Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
"Mbok, aku mau istirahat dulu ya!" Ujar Mama Indri.
"Silahkan Nya!" Jawab mbok Nah.
Mama Indri segera masuk ke dalam tamu, dia membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur. Tidak butuh waktu lama, Mama Indri langsung tertidur.
Ketika Mama Indri sedang tertidur, Wina datang ke rumah Erlan. Wina memang sering datang ke rumah ini, semenjak Kania pergi.
Wina langsung melototkan mata nya saat melihat semua foto - foto pernikahan Kania dan Erlan, dia sangat marah karena beberapa waktu yang lalu dia sudah meminta mbok Nah membuang semua foto - foto itu.
"Mbok Nah,,,,!" Teriak Wina dengan suara lantang.
"Iya non, ada apa?" Tanya mbok Nah yang baru saja datang dengan tergopoh - gopoh.
"Siapa yang berani memasang semua ini? Aku kan sudah meminta mbok Nah membuang semua ini. Kenapa masih ada di sini?" Bentak Wina dengan sangat kasar.
"Maaf Non, ini adalah perintah dari Nyonya Indri!" Jawab Mbok Nah.
"Dengar mbok, aku yang bakal jadi nyonya di rumah ini. Jadi siapa pun yang ada di sini harus patuh pada perintah ku, jika tidak maka aku akan mengusir nya!" Wina mengancam mbok Nah.
"Cepat, buang semua foto ini!" Wina kembali memberi perintah pada Mbok Nak.
"Maaf Non, saya tidak berani sama Nyonya!" Mbok Nah menolak perintah dari Wina.
"Apa? Kau berani menolak perintah ku? Kemasi semua barang - barang mu dan pergi dari sini. Biarkan aku sendiri yang akan membuang semua ini!" Wina berkata sambil mengambil salah satu foto Kania dan Erlan.
Kania lalu membanting foto itu ke lantai, sehingga menimbulkan suara gaduh dari pecahan bingkai kaca yang hancur berantakan.
"Jangan non, Nyonya bisa marah!" Mbok Nah berusaha menghalangi Wina yang ingin meraih foto yang lain nya.
"Pergi kau dari sini wanita tua, aku adalah nyonya di rumah ini!" Wina mendorong tubuh tua mabok Nah hingga terjatuh ke lantai.
Suara gaduh di ruang tamu membuat Mama Indri yang sedang beristirahat terganggu, dia membuka mata nya dan dia pun menajamkan pendengaran nya.
"Siapa yang berani bikin keributan di rumah ini?" Mama Indri bertanya pada diri nya sendiri.
Karena penasaran, Mama Indri bergegas keluar. Dan betapa terkejut nya dia saat melihat mbok Nah di seret secara paksa keluar dari rumah ini oleh Wina.
"Hentikan,,,!" Teriak Mama Indri dengan geram.
Wina langsung menoleh ke arah asal suara dan dia sangat terkejut melihat Mama Indri berdiri di depan pintu kamar tamu, saat itu juga dia langsung melepaskan tangan mbok Nah.
"Ma,,,, Mama, kapan Mama datang?" Tanya Wina dengan gugup.
Mama Indri bergerak maju mendekati Wina, dia sudah sangat marah saat ini. Mama Wina berdiri tepat di depan Wina, dan tangan kanan nya langsung melayang ke pipi Wina.
Plaaakkkk.
Sebuah tamparan yang sangat keras dari Mama Indri, langsung mengenai wajah Wina. Kepala Wina langsung tertoleh ke samping karena tamparan Mama Indri.
"Ma, kenapa Mama menampar ku?" Tanya Wina sambil memegang pipi nya yang terasa perih.
"Berani nya kau mengusir mbok Nah dari rumah ini, kau bukan siapa - siapa dan tidak punya hak apapun di rumah ini!" Mama Indri berkata dengan tegas.
"Ma, aku mengusir mbok Nah karena dia sudah lancang memasang kembali foto - foto Kania dan Mas Erlan. Padahal kan Mas Erlan dan Kania sudah berpisah!" Wina memberikan alasan nya.
"Cukup Wina, sekali lagi aku tegas kan pada mu. Kau tidak punya hak apapun di rumah ini, jadi jangan pernah mengatur apapun yang ada di dal rumah ini!" Mama Indri berkata sambil mengangkat tangan nya.
"Ma, aku ini calon istri nya mas Erlan. Dan sebentar lagi aku akan menjadi nyonya di rumah ini. Jadi aku lah yang berhak mengatur semua nya!" Wina berlata dengan rasa percaya diri yang tinggi.
"Jangan terlalu percaya diri Wina, sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkan wanita seperti mu menikah dengan putra ku. Lagian satu hal lagi Wina, rumah ini adalah rumah yang kami berikan sebagai hadiah pernikahan Kania dan Erlan. Jadi sampai kapan pun, Kania adalah pemilik dari rumah ini, bukan kau!" Mama Indri berkata dengan sangat marah.
"Ma, ingat lah bahwa Kania dan Mas Erlan sudah berpisah! Dan sebentar lagi aku lah yang akan menjadi nyonya di rumah ini!" Wina berkata dengan sengit.
"Sekalipun Erlan dan Kania berpisah, maka rumah ini tidak akan pernah menjadi milik Erlan. Rumah ini milik Kania, dan sampai kapan pun akan tetap seperti ini! Dan untuk diri mu, sekalipun kau berhasil menikah dengan putra ku, maka rumah ini tidak akan pernah menjadi milik mu!" Ucap Mama Indri dengan keras.
"Ma, Mama keterlaluan, padahal mas Erlan adalah putra kandung Mama sendiri. Tapi Mama dengan tega nya membela perempuan kampungan itu!" Wina berkata sambil mendorong tubuh Mama Indri.
Dorongan yang sangat keras dari Wina membuat Mama Indri terjatuh, tubuh nya membentur meja. Pada saat yang bersamaan, Erlan yang baru saja pulang dari kantor melihat adegan itu.
"Mama,,,,!" Pekik Erlan saat melihat Mama nya terjatuh.
Erlan bergegas berlari menghampiri sang Mama, dia membantu Mama nya untuk bangun. Wina yang tidak menyangka akan kedatangan Erlan, tampak gugup dan takut.
"Ma,,,,, Mas, aku tidak bermaksud begitu sama Mama!" Ujar Wina dengan gugup.
Erlan lalu membawa Mama nya untuk duduk di sofa, mbok Nah langsung memberikan air putih pada Mama Indri agar dia lebih tenang. Erlan langsung berdiri dan dia menghampiri Wina.
Plaaakkkkk.
Sebuah tamparan dari Erlan membuat Wina terhuyung kebelakang, dia kaget dan tidak percaya Erlan bisa menampar nya di hadapan Mama Indri.
"Wina, berani nya kau mencelakai Mama ku!" Erlan berkata dengan geram.
"Mas, aku tidak bermaksud untuk mencelakai Mama, maafkan aku mas!" Wina memohon pada Erlan.
"Cukup Wina, aku melihat sendiri dengan mata kepala ku kau sudah mendorong Mama ku. Aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal ini pada Mama ku!" Erlan berkata dengan nada yang berapi- api.
"Mas, itu semua tidak benar Mas. Semua itu tidak seperti yang kau fikirkan!" Wina berusaha membela diri nya agar Erlan percaya pada nya.
"Sudah cukup Wina, pergi kau dari rumah ku!" Erlan mengusir Wina sambil tangan nya menunjuk ke pintu keluar.
"Mas,,, kau,,,,!" Wina tidak percaya kini Erlan berani mengusir nya.
Padahal selama ini Erlan bahkan tidak pernah berkata dengan nada tinggi pada Wina, Erlan sangat menyayangi wanita itu. Tapi kini semua nya sudah berubah, Erlan bahkan berani mengusir nya di depan Mama nya.