NovelToon NovelToon
Namanya Rajendra

Namanya Rajendra

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kehidupan di Kantor / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:69.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Penulis_Baru15

Tulisan ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama Kaluna Seretha Ardianto atau yang akrab disapa Luna, seorang wanita berstatus dokter spesialis bedah syaraf di usianya yang sudah menginjak angka 34 tahun. Memiliki masa lalu dengan seorang laki-laki bernama Rajendra Prabu Wicaksono atau yang akrab disapa Rendra, putra sulung dari pemiliki sekaligus ketua dari Future Corporation. Wanita yang semula merasa tidak akan bisa dekat dengan laki-laki seperti Rendra suatu ketika pemikirannya berubah yang menjadikan hubungan mereka semakin berkembang hingga pada di tahap Kaluna meminta berpisah tanpa alasan yang jelas. Apa sebenarnya alasan Kaluna meminta pisah dari Rendra setelah hubungan yang sudah mereka jalani cukup lama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penulis_Baru15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Selamat pagi Presdir..."

Kaluna hanya mengangguk saat wanita itu keluar dari ruang dokternya.

"Antasena bisanya bertemu sebelum jam makan siang Presdir." Jelas Ajeng seraya berjalan mengekor Kaluna.

"Ya nggak bisa dong, saya masih ada operasi sampai jam 11.10." Ucap Kaluna memprotes Ajeng.

"Saya sudah mencoba menjelaskan tetapi Antasena memang ada penerbangan pukul 11.45."

Kaluna menghentikan langkah kakinya tepat di depan lift. Otaknya coba berpikir dengan cepat bagaimana caranya dia bisa menemui Antasena tanpa mengganggu jadwal operasinya.

"Kalau begitu kita temui Antasena di bandara." Ucapnya kemudian sesaat sebelum pintu lift terbuka.

"Baiklah. Kalau begitu saya akan coba koordinasi." Jelas Ajeng yang sedang berdiri di sisi kanan Kaluna.

Tidak berselang lama, Kaluna yang keluar dari lift dikejar oleh Nindy, sekertaris pribadi Dhira.

"Direktur, seminar kasus nanti dimajukan menjadi jam 12.00 tepat." Jelas Nindy yang sedikit terengah-engah karena mengejar Kaluna melalui tangga darurat.

Kaluna menghela napasnya sembari mengarahkan rambut ke arah belakang menggunakan tangan kanannya.

"Tetapi itu pasti anda masih di perjalan Presdir." Sela Ajeng di tengah-tengah Kaluna yang masih bingung dengan jadwal padatnya hari ini.

"Kenapa di majukan?" tanya Kaluna.

Nindy menggeleng. "Presdir bilang, profesfor ada acara jam 1 siang, jadi seminar kasus mahasiswa dimajukan."

Kaluna mengusap frustasi wajahnya. Dia benar-benar harus berpikir cepat kali ini untuk memutuskan semuanya.

"apa benar-benar tidak bisa di undur? 15 menit saja." Pinta Kaluna dengan ekspresi memohon.

Nindy menggeleng yang membuat Kaluna hanya bisa mondar mandir di depan lift.

"Oke, jam 12 tepat saya pastikan saya sudah di ruangan." Ucapnya kepada Nindy.

"Ajeng, nanti jam 11 tepat, kalau saya belum selesai operasi tolong kamu berangkat duluan ke bandara sama driver."

"Lalu anda?" Tanya Ajeng tidak mengerti.

"Aku akan naik motor. Itu satu-satunya cara supaya aku bisa menyelesaikan semua jadwal padatku hari ini."

"Anda mau naik motor dengan siapa Presdir?"

Kaluna menghela napas, tangannya dia letakkan di pundak Ajeng seolah-olah seperti sedang menenangkan Ajeng.

"Mas Rendra. Kan mas Rendra baru akan ke luar negeri besok kan?" Ucapnya mencoba setenang mungkin.

Melihat Ajeng yang masih diam tidak berkutik di hadapannya, Kaluna bergegas menghubungi kekasihnya. Ya, paling tidak sekarang ini hanya Rendra tempatnya untuk meminta bantuan dalam bentuk apapun.

[Ya sayang, kenapa?]

"Mas, nanti jam 11 bisa anterin aku ke bandara gak?"

[Ajeng kemana? Driver kemana?]

"Aku butuh naik motor. Nanti aku jelasin waktu ketemu. Sekarang aku harus praktek rawat jalan soalnya. Gimana?"

[Oke, mas di lobby jam 11 tepat.]

"Thankyou."

Kaluna mematikan sambungan teleponnya setelah memastikan Rendra bisa membawanya ke bandara nanti siang.

"Aku minta tolong kamu urus sisanya, aku harus rawat jalan."

Kaluna bergegas berlari kecil keluar dari lobby utama rumah sakit menuju ke gedung rawat jalan yang terletak tepat di sebelah gedung utama.

"Pantes Ketua cinta mati sama Presdir, beliau bisa membuat keputusan krusial di waktu yang juga sangat krusial." Gumam Ajeng memuji tindakan Kaluna yang baru saja pergi meninggalkannya. Rasa bangga jelas terpancar dari sorot mata Ajeng yang masih melihat Kaluna hingga hilang dibalik gedung rawat jalan.

...****************...

"Minta tolong selesaikan ya. Setelah itu tolong pantau di ICU, langsung lapor kalau ada apa-apa." Ucap Kaluna mendelegasikan tugasnya kepada sejawatnya seraya melepas sarung tangan dan juga gaun operasi miliknya.

"11.05." Gumamnya lirih seraya berlari menaiki anak tangga menuju ke ruangannya untuk berganti pakaian.

Kaluna keluar dari lift tepat pukul 11.10, sesuai dengan presdiksinya tadi pagi.

"Hai sayang.." Sapa Rendra begitu Kaluna berdiri di hadapannya.

"Minta tolong antar aku ke bandara ya mas, aku harus nemuin Antasena dan nanti jam 12 tepat aku harus sudah di rumah sakit." Jelasnya singkat seraya memakai jaket yang memang sudah dia bawa dari ruangannya.

"Yuk."

Rendra menggandeng tangan Kaluna, membawa wanita cantik itu ke area parkir motor dimana Rendra meninggalkan motornya.

"Pakai dulu." Ucapnya seraya memakaikan helm untuk Kaluna.

"Ini kamu mau ngejar Antasena kan?" Tanya Rendra di tengah-tengah perjalanan mereka menuju ke bandara.

"Iya. Penerbangannya dia jam 11.45." Ucap Kaluna seraya berpegangan erat di sisi kiri dan kanan jaket Rendra.

Kaluna bergegas turun dari motor Rendra begitu mereka tiba di bandara. Dengan cepat wanita itu melepas helm miliknya lalu memberikannya kepada Rendra.

"Dimana Antasena?" Tanya Kaluna begitu berhasil menemukan Ajeng yang sudah di dalam bandara.

"Silahkan ikut saya Presdir."

Kaluna mengikuti Ajeng menuju ke ruang tunggu dimana Antasena dan tim-nya berada.

"Selamat siang.." Sapa Kaluna begitu berdiri tepat di hadapan Antasena.

Lelaki dengan kacamata dan potongan rambut undercut itu tampak mendongakkan kepalanya. Tidak berselang lama, lelaki itu berdiri lalu mengulurkan tangannya.

"Selamat datang Presdir." ucapnya lembut yang disambut dengan senyuman oleh Kaluna.

"Terimakasih." Jawab Kaluna seraya menjabat tangan Antasena.

"Cantik juga ternyata Presdir dari D'Book Print." Pujinya seraya mempersilahkan Kaluna untuk duduk.

"Karena waktu anda tidak banyak, jadi kita langsung saja. Yang disebelah saya ini Ajeng, dia sekertaris sekaligus ajudan saya. D'Book Print punya agenda untuk mencari penulis baru dan sekarang sedang proses penilaian. 2 Minggu dari sekarang kami ada acara amal, dan kami ingin mengundang anda untuk ikut berpartisipasi sebagai pembicara dimana semua hasil dari acara tersebut akan disumbangkan ke panti asuhan."

Antasena hanya tersenyum tipis saat melihat berkas yang diberikan oleh Ajeng.

"Kenapa harus acara amal?"

Kaluna mengernyitkan dahi tanda tidak mengerti dengan pertanyaan Anstasena. "Maksud anda?"

Antasena meletakkan berkas yang baru saja dibacanya di meja bundar yang menjadi sekat antara dirinya dan Kaluna.

"Perusahaan anda sedang di ambang kehancuran, daripada membuat acara amal untuk di sumbangkan, kenapa anda tidak membuat acara amal untuk perusahaan anda terlebih dahulu?"

Kaluna hanya diam. Ini bukan pertama kalinya Kaluna menerima kalimat sarkas, tetapi biasanya dia menerima itu dari keluarganya, terutama kedua kakak laki-lakinya. Yang cukup mengejutkan hari ini adalah untuk pertama kalinya dia menerima kalimat sarkas dari orang lain.

"Apakah membantu orang lain harus menunggu kita menjadi kaya dulu?"

Kaluna mengarahkan pandangan ke arah suara. Ya benar, wanita cantik itu hampir saja lupa kalau dia tadi datang bersama dengan kekasihnya, Rajendra.

Rendra menarik sofa single yang ada di sisi kiri Antasena dan sisi kanan Kaluna. Dengan tenang lelaki itu duduk di antara Kaluna dan Antasena.

"Untuk apa Ketua dari Wicaksono Group ada disini?" tanya Antasena dengan ekspresi tidak mengerti.

"Aku tadi mengantar kekasihku." Jawabnya santai seraya menyilangkan kaki kanannya di atas kaki kirinya.

Rendra menghela napas lalu mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Langsung saja, anda mau bekerja sama atau tidak?" Ucapnya kemudian seolah-olah tidak memberikan banyak waktu kepada Antasena.

Antasena tersenyum tipis. "Memangnya kalau saya menolak, anda punya pilihan lain?"

Kaluna segera menahan tangan Rendra yang berada di bawah meja. Kaluna tahu benar akan semurka apa saat Rendra melihat orang-orangnya di remehkan.

"Kalau anda tidak bersedia, kami akan mencari penulis lain. Lagipula, kami mengundang anda hanya karena anda pernah menjadi bagian dari D'Book Print. Anda juga belum sebesar itu untuk kami undang tanpa ada alasan di masa lalu."

Antasena menatap tajam ke arah Rendra yang sedang menatapnya dengan sorot penuh kemenangan.

"Berikan saya proposal lengkapnya, nanti malam setelah saya landing akan saya putuskan." ucapnya dengan sorot mata tidak suka kepada Rendra yang tentu saja berbanding terbalik dengan Rendra yang sedang tersenyum penuh kemenangan.

Ajeng menyerahkan berkas yang akan dibawa oleh Antasena untuk dipelajari sebelum akhirnya lelaki itu pergi bersama tim-nya meninggalkan Ajeng, Rendra dan juga Kaluna.

1
Thessa Nay
habisi aja kalau sanggup
Thessa Nay
debat aja terus...
tuh mobil kan enak dipakai dengan body bagus lagi
Thessa Nay
sembarang banget si Endra itu Woiii 😳😳🤣
Thessa Nay
mulai.....
keras kepala kayak gini mah betulan bisa nyakitin siapa aja, Luna 🙂
Thessa Nay
ye kocak ...
Thessa Nay
ya tutup aja percakapannya kalau enggak mau lama². maksudku kamunya lari gitu
Thessa Nay
sering terjadi😌
Thessa Nay
mau dibantuin apa coba....
harusnya bilang mau buka pintu mobil Dhira
Thessa Nay
hendra dan rendra 🙃
Thessa Nay
🤣🤣🤣🤣🤣
tiba² banget perubahannya
Thessa Nay
👀👀👀👀
i know this
Thessa Nay
seumur idup sih, kalau liat kondisi sekarang
Thessa Nay
😑😑😑
semoga saja juga salah satu bukti bagaimana keras kepalanya kamu Tan
Thessa Nay
pikiranku sebagai orang awan yang melih jejak coret² tiang dari organisasi
Thessa Nay
tadi aku, sekarang saya.
harusnya aku udah enggak heran sama pilihan kamu di mendatang kan Tan😮‍💨
Thessa Nay
kamu tak cari, karena sudah ada yang mengisi 🙂
Thessa Nay
baru liat. ternyata ceking bonine, macam kereta tua yaa
Thessa Nay
baru juga baca, udah ada rencana berpisah aja ini Tante 😑
Ayangnya Junmyeon❤
Ini sriusaannn udahan thor? 😭
Penulis Baru: garis besar yg author buat emang cuma sampe sini
total 1 replies
Alina
ehh ini udah end beneran 😲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!