NovelToon NovelToon
Kepentok Perawat Magang

Kepentok Perawat Magang

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Teddy Briand Wijaya, adalah pria yang setia. Mencintai 1 wanita semenjak SMA, sampai di usia 34 tahun kenyataan yang membentur dan hampir tidak bisa dipercaya wanita bernama Zarisha Allova, memilih pria lain.

Teddy sempat hancur, pekerjaan tidak fokus, dan memilih berdiri di pinggir dermaga mencoba menenangkan hati.

Ternyata di dermaga, malah menemukan gadis yang sedang menangis sejadi-jadinya. Gara-gara tugas dari konsulernya di rumah sakit jiwa tempat dia magang, ga pernah benar.

"Aku mau bunuh diri!" Teriak gadis Aira Permata Salmi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Antara Om Teddy dan Om Jovan

Om Jovan yang tadinya sudah gelap mata langsung tersentak melihat siapa yang berada di depan rumahnya. Dengan cepat, amarah tadi luntur digantikan tubuh yang sedikit membungkuk tertunduk.

"Pak Teddy... Kenapa Bapak datang ke rumah saya? Kalau Bapak memerlukan sesuatu, cukup telepon saya saja. Tidak perlu repot-repot menghampiri ke rumah," ucapnya penuh hormat.

Aira mengikuti dari belakang dengan berjalan pelan sembari mengerutkan kening. *‘Ada apa ini? Kenapa Om Jovan nggak jadi marah?’* batinnya heran.

Teddy sedikit kikuk melihat Om Jovan. Kepalanya sedikit meneleng, berpikir cepat. "Jadi, Pak Jovan tinggal di sini?" Ia melirik Aira yang sudah mengintip di balik punggung pria paruh baya itu.

Om Jovan menggaruk lehernya yang tidak gatal. Hampir saja dia menyemprot atasannya ini karena mengira yang datang adalah gadun peliharaan Aira. Namun, melihat isyarat kepala Teddy, Jovan ikut melirik ke belakang. Ternyata Aira sedang menyaksikan dirinya yang begitu tunduk di hadapan tangan kanan pimpinan perusahaan tempat ia bekerja.

 "Om Teddy udah datang..." sambut Aira dengan suara ringan.

Om Jovan mengernyitkan dahi. "Om Teddy?" gumamnya berpikir. Sekali lagi ia tersentak, menyambungkan ingatan dengan pria yang diceritakan istrinya tadi.

"J-jadi... dia?" bisiknya pada Reta yang juga sudah berdiri di belakangnya.

Reta mengangguk cepat dengan raut wajah bersemangat, ingin melanjutkan hasutannya. "Itu gadun-nya Aira, Pa. Ayo hajar, Pa," bisiknya memanas-manasi.

Om Jovan meringis, rasanya ingin sekali memukul kepala putrinya saat itu juga. Namun, rasa sungkan yang besar membuat ia menahan diri. Ia hanya tersenyum kikuk seraya menganggukkan kepala kepada Teddy.

"Silakan masuk, Pak Teddy," ucap Om Jovan dengan sangat ramah sembari menundukkan badan, mempersilakan.

Teddy menganggukkan kepala lalu melangkah masuk. Tanpa ragu, ia langsung menarik lengan Aira begitu saja, membawa gadis itu untuk ikut duduk berdampingan di sofa ruang tamu.

"Maaf ya, Pak, sambutannya hanya seadanya," ucap Om Jovan, masih memasang wajah kaku. Sementara itu, di sudut ruangan, Reta dan Tante Nani tampak saling bertatapan bingung.

"Mohon maaf juga, malam ini saya tidak membawa apa-apa," ucap Teddy sembari melirik Aira sekilas. "Saya tidak menyangka dunia begitu sempit. Ternyata Pak Jovan adalah Om dari pacar saya," lanjut Teddy melipat satu kakinya dengan santai, menyandarkan punggung pada sofa.

Reta, Tante Nani, dan Aira masih menebak-nebak hubungan di antara keduanya. Yang aneh, Om Jovan terlihat sangat segan dan menghormati pria yang usianya jelas lebih muda darinya ini.

"Iya, Pak. Saya juga tidak menyangka Pak Teddy lah yang menjadi pacar keponakan saya. Kalau saya tahu dari awal, mungkin saya akan mengajak Anda makan malam setiap hari di sini... hahaha," Om Jovan tertawa garing, berusaha mencairkan suasana yang masih terasa cukup kaku.

"Ma, ke sini lah. Dia ini Pak Teddy, atasanku di kantor," terang Om Jovan sukses membuat istri dan anaknya melongo seketika. Tante Nani langsung menutup mulutnya rapat-rapat, lalu kembali menatap Reta dengan kode-kode panik yang hanya dipahami oleh mereka berdua.

Sementara itu, gadis yang duduk tepat di samping Teddy mengulas senyuman penuh arti. Aira tidak menyangka bahwa dia baru saja mendapatkan kartu As yang bisa membuat Tante Nani dan Reta tidak berkutik lagi.

Teddy tiba-tiba merangkulkan tangannya ke pundak Aira dengan santai. "Wah, Sayang... Sekarang aku tidak perlu khawatir lagi terhadap dirimu. Pak Jovan adalah staf senior di bawah divisiku. Jadi, kalau terjadi apa-apa denganmu di rumah ini, aku bisa langsung tahu."

Sorot mata Teddy yang tajam berputar ke arah Tante Nani dan Reta, sebelum akhirnya kembali menatap Om Jovan.

"B-benar sekali, Pak Teddy. Wah... ini sungguh sulit dipercaya. Saya harap hubungan keluarga kita ke depannya akan semakin baik setelah ini. Saya yakin, kedua orang tua Aira di kampung pasti akan sangat setuju jika keponakan saya ini memiliki hubungan yang istimewa dengan Pak Teddy," ucap Om Jovan dengan sangat ramah, langsung memberikan lampu hijau.

Teddy terkekeh mendengar sambutan Om Jovan yang tampak begitu bersemangat menyetujui kisah cinta mereka, yang aslinya hanya sandiwara. Pria itu lalu menatap Aira dengan senyum tipis yang menggoda.

"Bagaimana, Sayang? Om-mu sudah setuju dengan hubungan kita. Buat apa ditunggu lama-lama? Kita bisa mempercepat semuanya," goda Teddy.

Hal itu seketika membuat Aira mendelik tajam. Di bawah meja, tangannya bergerak cepat mencubit pinggang Teddy dengan gemas. "Om... kita ini kan cuma lagi drama!" bisiknya setengah mendesis.

"Kenapa, Aira?" tanya Om Jovan yang menangkap gelagat aneh keponakannya.

"Eh, ah... Om... A-aku kan masih kuliah. Mbak Reta juga belum menikah. Aku yang lebih muda, rasanya gak enak kalau mendahului Mbak Reta," gumam Aira gugup, sekadar memberikan alasan asal-asalan agar pembicaraan gila ini tidak kebablasan sampai ke pelaminan.

. . .

Melihat meja makan yang kosong melompong, Teddy langsung paham situasi. Tante Nani yang menyadari arah pandangan bos suaminya itu seketika salah tingkah, wajahnya memerah menahan malu karena dia benar-benar lupa menyuruh ART menyiapkan makanan akibat terlalu sibuk menyusun rencana melabrak Aira.

"Ah... Pak Teddy, mohon maaf sekali," sela Tante Nani dengan senyum kaku. "Malam ini di rumah kebetulan belum ada makanan yang siap. Tadi sore saya agak kurang sehat, jadi belum sempat memasak..."

Teddy bangkit berdiri dengan gerakan yang teramat elegan. "Tidak apa-apa, Bu Jovan. Kalau begitu, saya izin membawa Aira keluar untuk makan malam saja. Permisi, Pak Jovan."

"Oh, iya, Pak! Silakan, silakan. Hati-hati di jalan, Pak Teddy," sahut Om Jovan dengan sikap super hormat, bahkan sampai mengantar mereka hingga ke depan pintu. Reta hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan geram melihat sepupu kampungnya itu pergi bersama atasan papanya.

Setelah bayangan mereka berdua menghilang. Om Jovan mendekati mereka dengan wajah mengerut.

"Mulai hari ini, Papa nggak mau dengar kalau kalian terus mengganggu Aira. Kalau dia sampai mengadu pada Pak Teddy, nasib Papa langsung berada di ujung tanduk. Apa kalian mau, Papa dipecat?" bentak Om Jovan kepada istri dan anaknya.

"Tapi, Pa. Bukan kami yang mengganggu. Dia yang mulai duluan," desis Reta memasang wajah cemberut.

"Tak ada tapi-tapian! Kecuali kalian siap jadi gelandangan!"

Reta mendengus dengan pipi dan bibir membulat.

"Nah, kalian yang membersihkan rumah malam ini!"

*bersambung*

1
Evi Lusiana
ortu kocak laen bgt sm anakny
Evi Lusiana
kaku perutku thor gr² aira mo bls jasa pke brondolan sawit
SoVay: dikumpulin dulu smpai 2 karung y kak 🤣
total 1 replies
Evi Lusiana
aku suka karakter cewek tegas ky aira cm sayang aj knp gk milih kost sndri drpd hidup bareng tante jahat
Anbu Hasna
musuh jadi besan 🤣🤣
SoVay: halo kakak, mampir yuk cerita baru aku. udah 5 bab 🙈
total 4 replies
Evi Lusiana
kocak deh si aira,bs² ny lg sedih dia mint fto🤭
SoVay: namNya juga abegeh kak 😭😚
total 1 replies
Dewi kunti
sini ak ajarin om🤭🤭🤭🤭🤭
SoVay: wkwkwkw..punya bakat alami seorang pria kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewi kunti
tuch dokter kompor banget ya
Dewi kunti: berarti dikerjain author nya ini😤😤😤😤
total 2 replies
sryharty
eallaaaah modus,,ngomong aja kamu pengen cepet2 belah duren bujang om ted2
SoVay: wkwkwkw awas grasa grusu 🙈
total 1 replies
sryharty
si pak junet lg jadi nyamuk penngganggu neh🤭🤭
Dewi kunti
aduuuuuuhhhh si bapak kenapa gak pergi2 sich
SoVay: jadi nyamuk dulu 🤣
total 1 replies
mimief
hisss...si bapak tau aja yaa🤣🤣
ini demi masa depan kita bersama
modus si dikit,tapi kan biar dia mau pak 🤭
SoVay: modus dikit maunya banyak 🤣
total 1 replies
sryharty
makanya bap junet buruan di sah kan
biar bebas bisa pegang2 tangannya,,
siapa tau bisa pegang yg lain,,kan mantap
nanti pak junet cepet dapat cucu loh dari Aira..
SoVay: wkwkwkwk 😭😭😭 pegang apa tuh kak. sim salabin ja apa prok prok prok 🤣🤣
total 1 replies
mimief
Wkwkwk
ke gap camer
apa rasa tu🤭🤣🤣
SoVay: duh, berani2nya berduaan di tengah org ramai. paling nggak, tunggu rumah kosong dulu kan ya 🤣🤣
total 1 replies
mimief
sabar...sabar
tinggal dikit lagi aku padamu
sryharty
biarin Ra si bujang lapuk di gigitin nyamuk,,di gigit Wewe gombel pun gapapa ko,,aku ikhlas 🤭🤭
mimief
yah begitulah namanya jomblo udah karatan
sekali nya jatuh cinta lagi
begini ni🤭🤣
mimief: lah abis Meleng dikit ilang
trauma Thor 🤣🤣
total 2 replies
mimief
de ileee...yg mulai bisa nge gombal
mimief: iy..y🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
mimief
orng dirumah di tuan putriin kok
disini malah jadi begini
hajaar pak🤣🤣
mimief: mang... kepala aj ka
kelamaan jomblo begitu tu, jadinya karatan rasanya 🙄🤣🤣
total 2 replies
mimief
cepet pulih Thor..
saya yg tanggung jawab Bu
lahir bathin juga boleh 🤣🤣
dih,ngarep🤭
mimief
bingung dia ..om Jovannya🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!