Asisten Duda CEO Tajir Melintir
Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.
Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.
Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.
Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan balik sang CEO
Sirene di markas Black Haven akhirnya berhenti.
Untuk pertama kalinya sejak mereka tiba di pulau itu, suasana menjadi hening.
Namun tidak seorang pun merasa benar-benar menang.
Victor Wesley berhasil melarikan diri.
Dan sebelum menghilang, ia telah melancarkan serangan terhadap Wesley Corporation.
Galaxy menatap layar ponselnya yang masih menampilkan notifikasi darurat.
"Akses dewan direksi diblokir."
"Beberapa anak perusahaan telah diambil alih."
"Perdagangan saham dihentikan sementara."
Aaron mengembuskan napas panjang.
"Victor menyerang dari dua arah sekaligus."
Galaxy mengangguk.
"Itu memang gayanya."
Komandan Ethan Ward menghampiri Galaxy.
"Pulau ini sudah kami kuasai."
"Sebagian besar anggota The Black Crown berhasil ditangkap."
"Lalu Victor?"
Ethan menggeleng.
"Dia lolos melalui jalur bawah laut."
Galaxy mengepalkan tangannya.
"Dia selalu menyiapkan jalan keluar."
Di sisi lain ruangan, Elena memeluk Grizella.
Keduanya masih sulit percaya bahwa mereka akhirnya bisa bersama kembali.
"Apa Ibu akan pergi lagi?"
tanya Grizella lirih.
Elena mengusap rambut putrinya.
"Tidak."
"Kali ini Ibu akan tetap di sisimu."
Air mata Grizella kembali jatuh.
Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia merasakan hangatnya pelukan seorang ibu.
Galaxy yang melihat pemandangan itu hanya tersenyum kecil.
Melihat Grizella bahagia membuat seluruh perjuangannya terasa tidak sia-sia.
Namun ketenangan itu segera terpecah.
Ponsel Aaron kembali berdering.
"Tuan."
"Ada siaran pers mendadak."
Galaxy menerima tablet yang diberikan Aaron.
Di layar muncul wajah seorang pembawa berita.
"Hari ini, Dewan Direksi Wesley Corporation mengumumkan penunjukan CEO sementara setelah Galaxy Adelion Wesley dinyatakan tidak dapat menjalankan tugasnya."
Grizella membelalakkan mata.
"Apa?"
Galaxy tetap tenang.
"Siapa yang mereka tunjuk?"
Beberapa detik kemudian...
Nama itu muncul di layar.
Victor Wesley.
Semua orang terdiam.
Alexander mengepalkan tangannya.
"Itu tidak mungkin."
"Eksistensi Victor bahkan belum diketahui publik."
Aaron mengangguk.
"Berarti ada seseorang di dalam perusahaan yang membantu memalsukan seluruh dokumen."
Galaxy mematikan layar.
Ekspresinya tetap tenang.
Justru terlalu tenang.
Grizella menatapnya khawatir.
"Galaxy..."
"Anda marah?"
Galaxy tersenyum tipis.
"Bukan."
"Aku hanya sedang berpikir."
"Kalau Victor ingin bermain di dunia bisnis..."
"Berarti dia datang ke tempat yang salah."
Aaron tersenyum kecil.
Ia mengenal ekspresi itu.
Itu adalah wajah Galaxy setiap kali bersiap memenangkan pertempuran terbesar.
Galaxy menoleh kepada Ethan.
"Berapa lama sampai kita kembali ke New York?"
"Delapan jam."
"Siapkan pesawat."
Kemudian ia menatap semua orang.
"Perang di Black Haven sudah selesai."
"Sekarang..."
"Kita ambil kembali Wesley Corporation."
Grizella melangkah ke samping Galaxy.
"Saya ikut."
Galaxy mengangguk mantap.
"Kali ini..."
"Kita bertarung bersama."
Pesawat jet keluarga Wesley pun bersiap meninggalkan Pulau Black Haven.
Namun jauh di atas langit...
Seseorang sedang mengawasi pesawat mereka melalui layar satelit.
Pria itu tersenyum tipis sambil memegang secangkir kopi.
"Tepat seperti yang kuharapkan."
Wajahnya tidak terlihat jelas.
Tetapi suara itu...
Bukan milik Victor.
Pesawat jet pribadi keluarga Wesley membelah langit malam menuju New York.
Di dalam kabin, suasana terasa berbeda dari sebelumnya.
Tidak ada lagi ketakutan karena ancaman Black Haven.
Namun sekarang mereka menghadapi perang yang jauh lebih rumit.
Perang kekuasaan.
Galaxy duduk di depan layar tablet.
Berbagai laporan dari Wesley Corporation terus muncul.
Saham turun.
Beberapa investor berpaling.
Media mulai menyebarkan berita negatif tentang dirinya.
Aaron berdiri di sampingnya.
"Tim hukum kita masih mencoba membatalkan keputusan dewan."
"Tapi mereka bergerak sangat cepat."
Galaxy membaca satu per satu laporan.
"Mereka tidak mungkin melakukan ini hanya dengan bantuan Victor."
Alexander mengangguk.
"Benar."
"Pasti ada seseorang di dalam perusahaan."
Grizella duduk di samping Elena.
Ia memperhatikan Galaxy yang sejak tadi bekerja tanpa henti.
"Dia selalu seperti itu?"
tanya Elena pelan.
Grizella tersenyum kecil.
"Ya."
"Dia selalu berpikir semua masalah harus dia selesaikan sendiri."
Elena memandang Galaxy dengan lembut.
"Lalu siapa yang menjaganya?"
Pertanyaan itu membuat Grizella terdiam.
Karena ia tahu jawabannya.
Tidak banyak orang yang benar-benar peduli pada Galaxy.
Sebab semua orang melihatnya sebagai CEO.
Bukan sebagai manusia.
Beberapa jam kemudian...
Pesawat mendarat di bandara pribadi Wesley.
Namun sebelum mereka turun, Aaron menerima pesan baru.
Wajahnya langsung berubah.
"Tuan..."
"Ada masalah."
Galaxy menoleh.
"Apa lagi?"
Aaron menyerahkan ponselnya.
Di layar terdapat sebuah video.
Judulnya:
"Bukti Pengkhianatan CEO Wesley."
Galaxy memutar video tersebut.
Dalam rekaman terlihat seseorang yang mirip dengannya sedang menyerahkan dokumen rahasia kepada pihak asing.
Grizella langsung terkejut.
"Itu bukan Anda."
Galaxy memperhatikan video itu dengan tenang.
"Memang bukan."
Alexander mengerutkan kening.
"Mereka membuat rekayasa."
Galaxy mengangguk.
"Dan mereka sengaja merilisnya tepat sebelum kita kembali."
Media mulai berkumpul di depan gedung Wesley Corporation.
Saat Galaxy turun dari mobil, puluhan wartawan langsung mengepung.
"Tuan Galaxy!"
"Apakah benar Anda menjual rahasia perusahaan?"
"Apakah Anda masih pantas menjadi CEO?"
"Apakah Victor Wesley adalah pengganti yang lebih baik?"
Pertanyaan bertubi-tubi terdengar.
Namun Galaxy tetap berjalan dengan tenang.
Grizella berada di sampingnya.
Para wartawan langsung mengarahkan kamera kepadanya.
"Siapa wanita itu?"
"Apakah dia terkait dengan skandal ini?"
Sebelum wartawan mendekat lebih jauh, Galaxy berdiri di depan Grizella.
"Dia adalah seseorang yang tidak boleh kalian ganggu."
Nada suaranya membuat semua orang terdiam.
Di dalam gedung Wesley Corporation...
Pintu ruang CEO terbuka.
Untuk pertama kalinya setelah beberapa hari, Galaxy kembali memasuki ruangannya sendiri.
Namun suasananya berbeda.
Di kursi CEO...
seseorang sudah duduk.
Victor Wesley.
Ia tersenyum saat melihat Galaxy.
"Selamat datang kembali."
Galaxy menatap kursi itu.
Lalu menatap Victor.
"Aku tidak pernah menyerahkan kursi itu."
Victor berdiri perlahan.
"Tapi perusahaan sudah memilih."
Galaxy tersenyum tipis.
"Perusahaan tidak memilihmu."
"Ia hanya sedang ditipu."
Victor mendekat.
"Kau masih tidak mengerti."
"Di dunia ini, kebenaran tidak selalu menang."
Galaxy menatapnya.
"Benar."
"Tapi kebohongan juga tidak akan bertahan selamanya."
Keduanya saling menatap.
Dua generasi keluarga Wesley.
Dua orang yang sama-sama menginginkan kemenangan.
Namun kali ini...
Galaxy tidak datang sebagai CEO yang kehilangan kekuasaan.
Ia datang sebagai seseorang yang siap merebut kembali semuanya.
Tiba-tiba pintu ruang CEO terbuka.
Seorang wanita masuk membawa dokumen tebal.
"Maaf mengganggu."
"Saya membawa bukti yang bisa menghancurkan Victor Wesley."
Semua orang menoleh.
Wanita itu tersenyum.
"Aku rasa kalian membutuhkan bantuanku."
Galaxy mengenali wajah itu.
Itu adalah...
Vanessa.
Ruangan CEO Wesley Corporation mendadak sunyi.
Semua mata tertuju kepada Vanessa.
Wanita itu berjalan masuk dengan langkah percaya diri sambil membawa sebuah koper hitam kecil.
Victor menyipitkan mata.
"Vanessa."
"Aku tidak menyangka kau akan berada di pihak mereka."
Vanessa tersenyum tipis.
"Aku tidak berada di pihak siapa pun."
"Aku hanya berada di pihak kebenaran."
Galaxy menatap koper yang dibawanya.
"Apa yang kau punya?"
Vanessa meletakkan koper itu di atas meja.
"Data transaksi rahasia."
"Catatan komunikasi."
"Dan bukti bahwa pengambilalihan Wesley Corporation dilakukan secara ilegal."
Aaron langsung mendekat.
"Bagaimana kau mendapatkannya?"
Vanessa menatap Victor.
"Karena orang yang membantu Victor membuat kesalahan."
Victor tetap tenang.
"Dan kau pikir itu cukup untuk menjatuhkanku?"
Vanessa membuka koper tersebut.
Di dalamnya terdapat beberapa dokumen dan sebuah perangkat penyimpanan.
"Tidak hanya cukup."
"Ini akan mengungkap seluruh jaringan yang selama ini kau bangun."
Alexander mengambil salah satu dokumen.
Matanya langsung berubah serius.
"Ini..."
"Ini tanda tangan Victor."
Leonard yang berdiri tidak jauh dari mereka ikut melihat.
Untuk pertama kalinya, wajahnya terlihat benar-benar terkejut.
"Jadi selama ini..."
"Victor menggunakan perusahaan untuk mendanai The Black Crown."
Victor masih berusaha tenang.
"Kalian tidak mengerti."
"Semua yang kulakukan adalah untuk mengembalikan kejayaan keluarga Wesley."
Galaxy tertawa kecil.
"Kejayaan?"
"Kau menghancurkan keluarga sendiri demi kekuasaan."
Victor menatapnya tajam.
"Kau terlalu idealis, Galaxy."
"Dunia bisnis bukan tempat untuk orang yang lemah."
Galaxy melangkah mendekat.
"Dan dunia juga bukan tempat bagi orang yang mengorbankan semua orang demi ambisinya."
Tiba-tiba seluruh layar di ruang CEO menyala.
Sebuah pesan muncul.
"Sistem konferensi direksi aktif."
Wajah para anggota dewan muncul satu per satu di layar.
Salah satu direktur senior berbicara.
"Tuan Victor."
"Kami menerima laporan mengenai manipulasi dokumen dan transaksi ilegal."
Victor langsung menoleh.
"Apa maksud kalian?"
Direktur itu menjawab dingin.
"Kami meminta Anda menjelaskan semuanya."
Galaxy melihat kesempatan itu.
Ia mengambil tablet Aaron dan menampilkan bukti dari Vanessa.
"Semua data ini telah diverifikasi."
"Victor Wesley menggunakan identitas palsu, transaksi tersembunyi, dan jaringan luar untuk mengambil alih perusahaan."
Ruangan menjadi tegang.
Beberapa anggota dewan mulai berbisik.
Victor akhirnya kehilangan ketenangannya.
"Kalian berani melawanku?"
Alexander menatapnya.
"Kami bukan melawanmu."
"Kami hanya mengembalikan kebenaran."
Tiba-tiba pintu ruang CEO terbuka.
Petugas keamanan perusahaan masuk.
Namun mereka tidak menuju Galaxy.
Mereka menuju Victor.
"Tuan Victor Wesley."
"Kami meminta Anda ikut bersama kami untuk penyelidikan."
Victor menatap sekeliling.
Untuk pertama kalinya...
ia terlihat kalah.
Namun sebelum pergi, Victor berhenti di depan Galaxy.
"Jangan terlalu cepat merasa menang."
"Masih ada seseorang yang lebih tinggi dariku."
Galaxy mengerutkan kening.
"Siapa?"
Victor tersenyum tipis.
"Seseorang yang selama ini mengendalikan semuanya dari balik layar."
Setelah Victor dibawa pergi...
Ruangan perlahan kembali tenang.
Grizella menghampiri Galaxy.
"Kita menang?"
Galaxy menatap jendela besar yang menghadap kota New York.
"Tidak."
"Ini baru satu pertempuran."
Ia memandang kartu memori emas yang tersimpan aman.
"Masih ada rahasia yang belum terbuka."
Malam itu...
Di sebuah ruangan gelap yang tidak diketahui lokasinya...
Seseorang membuka file dari kartu memori cadangan.
Di layar muncul foto Galaxy dan Grizella.
Sebuah suara terdengar.
"Victor gagal."
"Tapi rencana utama masih berjalan."
Orang itu tersenyum.
"Karena perang sebenarnya..."
"Baru dimulai."