NovelToon NovelToon
Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Misteri / Horor
Popularitas:58.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangan dekat rawa itu!"

semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Perasaan sedih

Bu Apri terus bergerak gelisah di atas ranjang karena dia kepikiran dengan nasib sang anak, membayangkan Nasya yang ketakutan sendirian di malam gelap seperti ini dan tidak tahu juga dia ada di tempat mana, sebagai seorang ibu tentu saja pikiran itu terus saja menghantui dan tidak pernah bisa hilang dari dalam otak ini.

Ada rasa ingin keluar dari dalam rumah untuk mencari keberadaan Nasya yang entah ada di mana itu, berulang kali dia mengintip jendela untuk memastikan apakah hari ini sudah pagi atau belum karena malam terasa begitu panjang untuk Bu Apri, Sebab di dalam pikiran dia saat ini terbayang tentang penderitaan dari Nasya.

Air mata juga tak kunjung berhenti mengalir sehingga sampai terasa perih dan merah, tangisan seorang ibu yang harus kehilangan anak karena anak itu sendiri yang memiliki pendapat untuk mencari .

Ada rasa bersalah yang tidak bisa dijelaskan oleh Bu Apri Karena sekarang dia mulai meratapi sebagai orang miskin, dia berandai-andai ketika menjadi orang kaya maka pasti Nasya tidak akan hilang seperti ini hanya karena dia ingin mencari keong emas itu, terbukti Lala dan juga Khodijah pulang ke rumah dengan selamat karena mereka tidak ingin mencari keong emas lebih banyak.

Sebab mereka sudah hidup serba berkecukupan dan makan enak di dalam rumah tanpa harus bersusah payah seperti Nasya ini, Nasya ingin mencari keong lebih banyak karena dia ingin menjual dan kemudian bisa Bu Apri membeli daging ayam walau hanya sedikit saja untuk dirinya.

Bu Apri sudah tahu rencana yang di pikirkan oleh Nasya itu karena memang seperti biasa mereka melakukan hal sedemikian rupa, menjadi seorang janda memang begitu berat sekali karena dia tidak memiliki penghasilan tetap sehingga terkadang harus mencari sayuran yang tumbuh liar untuk makanan mereka berdua.

''Ibu minta maaf karena tidak bisa mencukupi semua makanan yang kamu inginkan.'' Bu Apri menangis di depan jendela kamar.

''Ran, Aku sedih sekali mendengar dia ngomong seperti itu.'' Nilam sudah mulai menangis karena dia juga ikut merasa Iba.

''Ya aku juga sedih karena mereka adalah orang yang tidak punya dan pasti bocah kecil itu ingin makan enak setiap hari.'' Maharani setuju dengan Nilam.

''Nasya, kamu harus pulang ya sama ibu lagi. Ibu janji akan mencari daging ayam untuk kamu kalau nanti kamu sudah pulang!'' Bu Apri merintih dengan perasaan yang begitu hancur.

''Ibu tidak mau kamu tinggal seperti ini karena ini terasa sangat berat sekali.'' sambung Bu Apri dengan perasaan hancur tidak karuan.

''Aih tau gini tadi aku tidak ikut Kau ke sinilah.'' Nilam membuang muka karena dia merasakan kesedihan juga.

Maharani dia menunduk karena perasaan dia juga ikut merasa sedih setelah mendengar Segala ucapan yang keluar dari mulut Bu Apri itu, menjadi orang miskin memang begitu sulit sekali karena mereka harus berjuang keras hanya untuk sesuap nasi yang berlauk enak.

Kalau untuk Bu Apri sendiri tentu saja dia tidak masalah walau hanya memakan nasi dan juga garam, tapi untuk nasihat tentu saja itu adalah sebuah siksaan sehingga dia terus berusaha untuk mencari apa saja yang bisa dia jual, salah satu kelebihan gadis itu adalah dia tetap berusaha ketika menginginkan makanan yang lezat.

"Mau kemana kau?" Maharani bertanya kepada Nilam yang sedikit menjauh.

''Tidak sanggup aku mendengar suara tangisan dia yang seperti itu.'' Nilam dan mengusap air mata dia sendiri.

''Kasihan sekali dia, Nasya ini pergi ke mana Kok dia tidak ada kabar sama sekali?'' Maharani juga bingung dengan keberadaan gadis kecil itu.

''Khodijah mengatakan dia juga tidak tahu karena setelah pergi dia tidak menoleh lagi.'' ujar Nilam.

''Iya, kan menurut dua teman ini dia tidak mau pulang karena masih mau mencari keong emas karena besok mau dijual ke pasar.'' imbuh Maharani.

''Ya allah, dia hanya ingin makan enak dan sekarang malah menghilang begitu saja.'' Nilam menutup wajah dia sendiri karena perasaannya sudah begitu hancur.

Nilam tempat merasakan menjadi seorang ibu sehingga dia mengerti bagaimana perasaan Bu Apri saat ini, kesedihan yang begitu mendalam dan dia juga sedang berusaha untuk membantu agar bisa segera menemukan di mana Nasya saat ini berada, mungkinkah gadis kecil itu masih hidup atau saat ini dia sudah meninggal dunia karena dimakan oleh sesuatu. ada pikiran juga di dalam otak Nilam saat ini bahwa kemungkinan Nasya oleh hewan buas, semua memang masih dalam prasangka pikiran mereka masing-masing karena tidak ada titik terang dalam kasus ini.

...****************...

''Dijah, saat kamu pulang tadi apa tidak ada melihat Nasya pergi ke tempat yang lain?'' Bintari bertanya dengan lembut kepada Khodijah.

''Tidak, Nasya tetap ada di Rawa itu karena dia ingin mencari keong lebih banyak.'' Khodijah menjawab apa adanya.

''Oh begitu, tapi ke mana sekarang dia pergi ya Kok tidak ada jejak sama sekali?'' Bintari juga ikut sedih mengingat gadis kecil itu.

Bintari menarik nafas panjang Karena dia juga tidak tahu harus membantu bagaimana agar bisa menemukan keberadaan Nasya, Khodijah dan Lala adalah yang pergi bersama dengan Nasya saat itu sehingga dia berusaha untuk bertanya kepada sang anak Namun ternyata tidak ada yang bisa dia Jadikan untuk petunjuk.

''Jarak Bu Apri menyusul dia dengan kedua bocah ini pulang sudah begitu dekat sekali, Jadi tidak mungkin kalau Nasya itu sempat pergi ke tempat lain.'' Kendal membuka suara.

'Betul, saat melihat Lala pulang ke rumah maka Bu Apri saat itu juga langsung mendatangi. Saat melihat Lala pulang ke rumah maka Bu Apri saat itu juga langsung mendatangi rawa.'' ujar Bintari.

''Tapi Kenapa pergerakan itu cepat sekali dan tidak ada mereka menemukan keberadaan Nasya? bahkan Purnama juga langsung datang ke sana untuk melihat!'' Kendal ikut bingung memikirkan ini semua.

''Aku curiga ada sesuatu yang sangat hebat di dalam sana.'' Bintari berkata pelan.

''Memang nya mau sehebat apa iblis itu sehingga mampu untuk mengelabuhi Purnama seperti ini?'' Kendal juga penasaran dengan itu semua.

''Nah ini yang masih menjadi pertanyaan besar di dalam otak kita semua, Bila memang Rawa itu menyimpan iblis maka pasti Purnama akan mengetahui.'' Bintari setuju dengan hal itu.

Sebab Bintari juga tahu bahwa sang mertua memiliki kemampuan begitu besar dan selama ini belum ada yang bisa mengalahkan kemampuan ratu ular tersebut, jadi bila memang Rawa itu memiliki iblis yang sangat jahat maka sudah pasti ratu ular akan mengetahui dengan sangat mudah dan menangkap dia.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya, insya Allah kita hari ini update 5 BAB Jadi tolong like dan komentar kalian yang banyak biar author tambah semangat untuk menulis cerita ini.

1
ismi
jiahhhh benerkan andini palsu ,,yg asli masih didalam rawa
Betri Betmawati
hebat sekali tipu muslihat nya, kmna lagi Andini disembunyikan
Betri Betmawati
Melda itu kenapa coba ngk suka aja SMA orang
aneh betul dia
Betri Betmawati
ketua nya sembunyi dimna belum keluar?
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Yeyet Rohaeti
semangat thor bikin cerita baru nya,aku selalu menunggu karya ² baru mu.
Betri Betmawati
bikin penasaran aja ketuanya siapa?
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔
Yeyet Rohaeti
kasian Nana kecebur di rawa.
putri wahyu
ketipu lg🥺 iblisnya bener2 licik😒
Yeyet Rohaeti
penasaran sekali aku ini, siapa sih iblis nya, pinter kali bikin gaduh agensi nya mba pur 😄😄
Apriyanti
kata nya Melda memang sekutu nya iblis berduri,,terimakasih Thor Uda bikin cerita baru lg,semoga tambah suksest trus karya² kak author 🙏🙏🥰
Apriyanti
siang jg thor,,apa munkin yg Kiara lihat pun Bagaskara yg palsu biar Kiara membenci si panglima tersebut
neni nuraeni
hadeeh si Melda jgn" kamu nyugih lgi abisnya sombongnya minta ampun,,, 👌 Mak siap tak baca yg ngono😁
istrinya_kimseokjin
aisss melda dri awal aku dh curiga ma kmu, emng kmu lh y yg mmbwa iblis itu
putri wahyu
ok siaap meluncuurr...
Eli Rahma
wis lah pasti melda ada sangkut pautnya dgn iblis rawa...
Eli Rahma
mlipiirrr...ahhh
Nurr Tika
jangan" melda penyembah iblis berduri itu
Nurr Tika
lanjut thor
Tri Lestari
siap meluncurkan dan meramaikan
human
jadi inget purnama sebelum insaf suka makan jeroan orng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!