NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Duches

Jeratan Cinta Sang Duches

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi
Popularitas:95.3k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Alessandro Magnus, Grand Duke penguasa Wilayah Magnus, dia terkenal kejam, dingin, dan punya insting membunuh yang tajam. Segala macam jebakan politik, racun, atau mata-mata yang dikirim musuh-musuhnya hanyalah kotoran yang bisa dia selesaikan dalam satu tebasan pedang.

Anastasia Starling adalah gadis yang selama ini terkenal pendiam, tertutup, dan lemah di seluruh kekaisaran. Namun, tidak ada yang tahu bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah digantikan oleh seorang pembunuh berdarah dingin yang mati akibat dikhianati.

Bagi Anastasia yang baru, air mata adalah tanda kelemahan yang menjijikkan, berbekal insting bertahan hidup yang kuat, mulut yang tajam, kemampuan bertarung, serta rahasia ruang dimensi di dalam jiwanya, dia menolak menjadi boneka politik

"Hugo, mundur tiga langkah, matamu terlalu lancang menatap istriku. Jaga batasanmu sendiri sebelum aku menganggap kesetiaanmu itu sebagai ancaman yang harus ku potong kepalanya." _Grand Duke Alessandro Magnus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIDAK AKAN BISA KELUAR

Malam yang dingin dan sunyi, kini telah berganti pagi.

Di dalam kamar, Pangeran Mahkota Arkan sedang berjalan mondar-mandir seperti singa yang terkurung di dalam kandang, sedari tadi malam pria itu tidak tidur sama sekali.

Wajah tampannya yang biasa dipenuhi senyum angkuh kini tampak sangat kusut dan memerah menahan amarah yang luar biasa, apalagi mengingat tamparan dari Anastasia tadi malam.

BRAKKK

"Sialan! Wanita jalang itu benar-benar menjebak ku!" umpat Arkan kasar, menendang salah satu kaki meja kayu di dekatnya hingga bergeser.

Dua ksatria pribadi Arkan yang ikut dikurung di dalam ruangan hanya bisa berdiri diam di dekat sudut dinding dengan wajah pucat pasi, mereka tidak tahu harus berbuat apa karena senjata mereka sudah dilucuti paksa oleh pasukan Nero kemarin.

"Pangeran, apa yang harus kita lakukan sekarang? Pasukan Magnus benar-benar mengepung tempat ini, kita tidak bisa mengirim surat ke istana," ucap salah satu ksatria dengan suara yang agak gemetar.

"Diam kamu! Pikirkan caranya agar kita bisa keluar dari tempat terkutuk ini!" bentak Arkan, matanya melotot penuh amarah.

Ceklekk

Suara kunci pintu yang diputar dari luar membuat Arkan langsung menghentikan langkahnya.

Pintu besar itu terbuka perlahan, dan sosok tinggi tegap Alessandro melangkah masuk ke dalam ruangan, di belakangnya, Nero berdiri dengan tangan yang tetap berada di gagang pedang, bersiaga.

Arkan langsung maju beberapa langkah, menatap Alessandro dengan pandangan murka.

"Grand Duke! Apa-apaan ini?! Berani sekali Anda mengurung Pangeran Mahkota Kekaisaran seperti seorang kriminal!" teriak Arkan, dengan wajah memerah.

Alessandro berjalan dengan santai, mengabaikan teriakan Arkan, lalu menduduki salah satu kursi empuk yang ada di tengah ruangan, dia menyilangkan kaki nya, menatap Arkan dari atas ke bawah dengan pandangan yang sangat meremehkan.

"Kamu memang seorang kriminal di wilayah ku, Arkan," ucap Alessandro, suaranya terdengar sangat tenang namun dingin.

"Mencoba mencuri dokumen militer Magnus, melakukan kekerasan fisik pada Grand Duchess, dan jangan lupakan kamu juga yang telah mengirimkan pembunuh bayaran ke kamar Grand Duchess beberapa hari yang lalu," ucap Alessandro dingin.

"Menurut hukum Magnus, kepala seorang pangeran sekalipun bisa dipajang di gerbang depan untuk pelanggaran seperti itu," lanjut Alessandro sembari mengetuk-ngetuk jarinya di lengan kursi.

"Itu semua bohong! Istrimu yang gila itu sengaja menjatuhkan dirinya sendiri! Dia melukai lengannya sendiri untuk memfitnahku! Bahkan tadi malam dai datang ke sini dan menampar ku!" teriak Arkan dengan urat-urat leher yang menegang, mencoba membela diri.

Alessandro terkekeh pendek, sebuah suara tawa hambar yang membuat dua ksatria pribadi Arkan semakin merinding ketakutan.

"Kamu pikir aku peduli dengan pembelaanmu?" tanya Alessandro, menaikkan sebelah alisnya dengan senyum sinis.

"Sekalipun Grand Duchess ku ingin membunuh mu aku akan tetap ada di belakang nya Arkan, dan tentu saja mendukung nya," lanjut Alessandro, tersenyum miring.

Arkan mengepalkan tangannya begitu kuat hingga tubuhnya sedikit bergetar, dia baru menyadari bahwa sejak awal, posisinya sudah benar-benar tidak menguntungkan, akting Anastasia yang begitu meyakinkan di depan para saksi telah menutup semua celah baginya untuk mengelak.

"Apa yang sebenarnya kalian inginkan dariku, hah?" tanya Arkan akhirnya, suaranya melemah, mencoba beralih ke jalur negosiasi politik.

Alessandro menyandarkan punggungnya, tatapan matanya berkilat penuh kemenangan yang licik, persis seperti tatapan mata Anastasia.

"Bukan apa yang aku inginkan darimu, Pangeran, tapi apa yang harus diberikan oleh ayahmu, Kaisar Felix, untuk menebus kepala putra mahkotanya yang bodoh ini," jawab Alessandro dengan senyum miring yang sangat mematikan.

"Nero, pastikan penjagaan di sini diperketat. Jika pangeran kita ini mencoba melarikan diri, potong saja kedua kakinya, kita tidak butuh kakinya untuk dikirim kembali ke istana," perintah Alessandro sembari bangkit berdiri dari kursinya.

"Dimengerti, Grand Duke," jawab Nero dengan tegas dan sopan, menyunggingkan senyum tipis melihat wajah Arkan yang kini benar-benar berubah menjadi pucat pasi.

"ALESSANDRO BAJINGAN! CEPAT PERINTAHKAN MEREKA UNTUK MENYINGKIR!"

Alessandro membalikkan tubuhnya dan melangkah keluar dari kamar tamu tersebut tanpa memedulikan makian frustrasi dari Arkan yang kembali menggema di dalam ruangan yang tertutup rapat itu.

Panggung yang disiapkan oleh istrinya telah berjalan dengan sangat sempurna, dan kini Alessandro tinggal menunggu waktu untuk memanen keuntungan besar dari kekaisaran.

Setelah keluar dari kamar Arkan, Alessandro berjalan menyusuri lorong sayap barat kastil yang sepi. Nero berjalan satu langkah di belakangnya, menjaga jarak yang sopan namun cukup dekat untuk berbicara tanpa harus mengeraskan suara.

"Nero," panggil Alessandro tanpa menghentikan langkah kakinya.

"Ya, Grand Duke? Ada perintah tambahan?" tanya Nero, langsung mencondongkan tubuhnya ke depan.

"Kirim beberapa mata-mata terbaik kita untuk mengawasi perbatasan dan jalur menuju ibu kota, jangan sampai ada satu pun tikus kiriman Arkan yang lolos membawa pesan keluar dari wilayah Magnus, tanpa sepengatahuan ku!" perintah Alessandro, matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan tajam.

"Sesuai perintah Anda, Yang Mulia, semua jalur keluar sudah kami tutup kemarin. Tapi, bagaimana dengan para pengawal pribadi Pangeran Arkan yang ada di penginapan luar kediaman?" tanya Nero memastikan, karena Arkan tidak datang sendirian ke wilayah Magnus.

"Biarkan saja mereka di sana untuk sementara waktu, buat mereka kebingungan karena kehilangan info dengan pangeran mereka. Itu akan membuat mental mereka makin jatuh," jawab Alessandro dengan senyum tipis yang terkesan kejam.

Nero mengangguk paham, dia selalu mengagumi cara berpikir tuannya yang tenang namun mematikan dalam menyusun strategi perang maupun politik.

"Lalu, mengenai Grand Duchess...?" tanya Nero sengaja menggantung kalimatnya, merasa agak ragu untuk melanjutkan.

Alessandro langsung menghentikan langkahnya, membuat Nero refleks ikut berhenti dan menundukkan kepala.

"Kenapa dengan Anastasia?" tanya Alessandro, menoleh dengan sebelah alis terangkat.

"Maaf jika saya lancang, Yang Mulia, selama ini kita mengira beliau hanyalah wanita lemah yang dikirim untuk menjadi mata-mata di Magnus, tapi ternyata beliau jauh lebih mengerikan," jawab Nero jujur, mengingat kekejaman Anastasia.

Alessandro terdiam sejenak, bayangan wajah Anastasia yang tersenyum licik sambil membisikkan kata-kata godaan kembali melintas di kepalanya.

"Dia bukan mengerikan, Nero, dia hanya tahu cara memanfaatkan kecantikannya menjadi senjata yang paling mematikan," ucap Alessandro, lalu kembali berjalan menuju ruang kerja pribadinya.

Nero mengikuti dari belakang, menyadari bahwa tuannya tampaknya mulai tertarik dengan wanita yang baru beberapa minggu dinikahinya itu.

"Jika apa yang dikatakan Grand Duchess benar, Kaisar Felix akan sangat terpojok begitu tahu kelakuan putranya di sini," ucap Nero, mencoba mengalihkan kembali obrolan ke urusan politik.

"Felix sudah tua, tapi dia tidak bodoh, dia tahu persis kalau Magnus bisa menghancurkan setengah dari kekuatan militernya jika kita mau memberontak. Menyerahkan Arkan adalah harga murah demi mempertahankan takhtanya," jawab Alessandro sembari mendorong pintu ruang kerjanya yang besar.

1
Wahyuningsih
lanjut thor n 💪💪💪💪 dlm upnya
Puch🍒❄
perasaan yg luka yg kanan deh knp jd yg kiri yg luka😭
Atik Kiswati
lnjt .....
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor
Eka Putri Handayani
ini masih ada sangkut pautnya sama Aurora kah thor?
Eka Putri Handayani
sampai sekarang bingung kenapa kaisar felix bisa jadi kaisar seharusnya kan keluarga magnus diliat dari segi militer jg kuatan magnus dari pada Kekaisaran
Eka Putri Handayani
Anatasia itu manusia loh bukan boneka santet yang bisa kamu tusuk²🤣😭
Eka Putri Handayani
gila keren banget anastasia aura petantang-petenteng nya kuat banget🤣
Noey Aprilia
Klkas 6 pntu pun,bkln mleleh kl tiap hri d sguhi ssuatu yg mnggoda....cma mslh gngsi aja sih,tar kl imannya udh ga kuat pst lngsng d trkam.....🤭🤭🤭
Eka Putri Handayani
tuh kan apa kubilang kamu bakal terjerumus sama pesona Anatasia Ale🤣
miss blue 💙💙💙
langsung hap aja le kalo mulai nakal, kebiasaan 🤣🤣🤣
IG : hofi03_skrniii: merinding takut ale² nya yang hap duluan sama si ana😭😅
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
coklat panas sama cemilannya terlupakan 😅😅
IG : hofi03_skrniii: pelukan suami lebih mantep 😂😂
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
😭😭😭😭 kok aq bangga ya, apa aku sikopet?? 🤣🤣🤣🤣
IG : hofi03_skrniii: kita sama kakkkk, gak ada takut² nyaaa😂
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai keluarga kaisar felix ganti juga nama Kekaisaran
Fajar Fathur rizky
aturan bikin kaisar felix melihat keluarganya di bantai
IG : hofi03_skrniii: gimana bagus nya, untuk permaisuri gak adaaa mungkin gundik kaisar adaa kita bantai nanti wehehehee 😅
total 3 replies
kaylla salsabella
gadis modern🤣🤣🤣
ryuka
ana siap2 kamu nanti di terkam sma ale 🤭🤭🤭🤭😍🤣🤣🤣
IG : hofi03_skrniii: habislah kau anaaa😂
total 1 replies
CaH KangKung,
ale pasti tergoda....fix....kalau gtu tipe suami bucin....plus posesif akut....
IG : hofi03_skrniii: mantep banget kan kak😆
total 1 replies
ryuka
cie aleee bisa tidur ga tuhhh🤭🤭🤭🤭
IG : hofi03_skrniii: panas dingin katanyaaa😆
total 1 replies
CaH KangKung,
sadissssnyyy....tp kok aq suka ny ..😭😭😭
IG : hofi03_skrniii: jiwa psikopet nya meronta-ronta🫢
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!