NovelToon NovelToon
KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 030: Kembali Menjalin Maaf dan Keraguan yang Muncul

Siang harinya, setelah hatinya terasa cukup tenang, Aldara berniat berangkat menemui Aries. Sebelum melangkah keluar, ia sempat menatap sejenak bunga dan surat yang ditinggalkan kekasihnya, lalu tersenyum tipis. Ia bisa merasakan penyesalan yang tulus di sana, dan kini ia siap untuk berbicara dari hati ke hati.

Sesampainya di rumah Aries, ia melihat sosok yang dicintainya sedang duduk sendirian di teras dengan wajah lesu, seolah semangat hidupnya ikut hilang bersama kemarahan Aldara kemarin.

“Aries…” panggilnya pelan.

Pria itu tersentak kaget, lalu segera berdiri menatapnya dengan mata berbinar namun penuh keraguan. “Sayang… kamu datang? Apakah… apakah kamu sudah tidak marah lagi padaku?”

Aldara melangkah mendekat, lalu duduk di kursi kayu di sampingnya. “Aku datang bukan untuk memperpanjang pertengkaran. Aku hanya ingin kita menyelesaikannya dengan tenang,” ucapnya lembut.

Aries menghela napas panjang, lalu duduk sedikit menjauh seolah takut salah menyentuh. “Aku memohon maaf sekali lagi. Aku sadar aku benar-benar keterlaluan. Aku tidak seharusnya meluapkan emosi padamu. Seandainya aku tahu soal masa lalu yang menyakitkan itu, aku pasti akan menjagamu jauh lebih hati-hati dan tidak akan pernah berani meninggikan suaraku,” ucapnya penuh penyesalan.

Aldara menatapnya dalam, lalu perlahan meraih tangan kekasihnya. “Aku tidak sepenuhnya menyalahkan perasaan cemburumu, Ris. Itu tanda kamu sayang dan takut kehilanganku. Namun tolong aku minta satu hal saja: jika ada masalah, selesaikan dengan bicara yang tenang, jangan dengan nada tinggi atau bentakan. Hal itu mengingatkanku kembali pada masa lalu yang pernah melukai hatiku,” suaranya perlahan bergetar menahan emosi.

Aries segera menggenggam tangan itu erat, lalu mencium punggungnya dengan lembut dan penuh rasa cinta. “Aku berjanji akan berusaha menjaga sikap dan menahan emosiku mulai sekarang. Aku tidak ingin menjadi orang yang membuatmu terluka lagi. Maafkan aku ya?”

“Percayalah, hatiku hanya milikmu seorang,” jawab Aldara tulus.

Mendengar itu, Aries langsung menarik tubuh kekasihnya masuk ke dalam pelukan hangatnya, seolah ingin meyakinkan diri bahwa gadis itu benar-benar ada di sana dan kembali memaafkannya.

Di tempat lain, Siska dan Randy sedang duduk berdua di teras rumah. Randy tampak lebih berhati-hati hari ini; ia sengaja mengganti nomor dan perangkat komunikasinya agar rahasianya tidak terbongkar.

“Kok kamu ganti nomor dan akun, sayang?” tanya Siska sedikit curiga.

“Nomor yang lama bermasalah dan perangkatnya sedang diperbaiki, jadi aku terpaksa menggunakan yang baru,” jawab Randy dengan wajah tenang tanpa rasa bersalah.

Siska mengangguk pelan namun ragu. “Aku harap kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu dariku.”

“Mana berani aku membohongimu, kamu adalah yang paling berharga bagiku,” bujuk Randy dengan senyum manis yang ia buat-buat.

Sore harinya saat mereka berkumpul bersama teman-teman, wajah Siska terlihat murung dan pucat. Aldara yang menyadarinya segera mendekat dan duduk di sampingnya sambil merangkul bahu sahabatnya itu.

“Ada apa, Dede? Kamu terlihat sedih sekali, apakah ada masalah?” tanyanya lembut.

Siska menoleh, lalu air matanya tak sanggup lagi ditahan. “Aku mulai ragu, Kak. Apakah Randy benar-benar tulus mencintaiku? Belakangan ini sikapnya sering berubah dan seolah menyembunyikan sesuatu dariku,” ceritanya dengan suara bergetar.

Aldara dan Aries saling bertukar pandang sejenak, namun memilih untuk tidak langsung menuduh. “Tenangkan hatimu dulu ya. Kita akan cari tahu kebenarannya pelan-pelan bersama-sama. Kalau ternyata dia memang tidak baik untukmu, percayalah kamu pantas mendapatkan laki-laki yang jauh lebih tulus dan setia darinya,” hibur Aldara menenangkan.

“Terima kasih banyak ya Kak, sudah mau mendengarkan keluh kesahku,” ucap Siska tulus.

“Kita ini sudah seperti saudara sendiri. Setiap kali kamu merasa butuh teman cerita, jangan sungkan untuk datang kepadaku. Aku akan selalu ada untukmu,” ucap Aldara sambil tersenyum hangat.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!