NovelToon NovelToon
Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Selama tujuh tahun, Zahira Narapati mengorbankan karier dan mimpinya demi mendampingi Deris Adikara membangun usaha. Namun, saat kesuksesan akhirnya diraih, Deris justru menceraikannya karena menganggap Zahira tak lagi sejalan dengan kehidupannya dan memilih wanita lain.

Semua orang mengira perceraian itu akan menghancurkan Zahira. Nyatanya, ia bangkit dari nol, membangun kembali kariernya hingga menjadi perempuan sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri.

Dalam perjalanan itu, Zahira bertemu Revan Wiranata, pria yang menghargai kesetiaan dan memberinya kebahagiaan baru. Ketika Deris menyesali keputusannya dan ingin kembali, Zahira memilih melangkah bersama seseorang yang benar-benar menghargainya. Sebab, setiap luka bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode — 32.

Zahira melangkah keluar dari lift begitu pintunya terbuka.

Lobi hotel malam itu tampak jauh lebih ramai dibanding siang tadi. Para peserta Business Leadership Summit mulai berdatangan mengenakan setelan jas dan gaun formal. Percakapan dalam berbagai bahasa terdengar bersahutan, sementara kilatan kamera media bisnis sesekali menyala mengabadikan momen.

Tak jauh dari pintu utama, Revan berdiri bersama beberapa perwakilan perusahaan dari Jepang dan Australia. Begitu melihat Zahira datang, tatapannya beralih sejenak kepada wanita itu.

Gaun biru tua yang dikenakan Zahira tampak sederhana, tetapi memancarkan kesan elegan. Rambutnya dibiarkan terurai rapi dengan riasan tipis yang membuat penampilannya terlihat profesional.

Revan berpamitan kepada lawan bicaranya sebelum melangkah menghampiri.

"Maaf membuatmu menunggu?"

Revan menggeleng pelan. "Aku juga baru beberapa menit sampai."

Tatapannya sempat berhenti beberapa detik pada Zahira. "Kamu terlihat sangat anggun malam ini."

Zahira tersenyum kecil. "Terima kasih."

"Tapi jangan salah paham."

"Apa?"

"Aku memujimu sebagai rekan kerja."

Zahira terkekeh pelan. "Untung dijelaskan."

"Kalau tidak?"

"Nanti ada yang salah tingkah."

Revan ikut tersenyum. "Kalau begitu, ayo."

Keduanya berjalan berdampingan menuju ballroom yang berada di lantai dasar hotel. Di belakang mereka, beberapa peserta memperhatikan sekilas sebelum kembali mengobrol.

Dari sisi lain koridor, sepasang mata memperhatikan langkah keduanya dengan sorot penuh kebencian. Kayla menggertakkan giginya. "Lihat mereka."

Almira ikut memandang ke arah yang sama, ia justru tersenyum tipis. "Sebentar lagi... mereka tidak akan sempat tersenyum."

Kayla akhirnya ikut tersenyum puas.

Ballroom utama telah dipenuhi lebih dari lima ratus peserta dari berbagai negara. Lampu kristal menggantung megah di langit-langit ruangan, sementara layar LED raksasa menampilkan logo Business Leadership Summit.

Seorang pembawa acara naik ke atas panggung. "Good evening, distinguished guests. Welcome to the International Gala Dinner."

Tepuk tangan memenuhi ruangan. Acara dimulai dengan sambutan singkat dari ketua panitia, dilanjutkan penampilan orkestra. Para tamu mulai menikmati makan malam sambil membangun relasi bisnis.

Revan memperkenalkan Zahira kepada beberapa CEO perusahaan multinasional.

"This is Ms. Zahira Narapati, our General Manager of Operations."

Salah seorang CEO asal Jepang mengulurkan tangan. "Nice to meet you."

"Nice to meet you too."

Percakapan berlangsung hangat. Tak sedikit peserta yang terkesan ketika mengetahui strategi efisiensi operasional Zahira berhasil meningkatkan kinerja Wiranata Corp.

Di sisi lain ruangan, Deris hanya bisa memperhatikan dari kejauhan. Ia melihat bagaimana Zahira berbicara dengan penuh percaya diri. Tanpa sadar, sudut bibir Deris terangkat tipis.

"Akhirnya... kamu menemukan tempat yang menghargaimu."

Di sudut ballroom, Almira melirik jam tangan.

"Waktunya."

Kayla langsung menegakkan badan. "Kapan?"

"Hitungan beberapa menit lagi."

Tak lama kemudian, seorang pria yang menyamar sebagai staf hotel berjalan menuju petugas keamanan acara sambil menyerahkan sesuatu.

Ekspresi petugas itu langsung berubah serius. "Anda yakin?"

"Saya menemukannya di area peserta."

Petugas membuka sebuah kantong bukti bening, di dalamnya terdapat sebuah flashdisk hitam tanpa identitas.

Pria itu berbisik pelan. "Saya juga melihat seseorang memasukkannya ke dalam tas salah satu peserta."

"Siapa?"

"Perempuan berbaju biru itu." Pria itu mengangkat telunjuknya perlahan.

Tatapan petugas langsung mengarah kepada Zahira yang saat itu sedang berbincang dengan beberapa investor. Wajahnya berubah tegang, Ia segera memanggil kepala keamanan. Kurang dari satu menit kemudian, empat petugas berjalan mendekati kelompok Revan.

"Excuse me, Mr. Revan."

Revan menoleh tenang. "Yes?"

"Kami perlu berbicara sebentar dengan salah satu anggota delegasi Anda."

"Tentang apa?"

Petugas itu menatap Zahira. "Ms. Zahira Narapati."

"Ada masalah?" Zahira tampak bingung.

"Kami mendapat laporan bahwa Anda diduga membawa data rahasia milik salah satu peserta konferensi."

Perkataan petugas itu membuat percakapan di sekitar mereka langsung terhenti, beberapa tamu mulai menoleh.

"Apa maksud Anda?" tanya Zahira dengan tenang.

"Kami hanya menjalankan prosedur."

Petugas keamanan memberi isyarat sopan. "Kami mohon Anda memperlihatkan isi tas Anda."

Ruangan yang semula dipenuhi percakapan perlahan berubah sunyi, puluhan pasang mata mulai memperhatikan. Kayla menahan senyumnya, Almira mengangkat gelas anggur dengan tenang.

Sementara itu, Revan sama sekali tidak menunjukkan kepanikan. Tatapannya justru tetap tenang menatap petugas keamanan. Seolah-ola,h, Ia memang sudah menunggu momen itu sejak awal.

Petugas keamanan tetap berdiri dengan sikap profesional. "Maaf atas ketidaknyamanannya, Ms. Zahira. Ini hanya prosedur untuk menjaga keamanan seluruh peserta."

Suasana ballroom yang semula dipenuhi alunan musik perlahan berubah sunyi. Percakapan para tamu terhenti, sebagian mulai memperhatikan ke arah rombongan Wiranata Corp.

Zahira menarik napas pelan.

"Tidak masalah." Ia mengulurkan tas tangan yang dibawanya. "Silakan diperiksa."

Sikapnya yang tenang justru membuat beberapa peserta saling berpandangan. Petugas membuka tas tersebut dengan hati-hati.

Dompet.

Ponsel.

Tempat kartu nama.

Pulpen.

Kotak bedak.

Beberapa barang pribadi lainnya.

Lalu...

"Tunggu."

Petugas mengernyit ketika tangannya menyentuh sebuah benda yang tidak biasa. Perlahan ia mengeluarkan sebuah flashdisk hitam tanpa logo.

Ruangan semakin hening.

"Inikah benda yang Anda maksud?" tanyanya kepada petugas lain.

"Ya." Petugas pertama segera mengambil sebuah laptop yang telah disiapkan panitia. "Atas izin panitia, kami akan memastikan isi perangkat ini."

Flashdisk dipasang, beberapa detik kemudian... sebuah folder muncul di layar.

CONFIDENTIAL

M&A STRATEGY

ACQUISITION PLAN

Di sudut kanan atas terpampang logo salah satu perusahaan multinasional asal Jepang yang juga menjadi peserta forum.

Wajah beberapa CEO langsung berubah. "That's our confidential document..."

"Itu data internal perusahaan."

"Bagaimana bisa ada di tangannya?"

Bisik-bisik mulai memenuhi ruangan.

Deris yang berada tak jauh dari sana langsung berdiri. "Apa yang terjadi?"

Sekretarisnya ikut menatap layar dengan wajah tegang. "Pak... itu bukan data biasa."

"Berhasil..." Kayla menundukkan kepala, berusaha menyembunyikan senyum puasnya.

Almira bahkan nyaris tak bisa menyembunyikan kepuasannya. "Sebentar lagi selesai."

Ketua panitia memandang Zahira dengan ekspresi serius. "Ms. Zahira, apakah Anda bisa menjelaskan mengapa dokumen rahasia milik peserta lain berada di dalam tas Anda?"

Seluruh pandangan langsung tertuju kepada Zahira, wanita itu menatap flashdisk tersebut beberapa detik.

"Aku belum pernah melihat benda itu."

"Flashdisk ini ditemukan di dalam tas Anda."

"Aku tahu." Zahira tetap tenang. "Tapi itu bukan milikku."

Beberapa orang mulai menggeleng.

"Bukti sudah jelas."

"Mustahil masuk sendiri."

"Ini pelanggaran etika yang sangat serius."

Ketua panitia kembali berbicara. "Sampai penyelidikan selesai, kami terpaksa menangguhkan seluruh akses Anda terhadap kegiatan Business Leadership Summit."

Kalimat itu membuat wajah Kayla semakin berbinar, inilah yang mereka tunggu. Namun di tengah keheningan itu, Revan akhirnya melangkah maju.

"Sebentar." Revan menatap ketua panitia dengan tenang. "Sebelum Anda mengambil keputusan terhadap General Manager perusahaan kami, izinkan saya mengajukan satu permintaan."

"Silakan."

"Saya ingin seluruh peserta tetap berada di ruangan ini selama lima belas menit."

Ketua panitia mengernyit. "Untuk apa?"

"Karena saya ingin menunjukkan bahwa barang itu memang ditemukan di tas Ms. Zahira..." Revan berhenti sejenak. "...tetapi bukan dia yang memasukkannya."

Suasana ballroom kembali gempar.

Almira yang semula tersenyum perlahan mengernyit, Kayla ikut menoleh.

Tatapan Revan kini beralih kepada kepala keamanan hotel. "Dua minggu yang lalu, saya menerima informasi bahwa akan ada upaya menjatuhkan salah satu karyawan saya di forum ini."

"Apa maksud Anda?" tanya ketua panitia.

"Itulah sebabnya... sejak kami tiba di hotel, tim keamanan internal Wiranata Corp bekerja sama dengan pihak keamanan hotel untuk melakukan pemantauan."

Almira merasakan jantungnya mulai berdetak lebih cepat. Tidak... mustahil.

Revan mengeluarkan ponselnya, lalu mengirim satu pesan singkat. Kurang dari satu menit kemudian, dua anggota tim keamanan Wiranata Corp memasuki ballroom bersama kepala keamanan hotel.

Salah seorang membawa sebuah tablet.

"Pak Revan."

"Tampilkan rekamannya."

"Baik, Pak."

Layar LED raksasa yang semula menampilkan logo acara perlahan berubah. Sebuah rekaman CCTV koridor lantai dua puluh mulai diputar.

Seluruh peserta menahan napas.

Dan wajah Almira yang semula tenang... perlahan mulai kehilangan warna.

1
Muft Smoker
tenang aj almira Kayla ,, harus ny km bersyukur masuk penjara ,, kalian gx perlu repot2 mikirin makan tiap hari ,, semua udh dtanggung pihak penjara ,, Selamat menempuh hidup baruuuu ,, duo kuntiii ,, 😏😏😏😏
Muft Smoker
nah kan ,, anda bermain dg org yg slah almira😏😏😏😏
Muft Smoker
untung pak bos peka yx ,,
Mundri Astuti
jangan sampai ada jaminan dari keluarganya, Revan jaga tetu jangan kasih kendor
Aditya hp/ bunda Lia
rasain ... merasa diri pintar padahal Revan lebih jenius .. selamat bobo cantik di hotel prodeo 👍
Aditya hp/ bunda Lia
mampus kalian lampiiirrr . gerandong
Muft Smoker: sabar bunda ,, mereka emnk turunan makhluk astral ,, tp jgn di perjelas juga ,,
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
gina altira
Hayo loh Almira
gina altira
untung ada revan
Uba Maoludin
Almira, Kayla kamu sebentar lagi mendapatkan kehancuran arena kamu berdua biangnya kerusuhan karena hati busukmu
Muft Smoker
orang panik biasa ny akan melakukan kesalahan ,, 😒😒😒
Dan kesalahan tu yg bikin mereka gx ingin melihat Dunia luar lgii ,, 😏😏😏😏😏😏
Muft Smoker
orang sirik tanda tak mampu ,,
dsnii bakal keliatan ,,
mana yg berdiri dg kaki ny ,,
Dan mana yg berdiri msh menggunakan kaki orang tuany ,, 😒😒😒😒🤭🤭🤭🤭
Aditya hp/ bunda Lia
duh gantung udah pinisirin bingit padahal ... gak sabar
Rita Rita
makin seru dan makin ingin tau aksi brutal 2 Mak Lampir.🤔🤭 yg udah sebenarnya udah kalah talak dengan Zahira,,
Mundri Astuti
gitu dong Revan, itu baru laki" keren
Rita Rita
gimana Kayla,,, dapet merebut pria mandul 🤭🤔🤣🤣🤣
Rere🌠: ngetawainnya puas banget kayaknya 🤣🤭
total 1 replies
Rita Rita
merebut dan akhirnya kena tampar ditengah perkumpulan orang banyak betapa rendahnya nilai harga diri. Kayla,,, Kayla wkwkwk,,,
Rita Rita
nyesel ya RIS,,,? makanya jangan tergiur dengan batu kali
Rita Rita
yang merebut milik orang hidup nya tak tenang ia akan selalu dibayangi rasa takut khawatir dan tak percaya
Rita Rita
lah,, ngapain juga Zahira noleh loe lagi Daris,,,? sesuatu yang udah loe buang ga bakalan balik lagi,dan Zahira pasti nganggap loe sampah yg tidak perlu dipungut.
Aditya hp/ bunda Lia
buat senjata makan tuan Thor kayaknya dia mau kasih Zahira obat setan terus ... ya gitu lah tapi buat si Almira yang kena sama si kayla
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!