NovelToon NovelToon
Aku Yang Jatuh Cinta

Aku Yang Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:881
Nilai: 5
Nama Author: citaaaa

Seorang gadis cantik bernama Arun yang memiliki kisah hidup rumit dan penuh lika-liku. Seorang anak tunggal yang dibesarkan oleh sang nenek yang sangat menyayanginya melebihi kasih sayang orang tuanya sendiri. Arun berpikir kehidupan pernikahan menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki cerita hidupnya. Bio, laki-laki yang lebih tua empat tahun dari dirinya menjadi suami Arun atas dasar sebuah perjodohan. Mungkin harusnya Arun sadar diri sejak awal, mereka bukan ditakdirkan tapi dipaksakan meski mereka merasa tidak ada perasaan keterpaksaan dalam mmenjalaninya. Akankah ada keajaiban dari sebuah rasa yang terasa dipaksakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon citaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGAPULUH

Keadaan seperti ini yang membuat Arun merasa tidak berdaya. Dalam dirinya ingin sekali Arun melepaskan pelukan tersebut, namun hati kecilnya merasakan kenyamanan.

Memang sejak Arun beranjak remaja, tidak ada lagi sosok laki-laki yang menghawatirkan keadaan dirinya. Arun berjuang sendiri untuk tetap hidup dalan dunia yang keras ini.

Ayah yang seharusnya melakukan peran tersebut hilang dan menjadi orang yang sangat Arun benci pada Akhirnya. Bukan tanpa alasan rasa benci Arun, keadaan yang terus memaksa Arun untuk mendapatkan rasa kecewanya yang tumbuh dengan cepat.

"Tolong, lepaskan" ucap Arun pelan.

"Saya minta maaf, jika terlalu keras dalam bersikap" ujar Bio tanpa melepaskan pelukannya.

Arun memberontak untuk melepaskan diri. Arun berhasil melepaskan pelukan tersebut lalu menatap tajam Bio, "tepati janji bapak, soal persyaratan yang saya minta" ucap Arun penuh penekanan.

"Dan satu lagi, bersikap seperti awal kita ketemu. Saling acuh dan tidak ingin di ganggu satu sama lain. Anda punya kehidupan sendiri, begitu juga dengan saya".

"Jangan buat gue bingung sama sikap lo! Karena gue benci itu!" Arun benar-benar pergi meninggalkan Bio.

Arun langsung keluar dan berlari keluar dari Cafe tersebut. Dengan perasaan yang kacau dan air matanya sudah mengalir namun Arun langsung menghapus dengan tangannya.

"Eh, ARUNN?" panggil Akbar saat melihat Arun berlari keluar dari Cafe.

"Arun? Mana?" tanya Dimas sambil melihat kesana kemari mencari keberadaan Arun.

"Noh pergi dia!" tunjuk Erik.

"Mana?".

"Sana mata lo bego!" Erik terpaksa memutar kepala Dimas ke arah pintu keluar.

"Bang, saya harus ngejar Arun" ucap Akbar.

Namun belum sempat Akbar melangkah, Bio lebih dulu datang menghampiri mereka.

"Mana Arun?" tanya Bio dengan napas yang tersenggal-senggal akibat berlari.

Semua terdiam, mereka semua berpikir apa yang sebenarnya terjadi. Namun mereka tidak mampu menanyakan langsung pada Bio, "MANA!" teriak Bio.

"Arun keluar pak" ucap Dimas sambil menunjuk ke arah luar Cafe.

Bio langsung mengusap wajahnya dengan kasar lalu kembali berlari keluar meninggalkan Cafe.

Akbar berencana untuk mengikuti Bio namun tangannya langsung ditahan oleh Dimas, "biarin mereka selesain masalahnya, kayaknya lo gak bisa ikut campur dulu".

"Tapi bang, Arun gimana?" tanya Akbar dengan ekspresi khawatir.

"Harusnya pacar lo Arun, bukan Bella" ujar Erik tiba-tiba.

"Maksudnya apa ya?" tanya Akbar.

"Sikap lo terlalu berlebihan sama Arun" jawab Erik dengan santai.

"Saya sama Arun udah lama berteman bang! Jadi wajar kalo saya khawatir sama dia" jelas Akbar.

"Gue tau, lo itu gak bodoh. Jadi gue harap lo gak jadi cowok brengsek!" ucap Erik memperingati.

Akbar langsung mendorong bahu Erik, "bisa langsung ngomong aja gak?! Cowok kan?" ucap Akbar dengan emosi.

Erik yang sedikit terdorong langsung maju mendekati Akbar. Namun baru saja dada mereka bertemu, Dimas langsung menarik Erik lalu berdiri ditengah-tengah dua orang tersebut, "woy! Apa-apaan sih lo berdua. Kita itu harus mikirin Arun bukan berantem!" lerai Dimas sebelum keadaan makin kacau.

"Sayang" Bella datang sambil melambaikan tangan.

Akbar melihat ke arah Bella, "eh, sorry kak" ucap Bella merasa tidak enak saat melihat raut wajah Dimas dan Erik.

Erik langsung berjalan meninggalkan mereka menuju gudang. Dimas yang melihat itu langsung memanggilnya, "Rik? Erik tunggu".

"Gue kesana dulu" ucap Dimas sambil menepuk bahu Akbar. Sedangkan Akbar tidak bereaksi apapun.

Bella yang melihat mereka pergi langsung melihat dengan tatapan bingung, "mereka berdua kenapa sih?" tanya Bella.

Tidak kunjung mendapat jawaban, Bella kembali menatap Akbar. "Kamu denger gak sih?" tanya Bella dengan wajah datar.

"Please, jangan bertingkah dulu" ucap Akbar lalu berjalan masuk ke ruangan dalam.

Bella yang ditinggalkan begitu saja oleh Akbar langsung menampilkan ekspresi tidak suka, "kenapa sih orang-orang" ucap Bella dengan kesal.

Sedangkan ditempat lain, lebih tepatnya jalanan biasa beberapa kendaraan lewati. Arun berjalan perlahan sambil terus meratapi jalan hidupnya yang akhir-akhir ini sangat melelahkan.

"Stress gue lama-lama!" gumam Arun.

Sambil berjalan Arun sesekali melihat ke arah belakangnya. Tepat saat itu Arun melihat sosok Bio yang baru saja tiba di jalan tersebut, "ngapain sih dia ada disini segala" umpat Arun.

Arun mempercepat langkah nya, "ARUNNN?" panggil Bio sambil berlari ke arahnya saat ini.

"Mampus!" Arun sedikit berlari namun pandanganya sesekali melihat ke arah belakang untuk memastikan keberadaan Bio.

"ARUNN BERHENTI" teriak Bio.

Tinnnn!!

"AWAS ARUNNN!".

"ARGHHH!!".

Bunyi klakson mobil tersebut membuat jantung Arun seolah seketika berhenti. Hampir saja tubuh Arun menyentuh bumper mobil mewah tersebut. Arun menutup kedua telinganya dengan tangan.

Saat suara seseorang memenuhi pendengarannya baru lah Arun melepas kedua tangannya, "kamu gak papa? Ada yang luka?" tanya orang tersebut dengan panik setelah turun dari bagian kemudi mobil tersebut.

"Gimana Dit?" tanya kembali seseorang yang baru saja turun dari kursi penumpang.

"Papa?" ucap Arun saat melihat orang tersebut.

"Astaga, Arun? Kamu, kenapa bisa disini?" ucap Broto sambil memegangi kedua bahu Arun.

"Papa?" ucap Bio saat baru saja datang dihadapan mereka semua dengan napas tersengal-sengal.

Adit, sempat heran namun ingatannya langsung pulih kembali saat melihat Bio. Maklum Adit merupakan pekerja keras, jadi otaknya penuh dengan berbagai kerjaan dibandingkan dengan memikirkan yang menurutnya tidak terlalu penting.

Mungkin Bio sudah mempunyai istri saja Adit baru sadar tadi, "Bio, kamu ini apa-apaan hah?! Istri kamu hampir ketabrak!" teriak Broto dengan penuh amarah.

"Pah" Adit mengusap punggung sang ayah.

"Kamu baik-baik aja kan? Ada yang sakit? Mau di cek ke rumah sakit?" pertanyaan Bio beruntun dan mengabaikan pertanyaan Broto.

"A ... ku, baik-baik aja. Aku ... cuma kaget" jelas Arun dengan terbata-bata.

"Kenapa kalian kejar-kejaran? Kalian mau kemana?" tanya Broto.

Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Broto. Namun Adit langsung paham dengan situasi saat ini, "kita cari tempat buat ngobrol" ujar Adit.

"Kita ke Cafe" ucap Broto.

"Jangan pah" tolak Bio.

"Kenapa?" tanya Broto dengan ekspresi bingungnya.

Bio terdiam, lidahnya seolah kelu untuk menjawab pertanyaan sang ayah, "Anak-anak di Cafe belum tau Arun sama kak Bio, suami istri" sahut Arun sambil menundukan kepalanya.

Broto langsung menghembuskan napasnya, "kita cari tempat lain" ujar Adit.

Broto langsung masuk ke dalam mobil, setelah itu Adit mengajak Bio dengan cara menganggukan kepala lalu langsung masuk kembali kedalam mobilnya.

Bio yang melihat Arun masih menundukan kepala langsung menuntun Arun untuk masuk kedalam mobil.

Lima belas menit kemudian ...

"Jelaskan sama papa, kalian berdua kenapa?" tanya Broto.

Setelah sampai disebuah restoran, mereka langsung memesan tempat yang tepat dan nyaman untuk mendengarkan penjelasan dari Arun dan Bio.

"Bio?" tanya Broto setelah tidak mendapat jawaban apapun dari pertanyaannya.

Arun yang sudah sedikit tenang langsung memandang wajah Bio yang tertunduk, "Arun akan jelasin semuanya pah" ucap Arun.

Bio yang mendengar itu langsung mengangkat kepala menatap Arun. Namun kembali menunduk dengan lesu, karena tahu apa maksud dari Arun menjelaskan.

"Sebenarnya pernikahan Arun sama kak Bio, tidak berjalan lancar" ucap Arun.

Belum ada tanggapan dari Broto, "Arun ... Arun minta cerai sama kak Bio".

"Cerai?" sahut Broto dengan nada rendah.

"Tapi ini bukan salah kak Bio, ini murni permintaan Arun. Kak Bio gak melakukan kesalahan apapun" jelas Arun.

Broto menggelengkan kepala, "kamu hanya diam seperti pecundang Bio?" tanya Broto.

Bio menghela napas dan memberanikan diri untuk menatap semua yang ada disana, "ini semua salah Bio" ucap Bio tanpa keraguan.

Arun yang mendengar hal itu langsung menatap Bio dan Broto secara bergantian sambil menggelengkan kepala, "kak!" tegur Arun.

"Sejak awal, Bio yang membuat peraturan bahwa kami berdua harus pisah kamar, tidak saling mengganggu satu sama lain" ucap Bio.

Adit yang mendengar hal itu langsung tercengang dan melihat ke arah sang ayah, benar saja Broto sudah mengepalkan jari-jari tangannya yang berada di atas meja.

"Meski begitu, Arun tetap melakukan tugasnya sebagai istri" Bio kembali melanjutkan cerita yang terdengar dirinya yang sangat buruk.

"Bio! Saya tidak pernah mendidik kamu, untuk menjadi laki-laki yang brengsek!" ucap Broto penuh penekanan.

"Pah, papa sabar dulu. Nanti darah papa bisa naik, papa tenang dulu" ucap Adit mengingatkan sambil terus mengelus punggung Broto.

Arun tidak bisa menyangkalnya karena dia sangat bingung, mengapa Bio sampai berani mengatakan kebenarannya. Apa sebenarnya yang di inginkan oleh Bio terhadap dirinya.

"Menyesal saya menjodohkan Arun dengan kamu! Harusnya saya memilih Adit saat itu" ucap Broto.

Arun yang mendengar hal itu langsung menatap ke arah Adit sambil membulatkan mata tanpa disangka ternyata Adit pun sedang melihat ke arahnya. Sedangkan Bio yang melihat langsung pemandangan tersebut hanya bisa tersenyum miris.

Tbc.

Berjuta fatwa cinta yang agung

Menuntunku pada kenyataan

..

1
Puspita Sari
coba deh baca, pasti tau kenapa bintang 5.
falea sezi
arunkok bego jd gimana gt bacanya MC nya menye menye
Puspita Sari: begitukah?
total 1 replies
falea sezi
arun nya goblok🤣 di kasih Adit yg kayak nya kalem milih bio🤣🤣 bloon lu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!