NovelToon NovelToon
Si Bungsu

Si Bungsu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Romansa-Teen angst / Tamat
Popularitas:184.5k
Nilai: 5
Nama Author: olip05

Siapapun tidak ada yang suka dengan sikap berpura-pura, mau itu berpura-pura jahat atauberpura-pura baik. Tetapi adakalanya seseorang harus bersikap berpura-pura untuk sebuah kebaikan. Begitupun dengan Andriana yang sering di panggil dengan nama pangilan Riana.

Selama satu tahun setelah kepulangannya dari Inggris Riana harus berpura-pura bersikap seperti Riana biasanya. Itu memang sulit tapi Riana bisa melakukannya tanpa ada orang yang curiga.

Hingga akhirnya satu persatu yang Riana sembunyikan terbongkar, banyak hati yang tersakiti akan hal yang Riana sembunyikan, dan yang lebih tersakiti adalah mantan pacar Riana yang Riana cintai setengah mati.

Aku mencintaimu setengah mati, jika aku bisa menukarkan nyawaku untuk kebahagiaanmu maka aku akan meminta tuhan untuk menukar nyawaku dengan kebahagiaanmu.

aku mencintamu setengah mati, jika dalam kisah Laila dan Majnun, Qays dijuluki Majnun. Maka disini akulah yang di juluki Majnun, karena aku menicntaimu dengan seluruh jiwaku. -Riana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olip05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sidang Paripurna

visual Zio

Bang Faisal

Menurut kalian Riana pilih siapa gaes?😆

Happy Reading💞

......................

Zio menghembuskan napas lega setelah keluar dari rumah Riana. Sudah tiga jam lebih ia berada diruang baca rumah Riana, berdiri ditengah-tengan keempat serigala yang menatap dirinya sebagai santapan yang menggiurkan. Zio sekarang tahu kenapa alasan Riana tidak pernah mengizinkan dirinya datang kerumah wanita itu, mungkin Riana takut jika dirinya mundur atau meminta putus setelah bertemu dengan serigala dirumah ini, jika itu alasan Riana maka itu salah besar.

Zio sama sekali tidak takut berhadapan dengan serigala pawang Riana. Alfa yang terlihat tenang tetapi mulutnya lebih cerewet dari pada wanita, tadi saat didalam Alfa lah yang lebih banyak bertanya dari pada yang lainnya, mengorek sampai keinti dasar antara hubungan Zio dan Riana, sehingga Zio harus berkata jujur bahwa dirinya mantan kekasih Riana dan saat pulang mengantar ia sempat mencium bibir Riana dua kali saat wanita itu tidur.

Alfi, pria itu sempat memposting story instagram berupa video Zio sedang berdiri sambil berkata ‘sedang mengintrogasi anak buah baru’, walaupun Alfi terlihat pria yang ramah dan murah senyum tetapi hati-hatilah dengan ucapan pria itu, ucapannya sangat tajam menyakiti hati. Ada beberapa perkataan yang sempat menusuk hati Zio, namun Zio tidak terlalu ambil hati karena ia tahu itu bentuk Alfi melindungi adik perempuan satu-satunya.

Lalu Faisal, pria itu lebih banyak memperhatikan dirinya dari pada bertanya atau berbicara seperti Alfa dan Alfi. Pria itu memperhatikan cara Zio berbicara, menjawab segala pertanyaan dan ketangkasan wawasan saat Arun menguji dengan persoalaan sosial, permasalahan yang terjadi dimasyarakat, bahkan sampai ditanyai berapa nilai rapot Zio. Masih banyak pertanyaan yang dilontarkan Arun pada Zio dan begitulah Zio baru keluar dari rumah Riana jam 10 malam, tiga jam lebih ia berada diruangan dingin tetapi membuat dirinya berkeringat luar biasa.

Satu hal yang Zio sangat sadar, bahwa keempat pria itu punya satu kesamaan yaitu tatapan mereka sangat tajam dan betapa Zio bisa melihat sikap proktektif mereka pada Riana. Zio tidak bisa membayangkan bagaimana jika ada pria yang menyakiti Riana. habislah pria tersebut.

“Gimana den masih lengkap anggota tubuhnya?” tanya Sapri sembari menepuk bahu Zio.

Zio sedikit tersentak dengan kedatangan Sapri yang tiba-tiba. Ia menoleh pada Sapri menunjukan senyum penuh kemenangan.

“Baru lihat saya, ada pria yang habis nganterin neng Riana bisa senyum semanis itu. Biasanya kalau udah ketemu serigala-serigala rumah ini mereka akan keluar dengan muka takut, pucat pasi bahkan ada yang badannya gemetaran saking takutnya, tapi kok yang ini beda ya?” ucap Sapri heran, menatap Zio lekat mencari sedikit ketakutan di wajah pria itu.

Eh sibapak, dia gak tahu aja tadi hatiku ketar ketir didalam sana, takut salah ngomong, takut dianggap gak sopan, pokoknya takut segalanya deh. Bisa-bisanya perempuan secantik Riana punya pawang seseram mereka, bisa jomblo seumur hidup tuh si Riana karena cowok-cowok yang mau deketin takut sama pawang-pawangnya. Tapi baguslah berarti sainganku gak banyak.

“Kenapa harus takut pak? Mereka juga sama-sama makan nasi bukan makan daging manusia,” jawab Zio berusaha tidak menunjukan ketegangan dirinya.

Sapri berdecak kagum, menepuk-nepuk bahu Zio sambil tersenyum lebar dengan mata berbinar menunjukan respek pada pria itu, “Wah keren banget aden. Kagum banget mang Sapri sama aden. Nama aden siapa? Kita belum sempat kenalan. Kenalin nama mamang Sapri, biasa dipanggil mang Sapri” Sapri menjulurkan tangannya dengan bangga.

Zio tersenyum lebar menerima uluran tangan Sapri, “Zio mang,”

Sapri tertawa keras setelah salaman dengan Zio membuat Zio mengernyit heran menatap Sapri yang tiba-tiba saja tertawa keras. “Mang Sapri kenapa?” tanya Zio penasaran.

Sapri tidak langsung menjawab masih tertawa sambil memegang perutnya yang sedikit buncit, “Kirain mang Sapri den Zio gak takut sama sekali sama serigala dirumah ini tapi ternyata den Zio juga takut sampai tangannya dingin banget kaya es dikutub utara,” ucap Sapri setelah sedikit meredakan tawanya.

Zio tersenyum masam, ia kira apa, ternyata tawa Sapri mengejeknya. “Tadi suhu ruangannya dingin banget, mang, jadi wajar saja saya kedinginan seperti ini. Apa lagi saya tiga jam lebih disana,” ucap Zio mencari alasan.

Sapri menepuk bahu Zio, masih tertawa walaupun tidak tertawa sekeras pertama, “Mang Sapri bisa memaklumi ketegangan den Zio, tapi menurut mang Sapri den Zio segini mah udah keren, bisa tahan tiga jam lebih di dalam sana. Mang sapri tunggu kedatangan den Zio kembali datang kerumah ini karena biasanya cowok-cowok yang pernah nganterin neng Riana gak pernah muncul lagi datang kerumah ini,” ucap Sapri menganggap Zio memang berbeda dengan pria-pria yang pernah mengantar Riana.

Zio tersenyum lebar, “Tenang aja mang, saya gak akan sama kaya cowok-cowok sebelumnya. Mang Sapri lihat aja nanti, saat saya datang kesini buat ngelamar Riana jadi istri saya,” ucap Zio penuh kesungguhan dan rasa percaya diri.

Sapri tersenyum lebar mendengar ucapan Zio yang terdengar serius tanpa keraguan ditelinganya. “Mang Sapri tunggu, nanti mang Sapri yang bakal bukain pintu mobil den Zio di hari itu nanti.”

Zio tersenyum lebar membayangkan jika hari itu akan terjadi, saat ia datang kerumah ini dengan gagah dan penuh rasa bahagia melamar Riana menjadi istrinya. Jika Zio punya pintu untuk ke masa depan ia ingin sekali memasuki pintu itu dan merasakan hari bahagia tersebut tanpa harus menunggu lebih lama.

Ana, aku berharap semoga hari itu benar-benar terjadi sesuai yang aku bayangkan.

**

Faisal menarik Riana masuk kedalam pelukannya, meletakan kepala Riana dibahunya. Kini Faisal berada dikamar Riana setelah tadi ia dan saudaranya yang lain mengintrogasi pria yang mengantar Riana.

Saat melihat Riana berada dipangkuan Zio, Faisal langsung mengambil alih Riana kedalam pangkuannya dan melayangkan tatapan membunuh pada Zio. Ia sangat tidak suka Riana disentuh pria lain apalagi tadi Riana dipanggku seperti koala, hati Faisal sudah seperti tempat pembakaran, panas sekali. Dan lebih yang mengejutkan adalah saat pria itu bilang bahwa dia adalah mantan kekasih Riana dan sempat mencium dua kali bibir Riana saat tidur.

Mendengar hal itu tangan Faisal mengepal dengan erat sampai urat-uratnya terlihat menonjol. Ingin sekali ia melayangkan pukulan pada pria sok tampan itu. berani-beraninya pria itu mencium Riana saat tidur tidak sadarkan diri.

Alfa sempat akan memukul Zio mengetahui hal tersebut tetapi langsung ditahan oleh Arun. Andai saja ia hanya berdua dengan Zio sudah Faisal pastikan ia memukul Zio sampai babak belur. Namun ada sesuatu yang lebih mengusik hati Faisal, ketika Zio mengatakan bahwa dia benar-benar mencintai Riana, dia ingin menjaga Riana melebihi menjaga dirinya. Faisal bisa merasakan kesungguhan yang diucapkan Zio begitupun dengan Alfa, Alfi dan Arun.

Walaupun ini yang pertama kalinya Faisal ikut mengintrogasi pria yang dekat dengan Riana tetapi Faisal bisa melihat kekaguman Arun pada Zio, itu sangat menganggu hati Faisal. Apalagi Zio bukan lelaki sembarangan, pria itu adalah anak dari keluarga kaya raya, ayahnya saja punya perusahaan yang sudah internasional, kekayaannya melebihi kekayaan Arun.

Faisal tahu, ayahnya mengangumi Zio bukan karena dia anak orang kaya tetapi karena keberanian pria itu, dia berani berkata jujur dengan segala yang terjadi pada dirinya dan Riana bahkan mengatakan alasan dia putus dengan Riana. Bukan itu saja, wawasan pria itu sangat luas, segela pertanyaan Arun dijawab oleh Zio dengan pandangan yang luas. Jarang sekali ada pria yang umur belasan tahun tetapi bicaranya sudah seperti seorang profesor ternama.

Faisal merasa kecil jika dibandingan dengan pria-pria yang suka pada Riana. Dan semakin merasa tidak pantas untuk memiliki wanita yang sedang dalam pelukannya.

“Bang Ical?” panggil Riana lirih sambil mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba melihat wajah Faisal dengan jelas digelapnya kamar Riana.

Faisal tersadar dari lamunannya, ia menatap Riana yang jarak wajahnya sangat dekat dengan wajah Faisal, “Kenapa bangun? Keganggu sama bang Ical ya?” tanya Faisal lembut sambil mengelus pipi Riana dengan ibu jarinya.

Riana menggelengkan kepala sebagai jawaban lalu mengeratkan lingkaran tangannya ditubuh Faisal dan menyerukan wajanya diceruk leher Faisal dengan nyaman, “Sekarang jam berapa, bang?” tanya Riana.

“Jam dua belas lewat sepuluh menit,” jawab Faisal.

“Bang Ical kok wangi banget sih? Riana suka wanginya bang Ical,” Riana mengendus-ngendus dileher Faisal membuat pria itu terkekeh merasakan geli dilehernya.

“Lebih suka wanginya bang Ical apa Zio, mantan pacar Riana?” tanya Faisal, entah tiba-tiba ia teringat kembali saat Riana berada dalam kendongan Zio. Pasti Riana bisa menghirup aroma tubuh Zio dengan leluasa, iyakan.?

Mendengar nama Zio, sontak Riana membuka matanya dengan lebar dan langsung mendudukan tubuhnya, “Ya ampun Zio, dia pasti nganterin Riana sampai depan rumah. Abang tadi ketemu Zio?” tanya Riana sedikit panik.

Faisal tersenyum sinis, ikut mendudukan tubuhnya. “Alfa, Alfi, Ayah dan bang Ical ketemu Zio ngengendong Riana sampai kedalam rumah.”

Riana membelalak tidak percaya, mulutnya menganga terkejut, “Terus Zionya baik-baik aja kan bang? Sama kalian gak di apa-apain kan?” tanya Riana khawatir. Tidak mendapat jawaban dari Faisal Riana langsung mencari keberadaan ponselnya dalam keadaan kamar gelap untuk mengetahui keadaan pria itu. Walaupun ia yakin keluarganya tidak akan melakukan hal kejam pada Zio tetapi Riana yakin pria itu tidak akan selamat dari jebakan abang-bangnya contohnya saja menceritakan hubungan antara dirinya dan Zio.

Rasa kesal Faisal kembali menghampiri, ia menarik tangan Riana yang sedang sibuk mencari ponselnya hingga membuat Riana menubruk dada bidang Faisal. Riana bisa melihat tatapan tajam Faisal pada dirinya walaupun dalam keadaan gelap, ia bisa merasakan napas Faisal yang memburu menerpa wajahnya.

Mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang berbeda, “Bang Ical gak suka Riana ngekhawatirin pria lain,” lirih Faisal tetapi penuh penekanan. Seperti sebuah keputusan otoritas yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.

1
Dewi Kecana Sulistyawarni
semoga kelanjutannya dipertemukan dgn Zio
Dewi Kecana Sulistyawarni
semangat thor
syamsul anam
kasihan si zio..knpa riana gk jujur aja sih.
syamsul anam
riana udahlah gk ush ngarepin faizal..balik aja ma zio..dr pd sakit ht.
Kemal Chandra
waktu bc d awal sy g mau lanjut soalnya mengenai sodara sedarah ko bisa gitu g taunya bukan sekandung mereka tu cm ank angkt jd lanjut bc
lip: komentar kaka bikin aku deg-degan hehe, terima kasih sudah lanjut baca
total 1 replies
Kemal Chandra
oh faisal ternyata bukan anak kandung tak kira inces mereka thor
Louisa Janis
Saya tidak mau baca ceritanya other lagi KECEWA dengan cerita ini berharap mereka bisa bersatu dengan Restu orangtuanya tapi di buat Bang Ical meninggal Saya tidak mau membaca cerita yang menyesakkan dan orang jadi NELANGSA
lip: nanti baca cerita keduanya ya, semoga cerita selanjutnya membuat nelangsa kakak terobati... terima kasih sudah membaca sampai selesai
total 1 replies
Louisa Janis
othornya JAHAT kok Faisal di buat meninggal sih perbaharui thor nggak terima saya ikuti terus cerita ini kok begini endingnya 😭😭😭😭😭😭😭😭😭👿👿👿👿👿👿👿👿
Louisa Janis
thor kasihan riana
Louisa Janis
panas dah
Eddi Manullang
up season 2 author.... 👍
lip: oke di tunggu aja ya... terima kasih sudah membaca sampai akhir
total 1 replies
Eddi Manullang
ko w senang ya...si Faisal nya meninggoi.....?
Popi Noviani
lanjutannya dong...
Rianti
yahhh.. dah habis aja ceritanya..😭
maunya ada season 2 Thor..
lip: rencanya si mau bikin season 2-nya. tapi gak tau kapan. ditunggu aja ya hehhee/Smile/
total 1 replies
lip
komenan kalian yang suka nanyain kapan cerita ini lanjut membuat keinginan aku menyelesaikan cerita kembali bangkit/Determined//Determined/ Terima kasih untuk kesetian kalian menunggu kelanjutan cerita ini./Grimace//Grimace/

peluk dari jauh/Whimper//Smile/
Rianti
Luar biasa
Alfiah Maseran Raziqhusna
Kasihan zio.... 😭😭😭
Eddi Manullang
nikmat Thor...❤️🌹
Louisa Janis
yaaaah mau bagaimana lagi Zio nggak mungkin bersama dengan Riana mereka berbeda pasti Arun dan Mita tidak setuju mereka keluarga mafia
Louisa Janis
sehat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!