Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Di tengah jerit tangisnya yang memohon di lantai, mata Kinara yang basah oleh air mata mendadak menangkap sebuah batu bata sisa bangunan yang tergeletak tak jauh dari kakinya. Rasa takut yang sempat melumpuhkannya seketika menguap, digantikan oleh insting liar untuk melindungi nyawa Zergan.
Dengan gerakan cepat yang tak terduga, Kinara menghentikan tangisnya, meraih batu bata tebal itu, lalu bangkit berdiri sekuat tenaga.
Bhaakkk!
Kinara menghantamkan batu itu tepat ke bagian belakang kepala preman yang sedang menyiksa Zergan. Hantaman keras itu membuat si preman mengerang kesakitan, terhuyung maju, dan memegangi kepalanya yang mulai mengucurkan darah.
"Kurang ajar perempuan ini!" bentak temannya yang langsung mengalihkan perhatian, mundur beberapa langkah untuk bersiap menyerang Kinara. Fokus kedua penculik itu seketika terpecah berantakan akibat aksi nekat tersebut.
Di saat yang sama, kepala Zergan terasa berdenyut luar biasa sakit. Pandangannya berputar dan darah di bahunya terus merembes, namun sepasang mata elangnya tetap dipaksa terbuka. Lewat sisa kesadarannya yang samar, Zergan menatap lurus ke arah Kinara. Ada rasa takjub dan tidak percaya yang membuncah di dadanya melihat bagaimana gadis itu berjuang mati-matian, mempertaruhkan nyawa demi dirinya, padahal ia sendiri baru saja memperlakukan Kinara dengan dingin dan penuh kecurigaan.
"N-Nara..." bisik Zergan parau.
Kinara mengabaikan rasa perih di sekujur tubuhnya. Ia segera berlari ke belakang kursi Zergan, merenggut sisa tali tambang yang sudah longgar, dan berhasil membebaskan Zergan sepenuhnya. Dengan napas terengah-engah, Kinara memapah tubuh jangkung Zergan untuk berdiri, merangkulkan lengan kekar pria itu ke pundak kecilnya.
Namun, pergerakan mereka terlambat satu detik.
Preman yang tadi kepalanya dihantam batu berbalik dengan wajah yang dipenuhi amarah murni. Matanya memerah babi buta. Dari balik jaket kulitnya, ia menarik sebilah pistol hitam pekat.
"Mati kalian berdua!" raung pria itu, moncong pistol langsung diarahkan tepat ke dada Zergan yang masih lemas tak berdaya di papahan Kinara.
Mata Kinara membelalak sempurna melihat kilatan logam hitam tersebut. Di dalam otaknya, tidak ada waktu lagi untuk berpikir. Di kehidupan lalu, ia tidak bisa menyelamatkan siapa pun. Tapi di kehidupan kali ini, ia menolak melihat Zergan mati di depan matanya sendiri.
Tanpa ragu, dengan seluruh sisa kekuatan yang ia miliki, Kinara memutar tubuhnya. Ia mendorong tubuh Zergan ke belakang, menjadikan tubuh mungilnya sendiri sebagai tameng hidup, menutupi seluruh tubuh pria itu secara utuh.
DOR!
Satu peluru pertama melesat, menembus telak punggung bagian atas Kinara.
Deg.
Zergan tertegun membeku di tempatnya. Sepasang matanya melebar sempurna menatap tubuh Kinara yang menegang di hadapannya. Namun, kekejaman itu belum berakhir. Suara ledakan memekakkan telinga kembali menggema beruntun di dalam gudang kosong itu.
DOR! DOR!
Bukan hanya satu. Dua peluru berikutnya kembali bersarang telak, menembus punggung Kinara tanpa ampun. Total tiga peluru bersarang di tubuhnya.
Uhuk!
Darah segar berwarna merah pekat seketika menyembur keluar dari mulut Kinara, membasahi pundak dan dada kemeja Zergan. Tubuh mungil gadis itu mendadak kehilangan seluruh dayanya, meluruh jatuh ke depan tepat ke dalam pelukan Zergan. Darah segar mulai mengalir deras, merembes menembus kemeja putih Kinara yang kini berubah warna menjadi merah pekat yang mengerikan.
Zergan mendekap tubuh yang perlahan mulai mendingin itu dengan tangan yang bergetar hebat. Jiwanya seketika terguncang hebat, menyisakan rasa syok yang teramat dalam yang membuat dunianya seolah berhenti berputar detik itu juga.
Zergan udh ktmu pawangnya dogggg.....
udh tau msuhnya deket,tp mlah ceroboh....mau aja d kibulin sm tu siluman,akhrnya kna jebak....
kira2 nara bkln mau nolongin ga y??
Pntsn klkuannya ky gt,trnyta emng trunan dr sononya.....bpknya slingkuh,ga tau diri....emaknya jd pnghncur hdp wnita lain....ga heran kl anknya pun sma....🤮🤮🤮