Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.
Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ratapan Pengkhianat di Tanah Magma
Udara di celah batu Hutan Magma Kuno mendadak membeku, bertolak belakang dengan lahar merah yang membara di sekeliling mereka. Dua murid senior Klan Utama Zhao yang tersisa—termasuk Zhao Feng—terpaku kaku dengan lutut bergetar hebat. Di hadapan mereka, mayat rekan mereka terbaring dengan dada berlubang tanpa sempat meluncurkan satu serangan pun.
Namun, yang membuat jiwa mereka terlempar ke dasar neraka bukanlah kecepatan membunuh itu, melainkan paras pemuda yang kini berdiri di atas tanah merah. Wajah tampan dengan rahang tegas dan sepasang mata berwarna ungu keemasan itu... adalah sosok yang tiga tahun lalu dipaksa menelan racun kelumpuhan di Kota Megah!
"Zhao Gou... Kau benar-benar Zhao Gou!" jerit Zhao Feng dengan suara melengking pecah. "Tidak mungkin! Dantianmu sudah hancur! Racun Darah Hitam seharusnya membuatmu membusuk di sudut tanah pengasingan!"
Zhao Gou melangkah tenang meniti batuan magma. Setiap pijakan kakinya meninggalkan bekas telapak membara di atas batu keras. Sisik-sisik emas mikroskopis berkejap samar di balik kulit tangannya, memancarkan tekanan aura Qi Naga Kuno yang begitu padat hingga meretakkan batuan di sekitarnya.
"Racun Darah Hitam milik tetua busuk kalian?" Zhao Gou terkekeh pelan, sebuah suara dingin yang membuat bulu kuduk kedua pengkhianat itu berdiri kaku. "Benda sampah itu hanya menjadi bahan bakar untuk membakar habis sisa-sisa kelemahan di dalam tubuhku."
"Gunakan Formasi Pedang Pembakar Jiwa! Cepat!" raung Zhao Feng panik, mencoba menguasai rasa takut yang meremukkan kewarasannya.
Rekan di sampingnya menyentak pedangnya, mengalirkan seluruh padatan Qi tingkat Foundation Establishment tahap pertengahan ke udara. Dua tebasan api raksasa memotong atmosfer, membentuk jaring tebasan membara setinggi lima meter yang siap mencincang tubuh Zhao Gou hingga menjadi debu.
Zhao Gou tidak menghindar. Ia bahkan tidak memusatkan Qi untuk membentuk perisai pelindung. Dengan dada busung, ia melangkah lurus menerjang jaring tebasan api tersebut!
BUMMM
Ledakan energi elemen api meletup dahsyat, meruntuhkan dahan-dahan pohon purba di sekeliling mereka. Zhao Feng menyeringai gila, meyakini bahwa tak ada kultivator tahap Qi Refining atau Foundation Establishment awal yang sanggup menahan hantaman fisik dari teknik gabungan tersebut tanpa zirah pelindung.
Namun, saat asap merah perlahan terkoyak, nyala api di mata Zhao Feng padam seketika.
Zhao Gou melangkah keluar dari dalam kobaran api tanpa lecet sedikit pun! Jubah hitamnya hanya terkoyak tipis di sudut lengan, sementara kulit tubuhnya memancarkan pendaran cahaya keemasan bagaikan perunggu abadi. Tulang Naga Kuno di dalam tubuhnya telah menyerap seluruh impak hantaman api tersebut, mengalirkannya menjadi getaran hangat di dalam sumsum tulangnya.
"Serangan yang sangat lemah," bisik Zhao Gou.
Srettt
Dalam satu kejapan mata, tubuh Zhao Gou lenyap dari pandangan!
"Di mana dia—"
Krek
Sebelum murid senior kedua sempat menyelesaikan kalimatnya, tangan kanan Zhao Gou telah mencengkeram wajah pria itu dari depan. Dengan sentakan cepat yang amat sangat brutal, Zhao Gou menghantamkan kepala murid senior itu ke lantai batu magma dengan kekuatan ribuan kati!
Brakkk
Lantai batu pecah berkeping-keping. Kepala pembunuh bayaran itu hancur seketika, menghentikan napasnya tanpa sempat menjerit.
Zhao Feng terjatuh terlentang di atas tanah berlumpur abu. Pedang di tangannya terlepas, berdenting keras di atas batu. Rasa bangga sebagai murid senior dari klan utama di Kota Megah runtuh total, digantikan oleh ketakutan naluriah seekor binatang yang terpojok di hadapan pemangsa puncak.
"Jangan... jangan bunuh aku!" jerit Zhao Feng sambil merangkak mundur dengan histeris. "Aku hanya menjalankan perintah! Ini semua rencana Tetua Zhao Cang dan Dewan Tetua Kota Megah!"
Zhao Gou melangkah mendekat, menginjak dada Zhao Feng hingga tulang rusuk pria itu terdengar meretak pelan. "Tetua Zhao Cang? Siapa dia di Sekte Awan Langit?"
"Dia... dia adalah Tetua Luar Pengawas Sumber Daya!" jawab Zhao Feng tergesa-gesa, darah segar mulai meleleh dari sudut bibirnya akibat tekanan kaki Zhao Gou. "Dia sengaja ditempatkan di sekte ini untuk mengontrol pasokan batu spirit dan bahan obat ke Kota Megah! Dia... dia sedang merencanakan penguasaan penuh atas Mata Air Qi Murni sekte saat Pesta Hari Jadi mendatang!"
Mata ungu keemasan milik Zhao Gou menyempit dingin. Informasi itu melengkapi potongan teka-teki mengenai keterlibatan faksi utama klan di dalam sekte ini.
"Informasi yang berguna," ujar Zhao Gou pelan.
"Kau... kau berjanji tidak akan membunuhku jika aku menjawab?!" ratap Zhao Feng dengan mata membelalak penuh harapan panik.
"Aku tidak pernah mengumbar janji pada pengkhianat," balas Zhao Gou dingin.
Dengan satu ketukan tumitnya di atas dada Zhao Feng, Brak ! energi Qi Naga melesat menembus jantung pria itu, menghentikan detak hidupnya seketika.
Suasana di celah batu Hutan Magma Kuno kembali sunyi senyap. Tiga mayat pembunuh dari klan utama terbaring kaku di atas tanah merah yang panas.
Zhao Gou mengibaskan tangannya, mengumpulkan tiga kantong spasial milik para pembunuh tersebut. Di dalamnya, ia menemukan puluhan batu spirit kualitas tinggi, jimat pelindung, dan beberapa botol pil pemurni energi. Tanpa membuang waktu, Zhao Gou menyapu bersih semua barang berharga itu, lalu melangkah ke sudut celah batu yang terlindung dari pandangan luar.
Hawa panas murni dari elemen api di Hutan Magma Kuno bercampur dengan gejolak energi dari Tulang Naga di tubuhnya kini mencapai titik jenuh. Pertarungan singkat tadi dan penyerapan energi panas alam telah mendorong pembatas kultivasinya ke ambang puncaknya.
Zhao Gou duduk bersila di atas batu magma membara. Ia memejamkan matanya, merapalkan siklus kedua dari Kitab Pembakar Jiwa Naga.
BUMMM
Pusaran energi berwarna merah keemasan meletup dari tubuhnya, menyedot seluruh aura panas Hutan Magma di sekitarnya! Retakan-retakan emas pada Dantian-nya menyatu secara sempurna, membentuk sebuah bola energi naga murni yang berputar lima kali lebih cepat dari sebelumnya.
Setetes cairan energi murni menetes di pusat meridian utamanya—penanda mutlak pembukaan gerbang baru!
[Tingkat Foundation Establishment Tahap Awal — Berhasil Ditembus!]
Aura kebangkitan itu begitu pekat hingga membuat kabut belerang di atas celah batu tersapu bersih dalam sekejap mata. Kulit Zhao Gou memancarkan kilau giok hitam yang kian kokoh, dan kekuatan fisiknya melompat ke tingkat yang amat sangat mengerikan.
Ia membuka matanya. Pupil berwarna ungu keemasan itu kini berkilat kian tajam dan dominan. Zhao Gou meraih kembali topeng kain hitamnya di tanah, mengikatnya rapi menutupi separuh wajah atasnya.
Namun, sebelum ia sempat berdiri dan melangkah keluar dari celah batu tersebut, sebuah raungan dahsyat yang menggetarkan seluruh tanah Hutan Magma mendadak bergema dari arah barat!
GROAARGGHH
Gelombang tekanan angin bercampur hawa panas ekstrem menyapu Hutan Magma Kuno. Itu adalah raungan dari Kadal Magma Bersisik Merah—monster tingkat tiga yang kekuatannya setara dengan pakar Foundation Establishment tahap akhir!
Tepat setelah raungan itu bergema, sebuah ledakan pendaran cahaya biru es membumbung tinggi ke langit barat, membentuk simbol bunga anggrek yang memudar dengan cepat.
Itu adalah suar sinyal darurat milik murid inti Sekte Awan Langit... sinyal khas milik Xie Yanfeng.
Zhao Gou berdiri di atas birai batu, menatap ke arah asap hitam yang membumbung di kejauhan. Bibirnya di balik topeng mengukir garis senyuman dingin yang tak tertebak.
"Kadal Magma tingkat tiga ya?" bisik Zhao Gou pelan, memutar pergelangan tangannya. "Mari kita lihat seberapa jauh kekuatan Foundation Establishment baru ini bisa melangkah."
Dengan satu lompatan ringan, tubuh Zhao Gou memotong udara bagaikan kilat hitam, melesat deras menuju pusat raungan monster di batas barat hutan.
jgn ada campuran kata sombong...
"jika aq menjadi penerus sekte, kdepannya musuh²ku akan menargetkan kalian, dan aq tidak ingin hal itu'terjadi"... gitu aja udh ngeh....
klo g mati... cerita ini akan terus berulang² layaknya sinetron...
sedang othor perbaiki bab ini
selamat membaca 🥳🥳
ini wajib djelaskan...
apakah darah naganya bisa mendeteksi racun skecil apapun...??
ttp semangt...💪💪💪
dikotori oleh keserakahan klan...
pada ahirnya, yg terjadi KORBAN PERASAAN.🤣🤣🤣
disaat seseorg kesusahan, terjepit...
jgn pojokkan dia.
krna ktika dia bangkit .. semua sdh terlambat.
adu taktik...bikan tiktok...