NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Kamar Bayi, Harapan, dan Rasa Takut yang Menghangatkan

Memasuki bulan ketujuh kehamilan, kehidupan di Mansion Vane telah berubah total. Jika dulu mansion ini terasa megah namun dingin, kini setiap sudutnya dipenuhi dengan aroma bunga sedap malam yang menenangkan dan perlengkapan bayi yang mulai memenuhi area ruang keluarga. Bagi seorang Adrian Vane, ini adalah transformasi paling radikal—dan paling indah—yang pernah ia alami dalam hidupnya.

Aura, yang kini perutnya sudah tampak membuncit dengan cantik, telah melepaskan sebagian besar operasional harian Vane Group kepada direktur eksekutif kepercayaannya. Namun, bukan berarti ia menjadi pasif. Naluri perfeksionisnya kini berpindah target: dari strategi logistik menjadi desain kamar bayi.

Sore itu, kamar lantai dua yang tadinya merupakan ruang kerja tamu, kini berubah menjadi medan perang penuh warna. Di tengah ruangan, Aura duduk di lantai beralaskan karpet bulu, dikelilingi oleh belasan sampel cat dinding, gulungan wallpaper, dan majalah desain interior dari seluruh dunia. Wajahnya tampak serius, persis seperti saat ia sedang merancang ekspansi bisnis ke luar negeri.

"Bagaimana menurutmu, Adrian?" Aura menunjuk dua sampel warna yang berbeda. "Yang ini baby blue dengan aksen awan, atau yang ini warna warm cream dengan aksen emas?"

Adrian, yang baru saja pulang dari kantor dengan setelan jas hitam yang masih melekat sempurna, melepaskan dasinya. Ia berlutut di samping istrinya, memandang kedua sampel itu dengan seksama seolah sedang memeriksa kontrak bernilai triliunan rupiah.

"Keduanya bagus," jawab Adrian hati-hati.

Aura mendengus kecil, lalu bibirnya melengkung ke bawah. "Kamu tidak serius. Kamu hanya menjawab begitu supaya cepat selesai, kan? Kamu pasti bosan melihat ini setiap hari."

Adrian menghela napas, menyadari bahwa ia telah masuk ke jebakan klasik. "Tidak, Sayang. Aku tidak bosan. Aku hanya... tidak ingin salah pilih. Ini kamar untuk anak kita."

Aura tiba-tiba terdiam. Tatapannya yang tajam berubah menjadi lembut, lalu matanya perlahan berkaca-kaca. "Tapi, Adrian... bagaimana kalau nanti anaknya tidak suka? Bagaimana kalau desain ini terlalu kuno? Bagaimana kalau nanti aku menjadi ibu yang buruk dan tidak bisa menata tempat yang nyaman untuknya?"

Adrian merasakan hatinya seperti diremas. Inilah sisi Aura yang jarang dilihat orang lain: di balik topeng pemimpin yang tak kenal takut, Aura menyimpan kekhawatiran yang sangat manusiawi tentang perannya sebagai ibu.

Adrian segera menarik Aura ke dalam pelukannya, membiarkan kepala sang istri bersandar di bahunya. Ia mencium puncak kepala Aura dengan lembut. "Dengar, Aura. Kamu bukan hanya ibu yang hebat. Kamu adalah wanita paling tangguh yang pernah aku kenal. Kalau kamu bisa mengelola ribuan karyawan dan menaklukkan pasar global, apa yang membuatmu ragu untuk merawat satu bayi?"

"Ini berbeda," isak Aura pelan. "Bisnis itu tentang angka dan strategi. Tapi ini... ini tentang nyawa. Ini tentang masa depan. Aku takut tidak bisa melindunginya dari dunia yang kejam seperti yang kita alami."

Adrian terdiam sejenak. Ia tahu persis apa yang dimaksud Aura. Masa lalu mereka adalah masa lalu yang keras—dunia mafia, pengkhianatan, dan persaingan berdarah. Adrian dibesarkan dalam keluarga yang penuh intrik, di mana cinta adalah kelemahan. Aura tumbuh dengan harus bertahan hidup di tengah kerasnya kompetisi bisnis. Mereka berdua adalah penyintas.

Adrian memegang wajah Aura, menatap matanya dalam-dalam. "Justru karena kita tahu betapa kejamnya dunia luar, kita akan membangun dunia kecil yang aman di sini, di dalam rumah ini, untuknya. Kita tidak akan membiarkan kegelapan yang pernah kita lalui menyentuhnya. Kita akan memberikan dia cinta yang tidak pernah kita dapatkan dulu."

Aura menatap Adrian. Kata-kata itu sederhana, namun memiliki bobot yang begitu berat. Ia tahu suaminya tidak sedang berjanji manis; Adrian Vane adalah pria yang memegang janjinya dengan nyawa.

"Janji?" tanya Aura dengan suara serak.

"Janji," tegas Adrian. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke perut Aura yang buncit. Ia meletakkan telapak tangannya di sana, tepat di atas permukaan kulit yang halus. "Dan kalau kamu masih ragu dengan warna catnya, aku punya ide."

"Apa?"

"Pilih saja keduanya," jawab Adrian enteng. "Kita buat dua ruangan, atau kita buat kombinasi. Aku akan beli bangunan di sebelah mansion ini kalau perlu, supaya kita punya ruang lebih banyak untuk semua pilihannya."

Aura tertawa mendengar jawaban konyol suaminya. Ketegangan di wajahnya menghilang, digantikan oleh tawa kecil yang merdu. "Kamu benar-benar CEO yang suka menghamburkan uang, ya?"

"Untuk kalian berdua? Tidak ada kata 'hambur', hanya 'investasi terbaik'," balas Adrian sambil mengecup hidung Aura.

Tiba-tiba, Adrian tertegun. Matanya membelalak kaget. Ia menunduk menatap perut Aura.

"Apa?" tanya Aura panik. "Ada apa?"

"Tadi... dia baru saja menendang," bisik Adrian, suaranya hampir tak terdengar karena terkejut.

Aura melebarkan matanya. Ia meletakkan tangannya di atas tangan Adrian di perutnya. Benar saja, sebuah getaran kecil, sebuah sentuhan halus dari dalam, terasa begitu nyata. Itu adalah tendangan bayi mereka.

Wajah Adrian, yang biasanya terlihat kaku dan intimidatif, berubah drastis menjadi wajah seorang pria yang diliputi keajaiban. Senyum lebar yang tulus merekah di bibirnya—senyum yang bahkan jarang ia berikan pada rekan bisnisnya selama bertahun-tahun.

"Dia... dia seperti sedang menyapa kita," gumam Adrian dengan mata yang berkaca-kaca.

Aura merasa hatinya meleleh. Ia melihat suaminya, pria yang ditakuti oleh dunia bawah tanah, kini terlihat begitu rapuh dan bahagia karena sebuah tendangan kecil dari bayi mereka.

"Dia tahu Ayahnya sangat mencintainya," bisik Aura lembut.

Adrian mendongak, menatap Aura dengan penuh rasa syukur. "Aku tidak pernah percaya pada takdir atau keberuntungan. Tapi saat melihatmu, saat aku tahu kita akan memiliki anak ini... aku merasa aku adalah pria paling beruntung di muka bumi."

Mereka duduk berdua di tengah kekacauan sampel cat dan gulungan wallpaper, dikelilingi oleh sisa-sisa impian masa depan mereka. Di luar, hari mulai gelap dan lampu-lampu kota mulai menyala, namun di dalam ruangan itu, dunia terasa begitu damai.

"Adrian," panggil Aura pelan setelah keheningan yang nyaman menyelimuti mereka.

"Ya?"

"Terima kasih sudah memilihku untuk menjadi istrimu. Dan terima kasih sudah membuatku percaya bahwa kita bisa punya akhir yang bahagia."

Adrian merangkul pinggang Aura, menarik istrinya untuk berbaring bersamanya di atas karpet bulu yang lembut. Mereka menatap langit-langit kamar yang masih kosong, membayangkan bagaimana ruangan itu akan diisi dengan tawa, tangis, dan kasih sayang dalam beberapa bulan ke depan.

"Akhir bahagia itu bukan tujuan, Aura," bisik Adrian lembut sambil mengusap perut istrinya. "Itu adalah apa yang kita bangun setiap hari. Dan aku akan membangunnya bersamamu, setiap detiknya, selama aku bernapas."

Di luar sana, badai bisnis bisa saja kembali datang. Musuh bisa saja muncul dari bayang-bayang. Namun di dalam mansion ini, di antara tumpukan sampel warna dan janji-janji masa depan, mereka telah menemukan satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang: sebuah keutuhan yang tak akan pernah bisa dihancurkan oleh siapa pun.

Malam itu, mereka tertidur di lantai kamar bayi, dikelilingi oleh impian tentang kehidupan yang akan datang. Dan bagi Adrian Vane, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia tidak lagi merasa perlu mengawasi pintu atau memegang senjata. Ia hanya perlu memegang tangan Aura, dan ia tahu, ia sudah berada di tempat yang paling aman di dunia.

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!