NovelToon NovelToon
Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:308.9k
Nilai: 5
Nama Author: ririen curiens

Aisyah adalah gadis periang yang selalu datang terlambat kesekolah. Setiap pagi dia selalu membawa motor kesekolah meskipun tidak memiliki SIM. mungkin hari ini dia lagi apes hingga ketahuan polisi ketika menerobos lampu merah.

pritt...prritt... seketika aku diberhentikan oleh pak polisi yang sedang bertugas. Motorku didorong pak polisi masuk kesebuah pos polisi kecil. "Rudi, tolong kamu tangani bocah ingusan ini, habis melanggar lampu merah", kata pak polisi yang seumuran dengan ayahku.
"Baik pak".

Kulihat seorang polisi keluar dari Pos dengan badan yang tinggi dan kekar. badanku gemetaran melihatnya, takut ditilang. Namun saat dia menoleh ke arahku, "oh..... sungguh tampan sekali kulitnya begitu putih dan wajahnya yang babyface.

Kulihat lihat name tagnya Rudi Arga Pratama Aku hanya diam saja ketika dia berbicara. kisah ini berlanjut hingga membuatku sering ditilang sama Pak Rudi. dari situ cinta mulai muncul.

yuk simak cerita lengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririen curiens, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu Dirumah Sakit

Mas bagaimana keadaan Mas Rudi?", Tanyaku pada Mas Rizal

"Masih belum sadar Syah". jawab Mas Rizal

"Di mana sekarang Mas Rizal?".

"Di dalam Syah, kamu masuk aja.

eh Syah tunggu, aku antar saja daripada nanti salah". sahut Mas Rizal.

Aku segera masuk bersama Mas Rizal dan Anggun. Kulihat banyak juga polisi yang berada didepan UGD.

Aku melihat Mas Rudi yang tergeletak tak sadarkan diri. kepalanya diperban tangan dan kakinya ada sedikit lecet namun sudah diberi obat dan diperban.

Mas Rizal hanya luka di bagian tangan dan kaki saja. Namun Anggun juga tetap perhatian sama Mas Rizal.

"Mas, orang tua Mas Rudi apa sudah tahu?", tanyaku pada Mas Rizal.

"Tadi sudah Aku hubungi namun belum diangkat. Tapi polisi yang lain sudah menuju rumah Pak Rudi kok". jawab Mas Rizal.

"Coba aku telepon tantenya Mas".

Aku mencoba menghubungi Bu Hanny, Alhamdulillah diangkat juga.

Aku menceritakan keadaan Mas Rudi saat ini. Ternyata orang tuanya Mas Rudi juga bekerja. Namun Bu Hanny akan mencoba menghubungi ke sekolah tempat ibunya mengajar.

Tak lama dokter datang. Mas Rudi akan dipindahkan ke ruang ICU karena sudah tiga jam dia belum sadar.

Mas Rizal menyuruhku untuk membawa semua barang Mas Rudi termasuk handphonennya. Kasian sekali Mas Rudi. Dia harus diobservasi lagi karena takut ada pendarahan dikepala.

Perawat mulai mendorong Mas Rudi untuk dipindahkan. Aku tak tega melihatnya. Air mataku menetes dengan sendirinya.

Anggun menggandeng tanganku dan mencoba menenangkan aku.

Aku masih menunggu didepan ICU bersama Anggun dan Mas Rizal.

"Mas, bagaimana kejadiannya? padahal tadi pagi Mas Rudi masih bersamaku", tanyaku pada Mas Rizal

"Tadi waktu bertugas dijalan, ada pengendara yang ingin kabur. Aku sempat terserempet namun Rudi menolongku tapi dari belakang ada kendaraan lain yang nyelonong saja. dan Akhirnya menabrak kita. Namun Pak Rudi yang terseret dan kebentur trotoar".

Air mataku menetes mendengar cerita Pak Rizal, ngeri juga ceritanya.

Tak lama Ibunya Mas Rudi datang bersama Bu Hanny. Aku mencium tangan beliau serta Bu Hanny.

"Bagaimana keadaan Arga Nak", tanya Ibu

"Mas Rudi belum sadar Bu, barusan dipindah ke ICU", Jawabku.

Ibunya meneteskan Air mata melihat keadaan Mas Rudi.

"Syah.... Kamu tadi kok tahu keadaannya Rudi?", tanya Bu Hanny kepadaku

"Iyah bu karena Mas Rizal ini teman kerjanya Mas Rudi, Itu Pacarnya Anggun. Anggun sendiri itu temen kuliah saya, jadi saya tadi tahu Mas Rudi kecelakaan dari Anggun".

"Wah dunia serasa sempit yah, muter aja ketemu Rudi juga. mungkin sudah jodohnya". kata Bu Hanny.

Setelah beberapa jam Aku, Mas Rizal dan Anggun menunggu di rumah sakit ini akhirnya Mas Rizal mengajak Anggun pulang.

"Nggun, motormu aku bawa dulu yah, nggak apa-apa kan?.

Mas Rizal tolong antarkan Anggun balik yah". tanyaku.

"Iyah Syah biar Anggun sama saya". Jawab Mas Rizal.

"Kamu pulang sekalian saja nak, Ibu nggak apa-apa disini sama Tante Hanny", kata Ibu Mas Rudi kepadaku.

"Nggak apa-apa Bu, nanti saja saya balik siapa tahu Mas Rudi sadar".

Aku menunggu di sini hingga sore hari Namun Mas Rudi masih belum juga sadar, dia masih berada di ICU. Ibu Mas Rudi sesekali menangisi anaknya. Aku kasian melihatnya, tak lama Ayah Mas Rudi juga datang, sepertinya beliau baru pulang kerja.

Bu Hanny memutuskan pulang karena memang hari sudah hampir malam. Ibu Mas Rudi juga menyuruhku pulang karena memang sudah ada Ayah Mas Rudi yang menemani.

Aku berpamitan dan memberikan nomor telponku kepada orang tua Mas Rudi.

Lelah sekali tubuhku ini, harus membawa motor sendiri. Aku kembali ke kos, meskipun lebih dekat jika pulang kerumah.

**************

Hari ini setelah kuliah selesai aku bergegas pergi ke rumah sakit. Aku berharap ada kabar baik mengenai Mas Rudi. sesampainya di sana aku melihat ibu Mas Rudi duduk sendirian di ruang tunggu dekat ICU.

Aku menuju ke kantin dahulu untuk membelikan Ibu makanan dan camilan. Setelah selesai aku menghampiri ibunya Mas Rudi.

Beliau senang melihat aku datang karena dari tadi hanya sendirian.

"Alhamdulillah Kamu datang Nak,. dari tadi ibu hanya sendirian".

"Tadi saya menunggu selesai kuliah dulu baru ke sini. Adiknya Mas Rudi apa tidak ikut menjaga Bu?".

"Ibu tidak memberitahunya karena dia kuliah di Bandung kasihan juga jika dia harus pulang. Mungkin sebentar lagi ayah Rudi juga datang kok Nak".

"Ibu makan dulu gih, itu saya membawakan makanan dan camilan untuk ibu".

"Iyah nak, nanti Ibu makan. Ibu lagi males makan".

"Dimakan sekarang Bu, nanti keburu dingin. Lagian kalau Ibu enggak makan nanti takutnya malah sakit, nanti siapa yang jagain Mas Rudi".

Akhirnya Ibu mau makan juga setelah kubujuk. Kulihat kelambu kamar di ICU sudah mulai dibuka aku pergi untuk melihat Mas Rudi dari luar ruangan karena memang tidak diperbolehkan masuk.

Aku melihat Mas Rudi, terasa sedih rasanya melihatnya hanya terbaring lemas dikamar rumah sakit.

Mas ayo bangun, aku di luar sini menunggumu. Bukalah matamu sejenak untukku mas. gumamku.

Baru juga aku menerima cintanya Mas Rudi namun dia malah kecelakaan dan tak sadarkan diri.

Syah..... (Aku menoleh karena seseorang menepuk bahuku).

Ternyata Mas Rizal dan teman-temannya dari kepolisian.

"Jangan dilihatin terus nanti malah sedih", Kata Mas Rizal

"Iyah Mas. Mas Rudi kok belum sadar juga yah Mas", tanyaku pada mas Rizal

"Belum tahu juga Syah. Coba kamu tanya ibunya saja perkembangannya".

"Aku nggak berani bertanya Mas. Aku takut beliaunya semakin sedih".

Aku berhenti bicara ketika kulihat Ibu Mas Rudi berjalan menuju ke sini. Tak lama ada perawat yang memanggil keluarga Mas Rudi.

Mas Rizal menyuruhku menemani Ibunya Mas Rudi. Ternyata dokter menjelaskan bahwa benturan dikepala Mas Rudi yang mengakibatkan dia tak sadar.

Tim dokter masih berusaha untuk memberikan obat agar pasien tidak harus dioperasi. Namun jika tidak berhasil jalan satu-satunya adalah dioperasi karena ada sedikit penggumpalan darah diotaknya.

Aku menenangkan ibu yang menangis mendengar penjelasan dokter. Ibu menolak jika dioperasi. (sambil menangis terseduh-seduh).

Ibu meminta tim dokter agar memberikan obat yang terbaik untuk Mas Rudi.

Hatiku jadi berfikiran tak karuan mendengar perkataan dokter barusan.

Aku ngajak ibu keluar dari ruangan, Aku mengajak Ibu duduk di depan ruang ICU sambil menenangkan ibu yang masih menangis.

Mas Rizal yang melihat kami akhirnya datang menghampiri.

"Ada apa Syah?", tanya Mas Rizal kepadaku.

Aku menjelaskan apa yang dikatakan dokter tadi kepada Mas Rizal. Kulihat wajah Mas Rizal juga ikutan sedih.

Tak lama teman-teman Mas Rudi berpamitan kepada ibu. Mereka juga memberikan sedikit bantuan yang diberikan kepada ibu.

Dari kejauhan kulihat Ayah Mas Rudi berjalan menuju ke sini dan menghampiri Ibu. Ibu berdiri dan memeluk suaminya sambil menangis.

Air mataku menetes melihat mereka. Ibu menceritakan perkataan dokter tadi kepada suaminya. Namun Ayah Mas Rudi berusaha menenangkan hati Istrinya Itu.

Ayah Mas Rudi yakin, bahwa anaknya akan segera sadar tanpa harus dioperasi.

Aku juga mendoakan kesembuhan untuk Mas Rudi agar dia segera sadar.

1
falea sezi
wih Penanggungan mojokerto kn kebetulan q jg mojokerto
Rahma Waty
aku punya ipar beda 10 th dg suaminya. malah langgeng
Eka Yuni
Buruk
Ririen Curiens: terima kasih kakak yg baik, semoga saya bisa menjadi lebih baik lagi drpda panjenengan
total 1 replies
Eka Yuni
Kecewa
Mama lilik Lilik
Aisyah nya kok gitu sich🤦
Mama lilik Lilik
Rizal mungkin ya Thor kok Rudi Mulu yg sama anggun😀
Ririen Curiens: authornya ngantuk Kak hihihihi
total 1 replies
Mama lilik Lilik
kok Novi bukannya anggun??
evita vita
berhenti berharap sya,,seolah perasaanmu dipermainkan
Ririen Curiens
kak, baca novel baru mungkin suka juga. "Terpuruk Dalam Cinta".
Sunarmi Narmi
Kata siapa...teori..selagi si istri nyaman dgn gaya yg aman buat bumil..tiap hari jg ngak mslah Thor...hamil anak" ku dulu pngen nya tiap hari
Angga Berbatock: beruntungnya si suami 🤭😁😅
total 2 replies
Sunarmi Narmi
Ah..mlm buka apem bnyak yg koment...semangat thor 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ririen Curiens: Iyah kak, pada doyan 😂
total 1 replies
Sunarmi Narmi
Syah..mending kamu menyingkir dulu..agar hatimu tdk sakit dn memberi ruang buat Rudi..smga segera pulih..dri pda nyesek
Qaisaa Nazarudin
Ketagihan ya mas 😜😜
Qaisaa Nazarudin
PMS kali, gak mungkin darah perawan segitu banyaknya ye kan??😂
Ririen Curiens: 😂😂 biar tahu klu masih prawan kak mangkanya dibanyakin hihihihi
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Nah tuh kan sembuh Amnesia nya,Semoga aja ya..🤲🏻🤲🏻
Qaisaa Nazarudin
Nah itu benar,Biarkan dia yg berjuang,Kalo dia masih juga mengingati Mia takut dia bakal balikan sama Mia, Setelah Mua resmi bercerai..
Qaisaa Nazarudin
Rasanya lebih bahagia loh nerima surat cinta dr lewat WA ,Tringat aku jaman remaja dulu waktu nerima surat cinta dr doi,Senyum2 sendiri saat bacanya,Suratnya malah di kasih bedak biar wangi,Juga kertas dan amplopnya gambar love2 gitu..Aaahh seneng sekali 😂😂😂😜😜
Qaisaa Nazarudin
Waah Aisyah doyan banget kenak tilang 🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Waah lamarannya di depan umum nih 😀😀
Qaisaa Nazarudin
Cih modusnya Aa Rudi 😂😂😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!