya! kamu tahu Alexsander? ". Tanya Zurich pada Rajab. mereka berdua sambil melangkah jalan di lorong kantor.

   mendengar nama Alexsander langkah kaki terhenti. Rajab menoleh melihat Zurich

" Alexsander?? memang nya kenapa?? ". Ucap Rajab bertanya bingung

" Iya!! perusahaan besar itu. bukannya dulu pernah persaingan antara perusahaan. dan sekarang yang namanya Alex itu ada di negara ini, sekarang! seharusnya dia ada di luar negeri, aku jadi heran kenapa ada di negara ini!? ". Zurich bertanya-tanya heran dan bingung di benak pikiran nya.

"mungkin hanya menikmati kehidupan di negara ini, tempat kelahiran nya. mungkin! ". Jawab Rajab berfikir positif

" Tapi kamu tahu orang nya seperti apa? yang namanya Alex? ". Tanya Zurich

" Tidak!! aku belum pernah bertemu dengan nya. lagian perusahaan itu memiliki cukup pengaruh besar. ". Jawab Rajab, melangkah pelan. Zurich pun mengikuti langkah kaki Rajab.

" ohh!! aku pikir kamu kenal sama dia! ". Ucap nya.

" Tidak!! ". Jawab Rajab. Mereka berdua melangkah jalan bersama

    Tidak lama kemudian Rajab memasuki ruang kantor nya sendiri. Zurich sudah pergi darinya tadi berpisah di ruang kantor yang berbeda. Di dalam kantor Rajab melangkah mendekat meja kerjanya. Kemudian duduk di kursi depan meja.

Tok

Tok

Tok

   Tidak lama duduk di kursi nya, seseorang mengetok pintu

"Iya! masuk! ". Minta Rajab

   Seorang karyawan perempuan datang membawakan sebuah berkas di tangan memeluk berkas di dekat dadanya.

" Selamat pagi. Bos! ". Sapa nya senyum ramah pada Bosnya

" iya! pagi! ". Jawab Rajab dingin

" ini ada berkas yang harus di tanda tangani". Ucap nya menyerahkan berkas di atas meja depan Bosnya.

    Rajab buka lemparan berkas melihat-lihat sembari membaca dengan baik.

*****

    Malam pun tiba dengan suasana lampu yang berwarna jingga di luar gedung kantor terlihat indah di sana.

   Rajab melangkah jalan di lorong kantor yang masih mengenakan pakaian jas hitam nya. ia melihat jam tangan di pergelangan tangan kirinya ternyata sudah jam 10 malam sambil melangkah jalan. Rajab keluar dari dalam kantor menghampiri mobil yang terparkir di sana, Saat hendak pegang pintu mobil

Bung***

Bruk***

    Seseorang pukulin Rajab di belakang bagian pundak langsung jatuh ambruk hingga pingsan tak sadar kan diri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!