Danisha putri, gadis berusia 25 tahun yang harus bekerja seumur hidupnya untuk membayar hutang pada Boss nya atas apa yang dia lakukan, belum lagi dia adalah seorang single parent untuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dulu tiba-tiba dia temukan didepan kost nya waktu anak itu masih bayi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
my Dika23
Danish berlari keluar ruangan itu dan mengejar cleaning servis yang tadi
"Mbak tunggu, itu punya saya, bukan punya pak Dika" ucap Danish saat berhasil mengejar wanita cleaning servis tadi
"Oh, ini nona" dia menyerahkan kotak makanan itu kepada Danish
"Terimakasih, maaf sebelumnya, ini dari teman saya" ucap Danish lembut
"Tidak apa-apa nona, itu memang hak anda, kalau begitu saya permisi" Cleaning servis itu pergi dari sana, sedangkan Danish pergi ke kantin untuk makan sushi kiriman Revan disana, dia tidak mungkin memakannya di ruangan nya, bisa-bisa Dika akan membuangnya lagi
Danish memfoto dirinya saat sedang memakan sushi itu dan mengirimkan nya pada Revan
💌Revan:
Enak?
💌Danish:
Banget 👍
💌Revan:
Syukurlah kalau kamu suka
💌Danish:
Iya, thanks ya
💌 Revan:
Sama-sama, ya udah kamu lanjutkan makan nya, aku mau kerja lagi
💌Danish:
Iya, semangat kerja ya
💌Revan:
Iya cantik, berkat kamu aku semangat
Danish tersenyum melihat balasan chat dari Revan
Disisi lain
Dika sangat marah saat ini dia bahkan tidak bisa mengontrol dirinya, semua orang yang bertemu dengan nya akan menjadi objek sasaran kemarahan nya
'sial kenapa aku bisa jadi kayak gini sih!!' umpat nya
Dika ingat isi dari kartu ucapan itu yang menjadi semakin marah
sushi terbaik untuk wanita terbaik - Revan
"siapa Revan?" Gumam Dika
Danish kembali ke ruangan setelah menghabiskan makanannya, begitu masuk dia langsung duduk di kursi kerjanya, tanpa memperdulikan Dika yang bahkan tidak mau melihatnya
Danish langsung memulai pekerjaannya, menyelesaikan tugas yang tadi diberikan Aldo lewat email nya
Dika duduk dengan gusar, dia sangat merasa kesal karena Danish sama sekali tidak berbicara dengan nya selama seharian ini
Dika sama sekali tidak fokus bekerja saat ini, berjam-jam dia lewati hanya memainkan laptop nya dan sesekali melirik kearah Danish
Hingga waktu pulang kerja tiba, Danish sudah membereskan semua barang bawaannya, dia menenteng tas nya dan berjalan mendekati Dika
"Saya pulang dulu pak, udah waktunya pulang juga, lagian pekerjaan saya juga sudah selesai" ucap Danish, dia meletakkan hasil laporan yang sudah dia kerjakan dan akan berjalan keluar ruangan itu
"Kamu belum boleh pulang kalau saya belum pulang" cegah Dika
Danish menghentikan langkahnya dan kembali mendekati Dika
"Baiklah, apa yang harus saya kerjakan?" Tanya Danish datar
"Kamu bisa mengetik ulang laporan ini" ucap Dika tanpa beban
Danish memijit pelipisnya yang terasa pusing
"Bapak yakin? Menahan saya untuk tidak pulang hanya untuk sekedar mengetik ulang laporan ini, saya cukup copy paste lalu print itu tidak butuh waktu lama, tapi untuk apa semua itu?" Tanya Danish yang sudah muak dengan sikap kekanakan Dika
"Terserah saya Boss nya disini, kerjakan apa yang saya perintahkan" Dika kembali menatap layar laptopnya seolah sedang sangat sibuk
Tersungging senyuman disudut bibirnya, rasanya bahagia bisa berbicara lagi dengan Danish walaupun dalam emosi yang berbeda
Danish mau tidak mau duduk kembali dan mulai membuat laporan yang sama seperti yang telah dia buat sebelumnya
Drrrtt drrrtt drrrtt
Ponsel Danish bergetar
"Revan"
Danish mengangkat panggilan dari Revan
"Iya Van, ada apa?" Ucapnya
Dika Menatap tajam kearah Danish saat dia mendengar Danish mengatakan 'Van' pada si penelfon, dia ingat betul kalau nama itu adalah Revan orang yang mengirimkan sushi tadi siang
"Oh gitu, iya Van, nanti aku share lokasi nya ke kamu" ucap Danish lagi
Dika geram dengan tindakan Danish dia bangkit dari duduknya dan dengan cepat berjalan kearah Danish dan mengambil paksa ponsel Danish
"Kamu!!!" Teriaknya
"Ini masih di jam kerja, kamu tidak boleh menelfon atau menerima telepon sembarangan, ngerti!!" Suara Dika meninggi, dia tidak suka saat Danish menelfon seseorang dan terukir senyuman di wajahnya, dia hanya ingin kalau Danish tersenyum hanya karena dirinya
Danish tidak lagi mendengarkan omongan Dika, dia kembali fokus ke layar laptopnya dan mengerjakan kembali tugasnya
Drrrtt drrrtt drrrtt
Ponsel Danish kembali bergetar, saat ini benda itu sedang berada di pemilik baru nya, Dika melihat nama pemanggilnya
"Revan"
'dia lagi!' geram Dika, dia me reject panggilan itu dan menonaktifkan ponsel Danish
'mampus kan loe, sekarang udah enggak bisa nelfon lagi!!' batin Dika bahagia dengan apa yang baru saja dia lakukan
-----------------
Maunya apa sih kamu Dika 😝
yuk komentar bab ini 😘
Tap jempol kalian.😉