NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:26.5k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Satu

"Pa, minta uang ya, hari ini terakhir bayar SPP, klau aku nggak bayar, nggak di izinkan masuk sekolah." ucap Ares kepada sang ayah yang sedang duduk santai menghisap rokok dan di temani dengan secangkir kopi di ruang tamu.

Brak....

"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit uang, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang haaa... Dasar benalu kalian ini."

"Punya bini juga sama aja begonya, nggak bisa membantu suami untuk mencari nafkah, nggak ada manfaatnya kalian ini, hanya bisa menyusahkan saja." maki pak Galih menggebrak meja.

Ares memicingkan matanya dan tangan terkepal menahan amarah, sungguh ingin sekali dia memaki balik sang ayah, hanya saja dia terpaksa diam, ibunya selalu melarang jangan membalas ucapan ayahnya.

Di dapur, air mata bu Soraya menetes menahan perih di hatinya, begitu lah suaminya klau anak dan istrinya minta uang, suaminya akan selalu marah besar dan menghina anak istrinya tanpa perduli anak istrinya sakit hati.

"Ma, kenapa papa selalu marah marah kalau kita minta uang, coba saja Alika atau bang Roy yang minta uang, papa selalu memberi dengan senang hati." ujar Laras dengan suara tertahan.

Bu Soraya tidak dapat menjawab ucapan ucapan sang anak, hanya tersenyum palsu menahan luka di hati, tangannya sibuk menyalin lauk ke dalam mangkok.

"Kak, sabar ya, nanti klau adek sudah besar, adek akan cari uang yang banyak, adek akan bahagiakan mama, kakak dan abang." ucap si bungsu yang baru berumur 9th.

"Iya dek, kita harus sukses, biar bisa membahagiakan mama, dan bisa membeli apa yang kita inginkan, tanpa minta uang sama papa." ucap Laras menimpali ucapan sang adik dengan mata berkaca kaca.

Sungguh hati bu Soraya tercabik mendengar obrolan anak anaknya itu.

"Panggil abang sama Papa, buat sarapan." seru bu Soraya menata hidangan sederhana di atas meja.

"Hanya ini yang kamu masak, apa nggak ada yang lain hmmm.... Uang minta terus, tapi masakan nggak jauh dari tempe dan tahu." amuk pak Galih melihat menu di atas meja makan sederhana itu, yang tersakiti hanya orek tempe, sayur toge dan sambal.

"Uang lima. puluh ribu sehari mana cukup buat beli daging pa, dapat beli ini sudah bersyukur." jawab bu Soraya.

"Halah.... Bisa nya jawab aja, makanya kerja dong, cari uang, jangannya cuma bisa minta doang sama suami, kamu pikir saya ini mesin uang." sinis pak Galih.

Deggg....

Sungguh nyeri hari wanita 40th itu mendengar ucapan pedas dari suaminya itu.

Setiap hari tidak ada kata kata lembut yang keluar dari mulut suaminya itu, pasti saja kata kata yang akan melukai perasaan anak istrinya.

"Makan bang, kak, dek, nanti kalian terlambat berangkat sekolah." ucap bu Soraya yang tidak memperdulikan suaminya itu.

"Irit irit tuh makannya, jangan rakus, kalian pikir cari uang gampang." ucap pak Galih lagi semakin menambah luka di hati anak anaknya.

Rasanya makanan yang masuk kedalam mulut mereka, bagai kawat berduri yang di paksa masuk kedalam tenggorokan mereka, sehingga membuat sakit yang teramat dalam.

"Ma, Ares berangkat ya, assalam mu'alaikum." ucap anak laki laki yang baru duduk di KLS 1 SMA itu mencium takzim punggung tangan sang ibu dan mengecup singkat pipi tirus ibunya itu.

"Kakak sama adek juga ya ma." ucap Laras dan Gibran menyalami sang mama bergantian.

"Iya kak, kalian hati hati ya, jajannya jangan sembarangan ya." ucap bu Soraya penuh kasih.

Bu Soraya menatap punggung ke tiga putra putrinya mulai menjauh darinya, laku masuk ke dalam rumah.

"Mas, bisa nggak sih klau ngomong sama anak anak itu lembut, dan jangan selalu menyakiti perasaan mereka." tegur bu Soraya kepada sang suami yang sudah rapi akan berangkat kerja.

"Ck, nggak usah sok ngajarin saya, klau masih bergantung hidup sama saya." sinis pak Galih tanpa perasaan.

"Astagfirullah...." bisik bu Soraya dalam hati, sungguh hatinya sangat sakit mendengar ucapan suaminya itu.

"Saya berangkat, klau saya pulang ke sorean nggak usah telpon lah, saya mau ke rumah ibu, Alika minta di temani main sama saya." ketus pak Galih tanpa menjaga perasaan istrinya.

"Ya." jawab bu Soraya singkat, sudah tidak aneh baginya, sebab hari ini suaminya gajian, sudah pasti keponakan dan adik iparnya minta jatah kepada suaminya itu.

Setelah kepergian sang suami, bu Soraya merapikan rumahnya dengan cekatan, sambil otaknya berfikir ingin mencari kerja apa yang bisa dia lakukan untuk menambah uang sakunya.

Tok...

Tok....

Tok....

Tengah sibuk merapikan rumah, terdengar pintu di ketuk dari luar, bu Soraya meninggalkan kerjaannya untuk melihat tamu yang datang.

"Iya, tunggu sebentar." seru bu Soraya dari dalam.

"Selamat pagi bestee ku...." ujar bu Rini dengan senyum pepsodentnya.

"Astaga, kamu ini, dikira siapa." omel bu Soraya geleng geleng kepala melihat teman sekaligus tetangganya itu.

"Hehehe.... aku lihat suami durjana mu sudah keluar rumah, makanya aku buru buru ke sini." cengir bu Rini lansung membuntuti temannya itu, karena bu Soraya lansung masuk menuju westafel untuk mencuci piring.

"Ada apa perlu apa memang? " tanya bu Soraya yang masih sibuk dengan cucian piring terakhirnya, selesai mencuci piring, lalu dia mengelap tangannya dengan lap kering, dan duduk di kursi meja makan.

"Itu, aku dapat pesanan snack untuk acara bu lurah lusa, dia minta bikinkan aku 250 box snack box, kamu mau nggak bantu aku bikin bolu sama risoles? " ucap bu Rini penuh semangat.

"Serius Rin." seru bu Soraya tak kalah hebohnya.

"Seriuslah, masa bohong sih." omel bu Rini menjulingkan matanya.

"Aku mau, tapi... Modalnya nggak ada." keluh bu Soraya lemah.

"Soal modal, kamu tenang aja, aku yang belanja, kamu tinggal catat bahan bahannya aja, nanti aku yang belanja." ucap bu Rini.

"Baiklah klau gitu." ucap bu Soraya lega.

"Raya, ini ada sedikit rezeki, suami aku kemaren naik jabatan, jadi dia mau ngasih anak anak rezeki." ucap bu Rini memberikan tiga buah amplop ketangan bu Soraya.

"Ya Allah, terimakasih banyak ya Rin, semoga rezeki kamu dan suamimu semakin lancar." ucap bu Soraya berkaca kaca, ya selama ini hanya bu Rini lah yang sangat mengerti keadaannya dan sering membantu bu Soraya, karena dia jauh dari sanak saudara yang berada di kampung.

"Aamiin.... Ya udah, klau gitu aku pulang dulu ya, jangan lupa catet apa aja yang harus di beli, nanti kita bikin di rumah ku aja ya, klau di sini nanti huru hara lagi sama suami mu itu." ucap bu Rini.

"Sippp lah." ucap bu Soraya tersenyum penuh rasa syukur.

Bersambung....

Haiii.... Jangan lupa like komen dan vote ya.... 😘😘😘

1
Ma Em
Alhamdulillah Bu Soraya dapat bantuan dari perusahaan tempat pak galih bekerja , benar kata Gibran untuk Bu Hindun sdh pulang kalau ngga uang bantuan dari tempat bekerja pak galih pasti akan diambil sama Bu Hindun , semoga pak cepat sehat kembali dan selama pak galih sakit biar Bu Hindun merasakan hdp susah karena tdk ada uang dari galih.
Azda Syafril
c Tya dah mulai sadar eaa.. giliran Mak lampir nh perlu dirukyah pa nunggu hidayah turun....🤭😄
moga lekas pulih pa galih... cuma istri dn ankmu yg sllu da dihatimu disaat drimu susah dn sakit....
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
Mak nya galih takut uangnya di ambil buat berobat🤭 semoga setelah ini galih bisa melihat mana yg tulus dan mana yg modus....
JasmineA
udah kuduga...ngak kasi dia duit anaknya bakal ditendang🤭
Adi Sudiro
sendirinya ibu yg gak berguna cih... semoga pulang dari rumah sakit.. eeh ketabrak mati dehhh🤭🤭🤭🤣🤣
Erna Fkpg
punya orang kok durhaka banget sama anaknya ni anaknya lagi sekarat masih mikir uangnya
Erna Fkpg
emang minta dikarungin tu nenek lampir hindun👍👍👍
Shee_👚
setidaknya dalam keadaan terpuruk Bu Soraya di kelilingi orang² baik dan sayang sama dia.
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya perusahaan bertanggung jawab.
Shee_👚
lah di lawan aja mulutnya begitu, apa lagi gak dilawan semakin menjadi aja itu nenek lampir😏
Shee_👚
bagus kalau ada rasa bersalah, setidaknya kamu masih punya rasa empati Tia, jangan kaya ibumu dah mati hati nuraninya😭
Shee_👚
astaghfirullah denger anaknya sakit dan pulih lama dia malah gak da simpatinya sma sekali😩
Shee_👚
bener² ibu gak da hati, anaknya sedang sakit ko masih sempet² mikirin jatah uang bulanan😤
tenang jangan kawatir duwitmu di minta, bu soraya lebih dari mampu untuk mengobati pak galih😏
Shee_👚
nah disini kita liat seberapa peduli ibu yang selalu di turutin maunya. apa kah akan merawat seperti meminta uang dama galih yang terus menerus
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya pak galih selamat, walau luka di kaki parah tapi bisa pulih kembali
Ariany Sudjana
nah kelihatan kan si Mak Lampir ga peduli sama galih, hanya peduli sama uangnya galih. sekarang kecelakaan, pasti Soraya sama anak-anak yang urus, mana mau tahu si Mak Lampir uang dari mana buat RS
Ariany Sudjana
puji Tuhan, bos pa galih berbaik hati. benar sekali, untung si Hindun sudah pulang, kalau ga, pasti di ambil tuh uang dari bos pa galih
ryuka
dasar nenek gila si hindun ini
Muft Smoker
giliran lapar aj ngarepin cucu ny kasih mkn ,, dasar nenek akhlak less ,,
Shee_👚
semoga pak galih gpp, pliss jangan bikin pak galih amnesia atau meninggal kayanya gak seru jadinya😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!