NovelToon NovelToon
Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Malam akhirnya kembali menyelimuti kawasan Gunung Sumber Abadi dengan hawa dingin yang menusuk tulang.

Suara jangkrik bersahutan dari balik semak belukar menemani kesunyian di area tersebut.

Krik krik krik.

Rizky sedang duduk sendirian di depan layar laptopnya di ruang kontrol lantai dua sambil memakan seduhan mi instan.

Sruput.

Siska sudah tertidur pulas di kamarnya sejak sore tadi karena kelelahan setelah ekspedisi bawah tanah mereka yang panjang.

"Sistem, tampilkan laporan total pendapatan dan Poin Wisata dari hasil Festival Malam Seribu Bintang semalam," perintah Rizky di dalam hati.

Ding!

[Memproses data seluruh transaksi tiket masuk dan penyewaan fasilitas selama acara festival berlangsung.]

[Total pengunjung mencapai lima ribu dua ratus orang tanpa ada satupun keluhan ketidakpuasan fasilitas.]

[Host mendapatkan total laba bersih sebesar enam ratus juta rupiah dalam satu malam.]

[Poin Wisata Host bertambah sebanyak lima ribu dua ratus poin.]

Rizky tersedak kuah mi instannya hingga terbatuk-batuk menatap angka yang fantastis tersebut.

Uhuk uhuk.

"Enam ratus juta rupiah dalam satu hari operasional saja, ini benar-benar tidak masuk akal," gumam Rizky mengusap bibirnya dengan selembar tisu.

"Bahkan gaji tahunan direktur bank di ibukota mungkin tidak sebesar pendapatanku malam ini."

Rizky sangat puas melihat jumlah poinnya yang kini sudah menembus angka lima ribu lebih.

Jumlah poin itu sangat cukup untuk membeli puluhan fasilitas baru tingkat menengah jika dia memang membutuhkannya nanti.

Teng. Teng.

Jam dinding kuno di ruangannya berbunyi pelan menunjukkan bahwa waktu sudah tepat memasuki tengah malam.

Rizky langsung menyingkirkan mangkuk mi instannya dan berdiri dengan tatapan mata yang sangat tajam.

"Sistem, aku mau menggunakan Voucher Pekerja Konstruksi Gaib dan Cetak Biru Restorasi Kota Kuno Level 1 sekarang juga," perintah Rizky mantap.

Ding!

[Mengonfirmasi penggunaan hadiah utama penyelesaian Arc Dua.]

[Voucher berhasil diaktifkan, memanggil seratus entitas pekerja konstruksi gaib dari dimensi sistem.]

Sringgg.

Cahaya putih kebiruan tiba-tiba berpendar terang memenuhi ruang kontrol tersebut hingga membuat Rizky harus memicingkan matanya.

Di hadapan Rizky, perlahan-lahan muncul ratusan siluet manusia transparan bercahaya yang membawa berbagai alat bangunan dari masa lalu.

Siluet-siluet itu menundukkan kepala mereka secara serentak ke arah Rizky seolah memberi hormat pada sang majikan barunya.

"Gila, ini rasanya seperti memanggil pasukan jin dari zaman kerajaan kuno saja," bisik Rizky merinding namun matanya sangat takjub.

"Kalian semua sudah tahu tugas kalian kan, perbaiki dan bersihkan seluruh area kota kuno bawah tanah itu tanpa merusak struktur aslinya sedikit pun."

Para pekerja gaib itu mengangguk tanpa suara sama sekali dan langsung berbalik badan.

Wushhh.

Mereka semua melayang menembus dinding kaca ruangan dan meluncur terbang ke bawah dengan sangat cepat menuju arah kolam Air Terjun Pelangi.

Rizky segera berlari menuju balkon luar dan melihat ratusan cahaya biru itu masuk menembus celah air terjun tanpa halangan fisik sama sekali.

"Sistem, berapa lama waktu yang dibutuhkan pasukan tukang bangunan gaib itu untuk menyelesaikan pekerjaannya?" tanya Rizky menyalakan sebatang rokok.

[Restorasi tahap pertama akan memakan waktu tepat delapan jam tanpa ada jeda istirahat.]

[Besok pagi, Host akan melihat kota kuno yang sudah bersih dari debu kotoran dan memiliki infrastruktur jalan yang sangat sempurna.]

Rizky menghembuskan asap rokoknya ke udara malam dengan senyum kepuasan yang sangat lebar.

Fuhhh.

"Sangat efisien, aku benar-benar bisa santai dan menikmati hasil kerja keras alat sistem ini," puji Rizky memuji kehebatan senjatanya.

"Taman Mega Ria sudah hancur lebur dan Juragan Darma pasti sudah tidak berani menampakkan batang hidungnya lagi di desaku tercinta ini."

Rizky merasa hidupnya kini benar-benar sudah mencapai puncaknya setelah berhasil mengalahkan semua lintah darat dan pesaing dari kotanya.

Kring kring kring.

Suara dering telepon genggam di atas meja kerja Rizky mendadak memecah lamunan kemenangannya tersebut.

Rizky mengerutkan keningnya karena tidak biasanya ada orang yang berani meneleponnya tepat di tengah malam buta begini.

Dia masuk ke dalam dan melihat layar ponselnya yang menampilkan nomor tidak dikenal dengan kode negara dari luar negeri.

"Nomor luar negeri, apakah ini penipu yang menyamar jadi operator berhadiah?" tebak Rizky malas sambil mengangkat panggilan telepon tersebut.

"Halo, dengan Rizky Santoso sang pemilik Gunung Sumber Abadi di sini, ada yang bisa dibanting?" sapa Rizky asal-asalan saja.

Hening sejenak dari seberang telepon sebelum akhirnya terdengar suara tawa seorang pria berbahasa Indonesia dengan aksen asing yang sangat kental.

Hahaha.

"Halo Tuan Rizky, saya sangat suka selera humor Anda yang santai itu," balas suara pria paruh baya dari seberang sana.

"Perkenalkan, nama saya Tuan Richard, perwakilan dari Konsorsium Pariwisata Global Bintang Tujuh yang bermarkas besar di Singapura."

Rizky langsung mengubah postur tubuhnya menjadi tegak dan mematikan rokoknya ke dalam asbak kaca.

"Konsorsium Bintang Tujuh, aku belum pernah mendengar nama perusahaan itu seumur hidupku," jawab Rizky jujur tanpa perlu berbasa-basi.

"Tentu saja Anda belum pernah mendengarnya Tuan Rizky, kami hanya bermain di liga resort mewah pulau pribadi dan jaringan hotel bintang tujuh dunia," sombong pria bernama Richard tersebut.

"Namun kami baru saja melihat laporan viral tentang festival cahaya aurora di gunung Anda yang sukses membuat saham pesaing lokal kami anjlok parah hari ini."

"Lalu apa urusannya dengan perusahaan Anda jika Taman Mega Ria itu bangkrut total malam ini?" pancing Rizky dengan nada suara yang mulai dingin.

"Kami baru saja membeli seluruh aset Taman Mega Ria yang hancur itu dengan harga murah satu jam yang lalu," jelas Richard yang membuat mata Rizky sedikit melebar kaget.

"Kami berencana membangun taman hiburan berstandar internasional di atas tanah tersebut awal bulan depan."

Rizky tertawa pelan mendengarkan deklarasi perang baru yang datang jauh lebih cepat dari dugaannya sendiri.

Heh.

"Jadi Tuan Richard sengaja menelepon malam-malam hanya untuk pamer habis beli tanah rongsokan itu kepadaku?" ejek Rizky sengaja memprovokasi musuh barunya.

"Bukan pamer Tuan Rizky, saya menelepon untuk menawarkan pembelian paksa atas seluruh aset Gunung Sumber Abadi milik Anda sekarang juga," ancam Richard dengan suara yang mendadak berubah sangat berat dan penuh tekanan.

"Sebutkan saja harganya, sepuluh miliar atau dua puluh miliar, kami akan membayarnya lunas agar kawasan itu bisa kami jadikan area parkir eksklusif untuk proyek raksasa kami nanti."

Rizky mengepalkan tangannya kuat-kuat mendengar betapa sombong dan serakahnya perusahaan asing tersebut.

Mereka bahkan menganggap gunung warisan leluhurnya yang berharga ini hanya pantas dijadikan area parkir untuk proyek mereka.

"Simpan uang recehanmu itu baik-baik di saku celana mahamu Tuan Richard yang terhormat," tolak Rizky dengan nada yang sangat tajam dan mengancam balik.

"Gunung ini bukan barang dagangan murahan dan aku tidak akan pernah menjualnya kepada penjajah ekonomi asing seperti kalian semua."

Richard mendengus kasar dari ujung telepon menyadari bahwa pemuda desa itu berani melawan tawarannya.

Hmph.

"Sayang sekali keputusannya Tuan Rizky, padahal Anda bisa menjadi miliarder dan pensiun tenang di luar negeri dengan uang kami itu," ucap Richard meremehkan pilihan Rizky.

"Jika Anda menolak cara halus kami malam ini, maka bersiaplah menghadapi mesin penghancur bisnis global kami bulan depan."

Tut tut tut.

Telepon dimatikan secara sepihak oleh Richard meninggalkan suara nada panggil yang terputus di telinga Rizky.

Rizky melempar ponselnya ke atas sofa dan memijat pangkal hidungnya pelan untuk meredakan emosinya.

"Satu musuh lokal tumbang, malah datang naga raksasa dari luar negeri yang ingin mencaplok rumahku ini," gumam Rizky namun dia tersenyum miring bukannya merasa takut sedikit pun.

Siska yang ternyata terbangun karena suara keras Rizky tiba-tiba menuruni tangga dengan memakai piyama bergambar kelincinya.

Tap tap tap.

"Ada apa Bos teriak-teriak malam begini, ada maling masuk ke ruang kontrol kita ya?" tanya Siska sambil mengucek matanya yang masih lengket mengantuk.

"Tidak ada maling Siska, hanya ada tikus raksasa dari Singapura yang baru saja mengibarkan bendera perang kepada tempat kita," jawab Rizky menuangkan air putih ke gelasnya.

Glek glek.

Siska mengerutkan dahi tidak paham dengan analogi aneh bosnya yang baru saja minum itu.

"Tikus Singapura itu apa, apa hubungannya dengan tempat wisata kita Bos?" tanya Siska masih sangat kebingungan.

"Ada perusahaan raksasa asing yang baru saja membeli sisa-sisa Taman Mega Ria untuk menyaingi kita secara global," jelas Rizky secara singkat dan padat agar mudah dipahami.

Rasa kantuk Siska seketika hilang total mendengar berita buruk tersebut.

"Apa, Taman Mega Ria dibeli oleh orang bule kaya raya dari luar negeri?" jerit Siska panik sambil memegangi kepalanya sendiri.

"Lalu bagaimana nasib gunung kita Bos, mereka pasti punya modal triliunan rupiah untuk membuat iklan promosi wisata yang lebih gila."

"Tenang Siska, jangan panik dulu sebelum kita benar-benar maju berperang," tegur Rizky menenangkan manajernya yang mulai heboh memikirkan nasib gajinya itu.

"Modal mereka mungkin triliunan rupiah, tapi kita punya senjata rahasia yang tidak bisa dibeli dengan uang sebanyak apa pun di dunia ini."

Rizky menunjuk ke arah lantai bawah tempat di mana ratusan pekerja gaib sedang sibuk merenovasi kota kuno rahasianya.

"Kita akan meluncurkan zona wisata kota kuno bawah tanah tepat di hari yang sama saat mereka membuka taman hiburan baru mereka bulan depan," rencana Rizky dengan tatapan sangat berambisi ke depan.

"Aku akan membuat perusahaan asing kaya raya itu merasakan bagaimana rasanya kalah telak dari anak gunung biasa sepertiku."

Siska melihat keyakinan yang luar biasa memancar dari mata bosnya dan hatinya ikut merasa sangat tenang kembali.

Dia tahu persis bahwa bosnya ini selalu punya trik ajaib yang tidak masuk akal untuk memutarbalikkan keadaan sesulit apa pun.

"Baiklah Bos, aku akan ikut bertarung denganmu sampai titik darah penghabisan melawan penjajah asing itu!" seru Siska mengepalkan tangannya ke udara dengan penuh semangat.

"Sekarang tidurlah lagi Siska, besok pagi kita punya kejutan yang sangat besar di bawah air terjun pelangi sana," perintah Rizky sambil tertawa pelan melihat kelakuan stafnya itu.

Rizky berjalan kembali ke balkon untuk menatap bintang-bintang di langit yang bersinar sangat terang malam itu.

Perang melawan Taman Mega Ria dan lintah darat lokal telah resmi berakhir pada malam ini dengan kemenangan mutlak di tangannya.

Namun ujian yang sesungguhnya baru saja akan dimulai esok hari untuk melawan musuh yang memiliki kekuatan finansial kelas dunia.

1
Eka Yudha
Bagus sih meskipun fiksi tapi ceritanya hidup
Rifqy Channel
kak nissa segera update ini gue suka pokoknya sampe 100 Bab pun gak apa-apa karena suka bangett
Nissa Safira: terima kasih kak atas dukungannya🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!