Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adu Domba
Siang hari ini sangat terik, acara yang di adakan kaisar Wang telah selesai dan hadiah telah di kirim kan ke kediaman masing - masing. Jenderal Huang masih tetap tinggal di istana karena ia mendapatkan tugas baru yaitu mencari dalang dari penembakan anak panah waktu itu.
Huang Mei menatap malas ke arah pangeran ke empat yang mengikuti nya dari tadi, semenjak wajah Huang Mei terkuak pangeran ke empat dengan gencar mendekati nya. Huang Wen menjadi cemburu sehingga ia menaruh dendam yang sangat besar kepada Huang Mei.
"Pangeran mahkota ! maaf kalau anda telah menunggu hamba dengan lama, bisakah kita pergi ke tempat itu sekarang " ucap Huang Mei dengan mata yang di kedipkan.
Pangeran mahkota yang mengerti akan kode yang di berikan pun ikut bersandiwara dengan Huang Mei.
"Tentu saja kenapa lama sekali, adik ke empat kenapa kau mengikuti nona muda Huang ? hati - hati dengan tindakan mu ini bisa membuat nona pertama Huang cemburu " pangeran ke empat tersenyum masam namun ia mengepalkan kedua tangan nya.
"Aku hanya berbincang sedikit saja dengan nona muda Huang , aku tidak menyangka kau sangat dekat dengan penggemar mu kak".
"Aku sudah lama dekat dengan nona muda huang, tidak hanya aku tetapi juga ketiga saudara kita yang lain nya juga dekat dengan nona muda Huang. Jenderal Huang meminta kami untuk menjaga nona muda Huang agar tidak di dekati oleh para musang ".
Dengan tangan yang mengepal serta senyum palsu yang di perlihatkan membuat pangeran ke empat merasa tersindir dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Huh, terimakasih pangeran mahkota dia memang sudah gila aku sampai lelah mengusir nya" keluh Huang Mei.
"Emm, ada yang ingin aku katakan padamu tapi tidak di sini " perkataan Huang Mei membuat pangeran mahkota penasaran.
Pangeran mahkota membawa Huang Mei ke area taman di kediaman nya dan itu di lihat dengan tidak sengaja oleh permaisuri dan pelayan nya. Permaisuri merasa kalau Huang Mei sangat cocok untuk di sandingkan dengan pangeran mahkota.
"Katakan ".
"Sebaiknya anda bertemu langsung dengan pangeran mahkota kerajaan angin sepertinya ada yang dengan sengaja ingin mengadu domba kedua kerajaan ini. Kedua kerajaan ini merupakan kerajaan yang cukup hebat di bidang militer nya, apabila kedua kerajaan ini di satukan maka kerajaan musuh merasa sangat terancam dan sepertinya mereka sengaja membuat celah dengan membuat kerajaan ini saling menyerang satu sama lain " jelas Huang Mei membuat pangeran mahkota tampak berpikir.
Pangeran Mahkota juga merasa ada yang tidak beres dengan peperangan kali ini, mungkin ia akan menerima usulan dari Huang Mei. Mungkin ia akan tahu jawaban nya setelah bertanya langsung dengan pangeran mahkota kerajaan angin.
"Kalau begitu kau harus menemaniku untuk menemuinya, mungkin kita akan berangkat sekarang karena besok ia sudah akan kembali ke kerajaan nya "
Huang Mei tidak keberatan dengan itu, para pelayan sangat kaget melihat kedekatan antara pangeran mahkota dan Huang Mei. Selama ini belum ada yang melihat pangeran mahkota berjalan dengan seorang wanita selain ibu dan adik perempuan nya.
"Ini berita yang sangat menggemparkan, bagaimana kalau kita semakin membuat panas berita ini ? " tanya pelayan setia pangeran mahkota.
"Bukan kah mereka terlihat sangat cocok ? sepertinya kita harus berteman dengan pelayan nona muda Huang agar kita semakin akrab dengan nya " sambung pelayan yang lain.