NovelToon NovelToon
Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

PERINGATAN!! HANYA UNTUK DEWASA.

Mina terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berbaring di atas ranjang empuk dan lembut, perlahan Mina pun menyadari jika dirinya telah menjalani transmigrasi seutuhnya pada tubuh seorang wanita yang menjadi ibu tiri jahat.

Mina yang memiliki hati selembut Hello Kitty mana berani melakukan kekerasan pada anak kecil, apalagi pada anak lucu yang menjadi anak tirinya, Mina pun mengambil keputusan jika dirinya akan menjadi ibu tiri yang baik untuk mengambil hati anak tirinya, nyatanya bukan hanya anak tirinya yang terpikat. Bahkan suami dari pemilik tubuh ini malah terpikat padanya, Mina yang maniak pria tampan jadi bingung dengan posisinya saat ini.

Apa yang harus Mina lakukan? Tanpa sadar suaminya telah terpikat pada Mina, padahal tujuan Mina hanyalah mengambil hati anak tirinya bukan suaminya itu? Ikuti kisah selanjutnya, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilih Papa Atau Mama!

Acara marahan antara kedua insan itu ternyata tidak hanya berlaku pada malam yang panas itu saja. Ketegangan berlanjut dengan sukses hingga beberapa hari. Suasana di dalam ruang tengah penthouse mewah itu terasa begitu sunyi, padahal matahari pagi sudah naik cukup tinggi. Keduanya terlihat saling mendiamkan, menciptakan dinding pembatas tak kasat mata yang sangat tebal di antara mereka.

​Mina, dengan segala keras kepalanya, memilih untuk menutup mulut rapat-rapat karena masih sangat marah dengan tuduhan sepihak Arsenio semalam. Jiwa bebasnya benar-benar tidak terima dituduh selingkuh hanya karena menerima telepon dari Kendrick. Sementara itu, Arsenio juga tampak memendam amarah yang dingin. Entah karena alasan apa pria itu merajuk? Mungkin karena dia merasa Mina sama sekali tidak menghormatinya sebagai suami saat ini? Atau mungkin karena ada alasan lain yang jauh di lubuk hatinya enggan dia akui, seperti rasa cemburu yang membakar egonya.

​Kekesalan Mina semakin bertambah karena ponsel pintarnya masih ditahan oleh pria itu sejak semalam. Alhasil, pagi ini wanita itu hanya bisa mengalihkan seluruh fokus dan perhatiannya pada iPad miliknya, jemarinya bergerak lincah di atas layar kaca, mengabaikan eksistensi sang suami sepenuhnya.

​Arsenio yang duduk di seberang meja kaca ruang tengah sesekali melayangkan tatapan tajam ke arah Mina. Wanita itu duduk di sofa dengan posisi yang sangat santai, menaikkan satu kakinya dengan cuek tanpa beban. Namun, ada satu hal yang menarik perhatian Arsenio pagi ini. Pakaian yang dikenakan Mina terlihat jauh lebih tertutup dari biasanya. Jika biasanya Alicia sangat gemar memakai dress ketat tanpa lengan yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, kali ini wanita itu memilih memadukan dress kasualnya dengan sebuah kardigan rajut tebal untuk menutupi bahunya yang terbuka.

​Entah mengapa, Arsenio merasa cukup tidak suka melihat pemandangan itu. Alisnya bertaut rapat.

“Kenapa dia harus menutupi tubuhnya seperti itu di depan suaminya sendiri?” batin Arsenio gusar.

​Sedetik kemudian, sebuah pemikiran lancang melintas di benak Arsenio. Apa dia baru saja berharap Mina tidak mengenakan pakaian tertutup itu? Atau, apakah jauh di dalam sudut hatinya, Arsenio justru merindukan dan berharap Mina akan menggodanya dengan pakaian seksi seperti yang sering dilakukan Alicia dulu demi menarik perhatiannya? Arsenio tersentak kecil, buru-buru menggelengkan kepalanya pelan. Dia segera menghilangkan pikiran aneh nan liar itu dan mengalihkan pandangannya kembali pada berkas-berkas bisnis milik perusahaan yang berserakan di atas meja.

​"Mas Arsenio," panggil Mina akhirnya, memecah keheningan dengan nadanya yang santai namun terdengar dingin.

​Arsenio tidak langsung mendongak, dia membalik halaman berkasnya dengan perlahan.

"Ya?" sahutnya dengan nada sedikit formal dan santai, berpura-pura tidak tertarik.

​"Balikin ponsel aku," tuntut Mina blak-blakan, menatap Arsenio dengan mata bulatnya yang menyipit kesal.

"Kamu gak punya hak ya buat menyita barang pribadi aku berhari-hari kayak gini. Aku ada urusan kerjaan tahu di media sosial."

​Arsenio meletakkan pulpennya di atas meja, lalu bersandar pada sofa sambil menatap Mina datar.

"Urusan kerjaan? Atau urusan untuk kembali menghubungi pria bernama Kendrick itu?" tanya Arsenio, suaranya terdengar cuek namun menyengat.

​Mina menghembuskan napas pendek, meletakkan iPad nya dengan hentakan pelan di atas pangkuannya.

"Ya ampun, Mas! Masih aja dibahas? Kamu itu beneran kurang kerjaan banget ya? CEO perusahaan besar kok pikirannya sempit banget, curigaan mulu kerjaannya!" gerutu Mina sembrono, sama sekali tidak ada rasa takut membentak pria berkuasa di depannya.

​"Saya hanya menjaga etika di dalam rumah tangga ini, Alicia," balas Arsenio tenang, wajahnya tetap sedingin es.

"Selama ponsel itu ada di tangan saya, kamu tidak akan bisa bertindak sembrono di luar sana."

​"Dih, diktator banget jadi cowok!" cibir Mina pelan, membuang mukanya ke arah jendela besar yang menampilkan pemandangan kota.

"Terserah kamu deh. Tahan aja terus sampai itu ponsel karatan. Untung aku masih punya iPad, jadi gak bakal mati gaya juga."

​Tepat saat suasana kembali menegang, sebuah langkah kaki kecil yang riang terdengar berlari dari arah koridor kamar. Gino muncul dengan wajah cerianya yang menggemaskan, langsung menghambur ke arah sofa tempat Mina duduk.

​"Kakak Minaaa! Celamat pagi!" seru Gino dengan suara nyaring. Hebatnya, ucapan bocah itu sekarang sudah sangat lancar dan tidak terbata-bata lagi sama sekali seperti beberapa hari lalu saat Arsenio belum berangkat ke London.

​Mina yang melihat kedatangan jagoan kecilnya langsung mengubah ekspresi wajahnya dalam sekejap. Senyuman manis dan ceria langsung terbit di bibirnya.

"Selamat pagi, Jagoan! Wah, anak pinter udah wangi banget nih. Sini naik," ucap Mina menyambut Gino ke dalam pelukannya dengan hangat.

​Arsenio yang menyaksikan perubahan drastis sikap Mina lagi-lagi merasakan denyut aneh di dadanya. Wanita itu bisa bersikap begitu manis pada Gino, begitu ramah pada Kendrick, tapi kenapa hanya menyisakan duri dan sikap ketus untuk dirinya?.

​"Papa! Lihat, Ino udah bica pakai ini!" pamer Leo dengan bangga, menunjuk ke arah kakinya yang terbungkus kaus kaki gambar robot.

​Arsenio memaksakan sebuah senyuman tipis, matanya melunak saat menatap putranya.

"Pintar sekali anak Papa. Sekarang bicaranya juga sudah hebat ya, tidak macet-macet lagi," puji Arsenio santai, sekaligus menyindir Mina secara tidak langsung bahwa dia menyadari perubahan positif pada Gino.

​Gino mengangguk mantap, tangannya memeluk lengan Mina erat.

"Iya dong! Kan Kakak Mina baik dan cantik, Papa!" puji bocah itu dengan polosnya, membuat Mina tertawa renyah sambil mengacak rambut Gino gemas.

​"Ah, Gino bisa aja. Gino-nya lebih ganteng dan lucu banget," sahut Mina santai, menepuk-nepuk pipi gembil Leo.

​Arsenio tertegun mendengar pengakuan polos dari anaknya. Konflik batin kembali bergejolak di dalam dirinya. Di satu sisi, fakta bahwa Alicia sekarang telah merawat dan mengubah Gino menjadi anak yang ceria dan pintar bicaranya adalah sebuah kebenaran yang tidak bisa dibantah. Sikap keibuannya begitu tulus, sangat jauh dari Alicia yang dulu yang hobi menyiksa anak demi pelampiasan stres. Namun di sisi lain, sikap pembangkang dan misterius wanita ini tetap saja membuat Arsenio merasa tertantang untuk menaklukkannya.

​Arsenio kembali melirik pakaian Mina yang tertutup kardigan. Pikirannya lagi-lagi mendadak melantur, membayangkan bagaimana ekspresi wanita itu jika berada di bawah kendalinya. Merasa pikirannya sudah semakin tidak beres dan tidak sehat, Arsenio berdehem keras, mencoba mengalihkan fokusnya yang mendadak kacau.

​"Gino, setelah ini ikut Papa ke kantor ya? Ada beberapa hal yang harus Papa urus, dan kamu bisa main di ruangan Papa," ajak Arsenio, mencoba mencairkan kecanggungan.

​Gino langsung menggelengkan kepalanya cepat, cemberut.

"Idak mau! Mau cama kakak Mina!" tolak Gino tegas, tangannya semakin erat memeluk Mina seolah takut dipisahkan.

​Mina melirik Arsenio dengan pandangan penuh kemenangan, sebuah senyuman sinis yang super menyebalkan terukir di wajah cantiknya.

"Tuh, denger sendiri kan, Mas? Anaknya gak mau ikut kamu. Lagian, lagian kasihan Gino kalau harus bosen nungguin kamu rapat berjam-jam. Mending sama aku di rumah, iya kan, Sayang?" ucap Mina dengan nada santai yang sengaja dibuat manis untuk meledek suaminya.

​Arsenio hanya bisa mengatupkan bibirnya rapat, menahan rasa dongkol yang merayap naik ke dadanya karena lagi-lagi ditolak oleh anaknya sendiri demi wanita sembrono itu. Pria itu akhirnya memilih kembali menunduk, menatap berkas-berkasnya dengan gusar sementara telinganya harus rela mendengarkan tawa riang Mina dan Gino yang terus berlanjut di depannya.

Bersambung.....

1
Nadira ST
tinggal kabur ngilang ngapain bertengkar nguras tenaga emosi,dengar bertengkar tidak bisa mencari solusi kalau keadaanya memanas
Dewiendahsetiowati
Mina bikin ngakak
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Terimakasih sih sudah mampir dan semoga suka yaa😍
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕☕
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪
Nadira ST
ntar Arsen cemburu Lo min
Potatoes 🥔
Semangat ya kak, suka banget 😍
Potatoes 🥔
Bagus kan
Nadira ST
bertahanlah mina punya suami kaya plus tampan🤣🤣🤣🤣
Nadira ST
udah bagus thor ceritanya gak bertele2💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mila
ceritanya bagus,seru
semngat update lagi ya kak
It's me Ri🥕: Aaaa..... Makasih sudah mampir yaa... Senang banget di komen begini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!